cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
FAKTOR-jaFAKTORkaYANGiiMEMPENGARUHIKONSUMEN DALAMili KEPUTUSANPEMBELIAN BAHAN KEBUTUHAN POKOK SEHARI-HARI DI PASAR MODERN MARTAPURA Muhammad Hamdani; Nina Budiwati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2776

Abstract

Penelitiann ini untuk mengidentifikasii karakteristik konsumen untuk melakukan keputusan pembelian kebutuhan pokok sehari-hari dipasar modern Martapura, menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian konsumen di pasar modern Martapura, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian kebutuhan makanan pokok sehari-hari di pasar modern Martapura, dan mengetahui barbagai permasalahan yang dihadapi konsumen dalam membeli kebutuhan makanan pokok sehari-hari di pasar modern Martapura. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik konsumen didominasi oleh perempuan (80%) dengan rentang usia 24 hingga 30 tahun (35%), sudah menikah (82%), berdomisili di Sungai Sipai (20%), pendidikan terakhir SMA (42%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (23%), dan mempunyai tingkat pendapatan rrata-ratanya perbulan dengan 2.000.000 - 4.000.000 (57%). Proses keputusan pembelian terdiri dari 5 tahapan yaitu: tahapan pengenalan kebutuhan, tahap pencarian informasi, tahap evaluasi alternatif, tahap keputusan pembelian, tahap pasca pembelian. Keputusan pembelian konsumen pasar modern di Martapura dipengaruhi oleh 7 faktor utama, yaitu: 1) faktor promosi dan Budaya, 2) faktor produk, 3) faktor sumber daya konsumen, 4) faktor pelayanan, 5) faktor harga, 6) faktor tempat dan fasilitas, 7) faktor pengaruh lingkungan.Kata kunci: pasar modern, karakteristik responden, analisis proses keputusan pembelian
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT ANTANG GUNUNG MERATUS, DI DESA IDA MANGGALA, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fitriany Situmorang; Abdussamad Abdussamad; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2649

Abstract

Perusahaan pertambangan merupakan sektor usaha yang memiliki dampak positif bagi pendapatan negara bukan pajak yang mencapai 30 triliun pada tahun 2018. Namun disisi lain pertambangan memiliki dampak negatif bagi lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran udara, mengubah bentuk alam yang sebelumnya perbukitan menjadi lubang dalam yang besar, dan limbah yang beracun akibat aktivitas industri pertambangan. Eksploitasi sumberdaya alam dan rusaknya lingkungan akibat operasional perusahaan menyebabkan masyarakat menuntut perusahaan agar bertanggung jawab secara sosial meskipun banyak pandangan dari pelaku industri bahwa kontribusi terhadap masyarakat, hanya cukup dengan penyediaan lapangan kerja dan pembayaran pajak kepada negara namun itu semua tidak cukup. Sehingga CSR menjadi suatu usaha untuk menjawab permasalahan yang sudah ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan. Program CSR sebagai stimulan sehingga secara sadar atau tidak sadar masyarakat akan menunjukan pembentukan sikap terhadap rangsangan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sikap masyarakat terhadap program CSR, untuk menggambarkan komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif dan untuk membandingkan sikap masyarakat penerima program dengan masyarakat bukan penerima program CSR. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t. Sedangkan untuk menentukan jumlah responden menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian sikap masyarakat terhadap program CSR dari aspek kognitif, afektif, dan konatif memiliki hasil yang tidak berbeda dengan 0 kecuali pada program bantuaan Studi Banding Tanaman Herbal Kepala Desa dan Camat dengan skor -2,22 dan -2.4 pada aspek kognitif serta bantuan program Studi Tiru Perkebunan dan Pengolahan Susu Di Malang Jawa Timur. Dengan skor 2,6 pada aspek kognitif, dan hasil skor.  Namun setelah dilihat perbandingan antara masyarakat penerima dan bukan penerima, hasilnya berbeda nyata sehingga bagi masyarakat penerima lebih merasakan manfaatnya dibandingkan masyarakat bukan penerima.Kata kunci: sikap masyarakat, CSR, kognitif, afektif, konatif
ANALISIS NILAI TAMBAH DODOL BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI DESA PEMUDA, KECAMATAN PELAIHARI, KABUPATEN TANAH LAUT (Studi Kasus Pada UMKM Berkat Motekar) Eva Dwi Suryati; Nina Budiwati; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2907

