cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
Eksistensi Layang Kuau Taja Tebuk Isi di kota Dumai dari pendekatan foklor dan nilai budaya Jefrizal, Jefrizal; Idayanti, Iik; Afriadi, Deni
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.59245

Abstract

Kajian ini menitikberatkan kepada keberadaan salah satu permainan tradisional masyarakat Kota Dumai yakni Layang Kuau Raja Tebuk Isi. Permainan ini sangat populer di kalangan masyarakat Dumai, terutama oleh sanggar yang menginisiasi penamaan jenis layang Kuau Tebuk Isi yakni Sangar Layang-layang Purnama. Keberadaan yang hendak diidentifikasi meliputi fungsi dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Untuk itulah, pendekatan yang digunakan adalah foklor dan nilai budaya.
RESPONS EMOSIONAL PEMBACA TERHADAP NOVEL SURGA YANG DIRINDUKAN 2 KARYA ASMA NADIA Herson Kadir; Patrian Pakaya
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18195

Abstract

ABSTRAKKehadiran karya sastra menjadi berarti dan bernilai, jika ditempuh melalui pengayaan keberagaman tanggapan dan keberterimaan pembaca. Penerimaan dan tanggapan pembaca terhadap karya sastra dapat ditinjau melalui beberapa aspek, salah satunya melalui aspek emosional. Pemahaman terhadap aspek emosional tersebut berperan penting dalam menakar respon pembaca terhadap sebuah karya sastra. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini dilakukan dengan fokus masalah dititikberatkan pada respons emosional pembaca terhadap novel Surga yang Dirindukan 2 karya Asma Nadia. Metode deskriptif analisis digunakan dalam penelitian ini dengan mengandalkan data berupa tanggapan responden terhadap novel, yang hanya ditinjau berdasarkan aspek emosionalnya saja. Sumber data penelitian adalah 15 orang responden yang telah dikategorikan sebagai laki-laki dan perempuan serta dikategorikan sebagai sarjana dan mahasiswa. Data penelitian diperoleh melalui angket yang berisi beberapa pernyataan yang terkait dengan respons emosional pembaca. Penganalisisan data meliputi: (1) pembacaan dan pemahaman secara retroaktif, (2) identifikasi; (3) klasifikasi; (4) analisis dan interpretasi; (5) verifikasi dan penyimpulan hasil analisis sementara respons emosional pembaca terhadap novel Surga yang Dirindukan 2 karya Asma Nadia. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan adanya perbedaan respons emosional pembaca pada setiap kategori baik laki-laki dan perempuan, maupun kategori sarjana dan mahasiswa. Respons pembaca ditinjau dari aspek emosional ditemukan bahwa, perbedaan tanggapan yang paling dominan terlihat pada unsur kemampuan untuk percaya, keterlibatan, dan suka cita. Pada ketiga unsur lainnya tidak memiliki variasi tanggapan yang berbeda secara signifikan.Kata-kata kunci: novel Surga yang Dirindukan 2, resepsi sastra, respons, emosional, pembaca ABSTRACTThe presence of literary works becomes meaningful and valuable, if pursued through the enrichment of the diversity of responses and acceptance of the reader. The acceptance and response of readers to the literary works can be reviewed through several aspects, one of them through the emotional aspect. Understanding of these emotional aspects plays an important role in measuring the reader's response to a literary work. In this regard, this research is conducted with a focus of the problem focused on the reader's emotional response to the novel of Heaven Desired 2 by Asma Nadia. Descriptive method of analysis used in this study by relying on the data in the form of responses of respondents to the novel, which only reviewed based on emotional aspects only. Sources of research data are 15 respondents who have been categorized as male and female and categorized as scholars and students. The research data is obtained through a questionnaire containing several statements related to the reader's emotional response. Data analysis includes: (1) retroactive reading and understanding, (2) identification; (3) classification; (4) analysis and interpretation; (5) the verification and inference of the results of the analysis while the reader's emotional response to the novel of Heaven Desired 2 by Asma Nadia. The results of research and discussion show the difference of emotional responses of the reader in each category of both men and women, as well as undergraduate and student categories. The reader's response in terms of the emotional aspects is found that the most dominant response difference is seen in the element of ability to believe, engagement, and joy. On the other three elements do not have significantly different response variations.Keywords: novel Surga yang Dirindukan, literary receptions
MOTIVASI TEMBANG PERTANIAN JAWA UNTUK TERWUJUDNYA KETAHANAN PANGAN NASIONAL Purwadi Purwadi
Jurnal IKADBUDI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL IKADBUDI
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v10i2.49992

