cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 28 Documents clear
ANALISIS FINANSIAL USAHA PRODUK MINUMAN “HOFI” PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) RAKAT SEPAKAT DESA TERATAU KECAMATAN JARO KABUPATEN TABALONG Muhammad Dafa Surya Kemala; Mira Yulianti; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12259

Abstract

Di Kabupaten Tabalong, terdapat salah satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani adalah KUBE Rakat Sepakat yang mengolah produk inovasi dengan merk dagang “HOFI”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan,kelayakan usaha dan titik impas atau Break Even Point (BEP) dari KUBE Rakat Sepakat. Penelitian dilakukan di Desa Teratau, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong yang dimulai dari bulan April hingga Juni 2023. Periode pengambilan dan perhitungan data dilakukan pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) bulan produksi. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh KUBE Rakat Sepakat untuk memproduksi produk “HOFI” pada bulan Mei 2023 sebesar Rp40.826.291 dengan rincian jumlah biaya tetap Rp4.813.291 dan biaya variabel Rp36.013.000. Total penerimaan sebesar Rp80.620.000 dengan keuntungan Rp39.793.709 dan nilai kelayakan usaha 1,97. Berdasarkan perbandingan antara nilai penerimaan setiap produk dengan perhitungan titik impas atau Break Even Point dapat diketahui bahwa semua produk memiliki nilai penerimaan lebih besar dibandingkan nilai BEP sehingga dapat dikatakan bahwa semua produk “HOFI” yang diproduksi oleh KUBE Rakat Sepakat pada bulan Mei 2023 memperoleh keuntungan dan usaha layak untuk dijalankan.
PERSEPSI MAHASISWA AGRIBISNIS TERHADAP MINAT PEKERJAAN DI SEKTOR PERTANIAN Leni Anggriani; Nina Budiwati; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12283

Abstract

Persepsi Mahasiswa Agribisnis terhadap minat pekerjaan di sektor pertanian akan menentukan jumlah mahasiswa yang tertarik dan ingin melanjutkan pekerjaan pada sektor pertanian. dengan hubungan yang erat Persepsi Mahasiswa persepsi dan minat Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis persepsi Mahasiswa Agribisnis angkatan 2020 Faperta ULM terhadap pekerjaan di sektor pertanian. (2) Mengidentifikasi dan menganalisis minat Mahasiswa Agribisnis angkatan 2020 Faperta ULM terhadap pekerjaan di sektor pertanian. (3) Menganalisis hubungan antara persepsi Mahasiswa Agribisnis angkatan 2020 Faperta ULM terhadap pekerjaan di sektor pertanian. Mahasiswa Agribisnis terhadap minat pekerjaan di sektor pertanian, semakin baik persepsi mahasiswa terhadap pekerjaan disektor pertanian maka semakin tertarik Mahasiswa untuk bekerja di sektor pertanian tersebut. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari 2023 sampai Juli 2023. Untuk metode pengambilan sampel digunakan Simple Random Sampling yaitu sebanyak 30 orang responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode desktiptif dalam menjawab tujuan pertama dan kedua menggunakan skala likert dengan bantuan skor, sedangkan untuk menjawab tujuan ketiga menggunakan Analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini persepsi Mahasiswa Agribisnis Angkatan 2020 Faperta ULM terhadap pekerjaan di sektor pertanian dengan skor sebesar 87,78% dengan kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi mereka terhadap pekerjaan di sektor pertanian baik karena sektor pertanian merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Minat Mahasiswa Mahasiswa Agribisnis Angkatan 2020 Faperta ULM terhadap pekerjaan di sektor pertanian dengan skor sebesar 80,39% dengan kategori tertarik, sehingga dapat disimpulkan bahwa mereka tertarik untuk bekerja di sektor pertanian karena sektor pertanian memiliki lapangan pekerjaan yang luas. Hubungan antara persepsi terhadap minat pekerjaan di sektor pertanian menunjukkan skor sbesar 0,69 dimana hal ini termasuk dalam kategori hubungan yang erat, semakin baik persepsi Mahasiswa Agribisnis terhadap pekerjaan di sektor pertanian maka semakin tertarik mahasiswa untuk bekerja di sektor pertanian.
ANALISIS NILAI TAMBAH BIJI KOPI ROBUSTA DI KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS PADA KAFE TUJU) Rahmat Rizkianor; Nina Budiwati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12273

