cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2022)" : 33 Documents clear
Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Media Online (Studi Kasus Pada Fresh Sayur Market) di Banjarmasin Alya Shofiya; Masyhudah Rosni; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7816

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi pemicu tingginya minat masyarakat untuk berbelanja menggunakan internet melalui jaringan media online atau biasa disebut dengan belanja online. Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat menjadi salah satu faktor maraknya fenomena belanja online yang terjadi di Indonesia. Salah satunya yaitu Fresh Sayur Market usaha di bidang penjualan sayuran hidroponik dan penyedia bahan makanan segar di Banjarmasin yang memilih menawarkan produk dan jasanya melalui media online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran online yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market dan untuk mengidentifikasi proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles dan Huberman, dan untuk validitas data digunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Fresh Sayur Market melalui media online adalah strategi tarik melalui promosi penjualan, periklanan, Humas dan publisitas, pemasaran langsung dan word of mouth. Proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market merupakan model makro dari proses komunikasi, dan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut adalah pengirim, penerima, encoding, decoding, media, pesan, dan umpan balik. Komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market adalah komunikasi satu tahap, yang mana informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui media langsung disampaikan tanpa melalui perantara kepada penerima pesan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi yang sedang berlangsung datang dari kedua belah pihak, yaitu Fresh Sayur Market dan melalui konsumen
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru Dedi Ardiansyah; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7807

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai 13 Kabupaten yang salah satunya Kabupaten Kotabaru. Kecamatan Pulau Laut Selatan adalah 1 dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru dan luas wilayah sebesar 378,07 km2, Pulau Laut Selatan memiliki 8 Kelurahan/Desa. Sebagai penyedia kebutuhan pangan masyarakat, peningkatan produksi tanaman pangan terutama beras terus diupayakan untuk memantapkan swasembada pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jumlah penduduk yang meningkat (BPS Kabupaten Kotabaru, 2019). Padi sawah dengan luasan 392,98 Ha di Kecamatan Pulau Laut Selatan menghasilkan 1.619 ton pada tahun 2018. Salah satu penghasil padi di Kalimantan Selatan adalah Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sebesar 12,7882 km2 dengan jumlah penduduk 817 jiwa dan sekitar 70% diantaranya bermata pencarian sebagai petani padi sawah. Padi sawah yang ditanam adalah varietas lokal siam kerdil. Tujuan penelitian ini mengetahui kegiatan usahatani padi, pendapatan serta kendala yang akan dihadapi petani dalam melakukan usahatani padinya. Kegiatan penelitian ini meliputi persemaian, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, produksi dan produktivitas padi. Hasil penelitian ini menunjukan biaya produksi usahatani padi sawah variatas lokal Siam Kerdil dalam satu kali musim tanam rata-rata sebesar Rp.3.376.411,29. Penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani responden padi sawah variatas lokal Siam Kerdil yaitu rata-rata sebesar Rp.9.354.838.71 dan Rp.5.978.669,35 dalam satu kali, musim tanam, maka disimpulkan usahatani padi sawah varietas lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru menguntungkan, sehingga layak dijadikan usaha. Namun terdapat kendala yang dihadapi petani padi sawah varietas lokal Siam Kerdil adalah minimnya modal, tidak terkendalinya perubahan iklim, serangan hama dan penyakit.
Saluran Pemasaran Beras Lokal di Desa Dandajaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus pada Usaha Penggilingan Padi Bapak H. Yusuf) Aslamiah Aslamiah; Nina Budiwati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7798

