cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2025)" : 10 Documents clear
Analisis Kelayakan dan Risiko Produksi pada Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Witty Oktavia; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15906

Abstract

Kabupaten Tabalong merupakan salah satu sentra produksi cabai besar di Kalimantan Selatan, di mana Kecamatan Tanta menunjukkan fluktuasi produksi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan risiko produksi usahatani cabai besar di kecamatan tersebut. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel 40 petani dari populasi 165 orang, dipilih secara simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung, dilengkapi data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usahatani adalah Rp14.219.018 (setara Rp28.018.832 per hektar), dengan penerimaan rata-rata Rp22.045.500 (Rp43.439.409 per hektar), sehingga menghasilkan keuntungan Rp7.826.482 per musim tanam. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) sebesar 1,55 mengindikasikan kelayakan usahatani, dimana setiap biaya Rp1 yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan Rp1,55. Analisis risiko produksi yang diukur dengan koefisien variasi menghasilkan nilai 0,30, lebih rendah dari ambang batas 0,50, yang menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani cabai besar di wilayah ini tergolong rendah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa usahatani cabai besar di Kecamatan Tanta layak secara finansial dan memiliki tingkat risiko produksi yang rendah.
Evaluasi Usaha Ternak Itik Petelur di Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah M. Hasan Ariyadi; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16269

Abstract

Kecamatan Labuan Amas Selatan memiliki potensi geografis untuk peternakan itik petelur, namun pengembangannya terhambat oleh efisiensi produksi dan minimnya analisis kelayakan usaha. Usaha ternak itik petelur "Putri Aulia" menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada tahun 2024, sehingga evaluasi kelayakannya menjadi krusial untuk dijadikan model pengembangan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tersebut melalui deskripsi penyelenggaraan serta perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, dan Break-Even Point (BEP). Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan analisis data kuantitatif periode Februari 2024–Februari 2025, penelitian ini menemukan bahwa usaha telah menerapkan praktik manajemen yang baik, meliputi peningkatan kapasitas kandang hingga 7.000 ekor, penggunaan pakan komersial, dan program vaksinasi. Secara finansial, dengan total biaya tetap Rp94.511.883 dan total penerimaan Rp4.202.422.200, usaha ini berhasil mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp331.367.517. Analisis BEP menunjukkan titik impas tercapai pada volume produksi 590.699 butir telur atau pada nilai penerimaan Rp932.608.703. Usaha ternak itik "Putri Aulia" terbukti layak dan menguntungkan karena beroperasi jauh di atas titik impas, meskipun profitabilitasnya (7,88% dari penerimaan) yang belum mencapai target (10%) mengindikasikan adanya ruang untuk peningkatan efisiensi biaya.
Analisis Optimalisasi Pola Tanam Usahatani Sayuran di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Hadi Pratama; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15978

Abstract

Petani sayuran bayam dan sawi di Kecamatan Labuan Amas Selatan, sebagai produsen konsisten di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menghadapi kendala sumber daya terbatas yang menyebabkan keuntungan belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola tanam yang dapat memaksimalkan keuntungan usahatani dengan mengatasi kendala tersebut. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 40 petani responden yang datanya dianalisis menggunakan program linier (Linear Programming) dengan bantuan software Excel add-in Solver. Hasil penelitian menunjukkan pola tanam awal yang mengalokasikan 1,49 borong untuk bayam dan 1,89 borong untuk sawi hanya menghasilkan keuntungan rata-rata sebesar Rp1.841.247. Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa keuntungan maksimal sebesar Rp2.607.001 dapat dicapai dengan mengalokasikan seluruh lahan seluas 3,38 borong untuk menanam sayuran sawi saja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa realokasi sumber daya lahan secara penuh pada komoditas sawi merupakan strategi terbaik untuk meningkatkan profitabilitas petani secara signifikan di lokasi penelitian.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kedelai Menjadi Tahu pada Pabrik Tahu Supangat Della Thisia Putriani; Kamiliah Wilda; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16322

