cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
STUDI KETERBACAAN TEKS GEGURITAN I GEDÉ BASUR DAN I KETUT BUNGKLING KARYA KI DALANG TANGSUB I Made Suarta; I Wayan Suardiana
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12039

Abstract

Teks Geguritan I Gedé Basur dan teks Geguritan  I Ketut Bungkling, merupakan dua teks geguritan unik di Bali. Keunikannya terlihat pada keberadaan kedua teks tersebut di tengah-tengah masyarakatnya. Sebagai karya sastra tradisional, kedua teks ini sangat terkenal karena selain sering dibaca dan dinyanyikan oleh penggemar seni magegitan di Bali, kedua teks ini juga sebagai inspirasi dalam dunia pentas seni klasik di Bali. Tokoh I Gedé Basur dan I Ketut Bungkling sangat monumental bagi masyarakat Bali. Tokoh I Gedé Basur terkenal kehebatannya dalam menjalankan ilmu hitam; sedangkan tokoh I Ketut Bungkling terkenal sebagai tokoh yang sangat kritis terhadap lingkungannya. Anehnya, kedua teks ini sampai saat ini tidak ditemukan teks individualnya. Keterbacaan kedua teks dimaksud dilakukan melalui teks yang berjudul Geguritan Kidung Prémbon (KP).Penelusuran studi ini dilakukan dengan ‘pisau bedah’ interteks dan resepsi untuk mengungkapkan jalinan teks dan proses keterbacaan kedua teks karya Ki Dalang Tangsub (Geguritan I Gedé Basur dan teks Geguritan  I Ketut Bungkling) atas teks Geguritan Kidung Prémbon (KP). Dengan metode hermeneutik diharapkan penjelasan tentang asal-usul kedua teks karya Ki Dalang Tangsub dapat dijelaskan.Kata kunci: keterbacaan, geguritan, dan interteksAbstractI Gedé Basur Geguritan text and text Geguritan I Ketut Bungkling, the two texts geguritan unique in Bali. Its uniqueness seen in the presence of the two texts in the middle of society. As the traditional literature, these two texts are very well known for besides often read and sung by fans magegitan art in Bali, these two texts also as an inspiration in the world of classical performing arts in Bali. I figure Gedé Basur and I Ketut Bungkling very monumental for the people of Bali. I Gedé Basur famous figures in the running prowess of black magic; while the figures I Ketut Bungkling known as the man who is very critical of the environment. Surprisingly, these two texts so far found no individual text. Readability of text is done through both text entitled The Song Geguritan Prembon (KP). Search this study was conducted with the 'scalpel' intertextual and reception to reveal the fabric of the text and the second text legibility works Ki Dalang Tangsub (Geguritan I Gedé Basur and text Geguritan I Ketut Bungkling) on text Geguritan Prembon Song (KP). With the hermeneutic method expected an explanation of the origin of both text Ki Dalang Tangsub works can be explained.Keywords: Readability, geguritan, and intertextual
ANALISIS STRUKTUR NARATIF MULABUKANING DAKWAH RASUL DALAM WAYANG KEKAYON KHALIFAH LAKON I Lutfianto Lutfianto
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18200

