cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2019)" : 33 Documents clear
Analisis Usahatani Sayuran Organik di Banjarbaru (Studi Kasus “Kebonan Mas Untung” di Banjarbaru) Rahmad Effendi; Hamdani Hamdani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1286

Abstract

Abstrak. Analisis usahatani adalah penguraian bagian-bagian dari suatu keseluruhan yang ada dalam kegiatan usahatani yang ada di Kebonan Mas Untung. Dalam menganalisis kegiatan usahatani diperlukan ketelitian yang tinggi agar tidak ada satu komponen yang ditinggalkan. Usahatani yang dianalisis pada penelitian kali ini tentang sayuran organik. Pentingnya kesehatan membuat setiap orang mencari cara agar tetap sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran organik. Kebonan Mas Untung merupakan produsen sayuran organik yang ada di Banjarbaru yang dimiliki oleh bapak Untung ini dilakukan lima belas jenis tanaman yang diteliti yaitu bayam hijau, bayam merah, cabe rawit, edamame, kailan, kale, labu madu, okra hijau, okra merah, pakchoy, rosela, tomat mawar, tomat sayur, terong kenari dan ubi jalar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani sayuran organik usahatani Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk mengetahui kelayakan usahatani sayuran organik Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk menganalisis permasalahan yang ada di Kebonan Mas Untung di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2018-Februari 2019 di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada pemilik usahatani Kebonan Mas Untung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerimaan usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar Rp 645.650.000,- yang diperoleh dari lima belas komoditas sayuran yang dibudidayakan. Sedangkan total biaya dari usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar                Rp 39.463.535.-. Sehingga nilai dari pendapatan adalah sebesar Rp 606.186.465,-. Usahatani Kebonan Mas Untung juga dikatakan layak karena semua jenis komoditas yang di usahakan memenuhi kategori kelayakan dan tidak terdapat masalah yang signifikan pada usahatani Kebonan Mas Untung.Kata kunci: analisis usahatani, Kebonan Mas Untung
Analisis Karakteristik Konsumen E-Commerce terhadap Bawang Goreng Merk Bawang Goreng Bosss Sandy Setiawan; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1291

Abstract

Abstrak. Perkembangan zaman yang semakin modern memiliki daya tarik tersendiri dari berbagai macam bisnis dalam menggunakan e-commerce untuk mempromosikan produknya di internet dan sekaligus untuk membeli berbagai macam produk atau jasa baik dalam bentuk fisik atau digital. Salah satu produk yang memanfaatkan e-commerce adalah produk bawang goreng Bosss yang merupakan produk home industri yang sudah dipasarkan di beberapa situs jual beli online. Produk ini banyak diminati oleh berbagai kalangan dari usia muda hingga dewasa yang menyukai bawang goreng sebagai pelengkap lauk saat makan maupun untuk cemilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen e-commerce bawang goreng Bosss, Sikap konsumen e-commrce terhadap bawang goreng Bosss dan menganalisis perkiraan penjualan bawang goreng Bosss. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan menggunakaan studi kasus, dimana jumlah sampel sebanyak 45 orang responden. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik konsumen yang terbagi atas tiga kategori meliputi sosial demografis, preferensi konsumen, dan gaya hidup. Di mana berdasarkan sosial demografis terdiri dari jenis kelamin yang di dominasi oleh perempuan sebanyak 57,78%, usia yang di dominasi pada kategori 15-30 tahun sebesar 63,33%, tingkat pendidikan terbanyak yaitu Sarjana sebesar 55,56%, jenis pekerjaan yang di dominasi oleh pekerjaan lain-lain sebesar 51,11%, dan tingkat pendapatan terbanyak pada kategori >1.000.000 dan 1.000.000-3.000.000 sebesar 42,22%. Berdasarkan preferensi konsumen untuk nilai kepentingan yang tertinggi pada atribut rasa sebesar 1,49 sedangkan yang terendah adalah atribut stok barang sebesar 0,44. Untuk nilai kepercayaan yang tertinggi adalah atribut PIRT sebesar 1,11 sedangkan yang terendah adalah atribut harga sebesar 0,24. Dan untuk karakteristik konsumen dari segi gaya hidup diperoleh persentase terbesar yaitu rekomendasi teman sebesar 75,56%. Perkiraan penjualan bawang goreng Bosss pada saat 6 bulan ke depan yaitu pada bulan September 2018-Februari 2019 mengalami kenaikan penjualan dengan persentase rata-rata 2,4%.Kata kunci: karakteristik konsumen, e-commerce, bawang goreng
Analisis Sikap Konsumen terhadap Makanan Cepat Saji Nasi Goreng Rocket Chicken di Kota Banjarbaru (Study Kasus Rocket Chicken Cabang Pasar Bauntung) Mahendra Sri Harjono; Abdullah Dja'far; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1313