Abstract

Penelitian ditujukan untuk menganalisis dan mengidentifikasi keadaan umum Kafe Tuju, nilai tambah dari produk olahan biji kopi robusta di Kafe Tuju dan produk berbahan dasar kopi robusta yang memiliki nilai tambah tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Kafe Tuju, Jalan Indragiri No.4, Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari hingga Oktober 2023. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan langsung melalui pemilik Kafe Tuju, dengan wawancara serta pengamatan di lapangan. Data sekunder didapat melalui instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik dan beberapa sumber yang terkait dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, Kafe Tuju merupakan Kafe yang mengusung konsep industri garden minimalis dengan arsitektur mengadopsi elemen-elemen industri sekaligus menonjolkan taman yang berada diarea outdoor. Kafe Tuju buka setiap hari dengan memiliki total waktu operasional harian selama 15 jam, terhitung dari opening pada pukul 09.00 WITA hingga closing pukul 23.00 WITA. Produk dengan nilai tambah tertinggi adalah produk Nuansa yang memiliki nilai tambah sebesar Rp 11.726.549 dengan nilai rasio sebesar 71,46%. Produk dengan rasio nilai tambah tertinggi adalah Arah dengan rasio sebesar 76,36% dan nilai tambah sebesar Rp10.544.856
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Keripik Singkong Borneo Di Desa Cindai Alus Widia Ariyanti; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12264

Abstract

Singkong sangat fleksibel diolah menjadi produk makanan, baik secara langsung maupun tidak langsung maka dari itu munculah sebuah ide mengenai pengembangan produk olahan singkong menjadi salah satu bagian kuliner saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dan menganalisis strategi pengembangan usaha keripik singkong Borneo dengan analisis SWOT. Tempat penelitian berlokasi di Jalan Kebun Raya No,95 RT 05 Rw 02, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, dimulai sejak bulan April 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan matriks posisi yang diperoleh dari perhitugan bobot X rating diketahui posisi kuadran usaha keripik singkong Borneo terletak pada kuadran V dengan strategi mempertahankan dan pelihara dengan rata rata 2,0 – 2,99. Dari hasil penggabungan dan pencocokan matriks IE melalui hasil IFE dan EFE diperoleh divisi sel 5 yaitu melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatan adalah terjaganya kualitas serta kuantitas produk, faktor kelemahan adalah kurangnya promosi dan inovasi baik segi rasa maupun produk, faktor peluang adalah permintaan akan produk keripik singkong cukup tinggi dan harga produk lebih murah dibandingkan produk sejenis, faktor ancaman adalah merek dagang yang tidak dicantumkan dan banyaknya perusahaan sejenis
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOPI SUSU DI COFFEE SHOP SUNDAY FESTIVAL BANJARBARU Aahmes Rafi Gani; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12278

Abstract

Bisnis Coffee Shop semakin marak sehingga menyebabkan semakin ketatnya persaingan. Tiap pelaku usaha berupaya untuk menghadirkan pelayanan terbaik dan terobosan baru pada produknya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi atribut kopi susu yang menjadi kesukaan konsumen serta preferensi dari konsumen Coffee Shop Sunday Festival Banjarbaru dan mengidentifikasi pertimbangan konsumen berdasarkan atribut yang tersedia dalam menentukan pilihan pembelian. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2023 sampai Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian survey dan dalam penarikan contohnya menggunakan metode accidental sampling. Berdasarkan metode tersebut maka diperoleh responden sebanyak 50 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis multi atribut fishbein dengan skala likert yang digunakan sebagai skala. Berdasarkan hasil penelitian, atribut yang menjadi preferensi konsumen kopi susu Cremee Brule dan Tiramisu yaitu rasa sedang, harga sedang, sajian menarik dan promosi melalui sosial media baik. Kemudian atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dari kopi susu Cremee Brule yang diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah yaitu promosi melalui sosial mediadengan (Ao) sebesar 14,43, rasa dengan (Ao) sebesar 14,21, sajian dengan (Ao) sebesar 13,17, Harga dengan (Ao) sebesar 10,94. Sedangkan pertimbangan atribut dalam keputusan pembelian kopi susu Tiramisu secara berurutan dari yang tertinggi yaitu promosi melalui sosial media dengan (Ao) sebesar 14,74, rasa dengan (Ao) sebesar 13,90, sajian dengan (Ao) sebesar 13,10, harga dengan(Ao) sebesar 11,60
TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET KECAMATAN AWAYAN KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Khairatul Mahmudah; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12269