Abstract

AbstrakPerjalanan dakwah rasul tidak hanya ada dalam sirah Nabawiyah, perjalanan dakwah rasul juga terdapat dalam cerita wayang.Wayang tersebut adalah Wayang Kekayon Khalifah. Dalam tulisan ini penulis akan menghadirkan teks lakon 1 Mulabukaning Dakwah Rasul. Selain itu penulis juga akan menganalisis teks tersebut dengan analisis naratif. Hal ini bertujuan untuk membantu pemahaman pembaca tentang Lakon Mulabukaning Dakwah Rasul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon Mulabukaning Dakwah Rasul terdiri dari tiga babak.Dari ketiga babak tersebut pembaca dapat mengambil hikmahnya.Pertama, Pembaca mengidentifikasikan gambaran tentang keberadaan dan ketiadaan Khalifah dan Khilafah.Kedua,Pembaca dapat mengambil nilai-nilai dari peristiwa ini sebagai suatu petunjuk kegigihan perjuangan manusia (Rasulullah) dalam menyampaikan risalah, termasuk juga di sini adalah ajakan/ dakwah.Ketiga, pembaca dapat mengambil nilai-nilai dari peristiwa ini sebagai suatu petunjuk kegigihan perjuangan manusia dalam berdakwah.Pembaca juga dihimbau untuk membentuk kelompok dakwah untuk mewujudkan keberhasilan dakwah Islam.Kata kunci: Struktur Naratif, Wayang Kekayon Khalifah, Mulabukaning Dakwah Rasul
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATA KULIAH SESORAH Hartanto, Doni Dwi
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.61357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model cooperative learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengingkatan hasil belajar mahasiswa terkait keterampilan berbicara pada mata kuliah Sesorah. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode quasi experiment. Penelitian ini dilaksanakan di pada mata kuliah Sesorah di Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam penelitian terdapat dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang mana kedua kelompok sampel ini berjumlah sebanyak 25 peserta didik tiap masing-masing kelompoknya.  Untuk  kelompok  eksperimen  di  laksanakan  pembelajaran  menggunakan  model cooperative learning sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan perhitungan analisis uji-t yang telah dilakukan untuk menguji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 6.397 dan ttabel    sebesar 2.060, sehingga didapatkanlah pernyataan thitung > ttabel. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa model cooperative learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar yang berkaitan dengan keterampilan berbicara mahasiswa pada mata kuliah Sesorah.
KAJIAN PENULISAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JAWA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA - Suharti; Endang Nurhayati; Venny Indria Ekowati; Hartanto Utomo
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12314

Abstract

This study is proposed for eight months. The purposes of the study are: (1) identifying the fields of science and sub-fields of research science in the thesis or "Tugas Akhir Skripsi" (TAS) of Javanese Department Students in Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University, (2) identifying the reason for choosing a title, (3) identifying the criteria of thesis supervisor according to the students and alumni of the Javanese Department in Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University, (4) identifying suggestions and criticism from the students and alumni of Javanese Department in Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University related to "TAS". The outcomes of the study are: (1) the data base regarding to the fields of science and sub-fields of research science in "TAS" of Javanese Department students of Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University, (2) reasons for choosing a title, (3) criteria of ideal thesis supervisors according to the students and alumni of Javanese Department in Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University, (4) suggestions and criticism of the students and alumni of Javanese Department in Faculty of Language and Arts, Yogyakarta State University related to "TAS", and (5) a national seminar papers and journals that are not accredited. This study is a survey research using descriptive method with 100 students as the respondents. Based on the findings of the discussion, it can be concluded that: (1) the fields of linguistics as well as the sub-fields of morphology is a field of research the most studied by the students of Javanese Department, (2) reason for choosing a title and topic of thesis by the students is because the students are glad to the field of science and topic taken, (3) the main criteria of the ideal supervisor according to the students of Javanese Department is the appropriateness between the supervisors' field of science and the thesis that is done by the students, (4) respondents noted that they do not agree if the topic and thesis titles are chosen by the Department because of the diversity of the students ability.Keywords: thesis, Javanese Department AbstrakPenelitianini bertujuan untuk: (1) Mengindentifikasi bidang ilmu dan sub bidang ilmu penelitian dalam Tugas Akhir Skripsi (TAS) mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa FBS UNY, (2) Mengidentifikasi alasan pemilihan judul, (3) Identifikasi kriteria ideal pembimbing skripsi menurut mahasiswa dan alumni Prodi Pendidikan Bahasa Jawa FBS UNY, (4) Mengidentifikasi saran dan kritik mahasiswa serta alumni Prodi Pendidikan Bahasa Jawa FBS UNY terkait TAS. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan metode deskriptif dengan jumlah responden 100 orang mahasiswa maupun alumni Prodi Pendidikan Bahasa Jawa FBS UNY. Penelitian ini menggunakan metode survey. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Bidang ilmu linguistik serta sub bidang morfologi merupakan bidang penelitian yang paling banyak dikaji, (2) Alasan pemilihan judul dan topik skripsi adalah karena mahasiswa senang terhadap bidang ilmu dan topik yang diambil, (3) Kriteria utama seorang pembimbing yang ideal adalah kesesuaian bidang ilmu pembimbing dengan skripsi yang dikerjakan, (4) Responden menyatakan tidak setuju jika topik dan judul skripsi dipilihkan oleh prodi dengan alasan utama keberagaman kemampuan mahasiswa.Kata kunci: tugas akhir skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa Jawa, FBS UNY
KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM CERITA PENDEK YANG BERJUDUL ”MUDHIK TOTAL" Dyah Hanggraheni Purnamawati
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9 NO 2, DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i2.42997