Abstract

Abstrak. Salah satu usaha pelayanan makanan yang saat ini sedang berkembang adalah bisnis di sektor makanan cepat saji. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi para pengusaha, sehingga menimbulkan persaingan para pengusaha di sektor makanan cepat saji baik dari lokal maupun multinasional. Persaingan yang ketat menyebabkan pengusaha melakukan usaha pelayanan terbaik kepada konsumennya dan menyebabkan restoran cepat saji yang ada saling berlomba untuk menyediakan kemudahan dan kelengkapan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen untuk tercapainya kepuasaan pelanggan dan di harapkan dapat bersaing dan semakin meningkatkan mutu dan penjualannya. Rocket Chicken adalah perusahaan Waralaba/Franchise yang bergerak dibidang Fast Food Restaurant, dengan produk unggulan, fried chicken, nasi goreng, Steak.dan dengan konsep menyajikan makanan yang sehat, berkualitas, halal, dengan cita rasa yang khas, harga terjangkau bagi semua kalangan masyarakat yang diolah dangan bumbu pilihan. Rocket Chicken berdiri pada 21 Februari 2010. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi sikap konsumen terhadap menu makanan cepat saji nasi goreng di Rocket Chicken Banjarbaru, Untuk mengetahuiiatributiapa yangipalingidipertimbangkanikonsumenIdalam memutuskan membeliinasi goreng diiRocket Chicken cabang Pasar Banjarbaru, untuk mengetahui permasalahan pengelolaan yang ada dalam perusahaan tersebut. Metode penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu purposive untuk penentuan daerah dan accidental sampling untuk penentuan siapa saja yang membeli produk pada saat pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap konsumen Nasi goreng diperoleh koefisien multiatribut fishben sebesar 111,82 artinya konsumen memiliki sikap baik terhadap atribut Nasi goreng itu sendiri dan Atribut yang paling dipertimbangkan Banjarbaru secara berturut-turut yaitu: rasa, harga, kandungan minyak, warna, aroma, dan penampilan. Kata kunci : rocket chicken, sikap konsumen, koefisien multiatribut
Persepsi Konsumen terhadap Sayur Organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru Nadila Satifa Nopiyanti; Muzdalifah Muzdalifah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1302

Abstract

Abstrak. Outlet Kebonan Mas Untung adalah tempat perbelanjaan sayur organik dan buah segar, baik buah lokal maupun buah impor, serta di Outlet Kebonan Mas Untung ini pula menyediakan kebutuhan untuk makanan pendamping air susu ibu (MPASI) khususnya bagi konsumen masyarakat yang ada di kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Dilihat dari kebutuhan pangan saat ini didominasi oleh makanan yang tidak menyehatkan karena mengandung banyak bahan kimia. Oleh karena itu masyarakat mulai sadar untuk mengganti makanan mereka dengan makanan organik, salah satunya sayur organik. Sayur organik adalah produk pangan yang terbebas dari bahan-bahan kimia, yang bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka waktu Panjang. Kemajuan zaman akan menuntun manusia untuk hidup lebih sehat, sehingga mereka lambat laun akan berpaling ke makanan organik yang dapat menjaga kesehatan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap sayur organik, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru adalah cukup baik. Variabel core benefit adalah yang paling tinggi yang dipilih oleh konsumen terhadap sayur organik, disusul dengan expected product, potential product, augmented product, dan generic product. Analisis sikap konsumen terhadap atribut dalam memilih sayur organik sebesar 14,67 dengan kategori sedang. Sikap konsumen ditentukan dengan analisis tingkat kepentingan/evaluasi dan tingkat kepercayaan pada atribut sayur organik. Terlihat bahwa tingkat kepentingan/evaluasi  atribut harga dinilai paling penting oleh konsumen, begitu pula tingkat kepercayaan atribut harga menjadi kriteria utama dalam membentuk sikap konsumen terhadap sayur organik, disusul dengan atribut kandungan gizi serta vitamin sayur organik, bebas dari zat kimia, derajat kesegaran sayur organik, kontinuitas dan ketersediaan sayur organik, rasa sayur organik, dan warna sayur organik.Kata kunci: persepsi konsumen, sikap konsumen, sayur organik
Analisis Kinerja Laporan Keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru M. Fajar Reza Setiawan; Usamah Hanafie; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1275

