cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,308 Documents
Review Penuaan Hidrolitik pada Poliester Alifatik Biodegradabel: Mekanisme, Perubahan Struktur, dan Prediksi Umur Pakai Berbasis Arrhenius Desi Budi Ariani; Via Siti Masluhah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poliester alifatik biodegradable, meliputi polylactic acid (PLA), poly(lactic-co-glycolic acid) (PLGA), poly(3-hydroxybutyrate-co-3-hydroxyvalerate) (PHBV), dan poly(ε-caprolactone) (PCL), semakin banyak digunakan pada bidang kemasan dan biomedis karena memiliki sifat biodegradabel dan biokompatibel. Review ini membahas prediksi umur pakai poliester alifatik biodegradable berbasis model Arrhenius pada kondisi penuaan hidrolitik. Berbagai literatur dianalisis untuk mengkaji mekanisme degradasi hidrolitik, evolusi struktur material, teknik karakterisasi, kriteria akhir masa pakai, dan penerapan model Arrhenius dalam prediksi umur pakai untuk poliester alifatik biodegradable. Hasil telaah menunjukkan adanya hubungan berurutan antara difusi air, hidrolisis ikatan ester, chain scission, penurunan berat molekul, perubahan kristalinitas, perubahan struktur kimia, dan penurunan sifat mekanik. Selain itu, review ini membandingkan berbagai parameter yang digunakan selama degradasi hidrolitik, seperti berat molekul, kristalinitas, struktur kimia, sifat tarik, dan berat molekul. Review ini juga membahas peran parameter sebagai indikator degradasi, kriteria akhir masa pakai, dan parameter kinetika dalam prediksi umur pakai berbasis Arrhenius. Review ini memberikan perspektif terpadu yang menghubungkan mekanisme degradasi, evolusi struktur material, dan kegagalan mekanik sebagai dasar untuk meningkatkan keandalan prediksi umur pakai poliester alifatik biodegradable berbasis model Arrhenius.
Analisis Kelayakan Ekonomi pada Jalan Raya Serang KM 20 sampai KM 23 Berdasarkan Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Puja Intan Rahayu; Raka Surya Pradana; Riski Wahyudi; Siska Dewi; Kuni Saadati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya volume kendaraan angkutan barang menuju kawasan industri dan Pelabuhan Merak menyebabkan Jalan Raya Serang KM 20–KM 23 memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kecelakaan periode 2024–2025, serta menilai kelayakan ekonomi dua skenario lajur khusus sepeda motor berkonsep zero accident. Biaya kerugian ekonomi dihitung menggunakan metode The Gross Output berdasarkan pedoman Pd T-02-2005-B. Hasil menunjukkan total kerugian ekonomi mencapai Rp18.862.805.453, dengan titik rawan tertinggi pada Sub-Segmen F tahun 2024 dan Sub-Segmen A tahun 2025. Kecelakaan didominasi faktor human error, terutama gagal menjaga jarak dan ceroboh berpindah lajur, dengan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling banyak terlibat. Analisis kelayakan ekonomi selama umur rencana 40 tahun dengan discount rate 5,75% menunjukkan Alternatif 1 memiliki BCR 2,02, NPV Rp287.593.107, dan EIRR 10%, sedangkan alternatif 2 memiliki BCR 3,01, NPV Rp380.716.360, dan EIRR 13%. Alternatif 2 direkomendasikan sebagai solusi paling optimal karena memiliki kelayakan ekonomi dan efisiensi biaya yang lebih tinggi.
Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash dari PLTU Nagan Raya sebagai Adsorben Pengolahan Air Limbah Domestik Indra Sakti; Bahagia; Irda Yunita; Vera Viena; Chairul Amni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik berasal dari aktivitas harian manusia yang berkaitan dengan penggunaan air, terutama di kawasan permukiman. Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) merupakan limbah padat hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk mengolah air limbah domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan adsorben FABA dalam menurunkan konsentrasi polutan pada air limbah domestik. Adsorben FABA diperoleh dari pembakaran boiler dan diaktivasi secara kimia menggunakan NaOH 1 M. Kapasitas adsorpsi dianalisis dengan memvariasikan dosis adsorben (15, 20, dan 25 gram) dengan waktu pengadukan selama 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pH untuk seluruh massa dan jenis adsorben telah memenuhi baku mutu (pH 6–9). Penurunan BOD terbesar terjadi pada massa 25 gram, yaitu mencapai 2,8 mg/L (BA). Sementara itu, parameter TSS menunjukkan penurunan tertinggi pada massa 25 gram, yaitu mencapai 1,02 mg/L (FA). Secara keseluruhan, adsorben menunjukkan efektivitas tertinggi untuk BOD sebesar 83,815% menggunakan 25 gram BA, dan 70% untuk TSS menggunakan 25 gram FA.