Abstract

Karya sastra dapat dikaji dalam berbagai macam kajian termasuk kajian antropologi. Dalam penelitian ini pengakjian antropologi berdasarkan unsur bahasa, religi, sosial dan adat istiadat. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif hermeneutika. Sumber data dalam penelitian ini ialah berupa cerita pendek berjudul "Mudhik Total" yang diambil dari majalah Panjebar Semangat no 7 edisi 17 Februari 2018 pada rubik crita cekak halaman 23-24 dan 46. Sedangkan data penelitian diambil dari hasil menganalisis aspek kebudayaan (bahasa, religi, sosial, dan adat istiadat) dalam cerita pendek "Mudhik Total" karya Suryadi Ws tersebut. Hasil penelitian dari kajian antropologi ini adalah : (1) unsur bahasa yang berupa penggunaan bahasa sehari-hari, panggilan dan nama tokoh, (2) unsur religi berupa kegiatan yang dilakukan tokoh, hati raya yang dirayakan, (3) unsur sosial antar tokoh dalam wujud kepatuhan kepada orang tua, dan kedekatan interaksi dengan lingkungan sekitar, (4) unsur adat istiadat dari cerpen ini adalah tradisi yang dilakukan ketika menjelang hari raya seperti mudik, sadranan, ziarah kubur. 
GAMELAN SEKATEN DAN PENYEBARAN ISLAM DI JAWA Joko Daryanto
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12030

Abstract

Penyebaran Islam di Jawa menggunakan berbagai cara ataupun metode dakwah penyebaran Islam. Salah satu sarana pendukung penyebaran Islam di Pulau Jawa adalah gamelan Sekaten. Perangkat gamelan ini merupakan perangkat gamelan yang dibunyikan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, dibunyikan selama satu minggu di Bangsal Pagongan depan Masjid Agung Surakarta.Sebelum orang Jawa mengenal dan memeluk agama Islam, masyarakat Jawa telah memeluk agama Hindu dan Budha. Kondisi sosial psikologis masyarakat Jawa semacam itu rupanya menjadi hambatan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Pada akhirnya Sunan Kalijaga mengusulkan agar menggunakan gamelan sebagai daya tarik awal bagi penyebaran agama Islam. Gamelan Sekaten yang digunakan sebagai sarana penyebaran agama Islam di Jawa diduga kuat memiliki nilai-nilai atau unsur-unsur Islam dalam perangkat tersebut.Setting masyarakat Jawa pada saat itu masih memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap agama Hindu dan Budha sehingga diperlukan alat bantu dalam hal ini gamelan Sekaten untuk memudahkan para wali menyebarkan agama Islam. Strategi dakwah dengan menggunakan gamelan Sekaten ternyata sangat menarik dan efektif untuk mengumpulkan orang. Diawali dengan ketertarikan terhadap bunyi gamelan Sekaten akhirnya masyarakat Jawa mengenal dan akhirnya memeluk Islam sebagai keyakinan. ProsesIslamisasi seperti itu selanjutnya disebutsebagai dakwah dengan menggunakan pendekatan kultural.Kata kunci: gamelan, sekaten, Islam, Jawa The spreading of Islamic faith in Java uses many ways or methods to propagate Islamic faith. One of the medium which is support the spreading of Islam in Java is ‘Gamelan Sekaten’. It is kind of an ensemble which is played on the occasion of Muhammad’s birthday and played as long as 1 week in ‘Bangsal Pagongan’ in front of the Great Mosque Surakarta. Before Javanese people knowing and converting into Islamic faith, Javanese people have been converted into Hindu Buddhist faith. This psychological social condition of Javanese people becomes the obstacle for the nine muslim saints, Wali Sanga, to spread Islamic faith. Sunan Kalijaga suggested using ‘gamelan’ as the attractiveness of spreading Islam. The ‘Gamelan Sekaten’ which is used as a medium of spreading Islam in Java strongly assumed that this medium has value or element of Islam. The setting of Javanese people in that time still had a strong faith toward Hindu Buddhist faith, so it required a tool, in this case is a ‘gamelan sekaten’, to facilitate the nine muslim saints in spreading Islamic Faith.This religious proselytizing strategy which is use ‘gamelan sekaten’ as a medium appears to be very interesting effective to gather people. Begins with feel interest to ‘gameln sekaten’, finally, Javanese people know and convert into Islam as their faith. This Islamization process, called as religious proselytizing using cultural approach.Key words: ‘Gamelan Sekaten’. Spreading of Islamic Faith, Cultural Approach
TOPIKALISASI SEBAGAI SARANA MEMAHAMI ISI WACANA SERAT SANA SUNU Avi Meilawati
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12103