Abstract

This research on agricultural songs aims to achieve food security in the Javanese community. The spirit to plant fruit trees creates a safe and peaceful atmosphere. Agricultural songs were created in order to motivate farmers to work diligently in the fields. Abundant agricultural products are very beneficial to the community. Food security affects social order. The availability of food makes people calm at work.Keyword: song, agriculture, food security
UNGKAPAN-UNGKAPAN JAWA TRADISIONAL SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA - Bengat; Bambang Sulanjari; Sunarya -
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12034

Abstract

Krisis moral di Republik Indonesia saat ini mencapai level yang mengkhawatirkan. Kehidupan seakan lepas dari etika dan karakter. Padahal etika pembentuk karakter atau ajaran budi pekerti tersebut banyak yang ditulis dalam buku-buku ajaran moral. Selain secara konkret ditulis pada buku-buku ajaran budi pekerti, pesan moral tersebut banyak direkam dalam ungkapan-ungkapan Jawa tradisional, antara lain pada paribasan (peribahasa Jawa), bebasan (pepatah Jawa), saloka (seloka Jawa), pepindhan (perumpamaan Jawa), dan isbat (filosofi Jawa). Ungkapan-ungkapan Jawa tradisional selain mengandung nilai karakter, ditulis dengan bahasa indah yang sangat estetis, ada pula yang tidak tertulis, tidak terdapat pada buku-buku sastra.  Ajaran-ajaran yang sekan tenggelam tersebut harus direvitalisasi. Itulah sebabnya studi ini dilakukan. Penggalian data dilakukan secara menyeluruh baik secara media ekspresinya maupun secara wilayah. Data dikumpulkan dari daerah kantong-kantong budaya serta buku-buku yang tersisa dari peninggalan masa lampau. Metode deskriptif analisis selanjutnya diterapkan untuk mengurai, menelaah dan menjelaskan makna data, sehingga didapat hasil akhir berupa deskripsi aspek intrinsik dan ekstrinsik dari ungkapan-ungkapan tradisional Jawa.Secara intrinsik, keindahan yang terkandung di dalamnya bersifat unik seperti purwakanthi (persajakan), sandi asma (nama samaran), sengkalan atau sengkala sastra (perhitungan tahun didasarkan nilai kata), dan lain sebagainya. Secara ekstrinsik, ungkapan-ungkapan Jawa tradisional itu ada yang bersifat positif, langsung sebagai contoh perbuatan baik, dan ada pula yang bersifat negatif, berupa contoh tidak baik atau contoh buruk, jahat, yang harus dicari dahulu makna positifnya. Kata kunci: ungkapan tradisional; karakter; budi pekertiAbstractIndonesia has an increasing mental crisis. There are no ethic and character anymore although ethic and character building are written in many ancient books. The ethic and character building also can be found at Javanese traditional folklore; paribasan (Javanese proverb), bebasan (Javanese aphorism), saloka (Javanese poem), pepindhan (Javanese parable), dan isbat (Javanese philosophy). Javanese traditional idioms do not only have great values but also written in a beautiful language and they are aesthetically created. This study aims to describe the Javanese traditional idioms. The data were collected based on the media and also the area of expression. They were collected from regions that become center of culture and from the ancient books. The data were analysed descriptively to describe the data and get the intrinsic and extrinsic aspects of the Javanese traditional idiom. In terms of intrinsic elements, the beauty in the idiom is unique, like purwakanthi, sandi asma, and sengkalan. In terms of extrinsic elements, the Javanese idioms have positive character and negative character.Keywords: Javanese idiom, character building
KAJIAN EUFEMIA DAN DISFEMIA DALAM BERITA POJOK KAMPUNG JTV Latif Nur Hasan
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12309

