cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
Eksistensi Layang Kuau Raja Tebuk Isi di Kota Dumai dari Pendekatan Foklor dan NIilai Budaya Jefrizal jefri zal
Jurnal IKADBUDI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL IKADBUDI
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v10i2.59183

Abstract

Kajian ini menitikberatkan kepada keberadaan salah satu permainan tradisional masyarakat Kota Dumai yakni Layang Kuau Raja Tebuk Isi. permainan ini sangat populer di kalangan masyarakat Dumai. terutama oleh sanggar yang menginisiasi penamaan jenis Layang Kuau Raja Tebuk Isi yakni Sanggar Layang-layang PUrnama. keberadaan yang diidentifikasi meliputi fungsi dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. untuk itulah, pendekatan yang digunakan adalah foklor dan nilai budaya
MITOS BUNDO KANDUANG SEBAGAI TIRAI NALAR ORANG MINANGKABAU ATAS DUNIANYA Silvia Rosa
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12313

Abstract

Penelitian ini menerapkan teori strulturalisme Levi-Staruss terhadap mitos Bundo Kanduang dalam kaba Cindua Mato dan mempelajari makna yang terkandung di balik mitos itu. Kaba ini ditulis oleh Sy. St Rajo Endah, tahun 1985.Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan data adalah pembacaan teks, pemenggalan teks atas beberapa episode, penentuan ceritheme, menyusun ceritheme dalam relasi sintagmatik dan paradigmatik, dan membuat tafsir atas mitos secara keseluruhan. Data dianalisis dengan teori struktural Levi-Strauss sebagaimana yang dikerjakannnya dalam analisis mitos Indian yang berjudul “The Story of Asdiwal”.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kaba Cindua Mato merupakan mitos yang diciptakan orang Minangkabau dalam memandang masyarakat dan dunianya yang serba mendua. Sistem kekerabatannya yang matrilineal: yang extended family berhadapan dengan egoisme nuclear family yang bernuansa patrilineal. Melalui mitos Bundo Kanduang, orang Minangkabau mencoba memahami paradoks nilai yang dianutnya. Pertentangan konsep yang harus dibuat seirama. Perbenturan yang harus dibuat harmonis. Mitos Bundo Kanduang adalah legitimasi dari cita-cita harmoni yang harus dilaksanakan oleh orang Minangkabau dalam mengharungi bahtera kehidupan budayanya. Agar sesorang dipandang ada, maka ia harus menciptakan harmoni dengan dunia sekitarnya. Makna mitos Bundo Kanduang ini diperoleh dari analisis yang komprehensif terhadap seratus dua puluh ceritheme yang ditemukan dalam kaba Cindua Mato. Melalui analisis yang menyeluruh itu diperoleh struktur kaba Cindua Mato. Ternyata, terdapat suatu keteraturan-keteraturan dalam mitos Bundo Kanduang yang termuat dalam kaba Cindua Mato. Keteraturan itu berupa struktur isi atau gagasan, ide mitos Bundo Kanduang. Struktur itu mencerminkan cara berpikir orang Minangkabau yang cenderung serba mendua. Benturan nilai anatar matrilineal dengan patrilineal. Konsep matrilineal berhomologi dengan adat, dan konsep patrilineal berhomologi dengan agama Islam. Akan tetapi, dualisme itu harus dibuat harmonis. Ketegangan dalam diri menjadi sesuatu yang tidak terelakkan. Mitos mencoba melerai ketegangan itu. Kata kunci: mitos, kaba Cindua Mato, mendua  AbstractThe current research applied Levi-Staruss structural theory to Bundo kanduang mythology in the story of Cindua Mato and studies the meaning of it. This story have written by Sy. St Rajo Endah, in1985, the tittle Cindua Mato.The several steps in data analysisnare reading the text, make several episodes from the text, determining the ceritheme, composing the ceritheme in syntagmatic-paradigmatic correlation, and comprehension interpreting of mythology. The data were analyzed using Levi-Staruss structural theory as ini his analysis of Indian mythology entitled “The Story of Asdiwal”.The study concluded that the story of Cindua Mato is a mythology created by people of Minangkabau based on the ambigious perspective of their community and world. Their relationship is of matrilineal nature: the extended family versus the egoism of nuclear family having patrilianeal characteristic. Through the mythology of Bundo Kanduang, the Minangkabau people tried to comprehend yhe paradox of their sosial values. The contradicting concept that should be made in accord. A clash that must harmonized. Such mythology represents the legitimacy of a harmonic idealnto be realized by the Minangkabau people in the course of the cultural life. One must created a harmony between he and his surroundings. The nation of Bundo Kanduang mythology was derrived from a comprehensive analysis of 125 ceritheme found in the story of Cindua Mato. The stucture of Cindua Mato story was resulted from such analysis. In fact, there were regularities in Bundo Kanduang mythology contained in the story of Cindua Mato. By regularity we mean a consistency in the structural and idea of Bundo Kanduang mythology. The structure reflects the thinking pattern of the Minangkabau people that tend to be ambigious. A clash of values between matrilineal and patrilineal concept is homologous to tradition, while patrilineal concept is homologous ti Islamic concept. However, such dualism must be harmonized. The tension in oneself is unavoidable. And the mythology tried to reconcile the tension.Keywords: myth, story of Cindua Mato, ambigous
TEMBANG DOLANAN JAMURAN KARYA KI HADI SUKATNO ANALISIS ETNOGRAFI Shinta Juwitasari
JURNAL IKADBUDI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL IKADBUDI VOL 8, NO 1, FEBRUARI 2019
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v8i1.42994

