cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,296 Documents
Analisis Tingkat Pelayanan Dermaga Di Pelabuhan Penumpang Makassar Muh Asrul Fahrul; Misbahuddin; Hamka; Hakzah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran transportasi laut dan distribusi penumpang maupun barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan dermaga pada Pelabuhan Penumpang Makassar berdasarkan indikator kinerja operasional kapal yang meliputi Waiting Time (WT), Approach Time (AT), Berth Time (BT), Turn Round Time (TRT), serta tingkat pemanfaatan dermaga yang diukur melalui Berth Occupancy Ratio (BOR). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data operasional kapal melalui observasi dan dokumentasi selama periode penelitian. Data dianalisis menggunakan perhitungan kinerja operasional pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Waiting Time kapal sebesar 1,38 jam, lebih tinggi dibandingkan standar Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebesar 1 jam. Sementara itu, rata-rata Approach Time sebesar 0,37 jam masih berada di bawah standar KSOP sebesar 1,25 jam, sehingga menunjukkan kinerja pelayanan pemanduan kapal yang baik. Nilai rata-rata Berth Time sebesar 5,29 jam dan Turn Round Time sebesar 7,03 jam. Selain itu, hasil perhitungan menunjukkan nilai Berth Occupancy Ratio (BOR) sebesar 80,74%, yang melebihi standar optimal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) untuk dua tambatan sebesar 50%, sehingga menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan dermaga di Pelabuhan Penumpang Makassar tergolong tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan dermaga di Pelabuhan Penumpang Makassar secara umum tergolong cukup baik, khususnya pada aspek approach time.
Penerapan Ekonomi Sirkular pada Daur Ulang Plastik: Tren, Tantangan, dan Prospek Kedepan Radhiana; Bukhari Usman; Ilyas; Nasir; Juwita; Abdul Aziz Damilae
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan ekonomi sirkular pada industri daur ulang plastik semakin mendapat perhatian sebagai strategi untuk mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ekonomi sirkular, mengidentifikasi tren penerapan, mengevaluasi tantangan implementasi, serta mengkaji prospek penelitian pada industri daur ulang plastik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode narrative literature review melalui sintesis literatur dari berbagai publikasi ilmiah bereputasi internasional yang diperoleh dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Google Scholar, dan Taylor & Francis Online. Analisis dilakukan secara naratif dan tematik berdasarkan lima kelompok pembahasan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi sirkular didorong oleh inovasi teknologi, digitalisasi, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), serta model bisnis berbasis closed loop supply chain. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala teknis, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai perkembangan ekonomi sirkular pada industri daur ulang plastik sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian masa depan yang mendukung transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan.
Closed Loop Supply Chain pada Industri Daur Ulang Plastik: Tantangan dan Tren Menuju Ekonomi Sirkular Syaifuddin Yana; Zulfan Yusuf; Mawardi; Susanti; Agustina; Ulil Amri
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Closed Loop Supply Chain (CLSC) pada industri daur ulang plastik semakin menjadi perhatian sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi limbah, dan mendukung implementasi ekonomi sirkular. Namun, sebagian besar penelitian masih membahas aspek logistik, teknologi, maupun kebijakan secara terpisah sehingga belum memberikan sintesis yang komprehensif mengenai perkembangan CLSC. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Closed Loop Supply Chain, mengidentifikasi tren implementasi, mengevaluasi berbagai tantangan, serta mengkaji peluang penelitian pada industri daur ulang plastik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode narrative literature review melalui sintesis berbagai publikasi ilmiah bereputasi internasional yang diperoleh dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara naratif dan tematik berdasarkan lima kelompok pembahasan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan CLSC didukung oleh digitalisasi rantai pasok, penerapan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), blockchain, serta kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR). Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan teknis, ekonomi, kelembagaan, dan koordinasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai perkembangan CLSC sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian yang mendukung transformasi industri daur ulang plastik menuju sistem rantai pasok yang lebih sirkular, efisien, dan berkelanjutan.
Penerapan Logistik Terbalik dalam Industri Daur Ulang Plastik: Tinjauan Naratif Nurfiani Syamsuddin; Rahmah Yulianti; Cut Rusmina; Khairuna; Malahayati; Velli Ramadhani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logistik terbalik (reverse logistics) merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengelolaan limbah plastik serta mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pengembalian material pascakonsumsi ke dalam siklus produksi. Namun, sebagian besar penelitian masih membahas aspek transportasi, efisiensi operasional, atau pengelolaan limbah secara terpisah sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif mengenai implementasi logistik terbalik pada industri daur ulang plastik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep logistik terbalik, mengkaji implementasinya, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta mengeksplorasi peluang penelitian di masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode narrative literature review melalui sintesis publikasi ilmiah dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara naratif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi logistik terbalik semakin didukung oleh Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), blockchain, sistem pelacakan digital, serta kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR). Namun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya sistem pengumpulan limbah, keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya operasional, keterbatasan teknologi, dan lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan. Kajian ini memberikan sintesis komprehensif serta mengidentifikasi arah penelitian untuk memperkuat sistem logistik terbalik menuju industri daur ulang plastik yang lebih efisien, sirkular, dan berkelanjutan.
