cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2011)" : 10 Documents clear
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN KENTANG TROPIKA DATARAN TINGGI DI MALINO KABUPATEN GOWA Sunanto Sunanto
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.386

Abstract

Kentang merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Sulawesi Selatan berpontensi untuk pengembangan kentang antara lain; Kabupaten Gowa, Bantaeng, Jeneponto, dan Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Responden dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kentang yang ada dilokasi Malino Kabupaten Gowa mempunyai cara pemanfataan lahan secara bergilir pada berbagai komoditas yang berpotensi pada dataran tinggi. Penerapan teknologi usahatani kentang belum intensif, hal tersebut diindikasikan adanya penggunaan bahan tanam, penggunaan pupuk, dan pengendalian belum memperhatikan rekomendasi PHT. Usahatani kentang di wilayah Malino sangat menguntungkan dengan tingkat pendapatan Rp. 16.253.085 dengan tingkat R/C 2,80. Semua petani kentang memanfaatkan fasilitas pasar local dalam menjual hasil panen kentang, sebagian menjual hasil kentang ke luar pulau dan sebagian menjalin kemitraan dengan pemilik modal. adapun cara pembayaran 75 % petani dengan cara panjar.
ANALISIS PENDAPATAN PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI KABUPATEN TANA TORAJA SULAWESI SELATAN Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.387

Abstract

Usaha ternak babi di kabupaten Tana Toraja sangat potensial dikembangkan, karena didukung oleh sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki, kehidupan sosial budaya masyarakat serta pasar yang cukup menjanjikan. Ternak babi di daerah ini selain berfungsi sebagai kurban sembelihan bagi pelaksanaan adat dan sebagai penunjang pariwisata, juga merupakan sumber pendapatan masyarakat dan pemberi konstribusi tertinggi bagi pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk Pajak Potong Hewan (PPH) sebesar ± 60%. Penelitian ini bertujuan untuk : (a) mengetahui perkembangan produksi dan permintaan ternak babi, (b) mengetahui mekanisme pemasaran yang efisien, dan (c) mengetahui sistem pengembangan produksi dan pemasaran yang mempengaruhi peningkatan pendapatan petani/peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan produksi ternak babi 2,7% per tahun dan untuk permintaan 12,7% per tahun, margin terbesar diperoleh sebesar Rp.296.640 per ekor. Pendapatan peternak babi sangat nyata dipengaruhi oleh tingkat produksi, umur jual, harga jual dan biaya produksi (95,30%). Disimpulkan bahwa ternak babi di Tana Toraja prospektif dijadikan sebagai usaha karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat asalkan diiringi dengan sistem produksi dan pemasaran yang baik.
PENDEKATAN ETNOHIDROLIKA TORAJA DALAM PELESTARIAN SUMBER AIR Aris Tanan
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.388