Abstract

Agroindustri tahu merupakan sektor penting yang berpotensi memberikan nilai tambah signifikan terhadap komoditas kedelai. Meskipun demikian, banyak pelaku usaha, termasuk Pabrik Tahu Supangat di Kota Banjarbaru, menghadapi tantangan dalam hal efisiensi dan pencatatan keuangan yang belum rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan besaran nilai tambah yang dihasilkan oleh Pabrik Tahu Supangat. Menggunakan metode studi kasus dengan data kuantitatif selama periode Januari 2025, penelitian ini menemukan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp278.071.465. Usaha ini berhasil mencatatkan total penerimaan sebesar Rp404.460.000 (terdiri dari penjualan tahu Rp393.120.000 dan ampas tahu Rp11.340.000), sehingga memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp126.388.535. Analisis nilai tambah menunjukkan hasil yang bervariasi antar produk: produk tahu bantet menghasilkan nilai tambah sebesar Rp116.492.273 dengan rasio 41,69% (kategori tinggi), sementara produk tahu pong menghasilkan nilai tambah Rp31.207.817 dengan rasio 24,96% (kategori sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun usaha ini sudah sangat menguntungkan, terdapat potensi besar untuk optimalisasi, khususnya pada lini produk tahu pong, guna meningkatkan nilai tambah secara keseluruhan.
Dampak Sekolah Lapang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Penerapan Prosedur Budidaya Cabai oleh Petani di Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur Ayu Devi; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15981

Abstract

Sekolah Lapang merupakan proses pembelajaran non formal yang digunakan dalam program Bertani Untuk Negeri (BUN) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Sekolah Lapang terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya cabai oleh petani di Kecamatan Gekbrong, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya setelah Sekolah Lapang. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Yayasan Edufarmers Internasional. Metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan total skor dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Lapang memberikan dampak positif terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya cabai. Sebelum mengikuti Sekolah Lapang 61,11% petani berada pada tingkat pengetahuan sedang meningkat menjadi 93,51% petani berada pada kategori tinggi setelah Sekolah Lapang. Demikian pula pada tingkat penerapan SOP budidaya meningkat dari 77,78% petani berada pada kategori sedang menjadi 100% petani dalam kategori tinggi. Ditemukan hubungan yang berlawanan arah antara tingkat pengetahuan petani dengan penerapan SOP budidaya, yang menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi implementasi di lapangan.
Hubungan Antara Karakteristik Penerima Hibah Kompetitif Program YESS Dengan Tingkat Persepsi Tentang Wirausaha di Kabupaten Banjar Ummu Hani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16822

Abstract

Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian perdesaan di Indonesia, namun kewirausahaan di kalangan pemuda masih menghadapi hambatan seperti rendahnya adopsi teknologi dan keterbatasan akses pasar. Sebagai upaya mengatasinya, Program YESS menyediakan hibah kompetitif untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda pertanian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penerima hibah, menilai tingkat persepsi mereka tentang kewirausahaan, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, dengan melibatkan 50 responden yang dipilih secara sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dengan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden umumnya berada pada usia produktif dengan latar pendidikan menengah, pengalaman usaha relatif lama, dan keikutsertaan dalam beberapa pelatihan. Tingkat persepsi kewirausahaan berada pada kategori tinggi (81,92%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa hanya tingkat pendidikan yang berhubungan positif dan signifikan dengan persepsi kewirausahaan (r = 0,415; p = 0,003), sedangkan umur, pengalaman, dan jumlah pelatihan tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk persepsi kewirausahaan, sementara pengalaman usaha dan pelatihan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas agar lebih berdampak.
Analisis Tingkat Konsumsi Buah pada Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Nor Asiah; Nina Budiwati; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16187