Abstract

This research aims to describe the topics in the ninth chapter of Serat Sana Sunu, how the topicalization and what topics which build the discoure. It  consists of 34 stanza The theme on chapter IX focuses on how to say politely. The data collects by reading and noting. The data analyzing by finding the topiks from each stanza, each sentence, and word. The second step is describing the data through the descriptive way. There are two types of topicalitation. First, the author describes the topic full in one paragraph. Second, the topic separate in many paragraps. The starting topic is not only in the first line each paragraph, but also in the middle or in the last line. There are two big theme in the chapter; the seven talking interdiction and the polite way to say in many conditions. The seven interdictions are lie, gossip, say something bad about someone else, arrogant, say jokingly, conceited, and say something unuseful. The other commands are to say in polite way to brother, sister; politeness as a servant, and the way to say in a meeting or forum. The rules in chapter IX from Serat Sana Sunu can be used as a reminder to be polite. It also can be an alternative way to solve the young generation problem to say in a better way. Keywords: topic, Serat Sana Sunu
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM WAYANG KULIT: Sarana Pembinaan Budi Pekerti Mulyana Mulyana
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.26884

Abstract

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM WAYANG KULIT:Sarana Pembinaan Budi Pekerti MulyanaUniversitas Negeri Yogyakartamul_mj@yahoo.com AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam wayang kulit purwa yang bergaya Yogyakarta, Surakarta, dan Pesisiran. Nilai karakter akan disesuaikan dengan pengembangan karakter bangsa yang sudah diaplikasikan dalam berbagai pendidikan bangsa. Subjek penelitian yang dijadikan bahan penelitian adalah sejumlah lakon wayang kulit yang diambil dari lakon gaya Yogyakarta, Surakarta, dan Pesisiran. Diantaranya adalah: Semar Mbangun Kahyangan, Brontoyuda Jayabinangun, Kresna Duta, Bima Bungkus, dan Dewa Ruci. Data penelitian berupa ungkapan-ungkapan verbal yang diperoleh dari narasi lakon yang dikaji isinya. Data yang telah divalidasi kemudian dianalisis dengan pendekatan konten dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahawa lakon-lakon wayang kulit purwa yang dikembangkan dengan gaya Yogyakarta, Surakarta, dan Pesisiran menunjukkan hal-hal sebagai beribut. (1) nilai-nilai karakter dalam wayang memiliki kekhasan yang dapat dikenali dari lampahan (alur) cerita, (2) gaya Yogyakarta, Surakarta, dan Pesisiran masing-masing berbeda dalam format, verbal (anta wacana) dalang, dan sejumlah kekhasan lainnya, (3) nilai karakter pendidikan bangsa yang berjumlah 18 nilai, semuanya dapat ditemukan dalam pagelaran wayang kulit dari tiga gaya tersebut. Kata kunci : pendidikan karakter, wayang kulit AbstractThe aim of research is to analysis and describe character of wayang kulit Yogyakarta, Surakarta, and Pesisiran styles. Character values will be development in educations, especially in Indonesia. The subjects of reserach are several stories of wayang kulit Yogyakarta, Surakarta, and Pesisiran style; namely are:   Semar Mbangun Kahyangan, Brontoyuda Jayabinangun, Kresna Duta, Bima Bungkus, and Dewa Ruci. The data of research are verbal sentences from wayang kulit stories. The data final will be analyzed with contens and descriptive approach. The results of this research are very important for civil education, include : (1) character in the wayang kulit have uniqely that kwonwn from its stories, (2) the Yogyakarta, Surakarta, and Pesisiran style are different in the verbal sentences, format style, and performance others, (3) the 18 of character values are very important, and can apllicated in the education and civil living. Keywords: character education, wayang kulit
Representasi penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa di Tulungagung pada kalangan anak-anak umur 7-12 tahun Berliana, Willda Eka; Setyawan, Bagus Wahyu
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.63246

