Articles
261 Documents
DESAIN KAMPUS II UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA DI KAKONDONGAN TORAJA UTARA SULAWESI SELATAN
Yulius Pakiding
AgroSainT Vol 6 No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v6i3.332
UKI Toraja mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat sehingga jumlah mahasiswa UKI Toraja dari tahun ketahun semakin bertambah untuk memenuhi tuntutan kebutuhan ruang maka diperlu penambahan ruang yang terencana baik jangka pendek maupun jangka panjang . Perencanaan kampus II UKI Toraja diperlukan analisa site, analisa kebutuhan ruang, analisa struktur bangunan dan analisa estetika bangunan yang mencerminkan ciri arsitektur Toraja.
ANALISIS SIDIK LINTAS KOMPONEN TUMBUH DENGAN HASIL PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) DENGAN CEKAMAN SUHU RENDAH
Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.344
Perakitan varietas padi sawah berdaya hasil tinggi dan toleran suhu rendah merupakan alternatif pemecahan masalah pada daerah dataran tinggi akibat cekaman suhu rendah. Percobaan dilaksanakan di Kec. Sesean, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 1500 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang tinggi dalam populasi F2 hasil persilangan Fatmawati X Lambau, Gilerang X Lambau dan Sintanur X Lambau. Kriteria nilai heritabilitas pada semua komponen pertumbuhan dan komponen hasil pada umumnya tinggi. Pola pewarisan sifat pada tinggi tanaman, panjang malai, panjang bulu, dan umur panen yaitu dominan, sedangkan pada karakter panjang daun bendera mengikuti pola pewarisan epistasis dominan rangkap. Karakter pertumbuhan dan hasil berkorelasi kuat dengan bobot gabah per rumpun, kecuali pada karakter panjang bulu, korelasinya dengan bobot gabah per rumpun kecil. Pengaruh langsung komponen hasil terhadap bobot gabah per rumpun terbesar dicapai pada karakter persentase gabah bernas per malai, sedangkan karakter lainnya memiliki pengaruh langsung yang relatif kecil terhadap bobot gabah per rumpun. Pengaruh langsung pada semua komponen tumbuh lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh tidak langsungnya melalui komponen hasil.
STUDI NUMERIK PENGARUH GAP RATIO TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS (HEAT EXCHANGER) DALAM ENCLOSURE
Petrus Sampelawang
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.345
Kajian pengaruh gap ratio (S/d) terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas konveksi alamiah heat exchanger dalam enclosure dengan 12 array silinder isothermal yang tersusun vertikal dilakukan secara numerik. Gap ratio (S/d) divariasikan antara 1.58 – 4.73 dengan beban panas awal yang konstan. Fluent 6.0 digunakan untuk mendapatkan vektor kecepatan aliran, distribusi temperatur didalam enclosure serta angka Nusselt lokal pada permukaan silinder. Pada S/d = 1.58 proses laju perpindahan panas (q) mencapai maksimum dengan peningkatan sebesar 17 %. Peningkatan S/d = 2.63 mengakibatkan peningkatan laju perpindahan panas yang semakin kecil dan peningkatan S/d yang lebih besar lagi yaitu untuk S/d ? 3.68 sudah tidak signifikan mempengaruhi laju perpindahan panas yang ditandai dengan peningkatan yang relatif konstan yaitu hanya sebesar 5.68 % sebagaimana pola aliran aliran maupun contour temperatur pada S/d ? 3.68 menunjukkan trend yang relatif sama.
ANALISIS UJI TANAH PADA KAMPUS I UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA
Reni Oktaviani Tarru
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.346
Tanah merupakan dasar dari suatu struktur bangunan atau konstruksi, baik kostruksi bangunan, jalan dan bangunan keairan . Tanah tidak seperti besi dan beton yang tidak banyak ragam phisiknya. Keragaman ini menentukan sifat tanah dengan berbagai persoalan sesuai dengan kondisi tertentu yang dikehendaki dalam pelaksanaan , tetapi kesimpulan di tentukan oleh pengguaan dari tanah dengan anggapan-anggapan yang disederhanankan yang mana memberi tafsiran terhadap situasi terakhir dan dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam pengetahuan mekanika tanah untuk membantu para ahli menyelesaikan atau memecahkan berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan tanah. Persoalan tanah secara garis besar terdiri dari hal keseimbangan atau stabilitas, hal deformasi elastis dan plastis. Stabilitas perlu diketahui beban atau muatan yang bekerja pada tanah ,besar dan distribusi tekanan akibat muatan terhadap tanah, perlawanan dari tanah yang terdiri dari muatan yang bekerja pada tanah tergantung dari tipe stuktur dan berat tanah.Pengujian tanah adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk perencanaan dan perancangan Konstruksi. Pengujian tanah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi profil geoteknis tanah di lokasi rencana areal pembangunan gedung kampus I UKI Toraja dan memberikan informasi mengenai strata dan daya dukung tanah serta kedalaman lapisan tanah keras berdasarkan pengujian sondir dan boring (SPT). Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pengujian dengan sondir dan handbore. Analisis data dilakukan dengan mengolah data primer dan mengadakan pengujian laboratorium dari contoh tanah dari lokasi rencana pembangunan kampus 1 UKI Toraja. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berdasarkan hasil sondir sebanyak 5 titik dan bor inti sebanyak 2 titik terlihat bahwa kondisi tanah bawah permukaan dilokasi rencana pembangunan cukup variatif sehingga pemilihan pondasi dapat ditentukan. Jenis pondasi dalam yang dapat mencapai lapisan tanah keras yang kedalamannya 6.4-7.8 meter dibawah permukaan tanah yang ada sekarang dengan alternatif pondasi tiang bor/sumuran dengan dimensi disesuaikan dengan intensitas beban bangunan.
