Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK)
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) includes the publication of lecturer and student research results related to nursing and health sciences. The fields of nursing include surgical Medical Nursing, Maternity Nursing, Child Nursing, Mental Nursing, Family Nursing, Gerontik Nursing, Nursing Management, and other Health Sciences. This journal is published by UNIB Press. This journal has been ACCREDITED by National Journal Accreditation (ARJUNA) and Managed by the Ministry of Education, Cultural, Research, and Technology, Republic Indonesia with Fourth-Grade (Sinta 4) since the year 2020 to 2024 according to decree No. 204/E/KPT/2022, effective until 2024.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI"
:
16 Documents
clear
Hubungan Gaya Manajemen Konflik dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Pasar Minggu
Diya Alvionita;
Tatiana Siregar
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.28796
Potensi perawat mengalami konflik cukup besar, konflik sebaiknya dapat dikelola dengan efektif menggunakan gaya manajemen konflik yang baik. Konflik yang tidak tertangani akan berdampak negatif pada lingkungan kerja yang kurang nyaman sehingga kepuasan kerja menjadi terpengaruh. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan 131 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square secara parsial dimensi gaya manajemen konflik didapat: Gaya kolaborasi (p-value = 0.001), gaya akomodasi (p-value = 0.007), gaya kompromi (p-value = 0.001), dan untuk gaya menghindar (p-value = 0.689), serta gaya kompetisi tidak terdapat hubungan yang signifikan (p-value = 0.257) dengan kepuasan kerja. Analisis secara total menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai p-value 0.001 (p<0.05). Untuk itu hendaknya seluruh perawat bersama-sama dapat menerapkan gaya manajemen konflik yang baik dalam menghadapi sebuah situasi dan pihak manajemen rumah sakit dapat memfasilitasi pelatihan/seminar terkait pengaplikasian gaya manajemen konflik agar tercapainya kepuasan dan produktivitas yang lebih baik.
Konseling Gizi Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah dan Asupan Karbohidrat pada Penderita Diabetes Melitus
Selpia Agustini;
Jumiyati Jumiyati;
Kusdalinah Kusdalinah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.30232
Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang bermanifestasi berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan gula darah melebihi batas normal, penyebab kenaikan gula darah menjadi dasar pengelompokan jenis diabetes. Penderita Diabetes Mellitus perlu mengetahui bahwasanya diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, namun kadar glukosa darahnya dapat dikendalikan untuk memperlambat terjadinya komplikasi pada organ tubuh lainnya. Pemberian konseling berguna untuk meningkatkan pengetahuan penderita agar nantinya mampu menjalankan terapi diet yang dijalaninya dengan baik sehingga dapat mengatur asupan karbohidrat dan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan, asupan karbohidrat dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental study, jumlah responden 40 orang, kelompok intervensi 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner 15 pertanyaan, media Booklet untuk kelompok intervensi dan leaflet untuk kelompok kontrol. Dianalisis melalui uji t-test dependen paired sample t – test. Hasil penelitian menunjukkan sesudah diberikan perlakuan terdapat perbedaan yang ditandai dengan nilai p-value pada asupan karbohidrat 0.001, pengetahuan dengan nilai p-value 0.000,dan kadar gula darah dengan nilai p-value 0.000 (<0.05), Ada pengaruh pemberian konseling gizi terhadap asupan karbohidrat, pengetahuan, dan kadar gula darah. Diharapkan bagi Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai evaluasi agar bisa memberikan konseling gizi dengan menggunakan media booklet.