Pengaruh Variasi Kerapatan Draft Tube Terhadap Karakteristik Hidrodinamika dan Kinerja Airlift Reactor Dalam Penyisihan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Brigitta Ardiana Diva Azzahra; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan parameter yang perlu diperhatikan dalam pengolahan air tanah karena konsentrasinya dapat melebihi baku mutu dan keberadaannya dalam bentuk terlarut memerlukan proses oksidasi untuk dapat dipisahkan. Airlift reactor (ALR) merupakan salah satu reaktor yang dapat digunakan dalam proses aerasi, dimana kinerjanya dipengaruhi oleh karakteristik hidrodinamika di dalam reaktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kerapatan wire mesh draft tube terhadap karakteristik hidrodinamika dan kinerja ALR dalam penyisihan Fe dan Mn. Penelitian dilakukan secara eksperimen dan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan variasi kerapatan draft tube 0 mm, 3 mm, dan 5 mm. Hasil pengukuran pada eksperimen menunjukkan bahwa peningkatan ukuran kerapatan draft tube meningkatkan oksigen teralut (DO) dari 6,50 mg/L menjadi 6,80 mg/L. Efisiensi penyisihan Fe meningkat dari 90,14% menjadi 96,56%, sedangkan penyisihan Mn meningkat dari 79,51% menjadi 86,07%. Hasil simulasi CFD menunjukkan bahwa peningkatan ukuran kerapatan draft tube menghasilkan distribusi pola aliran yang lebih merata dan meningkatkan gas holdup simulasi dari 0,0050 menjadi 0,0069. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variasi draft tube 5 mm menghasilkan kondisi hidrodinamika dan aerasi yang paling mendukung penyisihan Fe dan Mn.
Balancing Mechanical Properties, Water Resistance, and Soil Degradability of Rice Flour/CMC-Based Biodegradable Drinking Straws Alya Keisha Intan Chayrunisya; Qanitah Nibras Firmaniya; Srie Muljani; Luluk Edahwati; Caecilia Pujiastuti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of biodegradable drinking straws requires a balance between mechanical integrity, flexibility, water resistance, and post-use degradability. This study investigated the effects of rice flour-to-carboxymethyl cellulose (CMC) ratio and plasticizer conditions on the functional performance of biodegradable drinking straws. Five rice flour:CMC ratios (1:3, 1.5:2.5, 2:2, 2.5:1.5, and 3:1) were combined with two plasticizers (glycerol and sorbitol) at three loadings (1.5, 2.0, and 3.0 mL), resulting in 30 formulations. The resulting straws were evaluated for tensile strength, elongation at break, water resistance, and soil-burial degradation. Tensile strength ranged from 0.588 to 3.822 MPa, with the highest value obtained at a rice flour : CMC ratio of 1:3 containing 1.5 mL sorbitol. Elongation at break ranged from 12.545 to 88.964%, with the maximum achieved at a ratio of 3:1 containing 2.0 mL glycerol, demonstrating a clear strength–flexibility trade-off. Water resistance varied from 25 to 74%, while soil-burial mass loss reached 86.2–100% after 21 days. The different formulations maximizing tensile strength, flexibility, and water resistance indicate that plasticizer performance is strongly dependent on matrix composition rather than plasticizer identity alone.   
