cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): December" : 7 Documents clear
Klasifikasi Kelas Tanah dan Indeks Kerentanan Seismik pada Lokasi Jaringan Sensor Seismik di Bali dan Nusa Tenggara I Putu Dedy Pratama; Mario Charlos Rohi Koten
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.35145

Abstract

Jaringan sensor seismik BMKG memiliki data sinyal yang merekan setiap getaran di wilayah setempat. Sensor seismik yang tersebar perlu dilakukan analisis klasifikasi kelas tanah dan indeks kerentanan seismik untuk mengetahui kondisi tanah sensor yang berpengaruh pada kualitas hasil analisis parameter gempabumi khususnya magnitudo lokal. Penulisan ini menggunakan data rekaman sinyal sensor seismik BMKG di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Data rekaman sinyal dianalisis dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan dan faktor amplifikasi. Hasil analisis HVSR selanjutnya digunakan untuk menghitung dan menentukan klasifikasi jenis tanah dan indeks kerentanan seismik. Dari 26 sinyal yang berhasil dianalisis menunjukan bahwa 18 sensor berada pada batuan keras, 5 sensor pada tanah keras, 1 sensor pada tanah medium, dan 2 sensor pada tanah lunak. Indeks kerentanan seismik tertinggi terdapat pada lokasi sensor DNP dengan nilai 25,328 dan terendah pada sensor RTBI dengan nilai 0,091. Sebagian besar lokasi sensor di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berada pada batuan keras dan memiliki indeks kerentanan seismik yang rendah, sehingga jaringan sensor di wilayah ini dapat memberikan hasil magnitudo lokal yang baik.
Simulasi Pengaruh Durasi Pengisian-Pengosongan Terhadap Performa Baterai Dinamis Asam Timbal Ervinka Felindia; Silvi Hadila; Irfan Fajar Hidayah; Satria Pamungkas Panji Kumara; Gancang Saroja; Kurriawan Budi Pranata; Muhammad Ghufron
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.34907

Abstract

Baterai dinamis asam timbal berbasis redoks adalah jenis baterai sekunder yang dapat diisi ulang atau rechargeable dengan kondisi elektrolit dialirkan melewati sel oleh pompa. Sistem baterai yang dibuat adalah simulasi menggunakan software COMSOL Multiphysics.5.1.Win.SSQ. Simulasi dilakukan pada 1 sel baterai dinamis asam timbal pada suhu kerja 300 K, volume 1000 cc, densitas arus 200 mA/cm2 dengan 4 variasi durasi pengisian-pengosongan yaitu 1 jam, 1,5 jam, 2 jam dan 2,5 jam selama satu siklus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bertambahnya waktu pengisian-pengosongan mampu meningkatkan tegangan kerja baterai, meningkatkkan konsentrasi dipermukaan elektroda dan jumlah ion aktif pada elektrolit. Hal ini menunjukkan bahwa pengisian baterai dinamis asam timbal dari 1 jam hingga 2,5 jam belum mencapai pengisian penuh baterai yang dibuat karena tegangan akhir belum mencapai 2,4 Volt.  Efisiensi energi pada baterai dinamis asam timbal memiliki rentang 72%-73%.
Pengaruh Penambahan Nukleator SrCl2.6H2O dan Pengental HEC terhadap Efek Supercooling dan Pemisahan Fase PCM CaCl2.6H2O Sri Rahayu Alfitri Usna; Inge Magdalena Sutjahja; Daniel Kurnia
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.40317

