cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM CERITA PENDEK YANG BERJUDUL ”MUDHIK TOTAL" Dyah Hanggraheni Purnamawati
JURNAL IKADBUDI Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v10i1.50158

Abstract

Karya sastra dapat dikaji dalam berbagai macam kajian termasuk kajian antropologi. Dalam penelitian ini pengakjian antropologi berdasarkan unsur bahasa, religi, sosial dan adat istiadat. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif hermeneutika. Sumber data dalam penelitian ini ialah berupa cerita pendek berjudul "Mudhik Total" yang diambil dari majalah Panjebar Semangat no 7 edisi 17 Februari 2018 pada rubik crita cekak halaman 23-24 dan 46. Sedangkan data penelitian diambil dari hasil menganalisis aspek kebudayaan (bahasa, religi, sosial, dan adat istiadat) dalam cerita pendek "Mudhik Total" karya Suryadi Ws tersebut. Hasil penelitian dari kajian antropologi ini adalah : (1) unsur bahasa yang berupa penggunaan bahasa sehari-hari, panggilan dan nama tokoh, (2) unsur religi berupa kegiatan yang dilakukan tokoh, hati raya yang dirayakan, (3) unsur sosial antar tokoh dalam wujud kepatuhan kepada orang tua, dan kedekatan interaksi dengan lingkungan sekitar, (4) unsur adat istiadat dari cerpen ini adalah tradisi yang dilakukan ketika menjelang hari raya seperti mudik, sadranan, ziarah kubur.
NILAI LUHUR KEPEMIMPINAN DALAM KEBUDAYAAN JAWA
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12033

Abstract

Unsur-unsur kepemimpinan dapat dijumpai juga secara tersirat dan tersurat dalam prasasti dan naskah kesusastraan masa ini.Pada masa kerajaan-kerajaan Jawa di Indonesia, selain masih mengikuti paham kosmologis, beberapa di antaranya sudah bercampur dengan menggunakan paham teologis. Pada penggunaan nama-nama gelar, misalnya Paku Buwana, Hamengkubuwana, Paku Alam, Mangkunegara, tetapi juga menggunakan gelar Sunan (pemimpin agama). Sifat-sifat kepemimpinan sebagai pilar yang mendukung kepemimpinan antara lain adalah kesehatan dan kesegaran fisik,  kreativitas dalam menangkap tuntutan jaman (zeigist), kemampuan intelektual, efektivitas informasi dan komunikasi sosial, kemantapan emosional, keteguhanpendirian, integritas pribadi, kedudukan ekonomi dan finansial, kedudukan hukum, dan  prestasi masa lampau.Kata kunci: kepemimpinan, kesusastraan, JawaAbstractThe leadership elements are found implicityly and explicitly in literature and inscription. The literature in the Javanese empire period in Indonesia used cosmology and theology. The King also used title which means leader of religion, Sunan, beside the name of King title Paku Buwana, Hamengkubuwana, Paku Alam, Mangkunegara. The characteristics of leadership used as leadership pillar are the physical health and freshness, creativity, intellectuality, communication, stable emotion, tenacity, integrity, economic condition, law position, and prestige.Keywords: leadership, Javanese literature
KONSEPSI TENTANG TUHAN DALAM TEKS AKSARA SWARA Hesti Mulyani
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12308