Penerapan Preemptive Goal Programming untuk Pemilihan Produk Smartphone pada Marketplace E-Commerce Indonesia Aisyah Nurhasanah Chamidy
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji perilaku model preemptive goal programming ketika aspiration level-nya diturunkan dari kumpulan kandidat itu sendiri. Kasus ujinya adalah persoalan pengadaan yang konkret: memilih 20 produk smartphone dari daftar penawaran pada sebuah marketplace e-commerce konsumen-ke-konsumen besar di Indonesia, dengan menyeimbangkan harga, rating, dan units sold. Sebanyak 230 daftar penawaran dikumpulkan melalui web scraping dan disaring menjadi 162 produk bersih dari enam merek. Model diselesaikan secara lexicographic sebagai binary integer program, kemudian diperiksa melalui sensitivity analysis 231 skenario, pembanding weighted sum model (WSM) pada lima skema bobot, serta uji Pareto dominance. Ketiga goal tercapai dengan deviasi nol, dan solusinya tetap stabil hingga target harga dipangkas lebih dari 61,5%. Goal rating terbukti tidak mengikat karena rating terkompresi pada batas atas skala, dan portofolio WSM hanya beririsan paling banyak 1 dari 20 produk dengan portofolio goal programming pada skema bobot mana pun. Temuan utamanya, portofolio yang dilaporkan bersifat degenerate sekaligus Pareto-dominated: terdapat alternatif yang menyamai rating-nya dengan biaya IDR 49.620.602 lebih rendah dan permintaan lebih tinggi. Karena itu, langkah pemulihan efisiensi perlu diperlakukan sebagai tahap wajib setiap kali aspiration level ditetapkan pada ukuran pemusatan.
Fermentasi Hidrolisat Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Oleh Zymomonas mobilis untuk Pembuatan Bioetanol Msy Rustinra Khairunnisa; Muhammad Yerizam; Erika Dwi Oktaviani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/j6nrjp12

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan limbah biomassa lignoselulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol karena mengandung selulosa, hemiselulosa, dan pati yang dapat dikonversi menjadi gula fermentabel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu fermentasi dan persentase starter Zymomonas mobilis terhadap kadar etanol serta mengarakterisasi bioetanol yang dihasilkan. Hidrolisis dilakukan menggunakan HNO₃ dengan variasi konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 N serta waktu hidrolisis 60, 75, dan 90 menit untuk memperoleh kondisi optimum. Hidrolisat terbaik difermentasi selama 24, 48, dan 72 jam dengan variasi starter 10, 15, 20, 25, dan 30%, kemudian didistilasi. Bioetanol hasil distilasi dikarakterisasi berdasarkan kadar etanol, densitas, pH, dan komposisi senyawa menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hidrolisis optimum diperoleh pada HNO₃ 10 N selama 60 menit dengan nilai 16,8 °Bx dan kadar gula reduksi 3,54%. Kondisi fermentasi optimum dicapai pada waktu fermentasi 48 jam dengan starter 15%, menghasilkan kadar etanol sebesar 57%. Bioetanol hasil distilasi memiliki kadar etanol 52%, densitas 0,8779 g/mL, pH 6, dan GC-MS mengidentifikasi etanol sebagai komponen dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit pisang kepok berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol melalui optimasi proses hidrolisis dan fermentasi menggunakan Zymomonas mobilis.
Analisis Kesesuaian Rencana dan Realisasi Bukaan Lahan Tambang Batubara di Kota Sawahlunto Berbasis Sistem Informasi Geografis Mega Rianes; Vera Surtia Bachtiar; Taufiq Ihsan
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/02g7k296

Abstract

Pembukaan lahan tambang batubara merupakan tahapan penting yang memerlukan perencanaan yang efektif untuk meminimalkan dampak lingkungan serta memastikan kepatuhan terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara rencana dan realisasi pembukaan lahan pada sepuluh Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) batubara di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menggunakan pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan sepuluh Kepala Teknik Tambang (KTT), serta digitasi bukaan lahan menggunakan citra Google Earth beresolusi tinggi. Data sekunder meliputi dokumen rencana reklamasi, dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), serta dokumen pengelolaan lingkungan yang telah disetujui. Analisis spasial dilakukan menggunakan ArcGIS untuk membandingkan luasan rencana dan realisasi pembukaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang cukup besar antara dokumen perencanaan dan kondisi aktual di lapangan. Perbedaan terbesar ditemukan pada WIUP X2, dengan luas realisasi pembukaan lahan mencapai 246,3 ha dibandingkan luas rencana sebesar 49,4 ha, sedangkan WIUP X10 menunjukkan tingkat kesesuaian yang paling baik. Hasil wawancara mengindikasikan bahwa ketidaksesuaian tersebut terutama disebabkan oleh lemahnya pengawasan internal, keterbatasan tenaga teknis yang kompeten dan peralatan pemetaan, pelaporan yang belum memadai, serta rendahnya kepatuhan terhadap rencana reklamasi yang telah disetujui. Pembukaan lahan yang melebihi rencana berpotensi meningkatkan risiko erosi, sedimentasi, degradasi ekosistem, serta ketidakcukupan dana jaminan reklamasi.