Abstract

Kecamatan Rantau Badauh sebagai salah satu daerah penghasil padi dari berbagai varietas serta terdapat penggilingan padi yang cukup besar di Kabupaten Barito Kuala. H. Yusuf merupakan salah satu pemilik penggilingan padi sekaligus pemasar beras lokal di berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran dan share usaha penggilingan padi H.Yusuf. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran yaitu Saluran I produsen - pedagang grosir - konsumen. Saluran II produsen - pedagang grosir - pedagang pengecer - konsumen. Saluran III produsen - pedagang pengumpul - pedagang grosir - pedagang pengecer - konsumen. Biaya pemasaran terendah perdapat pada saluran I dengan varietas Siam pandak. Margin pemasaran terbesar ada pada saluran I, II dan III pada varietas Siam Mutiara. Keuntungan pemasaran terbesar terletak pada saluran II diikuti saluran III dan I. Share terbesar terdapat pada saluran I, diikuti saluran II dan III.
Analisis Pendapatan dari Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Gemilang Gemilang; Hamdani Hamdani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan per tahun dan payback period dari usaha budidaya sarang burung walet pada usaha rumah tangga di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah dalam kurun waktu 10 tahun sebesar Rp4.202.376.999,00. Pendapatan dari usaha ini akan semakin meningkat semakin lama hal ini dibuktikan oleh hasil dari pengolahan data primer yang menyatakan bahwa rata-rata pendapatan pertahun dari usah pembudidayaan sarang burung wallet selalu meningkat. Jangka waktu pengembalian modal atau payback period dari usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah memerlukan waktu ± 3 tahun.
Analisis Pangsa Pengeluaran Pangan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Marleni Marleni; Hamdani Hamdani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7812

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pangsa pengeluaran pangan rumah tangga petani kelapa sawit, tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani kelapa sawit dengan pendekatan pangsa pengeluaran pangan dan faktor – faktor yang berpengaruh terhadap pangsa pengeluaran pangan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, dengan jumlah populasi sebanyak 287 rumahtangga. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 48 rumah tangga dengan teknik acak sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pangsa pengeluaran pangan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Satui yaitu sebesar 38,05% terhadap pengeluaran total dan pangsa pengeluaran non pangan sebesar 61,95%. Berdasarkan kriteria pangsa pengeluaran pangan, maka sebesar 97,92% dari total rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Satui tahan pangan dan sebesar 2,08% rumahtangga rawan pangan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pangsa pengeluaran pangan adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu rumah tangga, sementara pendidikan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan.
Pengelolaan Usaha Tempe dan Tahu di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Tempe dan Tahu Bapak Sarduki) Mahmudah Mahmudah; Masyhudah Rosni; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7803

Abstract

Di Kabupaten Tanah Laut terdapat 37 unit industri yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utamanya. Salah satunya ialah industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki. Industri tersebut adalah juara pertama dari lomba rumah dan home industri terbersih dan sehat se Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta menganalisis kinerja usaha pada industri rumah tangga tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki di Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada bulan Oktober-Desember 2020. Responden penelitian ini adalah Bapak Sarduki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki memiliki tingkat pengelolaan sebesar 75%, nilai sehat organisasi sebesar 61%, nilai sehat administrasi sebesar 0%, dan nilai sehat usaha 0%. Artinya usaha tersebut mempunyai pengelolaan yang baik dan organisasi yang sehat, tetapi administrasi dan usaha belum sehat.
Analisis Efektivitas Subsidi Pupuk Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Ayubbi Syalehuddin; Yusuf Azis; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7794

Abstract

Ketersediaan pupuk subsidi meningkat per tahunnya. Hal ini kemungkinan akan semakin tidak efisien penggunaan pupuk dari petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan subsidi pupuk dan faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda tipe model double log. Berdasarkan hasil penelitian, keempat indikator kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar adalah harga pupuk Urea, harga pupuk NPK, harga pupuk SP-36, harga gabah dan luas tanam padi.
Analisis Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Karet di Kabupaten Tapin Nita Ariyani; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7785

