cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
REKAYASA PERANGKAT LUNAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENERIMAAN DOSEN YAYASAN PENDIDIKAN DIPANEGARA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Marsellus Oton Kadang
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.364

Abstract

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. AHP dapat diimplementasikan dalam penerimaan dosen, khususnya penerimaan dosen tetap Yayasan Pendidikan Dipanegara. Rancangan aplikasi penerimaan dosen difokuskan pada 4 parameter berupa variable operasional yaitu tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, test potensi akademik dan test micro teaching. Hasil pengujian perangkat lunak dengan pendekatan “white box testing” dan dilanjutkan dengan test case, didapatkan nilai R=V(G)=IP sebesar 34. Ini berarti bahwa aplikasi yang dirancang bebas kesalahan logika dan siap untuk diimplementasikan.
KEEFEKTIFAN METODE KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR KOSAKATA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PALOPO Yosep Tandiongan
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.365

Abstract

Pembelajaran kooperatif word square adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif berupa kotak-kotak kata yang berisi kumpulan huruf. Pada kumpulan huruf tersebut terkandung konsep-konsep yang harus ditemukan oleh siswa sesuai dengan pertanyaan yang berorientasi pada tujuan pembelajaran. Pembelajaran tipe Word Square berisi pertanyaan yang sesuai dengan pengertian-pengertian penting suatu konsep atau sub konsep. Pertanyaan pertama berupa pertanyaan yang jawabannya berupa kunci yang dalam mata pelajaran bahasa Indonesia seringkali menggunakan istilah atau kosakata. Pertanyaan kedua harus terkait dengan pertanyaan pertama dan merupakan lanjutan dari pengertian tersebut. Begitu seterusnya, sehingga semua pertanyaan sudah mewakili konsep yang akan dipelajari. Setelah itu siswa berdiskusi untuk mendapatkan jawaban dan menemukannya pada kotak-kotak Word Square. Pada akhir pembelajaran, siswa menyimpulkan materi bahasan yang telah didiskusikan. Penerapan pembelajaran kooperatif word square dalam penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang pelaksanaannya terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar kosakata siswa kelas VII SMP Negeri 5 Palopo, dengan menggunakan Metode Kooperatif Tipe Word Square, secara khusus kosakata yang berkaitan dengan kosakata kajian. Hasil penelitian diperoleh data kenaikan persentase pencapaian ketuntasan belajar klasikal, pada siklus I 67,75% dan sikulus II 84,38%, sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 65,63% dan siklus II 76,56%. Dengan demikian baik pencapaian ketuntasan hasil belajar maupun keaktifan siswa mengalami peningkatan dalam dua siklus. Simpulan penelitian ini bahwa melalui metode kooperatif tipe word square dapat meningkatkan penguasaan kosakata kajian kelas VII/1 SMP Negeri 5 Palopo, keaktifan dan motivasi belajar siswa serta kinerja guru baik, hal ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari rata-rata kelas 75% menjadi 83,75% dengan ketuntasan klasikal 68,75% menjadi 84,38%. Sesuai dengan kesimpulan hasil penelitian di atas, maka saran dari penelitian ini adalah hendaknya guru bahasa Indonesia menerapkan metode kooperatif tipe word square pada materi kosakata, karena metode ini memudahkan siswa dalam memahami kosakata yang dipelajari.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PEMBICARA DI GEREJA Srivan Palelleng
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.366

Abstract

Sistem informasi yang menyangkut masalah penjadwalan yang akan meningkatkan produktifitas,efektifitas dan efisiensi kerja. Masalah yang dihadapi gereja saat ini khususnya untuk proses pencatatan nama pembicara, maupun sistem penjadwalannya yang terjadi masih dilakukan dengan cara konvensional (Manual). Hal ini seringkali menimbulkan masalah, seperti kurangnya efektifitas dan efisiensi dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM), waktu, dan masih banyak lainnya, karena selain proses pencatatan yang kompleks, tingkat kesalahan yang dihasilkan cukup tinggi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang siap diimplementasikan di gereja untuk kegiatan penjadwalan pembicara. Sistem ini dapat memberi keuntungan bagi penggunanya baik dari segi kemudahan penggunaan sistem, kualitas informasi dan manfaat informasi yang dihasilkan sistem.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS IV SD DI KABUPATEN TANA TORAJA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA Perdy Karuru
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.367

Abstract

Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang permasalahannya dijabarkan dalam bentuk soal cerita dan dalam penyelesaiannya diperlukan suatu keterampilan untuk memahami masalah yang terdapat di dalamnya. Permasalahan yang diangkat dalam suatu soal cerita pada umunya adalah permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menyelidiki kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang meliputi menuliskan aspek yang diketahui dan ditanyakan, menuliskan model matematika, menyelesaikan model matematika, dan menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika. Dengan menggunakan tes sebanyak 25 butir soal yang diberikan kepada 100 orang siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja, diketahui bahwa kemampuan siswa menuliskan aspek yang diketahui dan titanyakan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 83, kemampuan siswa menuliskan model matematika dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 76,5, kemampuan siswa menyelesaikan model matematika dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 84,3, dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika tergolong sangat rendah dengan skor rata-rata 52. Secara umum kemampuan siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja dalam menyelesaikan soal cerita matematika dapat dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 77,67. Hal ini terlihat dari 100 siswa yang mengikuti tes hanya 40 orang atau 40% siswa yang kemampuannya tergolong tinggi dan sangat tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK AGRODYKE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TAMARILLO (CYPHOMANDRA BETACEA SENDT ) Driyunitha Driyunitha
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.370