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu sumber daya alam yang mudah diperoleh. Tanaman karet merupakan tanaman tahunan atau produk tanaman yang mempunyai peranan penting bagi Indonesia sebagai mata uang nonmigas, sehingga pengembangannya dapat meningkatkan produktivitas usahatani karet. Kabupaten Balangan terdiri dari delapan kecamatan dengan perkebunan karet di seluruh kecamatannya. Salah satu kecamatan yang mempunyai luas wilayah terluas dibandingkan kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Awayan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petani karet di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan dan mengukur kesejahteraan petani karet di Kecamatan Awayan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Awayan menggunakan Metode Accidental Sampling dan sampelnya sebanyak 30 orang. Hasil survei menunjukkan jumlah produksi sebesar 4.698,26 kg, harga jual rata-rata sebesar Rp6.750, jumlah penjualan sebesar Rp 31.715.280, dan total biaya sebesar Rp 22.843.933 sehingga diperoleh pendapatan bersih rata-rata budidaya karet di Kecamatan Awayan sebesar Rp 8.871.347. Kesejahteraan petani karet di Kecamatan Awayan menunjukkan bahwa 36,66% (11 Responden) keluarga petani karet sejahtera dan 63,33% (19 Responden) tidak sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa untuk 11 orang responden menerima pendapatan yang lebih besar daripada 19 orang responden karena menerima pendapatan di bawah kriteria Badan Pusat Statistik (BPS) yakni sebesar Rp5.447.136,-/kapita/tahun. 
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM USAHA PERTANIAN KARET DI DESA HANTAKAN KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Fajar Mustaqim; Masyhudah Rosni; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12260

Abstract

Kearifan lokal adalah bentuk kearifan lingkungan yang ada dalam kehidupan masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Kecamatan Hantakan mempunyai luas areal perkebunan karet terluas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak kearifan lokal yang masih digunakan, berapa banyak yang pernah ada tetapi tidak digunakan lagi, dan apa yang menyebabkan mereka dipertahankan dan ditinggalkan. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei, dan responden yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan berlandaskan kriteria berikut, memiliki pengalaman dan pengetahuan pribadi terkait usahatani serta mau berbagi pengetahuan, usia orang tersebut sudah berumur atau sudah tua (lebih dari 40 tahun), serta bisa menjawab pertanyaan yang akan diajukan. Sehingga sampel yang dapat diambil sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah kearifan lokal yang masih dipakai sampai sekarang berjumlah 30 yang terdiri dari pembukaan lahan berjumlah 8, pembibitan berjumlah 2, penanaman berjumlah 5, masa sebelum produksi berjumlah 2, pemeliharaan berjumlah 4, penyadapan berjumlah 6, bahan olahan karet berjumlah 1 dan pemasaran berjumlah 2 kearifan lokal. Sedangkan jumlah kearifan lokal yang pernah ada tetapi tidak digunakan lagi di Desa Hantakan berjumlah 6 yang terdiri dari pembukaan lahan berjumlah 4, pembibitan berjumlah 1 dan penanaman berjumlah 1 kearifan lokal. Sehingga diketahui faktor penyebab kearifan lokal yang masih dipakai adalah karena rendahnya biaya, memberikan kemudahan, dan masih mengikuti kearifan lokal yang sudah pernah dilakukan oleh masyarakat dahulu. Sedangkan faktor penyebab kearifan lokal yang ditinggalkan adalah adanya aturan dari pemerintah untuk perizinan pembukaan lahan, mempersulit dan membuang-buang biaya, beberapa lahan karet memiliki kemiringan yang cukup curam, dan bibit unggul sudah mulai mudah didapatkan.
KAJIAN AGRIBISNIS IKAN LELE (Clarias sp.) DI KECAMATAN BANJARBARU UTARA (STUDI KASUS PADA RUMAH TANGGA PERIKANAN BUDIDAYA BERRYBEE FISH N’ FARM) Rizka Anggun Sulistya Ningrum; Yusuf Azis; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12284

Abstract

Ikan lele adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak diminati masyarakat untuk dibudidayakan karena karakteristiknya dapat bertahan hidup di air yang keruh dan masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu tiga bulan. Salah satu rumah tangga perikanan (RTP) budidaya yang mengusahakan komoditas lele yaitu BerryBee Fish n’ Farm dengan sistem budidaya yang belum diterapkan oleh rumah tangga perikanan lain di Kota Banjarbaru yaitu Recirculating Aquaculture System. Oleh karena itu kajian agribisnis pada RTP BerryBee Fish n’ Farm menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usaha,  menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, titik impas, dan mengukur tingkat kelayakan usaha budidaya lele RTP BerryBee Fish n’ Farm serta mengukur nilai tambah produk pasca panen berupa ikan lele yang diawetkan. Penelitian yang berlokasi ditempat budidaya ikan lele RTP BerryBee Fish n’ Farm, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru ini menggunakan metode studi kasus dengan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan pemilik usaha dan observasi lapangan, serta data sekunder diperoleh dari studi pustaka serta beberapa instansi yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, penyelenggaraan usaha RTP BerryBee Fish n’ Farm telah sesuai dengan prinsip aplikasi Recirculating Aquaculture System. Analisis dari sisifinansial menghasilkan kesimpulan bahwa usaha ini menguntungkan dan layak untuk terus dijalankan. Namun dari segi nilai tambah produk pasca panen masih tergolong kecil.
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA UNTUK MELANJUTKAN USAHATANI SAYURAN ORANG TUA MEREKA DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Lisda Octaviani; Masyudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12267