PENGEMBANGAN SISTEM TEST PENEPATAN (PLACEMENT TEST) BERBASIS KOMPUTER
Srivan Palelleng
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.347
Test penempatan dalam proses pembelajaran digunakan untuk mengetahui kondisi obyektif dari peserta didik, sehingga memudahkan pengajar untuk menentukan posisi peserta didik dengan materi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Beberapa permasalahan yang dialami LIA Yogyakarta dalam pelaksanaan test penempatan adalah cakupan materi tes penempatan belum didasarkan pada proficiency level yang diharapkan pada masing-masing level, dimana materi tes penempatan seharusnya mewakili kemampuan language skill dan language component seperti yang tercermin dalam silabus pengajaran. Perbedaan pencapaian jumlah jawaban benar peserta satu dengan yang lainnya sebagai dasar penentuan level dipengaruhi oleh kemampuan peserta, kondisi fisik dan psikologis peserta, serta kemungkinan peserta meniru jawaban peserta lain. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang siap diimplementasikan di LIA Yogyakarta untuk pelaksanaan test penempatan berbasis komputer. Sistem ini dapat memberi keuntungan bagi penggunanya baik dari segi kemudahan penggunaan sistem, kualitas informasi dan manfaat informasi yang dihasilkan sistem.
PERSPEKTIF IMAN KRISTEN TERHADAP TRANSFORMASI INDUSTRIALISASI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Raba Nataniel
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.348
Optimisme lama seolah-olah kita dapat berbuat sekehendak hati dengan ilmu, telah diganti dengan ”pesimisme baru’ tentang akibat-akibat negatif dan rasionalisme ilmiah; rasionalisme murni menurunkan harkat kebijaksanaan ke tingkat abstraksi tanpa darah, dan pemikiran teknokratis memperkecil manusia menjadi mesin, oleh sebab itu implementasi ilmu (kebenaran) harus sejalan dengan optimisme iman (tindakan yang benar). Ingat (Ams 4:2 karena Aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukKu) ; Rm 3:28 ; Ef 4:13). Optimisme baru (kebenaran) melalui ilmu dan iman dan organisasi sosial dapat dibuat mengabdi kepada kebutuhan dan desakan dasar umat manusia, dan bukan diperkenankan untuk merusak kehidupan insasi. Ilmu bukan hanya mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia, tetapi ia juga memperkaya persepsinya, memperluas visinya, memperdalam konsepnya tentang realitas. Tetapi amatlah berbahaya untuk beranggapan bahwa umat manusia dapat dengan aman menyesuaikan diri kepada segala bentuk perkembangan teknologi. Di masa lampau banyak ilmuwan merasa harus melakukan sesuatu oleh karena merasa dapat melakukannya. Secara operasional dan etis hal itu kini dianggap sama dengan penanggalan hak intelektual; para ilmuwan pun, seperti halnya dengan orang-orang bertanggung jawab lainnya, harus mendasarkan pilihan dari tujuan-tujuan mereka kepada value judgments. Pada akhir tapal batas inovasi sosial dan teknologi akan ditentukan bukan oleh taraf kemampuan manusia untuk memanipulasi dunia luar, melainkan oleh pembatasan dari sifat biologis dan emosionalnya sendiri (I Kor. 2 : 5).