Abstract

Kalsium klorida heksahidrat (CaCl2.6H2O) merupakan salah satu material berubah fase (Phase Change Material, PCM). Material ini termasuk dalam kelompok PCM inorganic garam hidrat dengan temperatur lebur 29 °C dan entalpi yang cukup tinggi yaitu 190 kJ/kg, sehingga berpotensi sebagai medium penyimpan energi termal laten (latent thermal energy storage, latent TES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan 1% berat agen nukleator stronsium klorida heksahidrat (SrCl2.6H2O) dan 1-2% berat agen pengental hidroksietil selulosa (HEC) pada CaCl2.6H2O untuk meminimalkan efek supercooling dan pemisahan fase, serta percepatan proses nukleasi. Dari hasil eksperimen yang dilakukan, penambahan 1% berat SrCl2.6H2O dapat mengurangi efek supercooling secara signifikan, efek pemisahan fase sekitar 70% hingga iterasi ke-38, serta percepatan proses nukleasi CaCl2.6H2O dibandingkan tanpa penambahan SrCl2.6H2O. Sedangkan untuk komposisi SrCl2.6H2O (1% berat) + HEC (1-2% berat) juga mampu mengurangi efek supercooling secara signifikan, begitu pula dengan efek pemisahan fasenya yakni sekitar 60% hingga iterasi ke-38.
Kunci Sepeda Motor Dengan RFID RC522 Menggunakan e-SIM dan e-KTP Sebagai Tag Berbasis Mikrokontroller Parwanto Parwanto; Mukhlis Rohmadi; Nur Inayah Syar
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.39158

Abstract

Kejahatan di indonesia marak terjadi salah satunya pencurian sepeda motor yang hanya mengandalkan keamanan bawaan dari pabrik berupa kunci bahu, namun demikian masih marak pencurian yang terjadi. Meskipun menggunakan jasa pengaman baik satpam maupun petugas parkir tidak jarak pencurian sepeda motor masih marak terjadi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancang rancang bangun kunci sepeda motor e-SIM dan e-KTP, mengetahui kelayakan dan efektivitas sebagai kunci sepeda motor menggunakan kartu. Sistem keamanan ini dilengkapi alarm peringatan berupa klakson dan sein aktif saat terjadi pembobolan. Metode pengembangan yang digunakan yaitu Research and Development model 4-D, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, wawancara dan lembar pengamatan. Hasil dari rancang bangun kunci pada penelitian ini menggunakan e-SIM maupun  e-KTP sebagai Tag berbasis mikrokontroller, RFID RC522 sebagai sensor baca Tag, LCD 16x2, klakson dan sein sebagai indikator. Dari segi kelayakan menunjukkan desain 83,333% sangat layak digunakan, 94,230% dari ahli IT dan 85,256 dari teknisi mesin. Efektivitas menunjukkan hasil pengukuran maksimal jarak pembacaan e-SIM 3 cm dari sensor dan e-KTP 2 cm dari sensor serta alat dapat membedakan e-SIM dan e-KTP terdaftar dan tidak terdaftar yang diprogram pada mikrokontroller. Kunci sepeda motor e-SIM dan e-KTP tidak melanggar undang-undang lalu lintas dan layak jalan.Kata kunci     : Kunci sepeda motor; RFID; e-SIM; e-KTP; Mikrokontroller
Pengaruh Variasi Karbon Aktif dari TKKS Pada TiO2 Terhadap Efisiensi Sel Surya DSSC Menggunakan Dye Kulit Jengkol (Pitchellobium Lobatum Benth) Rika Rosmalinda; Rahmawati Rahmawati; Teuku Andi Fadlly
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.39222

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi karbon aktif dari TKKS pada TiO2 terhadap efisiensi sel surya DSSC menggunakan dye kulit jengkol (pitchellobium lobatum benth) menggunakan penyinaran matahari langsung. Karbon aktif dari TKKS diaktivasi menggunakan metode aktivasi fisika dan kimia. Aktivasi fisika dilakukan dengan furnace sampel pada temperatur 400 ºC selama 1 jam. Aktivasi kimia dilakukan dengan perendaman pada larutan H3PO4 95% selama 2 hari. Sel surya dibuat dengan variasi komposit karbon aktif dari TKKS sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Dye dibuat menggunakan kulit jengkol dengan pelarut kimia etanol 95% dan HCl 1 M, dengan waktu perendaman 48 jam. Elektrolit iodida digunakan dengan mencampurkan KI dan yodium pada pelarut asetonitril. Analisis energi gap dengan menggunakan metode four-point probe dan karakteristik I-V pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif. Hasil analisis energi gap menunjukkan nilai tertinggi 2.9 eV pada sampel TiO2-C 5% dan terendah 2.3 eV pada sampel TiO2-C 20%. Hasil karakteristik I-V menunjukkan nilai Voc dan Isc semakin meningkat seiring penambahan persentase karbon pada komposit TiO2/karbon aktif dari TKKS, yaitu 383 mV dan 0.2 mA. Efisiensi sel surya tertinggi terdapat pada sampel TiO2-C 20% sebesar 0.00304%.Kata Kunci: Komposit; TiO2; Karbon Aktif TKKS; Four-Point Probe; Karakteristik I-V
Uji Paparan Radiasi Pada Ruangan Panoramik Dengan Menggunakan Surveymeter Di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang Desty Anggita Tunggadewi; Febria Anita; Fauzi Ahmad
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.34560