Optimalisasi Pertumbuhan Balita Usia 12-36 Bulan: Peran Asi Eksklusif dan Faktor BBLR
Isha Akastia;
Woro Setia Ningtyas;
Ahmad Suryawan
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.30995
Pertumbuhan dan perkembangan balita dengan riwayat BBLR perlu terus dipantau, hal ini untuk mencegah penurunan kemampuan intelektual, produktivitas, peningkatan risiko penyakit degeneratif dan perkembangan di masa mendatang. Pada kasus BBLR jarang diberikan ASI secara eksklusif hal ini karena keinginan ibu untuk menaikan berat badan bayi secara cepat. Berbagai faktor dapat mempengaruhi keputusan ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Selain keinginan ibu untuk menaikkan berat badan bayi dengan cepat, kondisi medis pada ibu atau bayi dapat menjadi hambatan. Masalah kesehatan seperti infeksi atau luka pada ibu, atau masalah kesehatan yang memerlukan perawatan khusus pada bayi BBLR, dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Keterbatasan produksi ASI juga dapat menjadi faktor, di mana ibu mungkin mengalami kesulitan dalam memproduksi jumlah ASI yang cukup. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara ASI eksklusif dengan tumbuh kembang pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat BBLR di Puskesmas Menganti Kabupaten Gresik Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data penelitian yang diambil merupakan data primer dengan menggunakan metode wawancara melalui kuesioner penelitian pada variabel ASI eksklusif. Pemeriksaan pertumbuhan dilakukan oleh petugas gizi dari puskesmas. Sedangkan untuk pemeriksaan perkembangan dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan setempat yang terlatih SDIDTK. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 46 responden, pemberian ASI eksklusif pada balita dengan riwayat BBLR sebesar (73.9%). Balita yang diberikan ASI eksklusif menunjukan pertumbuhan normal dan perkembangan sesuai usia. Berdasarkan hasil uji Chi-Square antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat BBLR didapatkan nilai signifikansinya 0.023 (<0.05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Menganti Gresik. Sedangkan berdasarkan hasil uji Chi-Square antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat BBLR didapatkan nilai signifikansinya 0.013 (<0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan pada balita usia 12-36 bulan dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Menganti Gresik.
Hubungan Riwayat Penyakit Paru pada Ibu Hamil terhadap Kejadian BBLR di RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Risma Novalina Putri Zurohmi;
Isnin Anang Marhana;
Domincus Husada
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.32009
Masalah penyakit paru-paru perlu diperhatikan dikarenakan bisa menjadi salah satu penyakit yang mempersulit kondisi ibu hamil. Selama kehamilan, bagian paru-paru adalah organ tubuh yang dapat memberikan kontribusi penting di dalam tubuh terutama selama proses kehamilan berlangsung. Oleh sebab itu, bagian tubuh paru-paru jangan sampai dihiraukan ataupun disepelekan dari setiap permasalah yang timbul sehingga perlu adanya penelitian ini untuk menganalisis akibat buruk yang ditimbulkan dari penyakit paru-paru selama proses kehamilan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit paru pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di RSUD Dr. Soetomo. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain pendekatan case control. Dalam penelitian ini sampel diambil di RSUD Dr. Soetomo dengan terbagi dalam kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan adanya kriteria inklusi dan eksklusi di masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Kriteria inklusi dari kelompok kasus bayi lahir dalam kondisi hidup, BBLN dan BBLR dan Ibu hamil dengan penyakit paru (Asma, Pneumonia dan Tuberkulosis) periode 2019-2023. Sedangkan untuk kriteria inklusi dari kelompok kontrol bayi lahir dalam kondisi hidup, BBLN dan BBLR dan Ibu hamil dengan tidak ada penyakit paru (Asma, Pneumonia dan Tuberkulosis) periode 2019-2023. Pemilihan sampling menggunakan probability sampling berupa simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis dan lembar pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan uji Contingency Coefficient (C). Subyek sampel yang digunakan pada penelitian sebanyak 312 dengan perbandingan 1:1 dari kelompok kasus dan kelompok kontrol. Didapatkan dari 156 ibu hamil dengan riwayat penyakit paru (asma, pneumonia dan tuberkulosis) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya ditemukan sebagian besar ibu melahirkan bayi dalam kondisi BBLR, yaitu sebanyak 109 (69.9%). Karakteristik dari kelompok kasus, rata-rata memiliki usia berisiko tinggi (<20 tahun dan > 35 tahun) dan memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Hasil analisis bivariate menggunakan Contiqency Coefficient menunjukkan nilai yang didapatkan p<0.001 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit paru (asma, pneumonia dan tuberkulosis) terhadap kejadian BBLR di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Terdapat ibu hamil dengan penyakit paru (asma, pneumonia dan tuberkulosis) di RSUD Dr. Soetomo dengan sebagian besar mempunyai riwayat penyakit paru (asma, pneumonia dan tuberkulosis) di RSUD Dr. Soetomo yang melahirkan bayi dalam kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Sehingga ada hubungan riwayat penyakit paru (asma, pneumonia dan tuberkulosis) pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di RSUD Dr. Soetomo.