Abstract

Pertumbuhan bibit tamarillo selain ditentukan oleh faktor genetik juga oleh faktor lingkungan tumbuh. Komposisi media tanam dan pemberian pupuk organik merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan media tumbuh yang baik bagi pertumbuhan bibit tamarillo. Percobaan ini dilaksanakan di Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi selatan yang berada pada ketinggian sekitar 900 m dpl dengan tipe iklim B menurut Schmidt – Ferguson. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam terdiri atas 4 taraf dan faktor kedua adalah beberapa konsentrasi pemberian pupuk organik Agrodyke terdiri atas 5 taraf, dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara komposisi media tanam dengan pupuk organik agrodyke terhadap luas daun bibit tamarillo. Secara tunggal komposisi media tanam tanah + pupuk kandang kambing + sekam padi (1 : 2 : 1) berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah , diameter batang, luas daun , volume akar, dan berat kering tanaman. Pengaruh tunggal pupuk organik agrodyke berpengaruh terhadap volume akar dan luas daun.
PENENTUAN KEBUTUHAN HARA TANAH SAWAH DI KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA DENGAN METODE PERANGKAT UJI TANAH SAWAH (PUTS) Herniwati Herniwati
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.371

Abstract

Metode PuTS merupakan salah satu cara yang praktis diaplikasikan dalam menentukan kebutuhan hara tanaman padi sawah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengaplikasi metode PuTS dalam penentuan kebutuhan hara tanaman padi sawah pada beberapa wilayah di kabupaten Tana Toraja dan kabupaten Toraja Utara. Dilaksanakan pada 11 wilayah di kabupaten Tana Toraja dan 3 wilayah di Kabupaten Toraja Utara. Pengambilan contoh tanah komposit dilakukan dengan cara zig-zag, diambil setelah panen dan menjelang pengolahan tanah pertama. Selanjutnya dilakukan penentuan kadar hara N, P dan K serta pH dengan metode PuTS. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis hara tanaman berdasarkan pada beberapa wilayah pengamatan menunjukkan status hara N yang beragam, sementara status hara P umumnya rendah dan status hara K tergolong sedang sampai tinggi. Berdasarkan status hara tanah maka kebutuhan hara tanaman dalam bentuk pupuk Urea juga beragam yaitu 150 – 300 kg Urea/ha, pupuk SP-36 relatif seragam yaitu 100 kg SP36/ha, dan kebutuhan pupuk KCl umumnya 50 kg KCl/ha. Disarankan untuk mensosialisasikan alat PuTS pada tingkat penyuluh dan petani untuk menentukan kebutuhan hara spesifik lokasi. Diharapkan agar penggunaan alat PuTS dapat berkembang secara luas di kabupaten Tana Toraja dan kabupaten Toraja Utara
THE DIFFICULTY LEVEL FOR THE READING TEXTS OF SMA PELITA RANTEPAO Nehru P. Pongsapan
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.372

Abstract

In grading and selecting the teaching materials for reading, there is a tendency that teachers just refer to the levels as elementary, intermediate, and advance. They tend not to pay attention to the proficiency of the learners. Consequently, the achievement of the learners in reading course is low or high, because the materials are too easy or difficult for them. That is why a teacher must be able to select suitable materials in accordance with his learners’ interest, fluency and comprehension. Based on the background above, the problems of this study can be formulated as follows: What is the difficulty level of the reading texts for the second year students of SMA Pelita Rantepao ? The research objective is to find out the difficult levels of the reading texts for the second year students of SMA Pelita Rantepao. The finding of this research will provide useful information, which is expected to be beneficial or give contribution to the users as well as the government and syllabus designer to teach reading texts. Research method used to this research is descriptive. The indicators that have been used to measure the difficulty level of reading text for the second year students of SMA Pelita Rantepao are as follows: If the mean score obtained by the students less than 44 per cent, the text is described as being at the Frustrational reading level, between 44 to 53 percent, the text is described as being at the Instructional reading level, and over 53 per cent, the text is described as being at the Independence reading level. The population of the research is the second year student of SMA Pelita Rantepao academic year 2009/2010. They consist of 97 students. therefore the writer took 30 students randomly as sample. To analyze the data, the writer used mean percentage technique. The result of 30 students is 42.11% and falls into Frustrational Level. The difficulty level of the reading text for the second year students of SMA Pelita Rantepao falls into frustrational reading level. It means that the reading text is very difficult for the students.
KAJIAN BEBERAPA VARIABEL EKONOMI SEBAGAI INDIKATOR PEMBANGUNAN PEDESAAN BERBASIS PERTANIAN DI KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN Sunanto Sunanto
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.373