Abstract

Abstrak. Dalam pelaksanaan kegiatan Koperasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar Koperasi itu sendiri, sebab Koperasi dipandang adalah sebagai soko guru dalam sektor ekonomi di Indonesia yang mulai berkembang dari bawah menjadi badan usaha lainnya, seperti Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan dan menganalisis perkembangan finansial pada Koperasi Produsen Maju Bersama dengan menggunakan analisis Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Produsen Maju Bersama Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian diperoleh mengenai kinerja keuangan di Koperasi Produsen Maju Bersama dilihat dari rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas. Hasil analisis rasio Likuiditas pada penelitian dalam Current Ratio di tahun 2015, 2016 dan 2017 ialah sebesar 4.872%, 3.345% dan 1.972%, disimpulkan bahwa kinerja keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama nilai sudah baik. Analisis rasio Solvabilitas yang digunakan pada panelitian adalah Debt to Equity Rasio (DER) di tahun 2015, 2016 dan 2017 ialah sebesar 2,20%, 290%, dan 5,10%, disimpulkan bahwa kinerja keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama nilai sudah baik. Analisis rasio Profitabilitas pada penelitian ialah (1) Rentabilitas Ekonomi memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 9,27%, -1,63% dan -0,02%, (2) Return on Equity memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 10,43%, -1,65% dan -0,02%, (3) Return on Investment memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 10,43%, -1,65% dan -0,02%. Kata kunci: koperasi produsen maju bersama, laporan keuangan
Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Tape di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Kios Tape Ibu Hamimah) Mawaddah Rahmah; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1300

Abstract

Abstrak. Industri pengolahan tape memiliki potensi dalam kegiatan pemasaran yang dapat dikembangkan karena lokasi industri berada di Kecamatan Gambut yang salah satu desanya terkenal sebagai kampung tape dan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Banjar. Namun industri pengolahan tape masih termasuk industri berskala rumah tangga dengan banyak permasalahan pada bidang pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran pada industri rumah tangga Kios Tape Ibu Hamimah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh faktor kekuatan pemasaran pada industri adalah lokasi toko sudah terdaftar di aplikasi Google Maps, pengawasan mutu yang ketat, sudah memiliki pelanggan tetap, kuntinuitas ketersediaan produk, produk sudah dijual secara online, kemasan rapi dan udah di bawa serta produk terbuat dari bahan alami. Kelemahan yang dimiliki industri adalah izin PIRT belum diperpanjang, belum tersertifikasi halal, belum memiliki label pada kemasan, reseller memiliki kendali di dalam sistem pemasaran, produk tidak tahan lama, varian produk kurang banyak, bentuk produk belum memiliki ciri khas, segmentasi produk terbatas dan dana promosi terbatas. Peluang yang dimiliki industri adalah memiliki lokasi industri terkenal sebagai kampung tape, banyak acara promosi pemasaran dari pemerintah, banyak industri berbahan baku tape, banyak masyarakat yang membeli tape pada hari-hari tertentu, produk terkenal di Kecamatan Gambut, banyak model penjualan online, daya beli masyarakat meningkat dan perkembangan teknologi transportasi, informasi dan telekomunikasi. Sedangkan ancaman yang ada pada industri adalah pengurusan perizinan usaha rumit, banyak pesaing usaha, meningkatnya harga bahan bakar, sulit mendapatkan bahan baku berkualitas dan adanya kebijakan pemerintah. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi defersifikasi atau strategi ST (Strengths-threaths) yaitu menggunakan kekuatan untuk meminimalkan ancaman yang ada dengan cara mempertahankan loyalitas pelanggan, memperluas jaringan pemasok bahan baku dan melakukan manajemen persediaan bahan baku yang baik.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan tape, strategi pemasaran, analisis SWOT
Struktur Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Muhammad Mirza Effendy; Muhammad Fauzi; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1318

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan  mengetahui struktur pendapatan rumah tangga petani karet yang ada di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar baik yang bersumber dari kegiatan on-farm, off-farm maupun  non-farm. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber pendapatan nyata petani hanya dari kegiatan on-farm yaitu bersumber dari usahatani karet dan usahatani padi. Pendapatan rata-rata usahatani karet sebesar Rp 22.394.429,- per tahun, dan pendapatan rata-rata usahatani padi sebesar Rp 2.864.700,- per tahun. kontribusi pendapatan dari usahatani karet masih penyumbang terbesar pendapatan rumah tangga petani yaitu  sebesar 89%. Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan rumah tangga petani karet adalah luas lahan, jumlah pohon yang telah menghasilkan, dan jumlah anggota rumah tangga petani. Kata kunci : pendapatan on-farm, off-farm dan non-farm
Tingkat Pengetahuan Petani tentang Pestisida Anorganik Pada Tanaman Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Agus Agus; Hairi Firmansyah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1307