Analisis Perbedaan Indeks Pencemaran Air di Inlet dan Outlet Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat Muhammad Aulia Nur Rafi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Saguling sebagai waduk pertama dalam kaskade Sungai Citarum memegang peranan krusial sebagai penyaring awal beban pencemar dari hulu. Namun, pesatnya pertumbuhan aktivitas domestik, industri, dan pertanian di daerah tangkapan ait, serta budidaya Keramba Jaring Apung (KJA), memicu penurunan mutu air secara signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter dominan, status mutu air dan tren temporal pada titik inlet dan outlet Waduk Saguling berdasarkan data historis periode 2004–2025. Metode penelitian meliputi analisis frekuensi untuk mengidentifikasi parameter pencemar dominan serta metode Indeks Pencemar (IP) berdasarkan Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dengan acuan baku mutu air Kelas 2 (PP No. 22 Tahun 2021). Hasil analisis frekuensi (F > 50%), mengidentifikasi 4 parameter pencemar domina yang konsisten melampaui baku mutu pada kedua titik pemantauan, yaitu Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Klorin Bebas, dan Fosfat. Secara umum, status mutu air Inlet dan Outlet berada pada kategori Cemar Sedang (5,0 < IP ≤10). Rata-rata nilai IP pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan akibat efek pengentalan beban pencemar. Tingginya nilai IP dipicu oleh tingginya konsentrasi H2S. Secara keseluruhan, Waduk Saguling berkontribusi mereduksi beban pencemar dari hulu. Meski demikian, aktivitas KJA serta fenomena umbalan justru memicu parameter pencemar baru dititik Outlet, seperti nitrit, fosfat, dan H2S.
Studi Perbandingan Metode Ekstraksi Soxhlet, Hot Press dan Hot Press - Soxhlet terhadap Rendemen dan Karakteristik Fisikokimia Minyak Biji Bintaro Altriasih; Liony Dian Pertiwi; Hermin Kartika Sari; Teguh Taufiqurohim
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji bintaro (Cerbera manghas L.) merupakan biomassa non-edible yang berpotensi sebagai bahan baku biodiesel karena memiliki kandungan minyak nabati yang tinggi. Namun, pemanfaatan minyak biji bintaro masih terbatas karena diperlukan metode ekstraksi yang efektif untuk menghasilkan minyak dengan yield tinggi dan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode ekstraksi minyak biji bintaro dan mengevaluasi karakteristik minyak yang dihasilkan. Metode ekstraksi yang digunakan meliputi Soxhletasi menggunakan pelarut n-heksana, pengepresan panas (Hot Press), serta kombinasi Hot Press-Soxhletasi. Proses Soxhletasi dilakukan pada suhu 70 °C dengan variasi waktu ekstraksi 2, 4, 6, dan 8 jam, sedangkan metode Hot Press dilakukan pada variasi suhu 80, 90, dan 100 °C dengan waktu pengepresan selama 10 menit. Minyak hasil ekstraksi dianalisis berdasarkan yield, kadar asam lemak bebas (FFA), kadar air, densitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield tertinggi metode Soxhletasi diperoleh pada waktu ekstraksi 8 jam, yaitu sebesar 69,88%. Namun, berdasarkan evaluasi yield, karakteristik minyak, serta efisiensi waktu proses, waktu ekstraksi 2 jam direkomendasikan sebagai kondisi operasi dengan yield sebesar 65,77%, FFA sebesar 6,43%, dan kadar air sebesar 2,50%. Metode Hot Press menghasilkan kondisi terbaik pada suhu 80 °C, yaitu yield sebesar 7,75%, FFA sebesar 6,46%, dan kadar air sebesar 2,44%. Sementara itu, metode kombinasi Hot Press-Soxhletasi menghasilkan yield sebesar 26,65% pada suhu Hot Press 80 °C, dengan nilai FFA sebesar 15,51% dan kadar air sebesar 19,42%. Secara keseluruhan, metode Soxhletasi memberikan performa terbaik sehingga direkomendasikan sebagai metode ekstraksi minyak biji bintaro.