Abstract

Aksara swara termasuk di dalam klasifikasi bunyi bahasa, yakni bunyi vokal. Aksara swara adalah suatu sistem lambang grafis atau lambang bunyi (aksara) yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. Jumlah aksara Jawa ada 6, yaitu a – i – u – e [e, æ] – o – e [ǝ]. Penulisan dengan Aksara swara telah berhasil mendokumentasikan dan mengabadikan ajaran konsepsi tentang Tuhan bernuansa rasa kejawen melalui naskah Serat Kridhasastra karya Mas Ngabei Mangunwijaya yang berisi salah satunya adalah teks Aksara Swara.Tulisan ini berusaha menyajikan suatu gagasan yang berhubungan dengan ajaran konsepsi tentang Tuhan. Gagasan mengangkat kembali ajaran konsepsi tentang Tuhan itu disajikan melalui kajian deskriptif terhadap teks berjudul Aksara Swara.Pengkajian teks berjudul Aksara Swara karya Mas Ngabei Mangunwijaya diharapkan dapat memahami makna teks bagi masyarakat pada zamannya, yakni pada masa lampau sebagai sejarah, dan pada masa kini sebagai pemertahanan eksistensi ajaran atau piwulang, dalam hal ini konsepsi tentang Tuhan serta pada masa yang akan datang sebagai dokumentasi dan pelestarian mengenai ajaran konsepsi tentang Tuhan terdiri atas (1) Tuhan sebagai  Af’al atau Pencipta alam semesta, (2) Keberadaan Tuhan, (3) Tuhan sebagai Sumber Kehidupan makhluk, (4) Kekuasaan Tuhan, dan (5) Sirrullah yang tersimpan dalam teks tersebut. Selanjutnya, pada masa kini dan masa nanti makna teks tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengungkap dan melestarikan nilai-nilai budaya Jawa sebagai pembentukan akhlak dan kepribadian manusia secara religius.Kata kunci: konsepsi tentang Tuhan, Aksara Swara AbstractAksara Swara included in the classification of the sounds of language, which sounds vokal. Vowel script is a graphic emblem or symbol system sound (characters) used to write Java script language. There are 6 vowel script, namely a - i - u - e [e, æ ] - o - e [ǝ] . The process of writting of vowel script successfully documented and perpetuate the theory construct about God in Javanese point of view through manuscript Serat Kridhasastra by Mas Ngabei Mangunwijaya containing one of which is a text Aksara Swara.This paper tries to present an idea that relates with the theory construct about God. The idea reappoint the theory construct about God was presented through a descriptive study of the text entitled Aksara Swara.Assessment of the text titled Aksara Swara by Mas Ngabei Mangunwijaya expected to understand the meaning of the text for the people of his time, which in the past as history, and today as the retention of the existence of the doctrine or piwulang, in this case the conception of Tuhan and in the future as the documentation and preservation of the theory construct about God of the above (1) God as the creator of the universe Af'al or, (2) existence of God, (3) God as being the source of life, (4) Power of God, and (5) Sirrullah stored in the text. Furthermore, in the present and future meaning of the text later can be used to uncover and preserve the cultural values of Java as the formation of human character and personality religiously.Keywords: the theory construct about God, Aksara Swara
Perubahan perspektif Rumah Lopo(uim lopo) dalam kehidupan masyarakat Atoin Meto di Desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan Asti Yunita Benu
JURNAL IKADBUDI Vol 8 (2019): JURNAL IKADBUDI
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v8i0.22302

Abstract

Penilitian ini dilaksanakan dengan tujuan menggali dan mencari tahu mengapa rumah lopo mengalami perubahan, bagaimana proses perubahannya dan bagaimana dampak yang ditimbulkan dari perubahan rumah lopo tersebut bagi kehidupan masyarakat. Metode yang dugunakan yakni metode kualitatif yang bersifat dekriptif. Dengan metode ini maka upaya memaknai dan memahami proses perubahan rumah lopo dapat dijelaskan secara emperik. Produk yang dihasilkan adalah pada kehidupan masyarakat Meto, rumah lopo tetap dimaknai sebagai salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat kerena hampir semua proses pengambilan keputusan atau musyawarah mufakat tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat disepakati dan diputuskan dalam rumah lopo. Perubahan perspektif Rumah Lopo dalam kehidupan masyarakat Atoin Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat Meto di desa Nusa Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki budaya rumah lopo yang mencerminkan ciri khas dan identitas masyarakat secara genelogis. Rasa memiliki, ikatan emosional, ikatan geneologis dan hubungan persaudaraan dengan sollidaritas sosial sangat tinggi diwujudkan dalam proses pembuatan rumah lopo. Namun, eksistensi rumah lopo dalam proses sejarah dan peradaban manusia pendukung mengalami perubahan dalam tataran struktur, fungsi, makna, nilai, kuantitas dan kualitas bahkan sulit dijumpai  rumah lopo dalam kenyataan kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci : Kebudayaan, Perubahan dan Sosial budaya
FUNGSI DAN PERAN SASTRA DALAM KEPEMIMPINAN Eko Santosa
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12016

Abstract

AbstakSastra dan kepemimpinan Jawa memiliki relevansi yang beraneka ragam dalam kehidupan manusia. Fenomena ini sangat terkait dengan bagaimana manusia hidup dengan memproyek sikan (mengekspresikan simbol-simbol kehidupan),karena pada dasrnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan kemampuan kualitas pikir, naluri cerdas. Harapannya melalui akalnya,manusia bisa memimpin, bermanfaat dalam kehidupannya,baik untuk alam ataupun masyarakat sekitarnya sebagai insan khomil di dunia ini. Insan khomil adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya.orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya kelak akan menjadi pemimpin yang rendah hati, istiqomah dan sabar.Kata kunci: fungsi, sastra, kepemimpinan AbstactThe liturature and Java lieders have various relevantion in life of the Humans.  This accident was connected about expression symbol from  in life humans. Because, there are of humans have intelgention thinks. The intelgention think come frome The God. There are  finded from God since  it was Born. It hope so with intelgentions thinks, The Humans can  became right lieders, So to doing rightlife in the world. After It, The Humans right can use for all humans sociaty and all everything in the world.Keywords: function, literature, leadership
PERAN WALI SANGA DALAM KHASANAH KESUSASTRAAN JAWA Imam Sutardjo
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12097

