cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2017)" : 9 Documents clear
Identifikasi Kearifan Budaya Lokal Pada Usahatani Padi Ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Surya Darma; Luthfi Fatah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.597

Abstract

Identifikasi terhadap sistem pengetahuan dan teknologi lokal dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kearifan budaya dalam mendayagunakan sumberdaya alam, ekonomi dan sosial secara bijaksana dengan tetap mengacu pada pemeliharaan keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kearifan budaya lokal yang ada pada masyarakat adat Dayak Meratus yang mempunyai keterkaitan terhadap usahatani padi ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. Data terpusat pada kearifan budaya lokal yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan nilai, pengetahuan, teknologi, aturan, kepercayaan, tabu (larangan), sangsi-sangsi dan upacara tertentu dalam pelaksanaan usahatani padi. Hasil penelitian ini menunjukkan Kearifan budaya lokal pada usahatani padi dilahan tugalan/ladang dayak meratus dicirikan dengan adanya pola perladangan gilir balik yang didalam pola tesebut meliputi beberapa tahapan yaitu, penentuan lahan, penyiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen. Serta peran penyuluh sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian terlebih lagi dalam keadaan masyarakat tani yang pola pertaniannya masih tradisional, peran penyuluh untuk meningkatkan kemampuan masyarakat tani baik dalam bentuk pola pikir dan mampu mempengaruhi petani sasaran untuk mengadopsi teknologi baru dan akhirnya meningkatkan kemampuan masyarakat petani yang ada dipedesaan untuk meningkatkan hasil produksi usahataninya dengan tetap memperhatikan kebudayaan lokal yang ada. Kata kunci: kearifan budaya lokal, identifikasi budaya lokal, padi ladang.
ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN BERDASARKAN STRATA PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LOKTABAT UTARA Elita Hariri Marda; Artahnan Aid; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.617

Abstract

Rumah Tangga merupakan salah satu dasar unit analisis yang digunakan dalam bidang sosial, serta penting pada ilmu ekonomi. Konsumsi pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dengan berbagai golongan pangan yang ada yaitu : karbohidrat, protein, zat pengatur (sayurbuah), lemak-minyak. Biasanya konsumsi pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : jumlah anggota rumahtangga, pendidikan ibu rumahtangga, pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian ini, agar dapat mengetahui pola konsumsi pangan yang ada di kelurahan loktabat utara, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga. Data penelitian ini diperoleh berdasarkan kuisioner dengan wawancara langsung terhadap sampel yang diambil 20 rumah tangga di perumahan, dan 20 rumah tangga di nonperumahan. Untuk tujuan pertama digunakan analisis deskriptif untuk mengetahui pola konsumsi yang ada di kelurahan loktabat utara, untuk mengerahui tujuan kedua digunakan analisis regrsi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi.Hasil penelitian diketahui bahwa konsumsi pangan rumah tangga dikelurahan loktabat utara masih rendah dibandingkan dengan standar nasional, faktor yang mempengaruhi signifikan adalah jumlah anggota rumahtangga dan pendapatan rumah tangga, sedangkan pendidikan ibu rumah tangga tidak berpengaruh signifikan.Kata kunci: pola konsumsi, rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga 
PERAN KEMITRAAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER DI KOTA BANJARBARU Firman Yunizar; Yusuf Azis; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.600

Abstract

Dalam upaya pengembangan pertanian, kondisi pertanian dihadapkan pada permasalahan pengusahaan skala ekonomi kecil dengan luas lahan yang relatif kecil dan penggunaan teknologi yang sederhana serta permodalan yang terbatas. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan para pelaku usaha pertanian ke sektor yang lebih modern yaitu sektor industri dengan konsep kemitraan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola kemitraan yang terjalin antara peternak dan perusahaan, dampak kemitraan terhadap pengembangan usaha dan pendapatan, menganalisis perbandingan pendapatan saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan serta mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak ayam broiler.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2017.Metode analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis RCR. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukanpola kemitraan yang diikuti seluruh responden peternak ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah pola inti plasma, kemitraan memiliki dampak positif terhadap pengembangan skala usaha dan pendapatan yang diperoleh peternak ayam broiler yang dilihat berdasarkan peningkatan jumlah kandang, luas lahan usaha, populasi ayam yang dipelihara dan pendapatan bersih yang diperoleh peternak saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan, rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak sebelum menjalin kemitraan sebesar Rp 15.21.250 sedangkan rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak setelah menjalin kemitraan sebesar Rp 30.427.259.Besarnya RCR pada saat sebelum menjalin kemitraan yaitu 1,1825 sedangkan besarnya RCR setelah menjalin kemitraan yaitu 1,2173 dan Permasalahan yang terjadi pada peternak dengan pola kemitraan adalah terjadinya keterlambatan waktu pembayaran.Kata kunci: kemitraan, usaha peternakan, pendapat, ayam broiler.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Usahatani Agripolit) Muhammad Ichwan; Kamiliah Wilda; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.614