Abstract

Tembang dolanan Jawa atau tembang dolanan anak, misalnya Ilir-ilir, Menthok-mentok, Buto Galak, Cublak-cublak Suweng, Gugur Gunung, Gambang Suling, Sluku-sluku Bathok, Jamuran, dan Kupu Kuwi perlu mendapatkan perha-tian. Sehu-bungan dengan itu, memberikan perhatian terhadap salah satu bentuk sastra lisan tradisional merupakan hal yang patut dan penting.  Termasuk di dalamnya, memberikan perhatian pada keberadaan tembang  Dolanan  Jawa. Pengkajian terhadap salah satu genre sastra lisan tradisional yang pada prinsipnya bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang kurang bagus karena suka meninggalkan budayanya sendiri dan lebih tertarik mengikuti arus budaya global. Kenyataan yang perlu dikritisi salah satunya adalah keberadaan tembang Dolanan Jawa yang sudah ditinggalkan oleh anak-anak Jawa karena pada saat ini sudah jarang sekali lagu-lagu indah itu didendang oleh anak-anak pada saat bermain di sore hari sebagaimana tradisi yang pernah berlangsung bagi anak-anak di Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dimana tembang dolanan dikaji dan diteliti. Istilah etnografi berasal dari kata ethno (bangsa) dan graphy (menguraikan/ menggambarkan), jadi etnografi yang dimaksud adalah usaha untuk menguraikan atau menggambarkan kebudayaan atau aspek-aspek kebudayaan. Hasil dari kajian tersebut adalah Pada baris pertama denga lirik Jamuran ya ge ge thok bila kita lihat dari artinya alam bahasa Indonesia ialah Jamurnya ya di buat pura-pura. Ini disesuaikan dengan permainannya bahwa gaya seperti jamur pada permainan ini hanya pura-pura. Sambil bergaya seperti jamur anak-anak akan berfikir jamur apa yang akan di praktekan atau yang akan dibuat pura-pura. Jamur gajih mengotori seluruh lapangan artinya jika dijelaskan, bahwa jika kita memilih jamur gajih maka akan mengotori seluruh lapangan namun kta-kata itu hanya sebuah kiasan dan tidak akan terjadi pada kenyataan. Pada baris keempat diajukan sebagai pertanyaan denga syair Semprat semprit jamur apa? ialah pertanyaan yang diajukan oleh pemain yang mengelilingi pemain yang jadi dan ditujukan pada pemain yang jadi itu. Bila kita artikan dalam bahasa Indonesia maka artinya Melesat Jamu apa. Dalam tembang jamuran kita bisa mengetahuai bagaimana etnografi disini ikut berperan serta dalam penelitian ini. Kata jamur adalah nama tumbuh-tumbuhan paku yang banyak dijumpai didaerah tropis. Di Indonesia sendiri khususnya Jawa banyak tumbuhan jamur yang tersebar didaearh-daerah pegunungan maupun daratan. Sehingga pencipta lagu sendiri mendiptakan lagu Jamuran karena terinsirasi oleh jamur-jamur yang berada dilingkungan sekitar. Kata Kunci: tembang dolanan, etnografi
PERAN DUKUN TERHADAP PERKEMBANGAN PERADABAN BUDAYA MASYARAKAT JAWA M. Dimyati Huda
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12029