Abstract

Manusia berbahasa akan melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut bisa dengan pertimbangan kesopanan, penghormatan, penegasan, rasa jengkel dan lain sebagainya. Redaksi sebuah berita Pojok Kampung di stasiun televisi JTV-pun juga melakukan pertimbangan-pertimbangan tersebut. Pertimbangan-pertimbangan tersebut memunculkan penggunaan eufemia dan disfemia yang kadang terkesan tidak berterima.Penggunaan eufemia dan disfemia dalam berita Pojok Kampung JTV ditemukan berupa kata dan frasa. Data-data yang didapatkan diperoleh kesimpulan bahwa ketika kata tersebut tidak pantas/kasar diucapkan akan diganti dengan kata yang lebih pantas/halus (eufemia). Sebaliknya jika kata kasar/tidak pantas tersebut memang pantas digunakan untuk sesuatu yang dibicarakan, maka kata kasar yang akan dipilih (disfemia). Makna kata yang digantikan dari eufemia dan disfemia bukanlah makna kata atau makna ujaran, melainkan nilai rasa. Makna ujaran dipertahankan tetap. Eufemia digunakan untuk; menyamarkan yang dianggap tabu; memberi penghargaan atau penghormatan terhadap yang dibicarakan. Sedangkan disfemia digunakan untuk; menunjukkan sikap tidak suka, tidak ramah, atau jengkel; memberikan penekanan yang kuat pada suatu tindakan dan nilai rasa kasar terkadang tidak terasa bila digunakan untuk memberi penekanan kuat.Kata kunci: eufimia, disfemia, berita Pojok Kampung AbstractWhen humans speak, they will consider a language considerations. Such considerations can be considered politeness, respect, affirmation, annoyance, and so forth. Pojok Kampung news editor of JTV television station do such considerations. These considerations led to the use of Eufemia and disfemia that sometimes seem unacceptable.Uses of Eufemia and disfemia in Pojok Kampung news JTV, found in the form of words and phrases. The data obtained is concluded that when the word is inappropriate / rough pronounced will be replaced with more appropriate words/smooth (Eufemia). Conversely, if the word rude/inappropriate it deserves used for the matters discussed, the rant will be selected (disfemia). Meaning of words that were replaced from Eufemia and disfemia not the meaning of words or meanings of speech, but a sense of value. Meaning of speech is kept constant. Eufemia is used for; disguise taboo; reward or respect for the discussion. While disfemia used to; shows the attitude of dislike, unfriendly, or annoyed; giving a strong emphasis on action and values sometimes feels rough sense when used to give a stronger emphasis. Keywords: eufimia, disfemia, Pojok Kampung news
TEMBANG CAMPURSARI SUWE ORA JAMU DALAM MASYARAKAT JAWA KARYA WALDJINAH (KAJIAN ETNOGRAFI) Saras Yulianti; Suwardi Endraswara
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9, NO 1, FEBRUARI 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i1.42990

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan makna lirik dari Tembang Campursari Suwe Ora Jamu dalam Masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif Etnografi, sedangkan sumber data penelitian ini adalah lirik tembang campursari suwe ora jamu karya Waldjinah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengertian dan makna tentang lagu campursari Suwe Ora Jamu karya Waldjinah sebagai berikut pertemuan yang sudah lama tidak terjalin, lagu ini mengibaratkan setelah lama tidak bertemu, jika akan bertemu jangan merasa kecewa. lama sudah tidak bertemu, baru pertama bertemu tetapi sudah jadi pikiran. Karena pertemuan itu membuat bahagia dan ada yang tidak bahagia. lama sudah tidak minum jamu, dan lama sudah tidak bertemu, sekalinya bertemu malah jadi beban di hati.
NILAI PENDIDIKAN KELUARGA DALAM SERAT LAYANG SRI JUWITA KARYA MAS SASRA SUDIRJA Yuli Widiyono
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12020

Abstract

AbstrakMakalah ini membahas tentang ajaran berumah tangga dalam serat Layang Sri Juwita karya Mas Sasra Sudirja.  Serat tersebut berisi tentang perjalanan hidup kaum perempuan dan tugas dan kewajiban suami.Layang Sri Juwita karya Mas Sasra Sudirja yang merupakan naskah yang terbagi menjadi tujuh bab yaitu; mencari penghasilan, anak orang kecil, anak perempuan, anak perempuan yang sudah berumah tangga, pitutur yang baik, menjaga rumah tangga, dan peranan perempuan. Dalam naskah tersebut membahas tentang perjalanan kaum perempuan dan kewajiban suami dalam sosial masyarakat. Naskah tersebut digambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Jawa ketika mereka harus mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, bagaimana kehidupan rumah tangga antara suami dan istri, peran orang tua yang ikut serta dalam penentuan jalan hidup seorang anak. Semua hal yang ada dalam naskah memberikan pelajaran bagaimana cara mendidik anak agar menjadi seseorang yang bisa bertanggung jawab pada dirinya dan orang lain, serta menyadarkan bagaimana seorang suami dan istri seharusnya hidup dalam berumah tangga. Dengan mengilhami isi ajaran dalam serat Layang Sri Juwita diharapkan mampu memberikan informasi serta peranan dalam meningkatkan budi pekerti dan nilai pendidikan keluarga, sosial masyarakat, menuju peradaban bangsa yang bermartabat dan memiliki karakter yang kuat dengan menghargai nilai-nilai budaya kearifan lokal.Kata kunci: nilai, pendidikan, keluarga, Layang Sri Juwita
TRANSLITERASI NASKAH MANUSKRIP JAWA: UPAYA NYATA PENYEDIAAN BAHAN PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN KEBUDAYAAN JAWA - Mulyana
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12098