Abstract

Agroindustri yaitu industri yang mengolah bahan baku dari hasil pertanian yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat di konsumsi oleh semua kalangan masyarakat. UMKM yang mengolah olahan pangan lokal di Berkat Motekar yang berada di Desa Pemuda Kecamatan Pelaihari dimana industri ini bergerak pada pembuatan hasil pertanian yang mengolah olahan pangan lokal menjadi produk jadi yaitu dodol buah naga. Usaha rumah tangga ini berdiri pada tahun 2015 dan mempunyai 5 orang pekerja dimana pekerja ini adalah keluarga dan kerabat dari pemilik usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 sampai Oktober 2019 di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biaya, penerimaan dan keuntungan serta nilai tambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mempertimbangkan bahwa usaha ini satu-satunya yang mengolah olahan dodol dari buah naga. Besarnya biaya yang dikeluarkan di UMKM Berkat Motekar dengan berproduksi 24 kali selama 6 bulan pada bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019 adalah sebesar Rp10.682.125,00 dan rata-rata yang dikeluarkan perbulannya sebesar Rp1.817.298,00 untuk penerimaan bersih yang diterima pengusaha UMKM Berkat Motekar selama 6 bulan adalah sebesar Rp15.890.000,00 dan rata-rata yang didapatkan setiap bulannya sebesar Rp2.648.333, dan  keuntungan yang didapatkan pengusaha UMKM Berkat Motekar sebesar Rp4.986.207,00 dan  rata-rata perbulannya sebesar Rp831.035,00 serta nilai tambah yang didapatkan tertinggi pada bulan April 2019 dan bulan Maret 2019 dengan nilai tambah  sebesar Rp1.701.693,00 dengan  rasio nilai tambah yang didapat sebesar 51,57% dan Rp1.637.543,00 dengan rasio nilai tambah sebesar 51,99%.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BERAS PULEN DAN BERAS PERA DI PASAR BAUNTUNG, KOTA BANJARBARU Yetti Indriyani; Luthfi Fatah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras paling banyak diminati oleh konsumen di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru (jenis beras pulen atau pera), Mendeskripsikan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli beras pulen atau beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan wilayah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Preferensi yang di pilih konsumen di Pasar Tradisional Bauntung Kota Banjarbaru sebanyak 42,5 % responden memilih beras pulen, Sedangkan responden yang memilih beras pera sebanyak 57,5% jadi beras yang paling banyak diminati adalah beras pera. Ada 5 Atribut yaitu: rasa, harga, bersih, aroma, kemudahan diperoleh yang dipertimbangkan konsumen. Menurut jenis kelamin perempuan memilih rasa 86,36 %, harga 9,09 % dan aroma 4,55 % dan laki-laki memilih harga 100 %, ibu rumah tangga memilih atribut rasa 81,82 %, yang memilih harga 9,09 % dan atribut bersih (9,09 %). PNS 50,00 %  memilih rasa dan 50,00% memilih aroma. Mahasiswa  66,67% memilih rasa 33,33% memilih harga. Pelajar 66,67% memilih rasa dan 33,33% memilih harga. Pegawai swasta 100% memilih rasa. Menurut Jumlah anggota keluarga 1 - 2 jiwa  80,00% konsumen lebih memilih rasa, untuk harga terdapat 20,00 %. Menurut status pernikahan yang sudah menikah 81,82% memilih rasa, 9,09% memilih harga dan 9,09% memilih aroma, belum menikah  80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga. Menurut pendidikan SMP 60,00% memilih rasa dan 20,00% memilih aroma, SMA 80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga, D3 100% memilih rasa, S1  100% memilih rasa. Dalam membeli beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru mulai dari yang terpenting menurut responden yaitu: rasa,  harga, aroma.
TINGKAT MOTIVASI PETANI SAYUR PADA BUDIDAYA SAYUR SEMI ORGANIK DAN SAYUR ANORGANIK DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA, KOTA BANJARBARU Annisa Yosidah; Hairin Fajeri; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatmotivasi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik; serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode sensus dansimple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama dan kedua. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru termasuk kategori sedang dengan rata-rata sebesar 67,79%. untuk petani sayur semi organik dan untuk petani sayur anorganik sebesar 70,75%. Sedangkan tingkat motivasi ekonomi petani sayur semi organik dan anorganik termasuk kategori tinggi dengan rata-rata 83,33% untuk petani sayur semi organik dan sebesar 86,67% untuk petani sayur anorganik. Tingkat motivasi sosiologis petani sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru termasuk kategori rendah dengan rata-rata sebesar 49,95% untuk petani sayur semi organik dan sebesar 52,67% untuk petani sayur anorganik. Permasalahan dihadapi petani sayur semi organik serangan hama penyakit, cuaca, dan harga sayur semi organik di pasar tidak berbeda dengan harga sayur anorganik.Permasalahan dihadapi petani sayur anorganik sama dengan petani sayur semi organik serangan hama penyakit, cuaca, dan harga sayur akan turun jika panen bersamaan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KARET RAKYAT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR Widhi Wikarno; Abdussamad Abdussamad; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2775