Abstract

Perkembangan peradaban manusia sejalan dengan perkembangan zaman yang menuntut suatu perubahan, dan perubahan diidentifikasikan suatu hal yang menjadi lebih baik, nyaman dan mampu menyelesaikan segala persoalan kehidupan. Pada kenyataannya persoalan selalu muncul dari sendi kehidupan baik masalah politik, ekonomi maupun kesehatan. Hal tersebut memicu sebagaian masyarakat yang berusaha menyelesaikan problematika dengan caranya dan alternative yang diambil dengan mendatangi seorang dukun atau paranormal. Sejarah eksistensi dukun dalam masyarakat Jawa tidak terlepas dari lahirnya keyakinan dan kepercayaan yang sudah melekat pada masyarakat sejak nenek moyang hingga berkembangnya peradaban budaya Jawa saat ini dan untuk hal tersebut pada kenyataannya peran dukun terhadap perkembangan peradaban budaya Jawa  berpengaruh terhadap kehidupan social masyarakat Jawa.Kata kunci: dukun, Perkembangan Peradaban
SRATEGI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA, BUDAYA DI SEKOLAH DAN MASYARAKAT MELALUI TRADISI KEBUDAYAAN Eko Santosa
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12102

Abstract

The cultures is very dynamic, its will goes to moves always. The cultures can became to moves and motivation for all mans. Its so to be doing and building hims of area. The building culture can’t lose from globalisation. The globalisation give many effision, easy  and freeland that have bigs interesting for the young. The Javanes culture to became losing,lose interested for himselft  of the culture.The pop cultures give lose effect of the tradisional culture. The reason on strategy culture was needed culture endure one there are javanes culture have losed from global culture. Keywords: The Education Strategy, Culture In School Sociaty
RENAISANCE KESUSASTRAAN JAWADI KARATON SURAKARTA Restu Budi Setiawan, Kundharu Saddhono Restu Budi Setiawan, Kundharu Saddhono
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.26887

Abstract

RENAISANCE KESUSASTRAAN JAWADI KARATON SURAKARTA Restu Budi Setiawan, Kundharu SaddhonoUniversitas Sebelas Maretkundharu.uns@gmail.com AbstractThis is a research journal consisting javanesse literature which developed in Jawa Baru particularly in Karaton Surakarta Hadiningrat age. Javanesse literature was advanced at that time. There was diversity of works, such as sastra piwulang, adaptation stories from Javanesse or others old stories even chronicle literature. As described above, it can be called as the renaisance age of Karaton Surakarta Hadiningrat. In this journal, the writter presents various literature works which was created at that particular age. The presentation of this journal literature works that created at Surakarta age are being classified by the influnetial authors. Therefore, the indentities of literature works which created at this Karaton Surakarta Hadiningrat age can be clearly understand. Keywords: literature works, serat, authors, Karaton Surakarta Hadiningrat
Pembelajaran analisis nilai karakter dalam teks sastra berpotensi melatih kemampuan siswa berpikir tingkat tinggi Alfiah, Alfiah
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.76046

Abstract

Analisis nilai karakter dalam teks sastra merupakan salah satu topik menarik yang banyak dilakukan oleh peneliti. Hal tersebut dapat dicermati melalui  perjalanan penelitian yang dilakukan sejak tahun 2016 s.d. 2021. Melalui 20 judul penelitian yang terhimpun, semua mengkaji tentang analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra. Penelitian tentang analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra sebagai salah satu upaya dalam berkontribusi membangun kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan 20 judul penelitian yang sebagian besar menitikberatkan pembelajaran sastra sebagai alternatif media pendidikan karakter, merupakan jenis penelitian yang dikembangkan dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian-penelitian tersebut sebagian besar merekomendasikan bahwa bentuk karya sastra seperti cerpen, novel, cerita rakyat memiliki muatan yang cukup potensial untuk pembelajaran karakter siswa. Dalam hal ini, pembelajaran sastra dipandang sebagai salah satu upaya untuk membangun kompetensi siswa secara komprehensif yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.  Pembelajaran sastra bertujuan memotivasi siswa mampu memahami, menikmati, dan memanfaatkan karya sastra guna mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan berbahasa. Berpijak dari potensi pembelajaran sastra sebagai media pendidikan karakter seperti tersebut di atas, belum ada yang secara spesifik meneliti proses analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra sebagai supaya melatih kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Sebagian besar penelitian yang dilakukan untuk menemukan jenis-jenis nilai karakter yang ermuat dalam teks sastra. Oleh karena itu, merupakan tujuan dalam penulisan artikel ini menemukan terobosan baru yang perlu dikembangkan terkait penelitian pembelajaran sastra yaitu mengkaji sejauh mana proses analisis nilai-nilai karakter dalam teks sastra mampu melatih siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut ditunjukkan ketika siswa berproses menginterpretasi wujud karakter dalam karya sastra dan menginternalisasikan dalam praktik hidup sehari-hari.
PEMIKIRAN RANGGAWARSITA SEBAGAI BAHAN AJAR PENDIDIKAN KARAKTER - Purwadi
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12026