Abstract

 Indonesia adalah tempat habitatnya jamur, karena jenis jamur yang tumbuh di Indonesia banyak dan beragam, hal ini disebabkan kesadaran dan tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi, akibatnya konsumsi jamur meningkat. Tujuan penelitian menganalisis keadaan finansial usahatani jamur tiram, mencakup biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, menganalisis titik impas usahatani jamur tiram, mengetahui permasalahan yang dihadapi petani usahatani Jamur Tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jamur tiram dengan Jumlah baglog 5000. Menunjukkan biaya total sebesar Rp 19.108.333,/periode (4 bulan), produksi rata-rata sebanyak 4.500 kg/periode, penerimaan sebesar Rp 112.500.000,-/periode, pendapatan sebesar Rp 93.391.667,-/periode. Titik impas atau break event point (BEP) unit usahatani jamur tiram tercapai pada saat rata-rata produksi sebanyak 335 kg/periode atau dinyatakan dengan nilai sebesar Rp 8.378.754,32,-/periode ini layak dan menguntungkan karena berada diatas titik impas. Permasalahan utama yang dihadapi dalam usahatani jamur tiram yaitu, keterlambatan saat memperoleh serbuk gergaji, bibit (bahan baku) dan kelebihan produksi.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, titik impas 
ANALISIS FAKTOR TERHADAP PENGAMBLAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KERIPIK PISANG PADA SEGMEN REMAJA DI KOTA BANJARBARU Siti Zubaidah; Djoko Santoso; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.601

Abstract

Dalam upaya menciptakan produk yang diterima konsumen dan mencapai keuntungan tertentu, pelaku usaha harus mengetahui faktor yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan konsumen dalam pembelian keripik pisang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan keripik pisang pada segmen remaja diharapkan mendapatkan kombinasi atribut yang diinginkan konsumen maupun produk baru sebagai ide pembuatan produk keripik pisang. Kombinasi  atribut  juga sangat  penting   dilakukan  dikarenakan  selera dan  persepsi berbeda oleh konsumen meski berada dalam situasi yang sama. Tujuan penelitian ini adalah menganilisis faktor yang dipertimbangkan segmen remaja dalam memilih produk kerpik pisang dan pemetaan persepsi dalam pemilihan produk. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai dengan bulan September 2017. Metode penelitian menggunakan metode kuisioner. Teknik menggunakan convenience group sampling yaitu teknik non-probabilitas sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan kemudahan, bersedia dan paling mudah dijangkau. Analisis data yang digunakan adalah analisis faktor. Analisis faktor adalah teknik untuk mengekstraksi sejumlah variabel menjadi faktor baru yang lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menunjukkan persepsi remaja dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian keripik pisang adalah faktor “Popularitas”, “Kemasan”, “Variasi”, “Bentuk” dan “Ketebalan”. Berdasarkan pemetaan persepsi, faktor popularitas dan kemasan produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan pembelian keripik pisang pada remaja.Kata kunci:segmen remaja, keripik pisang, analisis fakor, persepsi 
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Sayur Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru Rusidah Rusidah; Artahnan Aid; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.598

Abstract

Karakteristik sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani sayur dan usahatani, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi (tingkat pendapatan petani, pendidikan formal dan non formal, kepemilikan lahan, dan pengalaman berusahatani), serta mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pendapatan petani sayur di Kelurahan Loktabat Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per usahatani petani sayur sebesar Rp 1.464.858, Pendidikan formal rata-rata petani sayur adalah SMP, sedangkan pendidikan non formal dari 33 orang hanya 5 orang atau 15,15% yang pernah mengikuti pendidikan non formal, Kepemilikan lahan rata-rata yang  digarap petani adalah lahan kebun dengan status sewa dan total luas lahan yang dimiliki adalah 4.80 ha, dengan rata-rata 0,15 ha. Rata-rata pegalaman berusahatani petani sayur adalah 10,73 tahun. Kendala yang di hadapi petani umumnya adalah hama penyakit tanamaan (ulat) dan iklim (hujan, kemarau, banjir) dengan persentase sebesar 78,79%.
KONTRIBUSI USAHATANI JERUK SIAM TERHADAP PENDAPATAN BERSIH RUMAHTANGGA PETANI DI DESA SUNGAI TUAN ULU KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Aurora Vianda; Muhammad Husaini; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.616