Hubungan Pola Menyusui dengan Durasi Amenore pada Ibu di Puskesmas Sidotopo
Nyimas Vira Gafira;
Jimmy Yanuar Annas;
Ratna Dwi Jayanti;
Lilik Djuari
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.32305
Menyusui merupakan cara yang paling alami dan ideal untuk memberikan nutrisi pada bayi. Selain bagi bayi, menyusui secara eksklusif (6 bulan) juga memberikan manfaat bagi ibu yaitu dapat mempengaruhi durasi amenore. Durasi amenore yang memanjang dapat mengurangi risiko terjadinya kehamilan yang dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi alami atau biasa disebut Metode Amenorhea Laktasi (MAL). Namun, sayangnya pemberian ASI eksklusif masih sedikit diterapkan pada ibu di wilayah Puskesmas Sidotopo (40.5%) . Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola menyusui dengan durasi amenore pada ibu di Puskesmas Sidotopo. Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penentuan besar sampel menggunakan rumus compare two proportions dan didapat 42 responden dengan teknik pengambilan sampel yakni consecutive sampling. Variabel independen yaitu pola menyusui, sedangkan variabel dependen adalah durasi amenore. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan secara face to face dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 25 responden (59.5%) serta terjadinya durasi amenore <6 bulan sebanyak 24 responden (57.1%). Hasil uji chi-square menunjukkan pola menyusui (p=0.040) memiliki hubungan dengan durasi amenore. Kesimpulan dari penelitian ini data tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pola menyusui terhadap durasi amenore di wilayah Puskesmas Sidotopo.
Gambaran Pemakaian Kontrasepsi Hormonal pada Penderita Kanker Serviks di RSUD Dr. Soetomo
Dina Azmilatun Waliyuna;
Brahmana Askandar;
Ratna Dwi Jayanti
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.32344
Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang banyak dijumpai pada wanita yang tinggal di negara berkembang, seperti Indonesia. Penyebab terbanyak kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan pada saat kontak seksual. RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit rujukan untuk kasus Onkologi di Provinsi Jawa Timur sehingga jumlah pasien kanker serviks selalu meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran pemakaian kontrasepsi hormonal pada penderita kanker serviks di RSUD Dr. Soetomo. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini melibatkan 215 sampel dengan variabel yang diteliti yaitu usia, jenis kontrasepsi hormonal, lama penggunaan kontrasepsi, hasil histopatologi dan riwayat deteksi ini. Sebagian besar penderita kanker serviks terdiagnosis pada rentang umur 41-50 tahun (39.1%), jenis kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan yaitu suntik (83.3%), lama penggunaan lebih dari 5 tahun (81.9%), hasil histopatologi yang paling banyak Squamous Cell Carcinoma (96.3%), tidak pernah melakukan pemeriksaan deteksi dini (97.7%). Gambaran pemakaian kontrasepsi hormonal pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. Soetomo di dominasi oleh pengguna suntik dengan lama penggunaan lebih dari 5 tahun pada kelompok usia 41-50 tahun, hasil histopatologinya Squamous Cell Carcinoma dan tidak pernah melakukan pemeriksaan deteksi dini
Analisis Survival Pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Bengkalis
Ulfia Trisna Asih
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.32430
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Infeksi virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah lalu berkembang menjadi sindrom pernapasan akut yang parah, beberapa kegagalan organ, dan bahkan kematian. Di RSUD Bengkalis, tahun 2021 terdapat 375 kasus konfirmasi dan 93 kasus diantaranya meninggal dunia. Dengan Case Fatality Rate sebesar 24.8% angka tersebut belum mencapai target WHO yaitu Case Fatality Rate < 2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui probabilitas survival dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kematian pada pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUD Bengkalis. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain studi Kohort Retrospektif. Analisis yang digunakan survival cox regression dimana event berupa kematian. Populasi penelitian 375 kasus dan sampel sebanyak 172 kasus terdiri dari 86 sampel exposure dan 86 sampel non exposure. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan probabilitas survival pada variabel komorbid, jenis kelamin, usia dan status vaksinasi terhadap kasus terkonfirmasi COVID-19 di RSUD bengkalis. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kematian pasien terkonfirmasi COVID-19 adalah komorbid dengan variabel confounding umur. Pasien dengan komorbid berisiko 2,068 kali mengalami event/ kematian dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki komorbid (CI 95% 1.110 – 3.852). Diharapkan agar pihak Rumah Sakit mengutamakan upaya skrining komorbid pada setiap pasien dan memberikan prioritas pada pasien terkonfirmasi COVID-19 terutama pada pasien dengan komorbid dan kelompok lansia.