Keunggulan Operasional melalui Manufaktur Hijau pada Industri Daur Ulang Plastik: Tinjauan Naratif Samsul Ikhbar; Maksalmina; Mahdi; Ulfia; Arsyad; Rahmawati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manufaktur hijau (green manufacturing) merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan keunggulan operasional sekaligus mendukung keberlanjutan industri daur ulang plastik. Namun, sebagian besar penelitian masih membahas efisiensi produksi, pengurangan limbah, atau inovasi teknologi secara terpisah sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kontribusi manufaktur hijau terhadap keunggulan operasional dalam kerangka ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manufaktur hijau, mengkaji penerapannya dalam meningkatkan keunggulan operasional, mengidentifikasi berbagai tantangan implementasi, serta mengeksplorasi peluang penelitian di masa depan pada industri daur ulang plastik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode narrative literature review melalui sintesis publikasi ilmiah dari Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara naratif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manufaktur hijau semakin didukung oleh Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomatisasi, teknologi hemat energi, Environmental, Social, and Governance (ESG), serta Life Cycle Assessment (LCA). Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa tingginya biaya investasi, keterbatasan teknologi, regulasi yang belum optimal, dan kesiapan organisasi. Kajian ini memberikan sintesis komprehensif serta mengidentifikasi arah penelitian untuk memperkuat keunggulan operasional menuju industri daur ulang plastik yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Formulasi Pupuk NPK Berdasarkan Profil Hara Makro Daun Kelapa Sawit Andi Tenri Lestari; A. Sry Iryani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi produksi kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh manajemen nutrisi yang presisi melalui pemupukan, yang mencakup biaya operasional terbesar. Ketidaktersediaan data riil kebutuhan hara sering kali memicu fenomena hidden hunger dan kerugian ekonomi akibat penurunan produksi. Penelitian ini didasarkan pada teori fisiologi nutrisi tanaman, diagnosis nutrisi melalui analisis daun (Leaf Sampling Unit/LSU), serta prinsip rekayasa produk kimia menggunakan neraca massa. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat nutrisi hara makro aktual dan merancang formulasi pupuk NPK majemuk kustom. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif-kuantitatif dengan objek Tanaman Menghasilkan (TM) umur 8 tahun pada pelepah ke-17 di Afdeling Alfa Blok 2 dan 3. Metode penggalian data melibatkan destruksi basah sampel daun yang dianalisis secara kuantitatif menggunakan instrumentasi Continuous Flow Analyzer (CFA), Spektrofotometri UV-Vis, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Temuan data menunjukkan kadar Nitrogen (2,63% dan 2,41%) serta Kalium (0,96% dan 0,93%) berada pada tingkat optimal. Namun, kadar Fosfor berada pada tingkat rendah (0,147% dan 0,144%) dan kadar Magnesium menunjukkan tingkat rendah hingga defisiensi (0,22% dan 0,20%) akibat adanya antagonisme hara kation. Kesimpulan penelitian menetapkan bahwa integrasi perhitungan neraca massa total dan komponen berhasil merancang satu spesifikasi formula pupuk kustom yang seragam untuk mengoreksi ketidakseimbangan hara pada kedua lokasi, yaitu dengan spesifikasi grade NPK-Mg 13-6-19-5.
A NEBA- AHP Decision Framework for Sustainable Remediation of Petroleum-Contaminated Soils: A Case Study from Tropical Oil Palm Plantations in Indonesia Nur Septiani; Herto Dwi Ariesyady; Qomarudin Helmy
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study developed and demonstrated an integrated NEBA–AHP framework for selecting remediation technologies at four petroleum-contaminated sites in active palm oil plantations at four sub-areas in Bengkalis Regency, Riau Province. This study integrates Net Environmental Benefit Analysis (NEBA) and Analytic Hierarchy Process (AHP), as the quantitative component, and guided interviews with 20 respondents across four sub-areas as the qualitative component. Four remediation alternatives were evaluated. The proposed framework consistently discriminated between remediation alternatives across all sub-areas: bioremediation received the highest NEBA-AHP score, while ISCO and excavation with backfilling (Dig & Fill), despite the highest technical effectiveness, were consistently penalized for physical disturbance and socioeconomic disruption. Stakeholders showed strong agreement across sub-areas in ranking preferences and rated bioremediation significantly more acceptable than enhanced natural attenuation. These results illustrate how the framework balances technical, environmental, and social criteria to identify context-appropriate remediation strategies, here favoring bioremediation under the evaluated conditions. The NEBA-AHP framework is transferable to other contaminated sites, provided that criterion weights are re-elicited through local expert panels reflecting site-specific regulatory, ecological, and socioeconomic conditions.