Abstract

Abstrak. Rendahnya tingkat pengetahuan petani terhadap pengurangan penggunaan pestisida kemungkinan disebabkan oleh kurang memadainya pengetahuan petani terhadap dampak negatif penggunaan pestisida. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida pada tanaman padi unggul. Hasil penelitian ini di peroleh bahwa tingkat pengetahuan petan tentang penggunaan pestisida anorganik pada tanaman padi unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, masuk kategori tinggi (81,78%.).Hubungan pendidikan formal  dengan pengetahuan petani hasil analisis koefisien biserial biserial diperoleh nilai rpbi sebesar 0,666 dan rtab 0,361 pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil thit lebih besar dari rpbi (0,666 ≥ rtab 0,361). Maka H0 ditolak artinya terdapat hubungan signifikan antara pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan petani terhadap pestisida. Hubungan lama berusahatani dengan pengetahuan  petani hasil analisis koefisien korelasi biserial diperoleh nilai rpbi 0,860 dan rtab 0,361 pada  taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil rpbi lebih besar dari rtab (rpbi 0,860 ≥ rtab 0,361). Maka H0 ditolak. Permasalahan yang dihadapi petani dalam penggunaan pestisida. Beberapa hama kebal terhadap pestisida, petani masih belum mengetahui solusi lain untuk pemberantasan hama selain penggunaan pestisida. Intensitas penyuluhan yang kurang mengakibatkan penyampaian informasi hanya dilakukan oleh petani ke petani sehingga, suatu informasi yang sesuai direkomendasikan kepetani sifatnya tidak utuh oleh petani.Kata kunci : pengetahuan petani, pestisida anorganik, padi unggul
Pemberdayaan Petani Karet Pola Swadaya dalam Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Bekti Sayekti; Hairi Firmansyah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1315

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk memberikan suatu kesempatan dan kemampuan kepada masyarakat (miskin) agar mampu dan berani bersuara (voice), serta kemampuan dan keberanian untuk memilih (choice), alternatif perbaikan kehidupan yang baik. Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet Hevea brasiliensis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemberdayaan petani karet pola swadaya dalam peningkatan mutu bahan olah karet dengan melihat dari aspek pengolahan hasil bahan olah karet (teknik sadap, penanganan bokar, standarisasi bokar dan sarana pasca panen) kelembagaan (unit pengolahan dan pemasaran bokar dan kemitraan) dan pemasaran (penentuan indikator harga hasil bahan olah karet yang akan di terima, penentuan waktu penjualan dan penimbangan). data di analisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (berhasil atau tidak berhasil) untuk menentukan apakah pemberdayaan  petani karet pola swadaya dalam peningkatan mutu bahan olah karet ini berhasil atau tidak. Hasil uji diperoleh persentase rataan sebesar 75,07% > 70% maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan petani karet dalam upaya peningkatan bahan olah karet berhasil dengan baik. Adapun permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan bahan pembeku yang direkomendasi belum diterapkan secara menyeluruh, hal ini mengakibatkan hasil bahan olah karet yang diperoleh  petani belum berkualitas baik, alhasil dengan hasil bahan olah karet yang belum berkalitas baik tersebut mengakibatkan harga yang diterima petanipun  sesuai dengan kondisi bokar itu sendiri.Kata kunci : pemberdayaan, bahan olah karet, petani karet
Analisis Kelembagaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Pola Plasma untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Sawit Rakyat di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Luthfi Fatah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1304

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan saat ini di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan kelapa sawit terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit rakyat pola plasma di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, mengetahui apa saja peranan yang dimiliki oleh lembaga tersebut, menganalisis berapa besar margin keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga dalam saluran tataniaga, dan mengetahui bagaimana prospek, efisiensi tataniaga, dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat dengan adanya kelembagaan tersebut. Penelitianeini menggunakanrmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian analisis deskriptif kualitatif meliputi lembaga dan peranan lembaga yang terkait dalam pelayanan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta prospek dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang dijelaskan secara deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui pendekatan margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari, KUD Sawit Makmur, Bank, Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, BPN Kalimantan Selatan, Pedagang Pengumpul dan Ketua Kelompok Tani. Peran lembaga dalam perkebunan kelapa sawit meliputi akses input, finansial, kelembagaan, lahan, informasi dan teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan margin keuntungan disimpulkan bahwa saluran tataniaga I lebih menguntungkan petani dibanding saluran tataniaga II. Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang bagus karena input yang diperlukan mudah didapatkan, output dan insentif yang diterima memuaskan bagi petani. Berdasarkan efisiensi tataniaga, saluran 1 dinilai lebih efisien karena memiliki margin tataniaga yang lebih rendah, farmer’s share yang lebih tinggi dan memiliki rasio keuntungan terhadap biaya yang lebih besar. Selain itu, usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dapat berkelanjutan karena dampak lingkungan yang terjadi masih dapat di tanggulangi.Kata kunci: kelapa sawit, pola plasma, kelembagaan, efisiensi, keberlanjutan

Page 2 of 4 | Total Record : 33