cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,307 Documents
Usulan Perbaikan Postur Kerja Pekerja Pada Stasiun Sortasi Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) di PT Multimas Nabati Asahan Ahmad Azhar Azzam Ibnu Lukman; Cut Ita Erliana; Bakhtiar
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/stngrk35

Abstract

PT Multimas Nabati Asahan merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit yang stasiun sortasinya masih dioperasikan secara manual, di mana pekerja memeriksa Tandan Buah Segar (TBS) dengan postur membungkuk dan tumpuan kaki yang tidak seimbang dalam waktu lama sehingga berpotensi menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk menilai postur kerja pekerja stasiun sortasi menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) serta merumuskan usulan perbaikan guna menurunkan risiko MSDs. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian postur dengan REBA, kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan otot rangka, dan pengukuran antropometri sebagai dasar perancangan fasilitas kerja. Objek penelitian adalah delapan pekerja stasiun sortasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pekerja (100%) berada pada kategori risiko tinggi dengan skor REBA berkisar antara 8 hingga 10, yang disebabkan oleh sudut fleksi leher dan punggung sebesar 25°–45°, posisi kaki yang tidak seimbang saat berdiri di atas tumpukan buah, serta beban tambahan berupa tongkat sortasi dan TBS. Skor rata-rata kuesioner NBM sebesar 80,13 yang tergolong tinggi, dengan keluhan terbanyak pada leher, punggung, pinggang, lengan, dan kaki. Usulan perbaikan yang dirumuskan meliputi pengaturan waktu istirahat singkat secara berkala, perubahan posisi tubuh selama bekerja, serta rancangan standing platform berdasarkan data antropometri pekerja guna mendukung postur kerja yang lebih seimbang dan ergonomis.
The Effect of Coconut Shell Activated Carbon Dosage on the Removal of Remazol Brilliant Blue R Alya Zettira Sayyida Sulaeman; Deika Irham Faza Al-Ghaniy; Herawati Budiastuti; Tifa Paramitha
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Textile wastewater contains Remazol Brilliant Blue R (RBBR), a persistent synthetic dye that is difficult to degrade naturally. This study aimed to characterize coconut-shell activated carbon, determine the most effective adsorbent dose and contact time for RBBR removal, and evaluate Pseudo First Order (PFO) and Pseudo Second Order (PSO) kinetic models. The activated carbon was prepared by carbonization at 700°C for 2 h followed by activation with 10% (w/v) H₃PO₄ for 24 h. Batch adsorption used 100 mL of 50 ppm RBBR at adsorbent doses of 0.5–5 g/L and contact times of 5–60 min at 150 rpm. Adsorbent quality was evaluated according to SNI 06-3730-1995 and RBBR concentration was determined by UV–Vis spectrophotometry at λmax 630 nm. All activated-carbon quality parameters met the standard: moisture 4.52%, ash 2.33%, volatile matter 2.60%, fixed carbon 90.55%, and iodine number 856.58 mg/g. The highest Run-2 removal efficiency was 41.68% at 3 g/L and 60 min, leaving 29.2 ppm RBBR. Neither kinetic model consistently described all doses because qt fluctuated with contact time. PFO showed the highest fit at 4 g/L (R²=0.978), while PSO was highest at 5 g/L (R²=0.851). At the optimum dose of 3 g/L, PSO yielded R²=0.447 and was therefore insufficiently representative. The adsorption behavior was also affected by mass transfer and intraparticle diffusion.
Failure Analysis of Paving Block Production Using Failure Mode and Effects Analysis Method at UD. Baja Mulia Yohana Dian Putri; Syukriah; Sherly Humaira Stanzah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD. Baja Mulia is a paving block manufacturing company that continues to experience product failures during its production process, with a daily failure rate ranging from 5% to 15%, exceeding the company’s defect tolerance limit of 2%. This study aims to analyze the failure risk in the paving block production process using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method and to develop improvement proposals using the Kaizen method through the 5W1H approach. A quantitative descriptive approach was employed, and data were collected through observation, interviews, and documentation. The analysis results indicate that grivis failure has the highest Risk Priority Number (RPN) value of 343, making it the primary priority for improvement. The causes of failure are associated with human, method, material, machine, and environmental factors. The proposed improvements focus on arranging paving blocks on wooden pallets to prevent contact between products, providing on-the-job training for new operators, and implementing mixture testing as a standard inspection procedure before the molding process. These improvement proposals are expected to reduce the risk of grivis failure in the paving block production process.
Optimization Of Iot-Based Molasses Fermentation Process Using Saccharomyces Cerevisiae For Enhanced Bioethanol Yield Adriansyah Drajat Dwistara
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioethanol fermentation from molasses is one strategy for turning sugar-industry waste into a renewable energy source. This study designed and built an Internet of Things (IoT)-based bioethanol fermentation system integrated with temperature (DS18B20), pH (PH-4502C), CO₂ gas (MQ-135), ethanol vapor (MQ-3), pressure (HX710B), and bubble-counter (FC-03) sensors on an ESP32 module, equipped with a real-time monitoring dashboard and data-logging system. Fermentation was carried out using Saccharomyces cerevisiae at molasses concentrations of 15, 16, and 18 °Brix, with 2 g/L ammonium-sulfate (ZA) nutrient supplementation, an operating temperature of 32–36 °C, and a 48-hour fermentation time. The actual bioethanol yield reached 20.94% (efficiency 40.98%) at 16 °Brix, 20.24% (39.60%) at 15 °Brix, and 15.27% (29.89%) at 18 °Brix, even though 18 °Brix recorded the highest sugar conversion (54.80%); this discrepancy is attributed to carbon diversion toward the High-Osmolarity-Glycerol (HOG) pathway under elevated osmotic pressure. The CO₂-proxy and ethanol-estimate profiles showed qualitatively consistent trends that aligned with the early fermentation rate across variations, but were non-selective and prone to saturation, so they are valid only as trend indicators rather than absolute measurements. The optimum molasses concentration was found at 16 °Brix, providing a basis for refining IoT-based bioethanol fermentation monitoring in future work.