Abstract

Konsumsi buah di Indonesia yang belum memenuhi standar gizi seimbang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsumsi buah dan faktor-faktor yang berhubungan pada mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat, yang diharapkan menjadi teladan dalam pola konsumsi sehat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional pada 30 mahasiswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling dari total populasi 396 orang. Data tingkat konsumsi buah dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat konsumsi buah dengan variabel pengetahuan, preferensi, ketersediaan buah, dan konsumsi makanan cepat saji. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah mahasiswa tergolong tinggi, yaitu 216,48 gram/orang/hari. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat konsumsi buah (ρ=0,515), sebaliknya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat konsumsi buah (ρ=−0,445). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada variabel preferensi dan ketersediaan buah. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan pengetahuan secara efektif mendorong konsumsi buah, sementara gaya hidup modern yang tercermin dari konsumsi makanan cepat saji menjadi penghambat utama.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Produk Sari Kedelai Cihitos di Kota Banjarbaru Haslinda Amalia Hidayati; Yusuf Azis; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16250

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap produk sari kedelai Cihitos di Kota Banjarbaru dan mengidentifikasi atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 46 responden konsumen sari kedelai Cihitos. Analisis data menggunakan model multiatribut Fishbein untuk mengukur sikap konsumen berdasarkan empat atribut utama: rasa, harga, ukuran kemasan, dan informasi & promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi dan promosi menjadi atribut paling dominan (Ao = 21,04) dengan kategori “sangat positif”, diikuti rasa (Ao = 19,66), harga (Ao = 16,96), dan ukuran kemasan (Ao = 15,43). Gap analysis mengungkapkan ukuran kemasan memiliki kesenjangan terbesar antara ekspektasi dan performa (+0,47). Konsumen menunjukkan loyalitas yang baik dengan 78,26% tetap melakukan pembelian meskipun terjadi kenaikan harga. Implikasi manajerial mengarah pada pentingnya investasi dalam strategi komunikasi pemasaran dan pengembangan variasi ukuran kemasan sebagai prioritas utama untuk meningkatkan daya saing produk.
Preferensi Konsumen Terhadap Produk Minuman Kopi di Kopi Kenangan Kota Banjarmasin Alysa Humairo; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15597

Abstract

Perkembangan bisnis kedai kopi di Banjarmasin yang sangat kompetitif, dengan 300-400 kedai, mendorong pentingnya memahami konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik dan preferensi atribut produk konsumen Kopi Kenangan di kota tersebut. Berdasarkan data dari 100 responden yang diambil dengan accidental sampling pada Juli 2024-April 2025, ditemukan bahwa konsumen dominan berjenis kelamin perempuan (69%), berusia 21-25 tahun (70%), berpendidikan SMA (53%), berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa (55%), dan berpenghasilan di atas Rp2.000.000 (49%). Preferensi produk mereka adalah minuman dengan harga di bawah Rp25.000, varian Vanilla Latte, ukuran jumbo, rasa manis, dan topping Oreo. Secara berurutan, atribut yang paling dipertimbangkan adalah varian, rasa, harga, topping, dan ukuran. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi Kopi Kenangan Banjarmasin dalam menyusun bauran pemasaran dan pengembangan produk untuk memenangkan persaingan.
Analisis Keputusan Konsumen terhadap Pembelian Buah dan Sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru Rafael Roy Thomson Hutapea; Hartoni Hartoni
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16196

Abstract

Pergeseran pola belanja masyarakat dari pasar tradisional ke ritel modern mendorong penelitian ini untuk menganalisis proses keputusan pembelian, kepuasan, dan atribut prioritas konsumen buah dan sayur di Indomaret Fresh Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 90 responden di tiga gerai (A. Yani km 19, A. Yani km 29, dan Trikora 2) dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara deskriptif serta menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan proses keputusan pembelian dipicu oleh kemasan praktis, dengan kesegaran produk dan kecepatan layanan menjadi faktor evaluasi utama. Tingkat kepuasan konsumen di semua gerai termasuk kategori "puas" (rentang skor CSI 73,315–78,989). Namun, analisis IPA mengidentifikasi bahwa atribut keramahan staf, kecepatan layanan, dan efisiensi kasir menjadi prioritas utama untuk perbaikan karena dianggap sangat penting oleh konsumen tetapi kinerjanya masih rendah. Dengan demikian, direkomendasikan agar Indomaret Fresh memfokuskan peningkatan kualitas pada aspek pelayanan SDM untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, sambil mempertahankan kekuatan pada kualitas produk dan kebersihan gerai.

Page 1 of 1 | Total Record : 10