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan air bagi kehidupan etnis Toraja, untuk mengetahui pandangan etnis Toraja tentang sumber air, dan untuk mengetahui nilai yang dikembangkan dan diwariskan etnis Toraja dalam melestarikan sumber air. Penelitian menggunakan pendekatan eksploratori dengan menggali secara mendalam serta menyeluruh mengenai air dari narasumber yang dipilih berdasarkan keterwakilan wilayah (Tana Toraja dan Toraja Utara) dan keterwakilan keyakinan yang dianut mayoritas etnis Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) masyarakat dalam wilayah etnis Toraja memaknai air sebagai: bagian/penyusun tubuh makhluk hidup (patala lamma’), simbol kemakmuran (padang ma’kalimbuang boba kalimbu’bu’ tang sore-sore, padang malompo masapi ma’ kampipi’ bai tora ma’lite bumbungan), penjamin kehidupan makhluk hidup (untaranak tallu lolona), alat memutuskan perkara (ma’paolai salu), simbol berkat (dipasangtinti pa’passakke rara’na Puang Matua dao mai tangngana langi’), dan untuk mencegah serangan hama tanaman (tongkaran); 2) sumber utama air dalam keyakinan etnis Toraja adalah hujan (uran dilangi’ tana’tak dideata) dan mata air (burana kalimbuang boba lumpa-lumpana kalimbu’bu’ tang sore-sore), sumber yang lain antara lain uma (sawah), tombang tedong (kubangan kerbau), pangrudasan (tempat merendam dan memandikan kerbau), mayang (enau) dan bumbungan (susu ibu, susu kerbau); 3) ada lima upaya pelestarian mata air dalam keyakinan etnis Toraja yaitu: memelihara mata air (kalimbuang boba), memelihara pematang sawah (umpemeloi tampo), memelihara hutan (kombong), memelihara drainase (mangkalo’ pa’lak) dan memelihara tempat merendam dan memandikan kerbau (tombang tedong dan pangrudasan). Pemeliharaan itu dilakukan dengan menegakkan aluk sanda pitunna untuk air (aluk, pemali, sangka’, na salunna uai), dan 4) pelaksanaan aluk, pemali, sangka’, na salunna uai hendaknya dilaksanakan dalam bingkai pertanggungjawaban sebagai pengguna air, sehingga terbuka kesempatan melakukan modifikasi sesuai kebutuhan dengan melibatkan teknologi, dengan melestarikan nilai yang terkandung di dalamnya untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Penelitian menyarankan: 1) pewarisan nilai dalam rangka memelihara air dan sumber air hendaknya dilakukan dengan memaksimalkan fungsi tongkonan sebagai simbol pemersatu keluarga, dengan semangat kombongan sebagai wahana musyawarah masyarakat. Untuk itu maka baik pemerintah, perguruan tinggi maupun pemangku adat pada berbagai lapisan disarankan untuk terus-menerus melakukan pembinaan terhadap tongkonan dan fungsinya, serta mendorong tumbuh kembangnya kombongan sebagai lembaga adat yang konsisten dan bertanggung jawab memelihara kearifan lokal sebagai identitas etnis, dan juga untuk kesejahteraan masyarakat, 2) untuk melakukan penelitian lanjutan yang mengkolaborasikan teknologi yang tepat dengan kearifan lokal dalam melestarikan sumber air, termasuk penegakan aturan.
PENGARUH DAYA INGAT DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN 1 TAGARI RANTEPAO Theresyam Kabanga'
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang daya ingat, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa kelas VIII. Untuk mengetahui pengaruh daya ingat dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao, sedangkan jumlah sampel adalah 32 orang yang diambil secara sampel sistematis. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel daya ingat sebagai variabel X1, variable kebiasaan belajar sebagai variabel X2, dan variabel prestasi belajar matematika sebagai variabel Y. Pengumpulan data untuk memperoleh skor dari masing-masing kelas dilakukan dengan memberikan tes yang berhubungan dengan daya ingat dan angket untuk mendapatkan data kebiasaan belajar, data prestasi belajar diperoleh dari nilai semester I tahun ajaran 2007/2008 Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif berupa skor rata-rata, standar deviasi, skor tertinggi, skor terendah, frekuensi, dan persentase dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linear ganda. Berdasarkan hasil analis dapat disimpulkan sebagai berikut: daya ingat dan kebiasaan belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI BELAJAR KELOMPOK KECIL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING Susanna Vonny R.
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.390

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam penerapan pendekatan pembelajaran problem solving melalui belajar kelompok kecil pada upaya peningkatan kemampuan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika difokuskan pada kemampuan modeling dan kemampuan aritmatik. Penelitian ini dilakukan atas dasar kenyataan di lapangan, bahwa siswa SD masih mengalami kesulitan dalam belajar matematika, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita dan banyak diantara siswa telah memahami topik matematika secara teoritis, ternyata mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal cerita. Jika kondisi ini dibiarkan tentunya akan berimplikasi pada rendahnya prestasi siswa dalam belajar matematika. Subjek penelitian adalah siswa pada SD dengan subjek sampel adalah siswa dua kelas dari empat kelas keseluruhan kelas II (dua). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga jenis instrumen yaitu, 1) tes matematika yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita setelah pembelajaran, 2) lembar observasi yang bertujuan untuk melihat aktivitas siswa pada pembelajaran kelas eksperimen, dan 3) skala sikap yang berfungsi untuk mengungkapkan respos siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa 1) siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil menunjukan peningkatan kemampuan modeling lebih baik dalam menyelesaikan soal cerita, dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional, 2) siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil menunjukan peningkatan kemampuan aritmatik lebih baik dalam menyelesaikan soal cerita, dibandingkan dengan siswa memperoleh pembelajaran secara konvensional, 3) siswa pada kelas eksperimen aktif dalam belajar, terutama berdiskusi dengan teman sesama kelompok, dan juga siswa berani mengemukakan atau mengajukan pertanyaan kepada guru, serta kreatif dalam menyelesaikan soal cerita, dan 4) sikap siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil adalah positif, dan model pembelajaran ini juga membuat siswa lebih tertantang, serta dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dalam belajar.
FONEM VOKAL BAHASA TORAJA Yakub Tangdibiri'
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jumlah fonem bahasa Toraja, jenis, dan posisi fonem vokal bahasa Toraja. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan . Data diperoleh dengan teknik catat. Dalam teknik ini peneliti berperan sebagai instrument kunci. Data yang diperoleh dikartukan lalu dikelompokkan berdasarkan jenisnya kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Toraja memiliki 5 (lima) buah fonem vokal, yaitu: a, i, u, e, dan o. Berdasarkan cara pengucapan dan posisi alat ucap pada saat menghasilkan fonem vokal, maka fonem vokal bahasa Toraja terbagi kedalam 8 (delapan) bagian atau jenis, yaitu: 1) fonem vokal depan meliputi i dan e; 2) fonem vokal belakang meliputi: u, o, dan a: 3) fonem vokal tinggi meliputi: i dan u; 4) fonem vokal tengah meliputi: e dan o; 5) fonem vocal rendah a; 6) fonem vokal bundar meliputi: u dan o; 7) fonem vokal tak bundar meliputi: I,e,dan a; 8) fonem vokal panjang dan pendek (biasa). Fonem vokal bahasa Toraja dapat mengambil posisi pada awal, tengah, dan akhir kata.
INTERRELASI KOMPONEN PERTUMBUHAN, KOMPONEN HASIL DAN HASIL 12 GENOTIPE PADI SAWAH DI DATARAN TINGGI Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.392