Abstract

Pulau Kalimantan merupakan penghasil karet terbesar ke dua di Indonesia tetapi dari segi produktivitas lebih rendah dari pada Pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Selain produksi yang belum optimal dan kualitas bahan olahan karet (Bokar) yang belum standar mengakibatkan rendahnya harga yang diterima petani. Tingkat kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor (lama penyimpanan, umur tanaman, frekuensi penyadapan, jumlah tanaman, dan jenis cairan pembeku) yang mempengaruhi pendapatan petani karet rakyat dan kendala yang dihadapi petani dalam mendapatkan deorub di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden sebanyak 30 orang di Desa Mandikapau Barat dan 30 orang di Desa Sungai Alang. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel bebas yang digunakan yaitu lama penyimpanan, umur tanaman, jumlah tanaman, frekuensi penyadapan dan dummy secara bersama – sama atau simultan sangat nyata atau signifikan mempengaruhi pendapatan petani karet. Namun, berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet yaitu variabel umur tanaman, jumlah tanaman, frekuensi penyadapan dan variabel dummy, sedangkan untuk variabel lama penyimpanan tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil yang kedua menunjukan dalam mendapatkan deorub di Kecamatan Karang Intan masih terdapat kendala karena jarang ada yang menjual di toko pertanian  atau kios pengecer di daerah tersebut dan harga deorub di pabrikan juga tidak murah. Tetapi untuk di Desa Mandikapau Barat sudah tidak sulit karena sekarang memiliki alat produksi sejenis deorub sendiri sehingga mandiri dalam menyediakan cairan pembeku, sehingga membantu petani dalam memenuhi kebutuhan cairan pembeku.Kata kunci: pendapatan, karet rakyat, cairan pembeku
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) PT KAM (Kodeco Agrojaya Mandiri) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MANUNTUNG, KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Siti Narul Jannah; Mira Yulianti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2648

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui sejauh mana perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah masuknya perkebunan kelapa sawit PT KAM (Kodeco  Agrojaya Mandiri). Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari informan yang dipilih secara sengaja (purporsive) yakni informan kunci seperti aparat desa, tokoh adat/tokoh masyarakat, dan masyarakat lain, Pemilihan informan ini dilakukan dengan menggunakan teknik bola salju (snowball Sampling) yang memungkinkan perolehan data dari satu informan ke informan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder rmerupakan data yang diperoleh dari sumber kedua atau bukan dari sumber aslinya. Data sekunder ini biasanya berbentuk data yang tersaji dalam bentuk tabel, grafik, internet dan lain sebagainya. dan analisi data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian  terlihat bahwa masuknya  perkebunan kelapa sawit membawa perubahan terhadap kondisi sosial masyarakat seperti  meningkatnya kondisi pendidikan masyarakat, tingkat kesehatan masyarakat, bertambah dan tersedianya sarana prasarana desa, perilaku tolong menolong dalam kegiatan pertanian menjadi berkurang (bearian), tidak ada konflik antar masyarakat nya, tetapi ada kesalah pahaman sampai sekarang dengan pihak perusahaan karena masyarakat tidak mendapatkan plasma mereka dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan untuk pola hidup masyarakat mampu dan mewah. Masuknya perkebunan kelapa sawit juga membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat  yaitu adanya perubahan sebagian mata pencaharian masyarakat dari petani ke perkebunan kelapa sawit, menurunnya jumlah penerimaan masyarakat sebagai petani, meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat Desa Manuntung yang berdagang beras dan meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat dari petani menjadi karyawan perkebunan kelapa sawit. Selain itu berdampak juga pada lingkungan sehingga menimbulkan beberapa persepsi bagi masyarakat yaitu, kekeringan ketika musim kemarau dan ketika musim hujan aliran parit perusahan mengalir ke persawahaan masyarakat sehingga mengalami kebanjiran.Kata kunci: dampak, perkebunan, kelapa sawit, kondisi sosial ekonomi 
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK TANI DENGAN EFEKTIVITAS KELOMPOK TANI DIKELURAHAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Aida Fiteriani; Taufik Hidayat; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2906

