cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
MAKNA SIMBOLIK DALAM GEGURITAN “SENGKUNI MBAYI” KARYA SETYAWATI DWI DIJAMAN SEKARANG (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Atif Nur Cahyani
JURNAL IKADBUDI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL IKADBUDI VOL 8, NO 1, FEBRUARI 2019
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v8i1.42993

Abstract

Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra menyimpan banyak misteri dan makna yang dalam. Tidak hanya kata yang indah, puisi juga menjadi medium ekspresi dan juga konservasi khususnya bidang karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna didalam puisi “Sengkuni Mbayi” dalam penggambaran kehidupan manusia jaman sekarang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi sastra. Dalam menganalisis unsur budaya tokoh pewayangan yang dimaknai dalam kehidupan yang sekarang, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna didalam puisi atau geguritan Jawa yang berjudul “Sengkuni Mbayi” yang menggambarkan watak manusia jaman sekarang yang penuh keserakahan dan ambisi, sama dengan yang digambarkan dalam penokohan pewayangan yang ada di Mahabarata dalam tokoh Sengkuni. Kata Kunci: makna, antropologi sastra, geguritan, sengkuni
SEJARAH PERKEMBANGAN KETHOPRAK SISWO BUDOYO Endang Waryanti
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12028

Abstract

This article describe about history of traditional theatre art. This call Kethoprak Siswo Budoyo. The theatre group of Kethoprak Siswo Budoyo lead by Ki Siswondo who has high acting talent. He is very popular in Javanesse community that like show theatre. Kethoprak Siswo Budoyo always give morality, spirituality and  sociaty value to audience. Therefore kethoprak Siswo Budoyo have some fanatic fans. Everyone like Kethoprak Siswo Budoyo because this theatre group teach character education.Keyword : history, kethoprak, character education
MAKNA FILOSOFIS BANGUNAN KRATON SURAKARTA - Purwadi
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12101

Abstract

This article will describe about symbolic meaning and phylosophy value in Kraton Surakarta.In 1745 Sunan Paku Buwono II moved his court to nearby Surakarta where he had built a new palace. When the king ordered to move the capital city of Kartasura eastward to the banks of Javas longest river, it was certainly not without reasons. At that time over land communica­tion was scarce because of inaccesible swamps, high mountain ranges and impenetrable forests. But the city must have its outlet, its contact with outer islands and Bengawan then was the only economic and social life line. Keyword: Kraton Surakarta, phylosophy, symbolic
REVITALISASI PERALATAN TRADISIONAL JAWA SEBAGAI WUJUD KONSERVASI BUDAYA DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN Prembayun Miji Lestari, Retno Purnama Ir Prembayun Miji Lestari, Retno Purnama Ir
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.26891

Abstract

REVITALISASI  PERALATAN TRADISIONAL JAWA SEBAGAI WUJUD KONSERVASI BUDAYA DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN , rp.irawati@gmail.com, seudati3@yahoo.comAbstrakPenelitian ini bertujuan  menyusun dokumen tulis berupa buku ensiklopedia Jawa berbasis kearifan lokal  dan kesesuaiannya dalam pembelajaran yang digunakan sebagai konservasi budaya. Metode yang digunakan adalah  reseach and development (RD). Data analisis kebutuhan diambil dari siswa, guru, maupun masyarakat etnik Jawa di wilayah Kabupaten Klaten, Salatiga, Boyolali, Semarang, Solo, Karanganyar, dan Sukoharjo. Analisis data dengan cara penghitungan statistik jawaban responden terhadap kuesioner, memaparkan kemudian menyimpulkannya.  Buku ensiklopedia yang disusun berisi tentang dolanan tradisional Jawa, tembang tradisional Jawa, perkakas rumah tangga-peralatan masak tradisional Jawa, alat-alat pertanian Jawa, nama-nama makanan tradisional Jawa, jamu-jamu tradisional Jawa, busana tradisional Jawa, dan bagian-bagian rumah tradisional JawaKata kunci: peralatan tradisional, kearifan lokal, buku pengayaan AbstractThis study aims to prepare a written document in the form of encyclopedia of Javanese based on local wisdom and its suitability in learning which is used as cultural conservation. The method used is research and development (R D). Data needs analysis taken from students, teachers, and ethnic Javanese community in the district of Klaten, Salatiga, Boyolali, Semarang, Solo, Karanganyar, and Sukoharjo. Data analysis by means of statistical calculation of respondents' answers to the questionnaire, explained then concluded. The encyclopedic book comprising: traditional Javanese toys, traditional Javanese songs, household utensil and traditional Javanese cookware, Javanese agricultural tools, names of traditional Javanese food, traditional Javanese herbs, and parts of traditional Javanese house.Key words: tradisional tool, local wisdom, enrichment books
Kajian sosial budaya moda transportasi tradisional sampan Leper Indragiri Hilir Afriadi, Deni; Jefrizal, Jefrizal; Idayanti, Iik
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.69297