Abstract

Masyarakat Jawa spesialnya kanak- kanak memakai bahasa Jawa wajib memahami unggah-ungguh, hendak namun kerap terjalin kesalahan dalam pemakaian leksikon. Perihal ini tidak bisa disalahkan seluruhnya karena itu bisa terjalin sebab minimnya pengetahuan penutur tentang konsep unggah- ungguh dalam berbahasa Jawa. Riset ini bertujuan buat mendeskripsikan serta menarangkan menimpa fenomena pemakaian macam bahasa Jawa kanak- kanak usia 7-12 tahun. Sumber informasi berbentuk pemakaian macam bahasa Jawa di Tulungagung. Proses pengambilan informasi dengan observasi serta wawancara mendalam. Dari hasil riset ditemui masih banyak kesalahan pemakaian macam bahasa di golongan kanak- kanak. Penyebabnya yakni anak tidak dibiasakannya berbahasa krama inggil oleh orang tua, kurangya kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, serta warga. Pula belum terdapatnya model pembelajaran menimpa unggah- ungguh basa yang dirasa sesuai. Dengan demikian, masih banyak ditemui pemakaian unggah- ungguh basa yang galat di golongan kanak- kanak.Kata kunci: representasi, unggah-ungguh, anak
RECOLLECTION AJARAN MISTIK ISLAM-KEJAWEN DALAM TEKSSERAT SULUK MAKNARASA Hesti Mulyani
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12021

Abstract

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menggali, mengungkapkan, dan memaknai atau mengingat kembali secara sadar akan sesuatu, yakni isi teks Serat Suluk Maknarasa, sebagai hasil mental, yaitu pemikiran mendalam manusia pada masa lampau di dalam suatu karya tulis (naskah). Naskah yang dimaksud adalah naskah berjenis suluk (Serat Suluk Maknarasa) untuk digali, diungkapkan, dan dimaknai hal-hal yang berhubungan dengan ajaran mistik Islam-Kejawen. Hal itu disajikan sebagai alternatif materi yang berhubungan dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan.Hal-hal yang berhubungan dengan ajaran mistik Islam-Kejawen disajikan secara deskriptif. Semua hal yang berhubungan dengan ajaran mistik Islam-Kejawen diuraikan secara rinci.Hasil dari recollectionajaran mistik Islam-Kejawen dalam teks Serat Suluk Maknarasa terdapat tiga macam ajaran. Ketiga macam ajaran itu adalah memahami akan (1) penciptaan alam, (2)hubungan manusia dengan Tuhan, serta (3) kematian dan kehidupan setelah kematian.Kata Kunci: recollection,ajaran mistik Islam-kejawen,teks Suluk Maknarasa

Page 8 of 12 | Total Record : 117