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional dan menjadi basis untuk revitalisasi pertanian. Salah satu upaya untuk mengembangkan padi dataran tinggi adalah dengan melakukan uji adaptasi padi pada beberapa daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tiap galur dan varietas serta tingkat adaptasi dari masing-masing genotipe. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tikala Kec. Tikala Kab. Toraja Utara yang terletak pada ketinggian 750 m dpl dengan suhu rata-rata 22o C, tipe iklim B menurut Schmidt – Ferguson, pH 7. Penelitian berlangsung selama 4 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan September 2010. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Varietas dan galur yang digunakan terdiri atas 11 varietas dan 1 galur harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe padi sawah yang diuji memperlihatkan keragaman yang cukup tinggi pada komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil. Nilai heritabilitas berkisar antara sedang sampai tinggi. Produksi GKP tertinggi dicapai pada varietas HSPR dan Mentik Wangi. Karakter umur panen jumlah malai per rumpun panjang malai, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir berkorelasi positif dan nyata terhadap hasil GKP, sedangkan karakter persentase gabah hampa berkorelasi negatif dan nyata dengan hasil.
DESAIN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (SPK) MENGGUNAKAN FUZZY MULTIPLE ATTRIBUTE DECISION MAKING UNTUK MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA PADA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER MAKASSAR Marsellus Oton Kadang
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.394

Abstract

Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah metode untuk menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak menerima beasiswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang sistem penunjang keputusan menggunakan FMADM untuk menentukan penerima beasiswa pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Dipanegara Makassar, dengan mengambil 4 kriteria yaitu jumlah bersaudara, jumlah tanggungan orang tua, indeks prestasi, dan penghasilan orang tua. Dalam memodelkan SPK dalam penelitian ini digunakan pendekatan beroriantasi objek meliputi use case diagram, class diagram, activity diagram. Untuk mengetahui apakah sistem yang dirancang telah bebas dari kesalahan logika maka dilakukan pengujian perangkat lunak menggunakan pendekatan White-box. Dari hasil pengujian perangkat lunak didapatkan jumlah ?R?CC?IP yaitu sebesar 35. Hasil ini menandakan bahwa aplikasi yang dirancang telah bebas dari kesalahan logika pemrograman.
The Correlation Between The Mastery Of Vocabulary With The Ability In Listening Of The Sixth Semester Students Of English Department Of FKIP UKI Toraja Rachel Rachel
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.395

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara penguasaan kosa kata dan kemampuan mendengar oleh mahasiwa semester VI program studi Bahasa Inggris FKIP UKI Toraja. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI program studi Bahasa Inggris FKIP UKI Toraja. Total populasi adalah 75 mahasiswa. Karena jumlah populasi cukup banyak, peneliti menggunakan sampel. Peneliti memilih 20 mahasiswa sebagai sample. Instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes tertulis. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada korelasi antara penguasaan kosa kata dan kemampuan mendengar. Hal ini dibuktikan melalui hasil koefisien korelasi sebesar 0.809. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara penguasaan kosa kata dan kemampuan mendengar oleh mahasiswa program studi Bahasa Inggris UKI Toraja.
Analisis Pengaruh Kekerasan Benda Kerja Terhadap Umur Pahat Marthen Bidangan
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pengaruh Kekerasan benda kerja terhadap Umur Pahat, (2) bagaimana pengaruh Kecepatan potong tehadap Umur Pahat. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon pada beberapa tingkat kekerasan, Alat yang digunakan adalah alat pengukur kekerasan menggunakan metode Rocwell B dan untuk mengetahui besarnya umur pahat digunakan alat Profile Projector untuk mendeteksi batas keausan pahat. Umur pahat adalah seluruh waktu yang dipergunakan untuk melekukan pembubutan sehingga dicapai batas kriteria keausan pahat maksimal yaitu VB == 0.3 mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara tingkat kekerasan benda kerja dengan Umur Pahat, dimana makin tinggi kekerasan benda kerja Umur Pahat makin rendah. Demikian pula terdapat hubungan yang sangat kuat antara Kecepatan potong dengan Umur Pahat, dimana makin tinggi Kecepatan potong Umur Pahat makin rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10