Abstract

Pengujian paparan radiasi pada ruang panoramik dengan menggunakan surveymeter di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Tangerang.  Dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi harus diketahui demi keselamatan kerja. Pada penelitian ini juga  dianalisis efektivitas perisai radiasi pada ruang panoramik. Pengukuran dilakukan pada saat ekspose dengan pesawat panoramik menggunakan surveymeter. Pengukuran dosis paparan diambil di titik-titik yang telah ditentukan di dalam maupun diluar ruang panoramik juga dilakukan pengukuran laju dosis (Dx). Pengukuran efektivitas perisai di ambil pada sekeliling dinding ruangan panoramik, pintu masuk dan shielding. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi pada ruang panoramik sisi kiri 0,945 mSv/h, sisi kanan 3,363 mSv/h, sisi depan 0,439 mSv/h, sisi bagian dalam pintu 0,161 mSv/h, depan shielding 0,947 mSv/h,  belakang shielding 0,039 mSv/h. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi di luar ruangan yaitu ruang BMD 0,012 mSv/h, ruang operator 0,02 mSv/h, ruang pendaftaran 0,032 mSv/h dan pintu luar 0,061 mSv/h. Uji paparan pada titik-titik yang telah dilakukan pada pengukuran laju dosis ( dengan jarak 1 meter dari tiap-tiap tembok dengan ketebalan tembok 20 cm mendapatkan hasil tembok I 9,03 x  mSv/h, tembok II 3,21 x mSv/h, tembok III 4,19 x   mSv/h, tembok IV 2,89 x shielding dengan tebal 5 cm : 0,061 mSv/h, pintu dengan tebal 4 cm : 0,029 mSv/h. Efektivitas perisai radiasi terdapat pada Ruang BMD (Bone Mineral Density) 98,73 %, ruang Operator 99,4 %, pendaftaran : 92,71 %, pintu bagian belakang : 90,06 %, atap beton : 99,20 %, belakang shielding :  95,88 %. Dari hasil uji yang telah dilakukan, ruangan panoramik aman untuk pekerja radiasi karena paparan radiasi yang diterima lebih kecil dari nilai batas aman menurut Perka Bapeten no 4 tahun 2013.
Analisis Mikrotremor untuk Evaluasi Kerentanan Gempa Bumi pada Gedung Perkuliahan ITS NU Pekalongan Abdul Hakim Prima Yuniarto; Heri Kiswanto
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.41171

Abstract

Gedung perkuliahan ITS NU Pekalongan merupakan bangunan bertingkat dengan 3 lantai dan masih relatif baru, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang ketahanan dan kekuatan dari struktur bangunan. Analisis mikrotremor telah dilakukan di gedung perkuliahan ITS NU Pekalongan untuk mengetahui frekuensi natural pada bangunan dan tingkat resonansi bangunan terhadap gempa bumi. Penelitian dilakukan menggunakan metode floor spectral ratio (FSR) untuk memperoleh frekuensi natural dan tingkat resonansi gedung. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh rata-rata nilai frekuensi natural pada gedung perkuliahan ITS NU Pekalongan sebesar 2,53 Hz untuk komponen timur-barat, sedangkan untuk komponen utara-selatan sebesar 2,60 Hz. Nilai rata-rata frekuensi natural pada gedung perkuliahan ITS NU Pekalongan lebih besar daripada nilai frekuensi natural pada tanah (open ground) sebesar 2,17 Hz, sehingga gedung dalam kondisi yang baik. Indeks resonansi pada gedung perkuliahan ITS NU Pekalongan memiliki nilai rata-rata sebesar 16,62% untuk komponen timur-barat, sedangkan untuk komponen utara-selatan rata-ratanya sebesar 20%, sehingga tingkat resonansinya dapat dikategorikan sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7