Abstract

Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah sentra penghasil karet yang ada di Kalimantan Selatan, dan sebagai sumber mata pencaharian utama bagi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani karet serta proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumah tangga petani karet. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tapin di Desa Hatungun dan Desa Suato Lama, dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Teknik pengambilan sampel dengan multi stage random sampling dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 40 rumah tangga petani karet dari populasi sebanyak 700 rumah tangga petani yang tersebar ke dalam 2 desa terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet untuk usahatani karet (on farm) sebesar 35,07 HKO/bulan dan non usahatani (non farm) sebesar 3,69 HKO/bulan, serta untuk mengurus rumah tangga (non ekonomi) sebesar 11,6 HKO/bulan sehingga total curahan tenaga kerja sebesar 50,36 HKO/bulan. Pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet adalah sebesar Rp 6.983.866 /bulan/usahatani, pendapatan dari non usahatani adalah sebesar Rp 143.000 per bulan, serta pendapatan sumber lainnya yaitu sebesar Rp 106.250 per bulan, sehingga total pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 7.233.116/bulan/usahatani. Pengeluaran rumah tangga petani karet terdiri dari pengeluaran pangan rata-rata sebesar Rp 1.588.575 per bulan, sedangkan pengeluaran non pangan rata-rata sebesar Rp 1.723.345 per bulan. Sehingga pengeluaran total mencapai sebesar Rp 3.311.920/bulan. Proporsi pengeluaran rumah tangga untuk pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga petani seluruhnya sebesar 48%, sisanya sebesar 52% pengeluaran rumah tangga petani untuk keperluan non pangan.
Peran Ketua Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian dalam Penyusunan Rencana Definitive Kelompok dan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok di Kecamatan Karang Intan Khairiana Khairiana; Abdussamad Abdussamad; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketua kelompok tani dan peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam penyusunan Rencana Definitive Kelompok (RDK) dan penyusunan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok (RDKK). Penelitian ini menggunakan metode survei, metode penarikan contoh yang digunakan adalah Teknik stratified proposional random sampling, dengan jumlah sampel yang diambil dari ketua kelompok tani sebanyak 20 orang dan Penyuluh Pertanian Lapangan sebanyak 20 orang sehingga total responden yang di ambil 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil peran ketua kelompok tani dalam penyusunan RDK dan RDKK dengan kriteria cukup berperan dan peran Penyuluh Pertanianan Lapangan sangat berperan dalam penyusunan RDK dan RDKK. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDK Ho ditolak dan Hi diterima, untuk pelaksanaan RDK sebesar 3,484 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besardari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk evaluasi RDK sebesar 11,543 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDKK sebesar 32,013 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi iterima, untuk pelaksanaan RDKK sebesar –15,103 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih kecil dari t tabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak dan untuk evaluasi RDKK sebesar 29,388 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Analisis Nilai Tambah, Keuntungan dan Prospek Pengembangan Usaha Keripik Singkong (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Singkong Cap “Kita” di Martapura Kota Kabupaten Banjar) Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan, nilai tambah, pola saluran pemasaran dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha keripik singkong cap “KITA”. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu pada usaha pengolahan industri rumah tangga keripik singkong cap “KITA” di Kelurahan Murung Kenanga, Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Periode data yang dianalisis adalah data produksi dari bulan April – Juni 2019. Hasil penelitian yang diperoleh, biaya total yang dikeluarkan selama bulan April – Juni 2019 sebesar Rp 431.549.594, penerimaan total sebesar Rp 892.500.000,-, dan keuntungan sebesar Rp 460.950.406,-. Nilai kelayakan (RCR) adalah 2,07. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah, besarnya nilai tambah keripik singkong dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 13.280/kg bahan baku. Keuntungan dari pengolahan keripik singkong sebesar Rp 10.870 /kg dengan persentase 52%. Pola saluran pemasaran keripik singkong ada 3 macam, yaitu (i) offline dan online dimana produsen menjual langsung ke konsumen akhir, (ii) produsen  pedagang kios/toko/warung di Pasar Batuah Martapura/Basar Sekumpul  konsumen akhir dan (iii) produsen  pedagang pengecer/reseller di luar kota Martapura  konsumen akhir. Permasalahan yang dihadapi produsen dari aspek pasar yaitu belum mampu menjual dengan aplikasi online shopee, tokopedia atau lapak online lainnya, dari aspek teknis yaitu (i) kualitas kemasan masih belum sempurna karena belum menggunakan klip standing pouch, plastic zipper dan plastic klip pouch, dan (ii) belum melakukan kemitraan usaha secara berkelanjutan dengan petani singkong dan belum ada petani di luar Kabupaten Kapuas; permasalahan dari aspek manajemen yaitu pencatatan keuangan dan administrasi belum tertata dengan baik, dan permasalahan dari aspek modal yaitu pemilik usaha belum berkeinginan untuk memperbesar usaha dengan menambah modal dengan pinjaman dari lembaga keuangan/perbankan.

Page 1 of 4 | Total Record : 33