Abstract

Percepatan proses transfer inovasi teknologi, agar mudah dapat diadopsi oleh petani perlu informasi data yang akurat dan cepat. Untuk mendukung dan terwujudnya hal tersebut dibutuhkan suatu Kajian Indikator Variabel upah, harga input dan harga hasil pertanian sebagai indikator pembangunan pedesaan berbasis pertanian di Sulawesi Selatan. Metodologi kajian yang akan dilaksanakan dengan metode survei dan monitoring harga upah, harga input dan output pertanian secara berkala. Waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Januari – Desember 2009 dan lokasi kajian dilaksanakan pada agroekosistem dataran rendah, lahan kering di Kabupaten Bantaeng. Adapun indikator kesejahteraan petani yang diukur meliputi: a). Perkembangan struktur pendapatan, b) Perkembangan konsumsi untuk peragaan, c) Perkembangan daya RTP, d) Perkembangan ketahanan pangan di RTP, dan e) Nilai tukar petani (NTP). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa masyarakat tani di wilayah kajian NRA maupun RA mempunyai tingkat pendapatan yang cukup untuk membiayai kebutuhan rumah tangga taninya. Ketahanan pangan bagi rumah tangga taninya di atas nilai 1 (di atas cukup). Upah buruh pertanian maupun non pertanian batas minimum masih dibawah UMR sedangkan batas maksimun sudah di atas UMR. Pada harga sarana produksi, hasil pertanian, dan barang konsumsi masih ada yang mempunyai nilai keragaman yang cukup tinggi. Sedangkan saran bahan kebijakan bagi Pemerintah adalah dapat melakukan intervensi dalam mengendalikan harga sarana produksi, hasil pertanian, dan barang konsumsi yang mempunyai nilai keragaman di atas 15 %.
RESPON TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae L) TERHADAP PUPUK KANDANG DAN KCl Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.375

Abstract

Tanaman kubis (Brassica oleraceae L) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai arti penting bagi penduduk di Indonesia, sebab sayuran ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga merupakan komoditi ekspor. Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi kandang kambing dan KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Lokasi percobaan terletak pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut, curah hujan rata-rata 700-1000 mm per tahun tipe iklim B menurut Schmidt dan Ferguson. Percobaan ini dilaksanakan dalam percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada 2 faktor yang dicobakan yaitu pupuk bokasi kandang kambing dan perlakuan pupuk KCl. Hasil percobaan, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bokashi pupuk kandang kambing pada pertumbuhan dan produksi tanaman kubis. Tanaman kubis yang diberi bokashi pupuk kandang kambing 10 ton/ha memberikan hasil yang terbaik dengan jumlah daun terbanyak, diameter krop terbesar, berat krop pertanaman tertinggi, berat krop perpetak tertinggi, dan berat krop/ha tertinggi, sedang dosis 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman. Terdapat pengaruh pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis. Tanaman kubis yang diberikan pupuk KCl 125 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun terbanyak, diameter krop terbesar, berat krop pertanaman tertinggi, berat krop perpetak 26,54 kg atau setara dengan 69,48 ton/ha. Terdapat interaksi antara bokashi pupuk kandang kambing dan KCl terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kubis . Kubis yang diberi bokashi pupuk kandang kambing 10 ton/ha dikombinasikan dengan pupuk KCl 125 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap berat krop per petak 35,50 kg atau setara dengan 88,75 ton/ha.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS PADI DATARAN TINGGI DI SULAWESI SELATAN Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.376

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional dan menjadi basis untuk revitalisasi pertanian. Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas padi yang sampai saat ini baru mencapai rata-rata 4,7 ton per hektar. Salah satu upaya adalah mengembangkan padi dataran tinggi dengan melakukan uji adaptasi padi pada beberapa daerah dataran tinggi.Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Rantepao (kabupaten Toraja Utara), Malino, dan Bajeng (kabupaten Gowa) dengan menguji 12 varietas dan kultivar yaitu Basmati 370-IRRI, Basmati 370-Original , Basmati 370-Sukamandi , HSPR, IMPARI 3, IMPARI 4, Khao Dawk Mali, Milky Rice, Mentik Wangi, Sinta Nur, Singkoang (Fatmawati), dan IPB 117-E-Rp-2-1, disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil pengkajian menunjukkan varietas Basmati,Inpari, Sinta Nur dan Singkoang adalah varietas yang cepat berbunga, namun dari segi jumlah anakan produktif yang paling banyak adalah HSPR, Milky Rice, dan Basmati 370 Sukamandi. Produksi yang tertinggi dihasilkan dari HSPR sebesar 4,7-5,7 ton GKG perha namun hasil tersebut tidak berbeda nyata dengan hasil Mentik Wangi, Inpari 3, Inpari 4, Sinta Nur, Singkoang, dan IPB 117-ERp-2-1.

Page 4 of 27 | Total Record : 261