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Status Gizi dan Kejadian Stunting Anak Usia 2-5 Tahun di Kecamatan Bulak Surabaya
Muntia Rizki Alzahra;
Lilik Djuari;
Dominicus Husada
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.32433
Latar belakang: Status gizi menjadi indikator penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Status gizi balita dipengaruhi beberapa faktor yang saling berhubungan salah satunya adalah perilaku pemenuhan nutrisi terutama pada 6 bulan pertama kehidupan balita. ASI menjadi satu-satunya nutrisi terbaik dengan komposisi paling ideal bagi bayi. Kekurangan gizi kronis akan mengakibatkan terjadinya kegagalan pertumbuhan jangka panjang pada balita dan hal tersebut digunakan sebagai indikator balita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi dan kejadian stunting anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Bulak Surabaya Metode: penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah balita usia 2-5 tahun yang diberikan ASI eksklusif dan non ASI eksklusif di Kecamatan Bulak pada September-Oktober 2023 dan pemilihan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Riwayat pemberian ASI eksklusif dan pengukur tinggi badan serenity serta timbangan berat badan merk goto. Data dianalisis menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat Hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan BB/U dengan p<0.05 (0.003), pemberian ASI eksklusif dengan BB/TB p<0.05 (<0.001), dan pemberian ASI eksklusif dengan stunting p<0.05 (0.001) yang artinya hipotesis diterima. Kesimpulan: Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat Hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi dan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Bulak Surabaya.
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Rekrutmen pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Swasta: Literature Review
Nafiatun Nisa
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.33097
Jumlah rumah sakit semakin meningkat setiap tahunnya yang didominasi rumah sakit swasta sehingga diperlukan efektivitas MSDM untuk kinerja organisasi. Praktik MSDM membutuhkan proses yang panjang terutama pada proses rekrutmen yang terdiri dari serangkaian aktivitas untuk mengidentifikasi pelamar yang diinginkan. Namun, munculnya Covid-19 tidak diprediksi dan membutuhkan adaptasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Covid-19 terhadap rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit swasta. Metode Penelitian ini yaitu literature review pada 7 artikel yang ditelusuri melalui Science Direct dan Google Scholar. Artikel ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel, yaitu "recruit" AND "human resource" AND "private hospital" AND "covid-19." Pencarian artikel dibatasi dalam 4 tahun terakhir, yakni 2020-2023. Artikel yang digunakan dalam bentuk original article, full text, dan open access. Hasil penelitian ini yaitu dari 7 artikel, menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 memengaruhi rekrutmen, yaitu rekrutmen hanya sebatas formalitas dan menjadikan tenaga kesehatan di rumah sakit banyak dalam kuantitas, tetapi bervariasi dalam kualitas. Kesimpulan penelitian ini yaitu pandemi covid-19 berpengaruh terhadap rekrutmen sehingga rekrutmen dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), menggunakan platform video conference, mengganti tes tertulis dengan proyek atau presentasi online, menyesuaikan jadwal secara fleksibel, dan menjaga komunikasi.
Hubungan Skipping Breakfast dengan Emotional Eating pada Remaja SMA Swasta Muhammadiyah 02 Medan
Dyah Wahyuning Tyas;
Fitri Nurmalini Siregar
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jvk.v7i1.33312
Emotional eating adalah pola makan yang muncul sebagai respons terhadap emosi negatif seperti marah, cemas, dan stres. Tujuan dari riset ini ialah guna melihat hubungan Skipping breakfast dengan Emotional eating pada remaja. Temuan penelitian ini adalah diperolehnya data yang valid dan akurat mengenai data pada remaja SMA Swasta Muhammadiyah 02 Medan dengan metode kuesioner. Jenis riset ini adalah deskriptif analitik dan kategoris, dengan desain cross- sectional. Peneliti melaksanakan riset terhadap masalah tersebut sekali saja. Populasi Riset ini adalah murid SMA Swasta Muhammadiyah 02 Medan. Sampel diambil secara proportional stratified random sampling dari 110 siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden (71.82%) tidak melewatkan sarapan pagi, yang merupakan kebiasaan penting untuk mendukung kesehatan dan kinerja akademik siswa. Mayoritas responden (60%) menunjukkan tingkat Emotional eating yang sedang, dengan sebagian kecil responden (11.8%) menunjukkan tingkat yang sangat tinggi. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Skipping breakfast dan Emotional eating pada siswa SMA Swasta Muhammadiyah 02 Medan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji statistika menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p value sebesar 0.673 > 0.05 maka Ho diterima.