Abstract

Kelurahan Landasan Ulin Utara mempunyai sumber daya manusia yang cukup banyak dan akan berpotensi untuk keberlanjutan usahatani sayuran. Hal ini terlihat pada generasi muda di Kelurahan Landasan Ulin Utara tidak hanya sekedar untuk membantu saat pemanenan saja, namun mereka juga ikut serta berkegiatan usahatani mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan bahkan sampai pada proses memanen. Hal ini jarang sekali ditemukan pada daerah perkotaan di Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi terhadap usahatani sayuran dan minat generasi muda untuk melanjutkan usahatani sayuran orang tua mereka. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 30 orang generasi muda (anak petani) dengan teknik quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan Persepsi generasi muda (anak petani) terhadap usahatani sayuran menunjukan skor sebesar 79,9167% dan angka ini masuk dalam klasifikasi baik. Hal ini menunjukan jika bekerja disektor pertanian akan memberikan manfaat yang baik dan pekerjaan yang mulia karena dapat memajukan perekonomian negara, dapat meluaskan pertanian di Indonesia dan dapat menunjang kebutuhan pokok masyarakat. Minat generasi muda (anak petani) terhadap usahatani sayuran menunjukan skor sebesar 80,93% dan angka ini masuk dalam klasifikasi sangat baik. Hal ini berarti generasi muda (anak petani) sangat memiliki minat dalam melanjutkan usahatani sayuran orangtua mereka.
STRUKTUR BIAYA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN PADA USAHA KELAPA SAWIT PETANI SWADAYA DI KECAMATAN BATU ENGAU KABUPATEN PASER Nurul Azizzah Maulidina Purnamasari; Hamdani Hamdani; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12258

Abstract

Kelapa sawit dengan kualitas baik dapat memproduksi hingga mencapai usia tanaman 25 tahun. Dukungan untuk hal ini terletak pada praktik perawatan, termasuk pemilihan benih unggul yang bersertifikat dan faktor-faktor lain seperti penggunaan pupuk dan obat-obatan. Dalam melakukan usaha terdapat sejumlah biaya yang harus dibayarkan seperti biaya penanaman awal, perawatan awal. Hal ini membutuhkan biaya yang cukup besar karena kelapa sawit memiliki usia produktif kurang lebih 3-4 tahun setelah tanam. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis jenis biaya, besarnya biaya serta struktur biaya dari usaha kelapa sawit petani swadaya, khususnya biaya pada saat tanaman belum menghasilkan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi yang dilakukan kepada petani kelapa sawit swadaya dengan jumlah 58 responden di Kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser. Hasil penelitian menunjukkan jenis biaya dan besar biaya yang dikeluarkan tanaman belum menghasilkan pada tahun 2023 adalah berupa biaya investasi yang mencakup lahan Rp17.120.124/Ha, pembelian bibit Rp4.471.830Ha, peralatan Rp5.548.867/Ha, tenaga kerja pembukaan lahan, pengolahan lahan dan penanaman Rp13.160.000/Haserta biaya pupuk awal Rp1.375.000/Ha. Kemudian, untuk biaya operasional mencakup biaya peralatan tambahan Rp3.459.808/Ha, biaya pembelian pupuk Rp9.612.793/Ha, biaya obat-obatan Rp1.947.588/Ha dan biaya tenaga kerja Rp9.119.492/Ha. Persentase perbandingan struktur biaya berdasarkan biaya investasi, biaya yang paling besar ialah pembelian lahan 41.08% dan yang terkecil ialah pupuk awal 3.30%, sedangkan biaya operasional terbesar berada pada pembelian pupuk 39.82% dan yang terkecil adalah obat-obatan 8.07%. Struktur biaya berdasarkan keseluruhan komponen bia-ya pada TBM untuk persentase biaya yang paling besar adalah lahan yakni 26% sedangkan untuk biaya terkecil adalah pupuk awal yakni 2%.

Page 1 of 3 | Total Record : 28