Abstract

Javanese literary work creation and product from “Wali Sanga” in the spread of Islam in Java in form of literary works: “suluk, pewayangan, tembang macapat, and lagu dolanan”. If  those four types of literary works aer studied, it will be very benefit and valued in giving various virtue of life teaching.  Human life to be quality, to be the prime man, have a good character,  supreme, wikan sangkan paran, ‘understand the form and the purpose of human return’, and also in the searching of life excelently. Those Wali Sanga literary work also can add wealth and repertoire of valuable Javanese literature development. Various teaching which packed in those marks, need to be revealed to be exemplified and applicated in daily life like hidden pearl and also the sea of Javanese literature value’s wealth which contains of Islamic philosophy.    Keywords: Javanese literature, product, wali sanga, development, primacy of life  
“KIDUNG INTERAKTIF” TRANSMISI NILAI-NILAI BUDAYA BALI DALAM RANAH MODERN: STUDI SENI MAGEGITAN LEWAT RADIO DI BULELENG I Wayan Suardiana
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.26673

Abstract

“KIDUNG INTERAKTIF” TRANSMISI NILAI-NILAI BUDAYA BALI DALAM RANAH MODERN: STUDI SENI MAGEGITAN LEWAT RADIO DI BULELENGI Wayan SuardianaUniversitas Udayanai.suardiana@yahoo.co.idAbstrakPenelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan kontribusi busi acara “Kidung Interaktif” lewat radio di Bali Utara (Buleleng) dalam penerusan nilai-nilai budaya Bali. Media komunikasi radio yang dipilih sebagai sampel penelitian ini adalah stasiun radio yang menyiarkan acara "Kidung Interaktif" yang ada di Bali Utara. Media radio yang dipilih adalah Radio Singaraja FM. Pemilihan Radio Singaraja FM didasarkan atas kepraktisan dalam memeroleh data, meskipun Radio RRI cabang Singaraja dan Radio Pesona Bali FM juga menyiarkan acara "Kidung Interaktif". Dipilihnya acara "Kidung Interaktif" ini sebagai media penelitian karena menggunakan model yang unik dalam meneruskan nilai-nilai budaya Bali yaitu menggunakan seni matembang agar senantiasa menarik untuk diikuti oleh pendengarnya. Sementara teknik penyampaiannya juga menantang karena penggemar interaktif diwajibkan untuk memahami sarana teknologi berupa telepon. Adapun model yang digunakan berupa bernyanyi tradisi yang dikenal dengan nama mageguritan yang disiarkan secara interaktif, peserta menelepon ke studio interaktif dengan penyiar atau paneges.Metode yang digunakan dalam menjaring data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yakni secara kualitatif data berupa teks-teks nyanyian yang ditembangkan peserta akan dipilah dan dipilih terutama yang mewakili data kajian yang dibutuhkan. Selanjutnya, dalam menunjang pemanfaatan metode kualitatif untuk menjaring data digunakan teknik rekaman dan teknik catat. Semua acara "Kidung Interaktif" yang ada di media Radio Singaraja FM direkam dan dicatat. Data yang telah terkumpul kemudian diseleksi untuk selanjutnya dianalisis sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.Kata kunci: Kidung interaktif, pemertahanan, nilai-nilai budaya Bali, media komunikasi.
Etika berpolitik pemimpin masa lampau berbasis naskah Sunda Sumarlina, Elis Suryani Nani; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58838

Abstract

Benar  adanya apabila dikatakan bahwa banyak kesulitan yang dihadapi dalam menggarap naskah-naskah  Sunda Kuno. Akan tetapi, harus disadari pula bahwa di dalam sebuah naskah Sunda kuno terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini.  Isi naskah Sunda Kuno mengungkap beragam ilmu yang bisa dijadikan sebagai referensi literasi bagi ilmu lain saat ini, yang berkaitan dengan  historiografi tradisional, toponimi, pandangan hidup, sistem pemerintahan atau pembagian kekuasaan, konsep kepemimpinan, etika berpolitik,  dan  unsur-unsur kebudayaan  lainnya, sebagai bahan dalam upaya menggali, identitas masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian, upaya penggalian dan penggarapan naskah-naskah kuno perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, intensif,  dan berkesinambungan. Teks naskah Sunda kuno yang sangat menarik untuk dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan etika berpolitik para pemimpin atau raja-raja Sunda masa lampau, yang eksistensinya terungkap dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Fragmen Carita Parahiyangan, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Hayu, yang ditulis pada abad ke-16 Masehi. Etika berpolitik raja-raja zaman dulu berkaitan erat dengan konsep kepeminpinan, sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan, serta karakter dari peminpin itu sendiri. Dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, dan metode kajian filologi, komunikasi politik, historiografi tradisional, dan kajian budaya secara multidisiplin. Diharapkan mampu menungkap bagaimana etika berpolitik raja atau pemimpin Sunda masa silam, melalui naskah-naskah Sunda Kuno abad-16, yang akhirnya dapat membuka cakrawala dan wawasan ilmu pengetahuan bagi ilmu-ilmu lain secara multidisiplin.
KEARIFAN LOKAL PADA MANUSKRIP-MANUSKRIP JAWA (Kajian Pengobatan Penyakit Kulit) Sri Harti Widyastuti; Hesti Mulyani; Venny Indria Ekowati
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12038