Abstract

Fungsi kelompk tani baik apabila pemimpin dalam hal ini adalah ketua kelompok tani menggrakkan angggta kelompok tani untuk melakukan tujuan. Kesesuaian keadaan mampu dalam kelompok akan berjalan sesuatu dengan mencapai kepemimpinan ketua kelompok tani akan mewujdkan keefektifan kelompok tani yang dibina. Sehingga petani dapat manfaat sebagai memperolehkondis kelompok. Penelitian ini Kelurahan di Cempaka Kota Banjarbaru yaitu bagian dari yang suatu pada penelitian memusatkan menggunakan metode deskriptif masalah masa - anggota masalah sekarang/aktual dilaksanakan.  populasi pada dalam adalah penelitian ini semua anggota tani kelompok yang menggunakan teknik sampel dalam 33 tani kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Pada penelitian ini petani penentuan efektivitas proportional stratified random sampling. Sehingga terpilih 15  kelompok pada tani sampel dengan 2 tani di setiap kelompok. Kelompok terdiri tani beberapa Kelompok dari Tani Ketua dengan Efektivitas orang Kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru kelompok tingkatan kelompok yaitu pemula, lanjut, dan madya. Metode analisis ini menggunakan adalah Uji Koefisien Korelasi (rs). Spearman skor penelitian degan rata dari hasil dinyatakan bahwa Kepemimpinan Tani Rank kepemimpinan ketua tani di Kelurahan Cempaka termasuk kategori degan tinggi -rata 29,57 atau sebesar 82,13%. Efektivitas di Kelurahan Cempaka sehingga dalam kategori kelompok ttani sedang skor rata-rata 45,50 atau sebesar 75,83%. Hasil korelasi Rank Spearman menunjukan nilai rs 0,465 dengan nilai thitung (2,779) diketahui nilai thitung > dari ttabel (α = 0,05) = 2,042. Hal ini menunjukan yang bahwa terdapat kepemimpinan kelompok t diantara ani dengan hubungan signifikan ketua tani kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru.
SISTEM TATANIAGA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jaqk) DI KECAMATAN WANARAYA, KABUPATEN BARITO KUALA Gean Mirasantika; Artahnan Aid; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2911

Abstract

Peran subsektor pertanian penting dalam membangun ekonomi nasional yang diperkuat yaitu dengan meningkatan luas areal dan produksi. Salah satu komoditas yang mengalami pertumbuhan yang sanagat signifikan yaitu komoditas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem tataniaga dan menganalisis magin, farmer’s share, analisis rasio keuntungan dan biaya dan efesiensi tataniaga petani pada sistem tataniaga kelapa sawit. Daerah yang digunakan sebagai tempat penelitian yaitu di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada pelaku tataniaga. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019. Berdasarkan hasil penelitian sistem tataniaga kelapa sawit di Kecamatan Wanaraya memiliki tiga saluran pemasaran dengan 3,33% petani menjual langsung ke pabrik,kelapa sawit (PKS), 20% petani menjual ke pedagang pengumpul dan 76,67% menjual pada pedagang besar. Sistem pembayaran diberikan secara tunai (cash) dengan petani melaporkan timbangan yang diperoleh pada pedagang. Struktur pasar yang dihadapi pada sisitem tataniaga tersebut yaitu struktur pasar monopsoni. Dari perhitungan diperoleh margin tataniaga tertinggi terjadi pada saluran III sebesar Rp368,333/kg,  farmer’s share paling besar terdapat pada saluran I sebesar 100% dan untuk nilai rasio keuntungan dan biaya terbesar. terdapat pada saluran I sebesar Rp594/kg.
PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN KELOMPOK TANI PADA USAHATANI JERUK SIAM DI KECAMATAN ASTAMBUL, KABUPATEN BANJAR Anis Wulandari; Abdussamad Abdussamad; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2650

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk (1) mengetahui karakteristik responden petani dalam kegiatan kelompok tani usaha Jeruk Siam, (2) mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan kelompok tani pada usaha tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, dan untuk (3) mengetahui kegiatan yang dihadapi kelompok tani dalam melakukan partisipasi petani pada usahatani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian bahwa Kecamatan Astambul berada pada usia produktif 86,67% yaitu petani rata-rata berumur 29-64 tahun dan petani jeruk siam di Kecamatan Astambul yang tamat Sekolah Dasar (SD) sangat banyak yaitu 43,33%. Tingkat Partisipasi anggota kelompok tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tergolong sedang yaitu (76,86%). Beberapa permasalahan yanga ada dalam kelompok tani antaralain: (63,3%) menyatakankurangnya komunikasi antara ketua gapoktan, dan ketua kelompok tani untuk memutuskan suatu rencana kedepan, (60%) menyatakan kurang stabilnya pelaksanaan kegiatan kelompok tani terkait pemasukan dan pengeluaran uang kas, (56,6%) menyatakan minimnya wawasan para petani terhadap daya peningkatan hasil panen, (80% ) menyatakan terbatasnya modal petani terkait kegunaan jenis pupukyang digunakan.Kata kunci: partisipasi petani, jeruk siam, kelompok tani

Page 1 of 2 | Total Record : 16