Coastal Morphological Characteristics and Environmental Factors Causing Abrasion at Moilong Beach Based on GIS Analysis Trisna Rahayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal erosion is a major environmental problem in coastal areas resulting from the interaction of coastal morphology, oceanographic processes, and human activities. This study aims to identify the coastal morphological characteristics and environmental factors contributing to erosion at Moilong Beach, Banggai Regency, Central Sulawesi, using Geographic Information Systems (GIS) and field observations. The study integrated Landsat 8 imagery, the Indonesian National Digital Elevation Model (DEMNAS), geological, soil, bathymetric, watershed, land-use, and oceanographic datasets through spatial analysis. The results indicate that coastal erosion is primarily driven by the combination of a narrow sandy shoreline, unconsolidated Holocene alluvial deposits, gently sloping bathymetry that promotes longshore currents, reduced sediment supply from upstream watersheds, and land-use changes characterized by wetland conversion and mangrove degradation. Furthermore, the proximity of settlements and infrastructure to the shoreline significantly increases coastal vulnerability. The findings demonstrate that effective erosion mitigation requires an integrated coastal management approach involving mangrove restoration, sustainable watershed management, coastal spatial planning, and the implementation of both engineering-based and ecosystem-based protection measures to enhance long-term coastal resilience.
Pengaruh Rasio Inokulum Campuran Saccharomyces cerevisiae dan Lactiplantibacillus plantarum terhadap Pembentukan Total Asam Selama Fermentasi Sari Buah Mengkudu Maya Futri Nur Rachmat; Nur Hana Putri Naya; Harita Nurwahyu Chamidy; Alfiana Adhitasari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) mengandung senyawa bioaktif seperti antioksidan, vitamin dan senyawa anti-inflamasi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan. Namun, sari buah mengkudu memiliki aroma menyengat sehingga kurang diterima oleh masyarakat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi aroma tersebut adalah fermentasi melalui pembentukan asam laktat oleh bakteri asam laktat yang berkontribusi terhadap penurunan pH dan perubahan karakteristik sari buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio inokulum pada fermentasi sari buah mengkudu berdasarkan total asam tertitrasi yang dinyatakan sebagai asam laktat. Fermentasi dilakukan secara anaerob menggunakan inokulum campuran Saccharomyces cerevisiae dan Lactiplantibacillus plantarum pada rasio 1:1, 2:1 dan 1:2 (v/v) selama 66 jam. Total asam tertitrasi dianalisis menggunakan titrasi asam-basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan total asam selama fermentasi menghasilkan pola fluktuatif dan tidak linear. Rasio inokulum campuran memengaruhi total asam yang dihasilkan, dengan rasio 1:1 menghasilkan total asam tertinggi dibandingkan rasio 2:1 dan 1:2. Total asam tertinggi sebesar 0,845% diperoleh pada rasio inokulum campuran S. cerevisiae dan L. plantarum sebesar 1:1 setelah fermentasi selama 66 jam.
Estimasi Produksi Emisi Gas Metana (CH4) dari Kegiatan Landfilling Menggunakan IPCC Model TPA di Jawa Timur Agges Brian Darmawan; Restu Hikmah Ayu Murti; R. Mohammad Alghaf Dienullah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah kota di Indonesia masih didominasi oleh metode penimbunan terbuka (open landfilling), di mana dekomposisi anaerobik sampah organik menghasilkan emisi gas metana (CH4) yang signifikan dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Penelitian ini mengestimasi potensi produksi CH4 dari kegiatan landfilling TPA di Jawa Timur, menggunakan metode IPCC 2006 Guidelines Tier 2. Data aktivitas diperoleh dari sampling komposisi dan densitas sampah selama delapan hari mengacu SNI 3964:2025, dipadukan dengan data timbulan sampah tahunan periode 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah yang masuk ke TPA meningkat dari 41.298 ton pada 2021 menjadi 55.501 ton pada 2025, didominasi oleh fraksi berkadar Degradable Organic Carbon (DOC) tinggi seperti food waste (22,11%), paper (10,92%), dan disposal nappies (7,43%). Berdasarkan model IPCC Tier 2, emisi CH4 meningkat secara progresif dari 0,056 Gg/tahun pada 2022 menjadi 0,266 Gg/tahun pada 2025, dan diproyeksikan mencapai 0,299 Gg/tahun pada 2027 seiring bertambahnya akumulasi sampah yang ditimbun. Temuan ini menjadi estimasi baseline produksi gas metana landfill tanpa infrastruktur penangkapan gas, bermanfaat bagi perencanaan pengelolaan gas landfill di TPA. Penelitian lanjutan disarankan untuk memvalidasi model melalui pemantauan emisi berkala serta mengkaji pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi terbarukan.