Abstract

Kajian terhadap manuskrip semakin diminati.Dalam manuskrip terdapat kearifan lokal diantaranya tentang pengobatan tradisional. Jumlah manuskrip yang berisi tentang pengobatan tradisional tidak cukup banyak. Tulisan ini mendasarkan pada 7 buah manuskrip dengan judul yang berbeda-beda tentang pengobatan tradisional. Manuskrip-manuskrip tersebut adalah Boekoe Primbon Djampi Djawidengan kodeSK. 143b, SeratPrimbon Djawidengan kodePB C. 141, Serat Primbon Jawi/ Pratelaning Jampi Warni-Warni dengan kodeSK 118, Serat Primbon saha Wirid dengan kodePB A. 53, Serat Primbon dengan kodePBE 35, dan Buku Jampi dengan kodeLI. 5.    Kajian untuk menggarap manuskrip-manuskrip tersebut digunakan metode dan teori filologi modern dengan langkah-langkah berupa inventarisasi naskah, dekripsi naskah, taransliterasi teks, suntingan teks dan terjemahan teks.Kearifan lokal pada manuskrip Jawa menunjukkan adanya pengobatan penyakit kulit yang cukup bervariasi dengan bahan-bahan obat tradisional yang sangat variatif dan sederhana.Terdapat bahan-bahan yang sukar didapat dan tidak pernah digunakan dalam pengobatan dalam dunia modern.Adapun nama penyakit kulit yang dibahas dalam manuskrip tersebut adalah penyakit cacar, canthangen (kulit gatal), kulit yang disebabkan oleh kruma (hewan kecil yang ada di kudis), kadas, kurap, kutil, kudis, pathek, dompo, agar tidak tertular penyakit patek, gatal karena terkena daun rawe, terkena air panas, agar supaya bintik-bintik yang keluar pada penyakit campak tidak terlampau banyak, dan bubul (sejenis pathek). Kata kunci: kearifan local, manuskrip Jawa, penyakitAbstractThis research aims to describe the traditional theraphy based on Javanese manuscript. The data were collected from seven manuscripts: Boekoe Primbon Djampi Djawidengan kodeSK. 143b, SeratPrimbon Djawidengan kodePB C. 141, Serat Primbon Jawi/ Pratelaning Jampi Warni-Warni dengan kodeSK 118, Serat Primbon saha Wirid dengan kodePB A. 53, Serat Primbon dengan kodePBE 35, dan Buku Jampi dengan kodeLI. 5. The data were analyzed using descriptive and philology theory by inventarysing literature, describing literature, text transliterating, text editing, and translating.The data result shows that there are various kinds of skin disease. There are cacar, canthangen, skin infection by kruma, kadas, kurap, kutil, kudis, pathek, dompo. There are also many ways to treat these diseases.Keywords: Javanese skin disease, manuscript
PENTAS SENI TAYUB SEBAGAI RITUAL UNTUK MENDATANGKAN KEMAKMURAN Purwadi Purwadi
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18199

Abstract

ABSTRAKArtikel ini akan menjelaskan tentang seni Tayub di Kabupaten Nganjuk. Tayub adalah seni tari yang dilakukan oleh waranggana dan panjak. Seni tari ini bertujuan untuk apresiasi kepada Dewi Sri. Masyarakat Nganjuk percaya bahwa Dewi Sri dapat memberi kesejahteraan kepada petani. Setiap musim tanam, petani membutuhkan perlindungan spiritual dari Dewi Sri. Program tani ini direalisasikan dengan tayub art show. Menurut orang Nganjuk seni tayub mengandung tentang moralitas, spiritualitas dan kemanusiaan.Kata kunci: tayub, seni, Dewi Sri ABSTRACTThis article will describe about Tayub art in Nganjuk district. Tayub is a dance art that done by waranggana and panjak. This dance art have purpose to apreciate to Dewi Sri. Nganjuk community believe that Dewi Sri can give welfare to peasant. Every planting season, peasant need spiritual protection from Dewi Sri. This peasant program realized with tayub art show. According to Nganjuk people tayub art contain about morality, spirituality and humanity.Keywords: tayub, art, Dewi Sri

Page 5 of 12 | Total Record : 117