Abstract

The aim of research is give lesson materials and research about Javanese manuscripts. The method used to explore manuscript is transliteration. Namely, transfering from source letter to target letter, and more transliteration from old Javanese language to Indonesian language.The reaearch desaign is R and D (research and development). The subject matter are students of Ekspresi Tulis Lanjut , in class G, H, and A in javanese department. The collecting of data used to observation, dokument analysis, and tasks. The object of research is Javanese manuscripts as the result of translation in the class.The results of this research are materials javanese manuscripts, namely: (1) serat Darma laksita, (2) Serat Kudhup sari, and (3) Serat Kumandaka. The third of Javanese manuscripts contens etics, relegion and aestetic that very important for lesson and research. The form of manuscripts are tembang Macapat and gerongan songs. The manuscripts letter can read clearly and easely. Finnaly, the results of research very important for students, teachers, lecturer, and all of academics people.Key words: javanese manuscript, transliteration
SLAMETAN: PERKEMBANGANNYA DALAM MASYARAKAT ISLAM-JAWA DI ERA MILENEAL Fatkur Rohman Nur Awalin
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.26672

Abstract

SLAMETAN: PERKEMBANGANNYA DALAM MASYARAKAT ISLAM-JAWA DI ERA MILENEAL Fatkur Rohman Nur AwalinIAIN Tulungagungfatkurrohman.awalin@gmail.com AbstrakPermasalahan dalam kajian ini adalah di era milenial slametan mengalami tantangan-tangan dalam keberlangsungannya dalam masyarakat Islam-Jawa. Era milenial adalah generasi yang yang selalau bersinggungan dengan peralatan yang mengandung unsur teknologi. Slametan  bagi orang Jawa adalah keniscayaan dan sudah mbalung sum-sum. Akar sejarah adanya ada slametan adalah kepercayaan. Dari kepercayaan berkembang sehingga kristaliasinya adalah tradisi slametan untuk meminta keslamatan. Ketika Islam berkembang siginifikan di transformasikan ke tasawuf berbasis sufistik. Esensi konsep slametan adalah mencapai titik selamat, sentausa, damai, berkah hidupnya. Uborampe atau sesaji yang melingkupi slametan adalah doa yang diwujudkan. Perkembangan Slametan di era milenialdalammasyarakat Islam-Jawa cukup dengan istilah syukuran dan tasyakuran. Kalau konteks di desa slametan masih kuat yang berbeda adalah sesajinya berkembang ke hal-hal yang praktis dan simpel. Kata Kunci: Slametan, Era Milenial, Masyarakat Islam-Jawa 
Nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira Paramarta, I Ketut
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58718

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Dalam penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah geguritan Ki Patih Ganjira. Objek penelitian adalah nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat dan studi dokumentasi. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan kartu data. Tahapan analisis data mencakup memilih data, menjelaskan data, menyimpulkan, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data, nilai sosial yang terdapat pada geguritan Ki Patih Ganjira adalah: (1) nilai sosial kasih sayang yang terdiri dari nilai sosial pengabdian, tolong menolong, keluwarga, kesetian, kepedulian, (2) nilai sosial tanggungjawab terdiri dari nilai sosial tanggungjawab pada keluarga, pada masyarakat, dan pada Tuhan Yang Maha Esa, dan (3) nilai sosial keserasian hidup yang terdiri dari nilai sosial keadilan, toleransi, dan demokrasi.Kata Kunci: Nilai Sosial, Karya Sastra, GeguritanAbstractThis study describes the social values in Ki Patih Ganjira's geguritan. In research using descriptive qualitative methods. The research subject was Ki Patih Ganjira's geguritan. The object of research is the social value in Ki Patih Ganjira's geguritan. Data collection uses reading techniques, note-taking techniques and documentation studies. Research data collection instruments using data cards. The stages of data analysis include selecting data, explaining data, concluding, and verifying data. Based on the results of data analysis, the social values contained in Ki Patih Ganjira's geguritan are (1) social values of affection consisting of social values of dedication, helping, family, loyalty, and caring, (2) social values of responsibility consisting of social values of responsibility to the family, to society, and to God Almighty, and (3) social values of harmony in life which consist of social values of justice, tolerance, and democracy.Keywords: Social values, literary works, geguritan

Page 7 of 12 | Total Record : 117