Evaluasi Upaya Pengurangan Sampah Melalui Pemilahan dan Pengolahan di Itenas Bandung Nurul Putri Shafira
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan sampah di lingkungan kampus dapat diperkuat apabila sampah dipisahkan sejak sumber dan selanjutnya diarahkan pada pengolahan yang sesuai. Penelitian ini mengevaluasi upaya pengurangan sampah melalui pemilahan dan pengolahan di Institut Teknologi Nasional Bandung dengan membandingkan kondisi eksisting dan kebutuhan perencanaan. Proyeksi timbulan yang digunakan sebesar 14,73 m³/hari. Pada pemilahan, tersedia 5 keranjang khusus botol plastik dan gelas plastik dengan kapasitas 196 L/unit atau total 980 L, sedangkan kebutuhan perencanaan sekitar 10 unit sehingga diperlukan penambahan 5 unit. Pada pengolahan organik, kondisi eksisting terdiri atas 4 biopori 20 L, 4 biopori 25 L, 8 karung pengomposan, dan 5 Loseda, sehingga terdapat 21 unit dengan kapasitas total 0,650 m³. Kebutuhan perencanaan adalah 67 unit untuk setiap metode atau 268 unit secara keseluruhan, sehingga diperlukan penambahan 247 unit, terdiri atas 63 biopori 20 L, 63 biopori 25 L, 59 karung pengomposan, dan 62 Loseda. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kesenjangan antara fasilitas yang tersedia dan kebutuhan perencanaan, sehingga optimalisasi pemilahan dan pengolahan diperlukan untuk memperkuat upaya pengurangan sampah.
Perancangan dan Evaluasi Struktural Model Geodatabase Identifikasi Wilayah Pengiriman Berbasis Wilayah Administrasi, Kode Pos, dan Kode Lokasi Sumarno; Nada Nafisyah Nurulhakim
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertukaran data alamat dalam layanan logistik melibatkan informasi wilayah administrasi, kode pos, kode lokasi organisasi, dan zona layanan. Pada model awal, referensi tersebut disimpan sebagai kode gabungan dan atribut permanen pada entitas wilayah sehingga berpotensi menimbulkan redundansi, anomali pemutakhiran, dan ambiguitas antara identitas lokasi dengan perannya sebagai asal atau tujuan pengiriman. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi model geodatabase yang memisahkan identitas lokasi, skema kode, kode eksternal, wilayah administrasi, wilayah pos, zona layanan, dan peran lokasi dalam transaksi. Penelitian menggunakan Design Science Research Methodology melalui identifikasi masalah, perumusan persyaratan, perancangan model, demonstrasi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui delapan persyaratan desain, enam skenario sintetis, dan pemetaan konseptual terhadap standar terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dapat memisahkan identitas dan peran transaksi, merepresentasikan hubungan wilayah administrasi dan wilayah pos, serta mengelola klasifikasi zona, versi, dan masa berlaku referensi. Penelitian belum menerapkan artefak pada basis data fisik atau menguji ketepatan identifikasi lokasi dan kinerja logistik pada lingkungan operasional.
Pengaruh Variasi Massa dan Waktu Kontak Biochar Lumpur IPAL Teraktivasi NaOH terhadap Adsorpsi Cr(VI) Brigita Karin Nainggolan; Danisa Dwi Anggraeni; Herawati Budiastuti; Lidya Risang Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah industri tekstil sering mengandung logam berat kromium heksavalen [Cr(VI)] yang bersifat toksik dan karsinogenik sehingga perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi biochar teraktivasi NaOH berbahan baku lumpur IPAL industri makanan ringan sebagai adsorben Cr(VI). Biochar dibuat melalui karbonisasi lumpur IPAL kering pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi menggunakan larutan NaOH 2 M selama 24 jam. Proses adsorpsi batch dilakukan pada 100 mL larutan Cr(VI) 100 ppm dengan pH 2, variasi massa adsorben 3–7 gram, serta waktu kontak 30–90 menit. Morfologi biochar dikarakterisasi menggunakan SEM, sedangkan konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa aktivasi NaOH menghasilkan permukaan biochar yang lebih kasar, berongga, dan berdistribusi pori lebih merata dibandingkan biochar tanpa aktivasi. Efisiensi adsorpsi tertinggi sebesar 15,8% diperoleh pada massa adsorben 7 gram dan waktu kontak 60 menit, dengan kapasitas adsorpsi maksimum 0,2201 mg/g; biochar tanpa aktivasi hanya menghasilkan efisiensi 3,3% pada kondisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivasi NaOH, massa adsorben, dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi biochar lumpur IPAL, meskipun kadar abu dan daya serap iodin biochar masih belum memenuhi baku mutu karbon aktif sesuai SNI 06-3730-1995.