Abstract

Jeruk salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia. Selain buah jeruk, petani juga menanam tanaman pangan seperti padi. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui pendapatan bersih usahatani jeruk siam dan pendapatan bersih rumahtangga petani, kontribusi usahatani jeruk siam terhadap pendapatan rumahtangga petani, dan tingkat kesejahteraan rumahtangga petani. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-September 2017 di Desa Sungai Tuan Ulu Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Pemilihan lokasi dilakukan secara secara sengaja. Sampel sebanyak 30 orang petani dengan menggunakkan random sampling. Pendapatan bersih yang yang diperoleh pada usahatani jeruk siam di desa Sungai Tuan Ulu sebesar Rp 13.772.568,89 per tahun. pendapatan bersih rumah tangga petani yang terdiri dari pendapatan usahatani jeruk siam, pendapatan usahatani padi, pendapatan non usahatani dan pendapatan tenaga kerja dalam keluarga sebesar Rp 25.927.453,08 per tahun. Nilai kontribusi usahatani jeruk siam sebesar 53,12%. Hal ini berarti bahwa usahatani jeruk siam kontribusinya lebih dari setengah pendapatan total petani. Berdasarkan indikator garis kemiskinan Badan Pusat Statistik 86,67% rumahtangga petani tidak miskin atau sejahtera dan sisanya 13,33% tidak sejahtera. Sedangkan indikator Bank Dunia 43,33% rumahtangga petani tidak miskin atau sejahtera dan sisanya 56,67% tidak sejahtera.Kata kunci: pendapatan, uasahatani, jeruk siam, kontribusi, tingkat kesejahteraan
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA RUMAH MAKAN AL ZAHRA EXPRESS FOOD DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS) Redhani Pamungkas Dwi Suryo; Nuri Dewi Yanti; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.599

Abstract

Indikator yang terdiri dari tingkat kepentingan dan tingkat kinerja, untuk rata-rata skor tingkat kepentingan didapat skor 4,46 termasuk kategori Sangat Penting dan rata-rata skor tingkat kinerja didapat skor 2,60 termasuk kategori Cukup Puas. Tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Al Zahra Express Food di Kota Banjarbaru didapat nilai sebesar 78,18% dengan kriteria Puas, jadi konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil yang diperoleh, ada 5 atribut yang perlu ditingkatkan lagi terhadap pelayanan yang diberikan juga sebagai bahan evaluasi bagi pihak perusahaan, terdapat pada atribut pengangkatan peralatan kotor, atribut penyambutan dan penerimaan tamu, atribut penawaran makanan penutup, atribut pelayanan selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada konsumen dari kelima atribut tersebut diharapkan pihak manajemen perlu ditingkatkan lagi dan terutama untuk atribut sarana Wi-Fi diharapkan kepada pihak manajemen dapat mengadakan untuk atribut tersebut karena konsumen mengharapkan lebih terhadap atribut sarana Wi-Fi dan bagi perusahaan lain yang berbisnis sama dibidang kuliner diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi agar sesuai dengan yang diharapkan konsumen sebelum melakukan transaksi pembelian. Kata kunci: Kepuasan Konsumen, Pelayanan, I.P.A
Analisis Usaha Pengolahan Keripik Singkong Ikhwan Cap Bintang di Desa Sidorejo Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala Nisa Nisa; Usamah Hanafie; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.595

Abstract

Dilihat dari banyaknya persaingan usaha produk pangan yang terjadi dipasar saat ini dalam setiap usaha yang dikerjakan  perlu adanya analisis usaha guna untuk mengetahui apakah usaha yang dikerjakan menguntungkan dan apakah layak untuk diusahakan. Selama ini usaha pengolahan Keripik Singkong Ikhwan Cap Bintang tidak pernah mengerjakan analisis usaha baik dari segi biaya, penerimaan maupun keuntungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui proses dari kegiatan usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang, untuk mengetahui besarnya biaya yang digunakan, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, titik impas serta permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang. Data  yang  dikumpulkan dalam  penelitian  ini  terdiri dari data primer dan data sekunder, penelitian ini  merupakan studi kasus. Biaya  total  yang  dikeluarkan  oleh  usaha  keripik  singkong  Ikhwan  Cap Bintang  selama 1 bulan  produksi  pada  bulan  Mei  2017  sebesar  Rp. 16.914.905,-  dengan  total  penerimaan  sebesar  Rp. 22.400.000,- dengan keuntungan  sebesar   Rp. 5.485.094,-. Kelayakan usaha/ RCR usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang pada bulan Mei 2017 memiliki nilai yaitu sebesar 1,32 ini berarti usaha ini dapat dikatakan layak untuk diusahakan. Titik impas (Break Even Point) pada usaha pengolahan keripik singkong Ikhwan Cap Bintang untuk kemasan besar sebesar 1.422 bungkus dan untuk kemasan kecil sebesar 6.487 serta  jumlah penjualan untuk kemasan besar sebesar Rp. 5.686.459,- dan untuk kemasan kecil sebesar Rp. 6.487.369,-. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha pengolahan keripik singkong ikhwan cap bintang ini yaitu dilihat dari segi permodalan, produksi, persediaan bahan baku dan pemasaran. Kata kunci : Studi kasus, Keripik singkong, Analisis usaha

Page 1 of 1 | Total Record : 9