Abstract

Ranggawarsita is the great writer, who created much literature. He become pujangga by Kraton Surakarta in Sunan Paku Buwana IX goverment era. The Javanese people believe that Ranggawarsita has skill to read future signal. This is called Ramalan Ranggawarsita that wrotten in Serat Kalatidha. That book is often read to see social situation. As palace writer, Ranggawarsita is so make Serat Pustaka Raja that fill history of Java. there are say about mithology, spirituality, morality adn society. Serat Wirid Hidayat Jati written by Ranggawarsita aim to gibe description about harmonity between moslem doctrin and Javanese culture that can used to teach character education.Keywords: Ranggawarsita, liteture, character education
KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS) SEBAGAI SOKO GURU MENATA PERADABAN BANGSA YANG BERKARAKTER NUSANTARA (REFLEKSI KARYA KI DALANG TANGSUB) I Made Suarta
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12093

Abstract

Local knowledge (local genius) is the quintessence of our ancestors thinking either oral or written traditions which we have received to date. Thought that, in the context of real archipelago has the same thread, which has a valuable values and universal to strengthen the integrity of the Unitary Republic of Indonesia. Through our founding genius thought that we should be able to implement it in real life to be able to reach people who "Gemah ripah loh jinawi", no less clothing, food, and shelter!Some of the many concepts of mind for the people of Bali are reflected in the work of puppeteer Ki Dalang Tangsub contributed to the development of Indonesia and has a universal value is the concept of maintaining the environment, save money, and humble. Through mental attitude has not always feel pretty; like not smart enough, not skilled enough, and not mature enough experience, make us always learn and practice. Learn and continue lifelong learning will make a man more mature and a lot of experience. Thus, the challenges in life will be easy to overcome. All that will be achieved, in addition to the hard work is also based on the mental attitude of inferiority is not proud, haughty, arrogant and other negative attitudes. Thought care environment, managing finances, and humble as described above, in Bali has been formulated through a literature shaped geguritan, namely Geguritan I Gedé Basur Dalang Tangsub works, one of the great authors in the early 19th century.  Keywords: Local knowledge, a cornerstone of, the character of the archipelago
DEMAM BATU “AKIK” DI MASYARAKAT Ariando Alvaris; Nanny Sri Lestari
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.24332

Abstract

Suatu ketika Indonesia pernah digemparkan oleh batu akik.Peristiwa tersebut terjadi di sekitar tahun 2014-2015.Masyarakat berbondong-bondong mencari, mengejar dan membeli batu akik.Entah dari mana awalnya demam batu akik ini terjadi. Masyarakat ynag terdiri dari kalangan menengah ke atas, usia tua dan muda, semua tersengat demam batu akik. Masyarakat dari segala lapisan pekerjaan memberi perhatian kepada batu akik ini. Tidak hanya yang di kota tetapi yang tinggal di desa juga demikian.Adalah seorang pengarang bernama Nardi.Nardi ini juga tertarik dengan masalah batu akik.Rupanya demam batu akik ini memberi inspirasi bagi pengarang Nardi untuk menulis cerita yang terkait dengan batu akik.Cerita pendek yang dituliskannya diberi judulAkik.Cerita pendeknya disusun sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan sebuah cerita pendek yang berkisah tentang seorang petani miskin yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengrajin batu akik.Tidak hanya itu pengarang melalui cerita pendek ini juga ingin menyampaikan pesan moral bagi masyarakatnya.Tujuan tulisan ini adalah melihat keterkaitan persoalan yang terjadi di masyarakat dengan cara pengarang dalam menuliskannya dalam sebuah cerita. Memang yang terjadi adalah pendapat subjektif dari peneliti, namun demikian sejumlah pendekatan yang bersifat teoritis dapat digunakan agar tulisan ini tetap objektif.

Page 6 of 12 | Total Record : 117