Abstract

Penelitian ini fokus pada kajian sosial budaya tentang keberadaan Sampan Leper di Desa Pekan Arba Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Moda transportasi tradisional ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan masih menjadi moda transportasi di tengah perkembangan dan banyaknya pilihan moda transportasi modern. Kajian ini menelaah  keberadaan, peran serta fungsi Sampan Leper di tengah masyarakat Indragiri Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data analisis, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menjabarkan tentang kondisi Sampan Leper, karakteristik masyarakat pengguna, fungsi sosial budaya, peran pelaku dan instansi terkait, pewarisan dan nilai sosial budaya. Sampan leper telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan ini, terutama sebelum adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan berbagai kampung. Pembangunan infrastruktur memang memberikan banyak manfaat, namun ada kekhawatiran bahwa tradisi dan kearifan lokal, seperti penggunaan sampan leper, dapat terancam punah jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk melestarikannya.
BUKU PEGANGAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Suharti -; Siti Partini
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12015

Abstract

AbstrakTujuan penelitian tahun ke 2 adalah    Finalisasi materi Buku Pegangan Guru TK dalam Pembelajaran Bahasa Jawa di Daerah Istimewa YogyakartaLokasi penelitian di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan pusat Budaya Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.  Informan penelitian adalah  Guru Taman Kanak-kanak baik di desa maupun di Kota, para pakar pendidikan bahasa Jawa, dan pakar pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara  mendalam dan Focus Group Discussion. Analisis data dilakukan dengan analisis induktif  dengan memfokuskan pada   penentuan isi buku pegangan guru TK.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)  finalisasi materi Buku Pegangan Guru TK dalam Pembelajaran Bahasa Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta berisi butir-butir penting   bahasa Jawa yang perlu diajarkan kepada anak usia TK adalah penggunaan bahasa Jawa sebagai sarana pendidikan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari, pengenalan lingkungan, makanan tradisional, kesenian, dan  adat istiadat;          (2) Telah tersusun  draf Buku Pegangan Guru TK dalam pembelajaran Bahasa Jawa dengan  judul ”  Buku Piwulang Basa Jawa: Tuntunan kanggo Guru TK”  berisi tema lingkungan, kasarasan, tetuwuhan lan kewan, dolanan/ lelagon, pangupajiwa/ pakaryan, dan wayang.Kata kunci: buku pegangan guru TK, pembelajaran bahasa Jawa AbstractThis article aims to finalizing the handbook of Kindergarten about Javanese language study in Yogyakarta. The setting of this research is in Yogyakarta province which is the center of Javanese culture.  It was kulaitatif research. The informan  was the kindergarten teachers in village or town, Javanese  language and education expert. Data collected with interview and Focus Group Discussion. Data analized with inductive analize. The research result were (1)  finalization the handbook of Javanese language method in Kindergarten, (2) the study of the handbook with the title ”Buku Piwulang Basa Jawa: Tuntunan kanggo Guru TK” .Keywords: handbook, Javanese language teaching, kindergarten
GULA DALAM KAJIAN FILSAFAT BUDAYA JAWA - Purwadi
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12042

Abstract

Gula merupakan komoditas penting di pulau Jawa. Dalam sejarah, gula memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Jawa selama berabad-abad tahun yang lalu. Salah satu industri gula terbesar adalah dari Mangkunegaran. Pabrik gula Mangkunegaran adalah Colomadu dan Tasikmadu yang mendatangkan devisa. Pabrik gula Kerajaan Kasunanan Surakarta juga dinamakan Manisharja. Masyarakat Jawa dapat berkutat di produki gula. Berdasarkan filsafat Jawa, gula dalam masyarakat Jawa mempunyai nilai filosofis. Komunitas tradisional menyanyikan tembang Dhandhanggula yang mempunyai nilai moral dan spiritual yang tinggi. Kata kunci: gula, filsafat, kearifan lokalAbstract The sugar is comodity product in Java land that very important. Historically sugar given wellfare to Javanese people long time ago. Example Pura Mangkunegaran kingdom had the big industry that make sugar. There are called Colomadu and Tasikmadu that come devisa. Kasunanan Surakarta kingdom had sugar industry named Pabrik Gula Manisharja. Javanese people can do in sugar industry. According to Javanese culture, specially sugar have philosophy value. Traditional community sing dhandhanggula song what fill morality and spirituality. The Javanese culture meet good teaching in Javanese song. The good behavior is needed in every school so that student are able to understand local wisdom.Keyword : sugar, philosophy, local wisdom
WAYANG KULIT PURWA LAKON RAMA TAMBAK: SANGGIT DAN WACANA KEKUASAAN SOEHARTO Darmoko Darmoko
JURNAL IKADBUDI Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v7i1.24335

Abstract

Wayang kulit purwa dari masa ke masa dipergunakan oleh kekuasaan sebagai media propaganda politik. Simbol-simbol dalam wayang kulit purwa dimanfaatkan oleh penguasa untuk mempengaruhi masyarakat agar mengikuti  nilai-nilai yang telah dirancang dalam sebuah pertunjukan wayang kulit purwa. Ketika presiden Soeharto berkuasa wacana kekuasaan tergambar dan berkelindan di dalam pergelaran. Pergelaran wayang kulit purwa lakon Rama Tambak, tidak terlepas dari wacana kekuasaan Soeharto. Pada bulan Februari 1998 lakon tersebut dipergelarkan di berbagai kota di Jawa untuk membendung marabahaya yang menimpa bangsa Indonesia. Permasalahan dalam paper ini dapat dirumuskan: bagaimana wacana kekuasaan Soeharto beroperasi dan berkelindan di dalam lakon Rama Tambak? Untuk menjawab permasalahan tersebut dipergunakan konsep tentang wacana kekuasaan - pengetahuan dari Foucault dan Gagasan Kekuasaan dalam Kebudayaan Jawa dari Benedict Anderson, serta implementasi metodologi kualitatif.  Pergelaran wayang kulit purwa lakon Rama Tambak oleh Ki Manteb Soedarsono di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada 13 Februari 1998 dipergunakan sebagai data kajian. Paper ini berasumsi bahwa wacana kekuasaan beroperasi dan berkelindan di dalam wayang kulit purwa untuk mempengaruhi masyarakat agar dapat turut serta menghentikan malapetaka nasional. Wacana kekuasaan tidak dapat beroperasi secara efektif karena krisis di segala bidang terus berlangsung dan Soeharto dituntut rakyat untuk turun dari tahta kepresidenan.     Kata kunci: wacana kekuasaan, pengetahuan, ruwat, sanggit, wayang.
Kajian Karya Mas Ngabei Kramaprawira Dwiadmojo, Ghis Nggar
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.62004

Abstract

Tulisan ini bertujuan memperkenalkan Mas Ngabei Kramaprawira, sebagai Pujangga Madiun yang pernah meninggalkan jejak di Kuncen Madiun. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengkaji karya-karya peninggalan sang pujangga. Berdasarkan bukti arkeologis di kompleks Makam Kuncen Kota Madiun terdapat makam seorang Pujangga Madiun Bernama Mas Ngabei Kramaprawira. Berdasarkan penelusuran karyanya ada beberaa karya yang merupakan peninggalannya, yaitu beberapa naskah yang tersimpan di dalam dan luar negeri. Naskah-naskah peninggalannya di antaranya adalah Bantah Kekalih, Cariyos Kalihwelas, Cariyos Prabu Humijol Fal, Geguritan Tani, Wacan, dan Dewaruci.
TRADISI NIKAH KAWIN MASYARAKAT KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU Juswandi Juswandi
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18194

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Kecamatan Rumbai Pekanbaru Provinsi Riau” Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan tata cara upacara adat perkawinan. Seting berlokasi di Kecamatan Rumbai Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif  dengan cara pendekatan wawancara dan di rekam kemudian di catat. Setiap suku dan etnik setiap suku dan bangsa memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda, hal ini terlihat ketika adat pernikahan khususnya di Kecamatan Rumbai Pekanbaru mulai dari persiapan pernikahan sampaike pelaminan.Kata kunci : tradisi nikah, masyarakat RumbaiAbstractThe litle of the resarch is traditional marriage for the society in the districk of rumbai-Pekanbaru. The aims of the research are to investigate, analyze and documenting the procedures of traditional marriage ceremony this area. The research is located in the districk of rumbai-pekanbaru. In analyzing this research, the writer applies a descriptive qualtative method in wich the result of the analyzis will be descrobed clearly. The data was taken by using interview, records and notes,the result shown that every tribe and ethnic has different customs and traditions. This can be seen at the time of the marriage process especially in the districk of Rumbai-Pekanbaru starting from marriage preparation until wedding ceremony.Keywords: traditional marriage cermony, customs and traditions

Page 4 of 12 | Total Record : 117