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN UBI KAYU (MANIHOT UTILISSIMA) TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER
Benyamin Salu
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.349
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun ubi kayu (manihot utilissima) terhadap performans ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tarongko, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja yang dimulai pada tanggal 27 September s/d 9 Nopember tahun 2006. Materi penelitian ini terdiri dari 100 ekor ayam broiler kelamin campuran (Mix sex) strain “Arbor Arcress” yang berasal dari PT. Multibreeder Adirama Makassar dengan berat badan rata-rata 41,1 gram. Kandang berbentuk panggung sebanyak 20 petak berukuran 100 x 60 cm dengan tinggi 60 cm. Setiap petak kandang berisi lima ekor ayam yang diisi secara acak. Ransum yang digunakan terdiri dari 0% (P1), 1,5% (P2), 3% (P3), 4,5% (P4) dan 6% (P5) tepung daun ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah performans yang meliputi Pertambahan berat badan, Konsumsi ransum, konversi ransum dan konsumsi air minum. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05), terhadap konsumsi ransum dan konsumsi air minum tetapi berpengaruh nyata (P < 0,05) lebih tinggi pada P3 terhadap pertambahan berat badan dan berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) lebih rendah pada P3 terhadap konversi ransum. Disimpulkan bahwa pemberian tepung daun ubi kayu sebesar 3% dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan berat badan dengan tingkat konversi yang lebih rendah.
PENGARUH SAAT TANAM JAGUNG DAN KEDELAI DALAM SISTEM TANAM GANDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI
Driyunitha Driyunitha
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.350
Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Fak. Pertanian, UKI Toraja dari Februari - Agustus 2004 untuk menetukan saat tanam yang dapat memberikan pertumbuhan, hasil dan nisbah setara lahan yang maksimum. Tujuh perlakuan tumpangsari dan dua monokultur disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan-perlakuan meliputi penanaman kedelai dan jagung bersamaan, penanaman jagung 20, 40,dan 60 hari setelah kedelai, penanaman kedelai 20,40, dan 60 hari setelah jagung, monokultur jagung dan monokultur kedelai. Data dianalisis secara statistic menggunakan varian dan uji jarak berganda Duncan. Hasil menunjukkan bahwa saat tanam nyata mempengaruhi pertumbuhan, komponen hasil, hasil dan produktivitas lahan. Penundaan penanaman jagung 60 hari setelah kedelai mempengaruhi hasil kedelai. Penanaman bersama antara kedelai dan jagung menurunkan hasil kedelai. Penanaman kedelai setelah jagung menurunkan hasil kedelai kecuali penundaan 60 hari setelah jagung. Dua nilai LER tertinggi (2,21 dan 2,143) dicapai saat penundaan tanaman jagung 60 hari setelah kedelai dan penundaan kedelai 60 hari setelah jagung.
PEREMAJAAN PERTANAMAN KAKAO DENGAN KLON UNGGUL MELALUI TEKNIK SAMBUNG SAMPING (SIDE-CLEFT-GRAFTING)
Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.351
Perkembangan luas areal tanaman kakao di Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, sedangkan rata-rata produktivitas per satuan luas baru mencapai 840 kg per ha per tahun. Hal ini disebabkan antara lain karena bibit yang ditanam oleh petani tidak diketahui asal usul keturunannya. Selain itu sebagian besar tanaman kakao sudah berumur tua. Teknik sambung samping dengan klon unggul dapat digunakan untuk meningkatkan kembali produktivitas tanaman tersebut tanpa harus membongkarnya. Teknik ini mudah dilaksanakan di tingkat petani, bahan-bahan yang digunakan (entres, kantong plastik, pisau okulasi, gunting pangkas, tali rafiah) relatif mudah diperoleh, tidak merusak tanaman, dan tingkat keberhasilan sambungan bisa mencapai 93,4%. Selain itu biaya produksi untuk pengadaan bibit dan penanaman jika dilakukan penyambungan tanaman lama tidak diperlukan sehingga biaya produksi berkurang dan pendapatan yang diperoleh lebih tinggi. Hasil biji kering dapat ditingkatkan menjadi 2.340 kg/ha/tahun.
USAHATANI TERPADU TANAMAN JAGUNG – SAPI POTONG
Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i2.352
Masalah yang dihadapi pada sistem usahatani jagung pada lahan kering di Sulawesi Selatan adalah rendahnya tingkat kesuburan, miskin bahan organik dan kurang tersedianya air. Upaya untuk memperbaiki lahan tersebut diperlukan pupuk organik/kompos, sebab tanpa adanya pupuk organik produksi tanaman (jagung) menjadi semakin rendah, sedangkan penggunaan pupuk anorganik menurut rekomendasi/ maupun yang berlebihan tidak akan memberikan hasil yang lebih baik bahkan cenderung pemborosan dan menyebabkan menurunnya dan menyebabkan menurunnya kualitas tanah. Sulawesi Selatan juga dikenal sebagai penghasil sapi potong yang menghasilkan kotoran yang cukup banyak dan dapat diolah menjadi kompos/pupuk organik yang berkualitas. Dengan demikian kedua masalah yang dihadapi ini dapat diselesaikan secara simultan melalui sistem usahatani terintegrasi tanaman jagung – sapi potong (Crop Livestock System). Tujuan pengkajian ini adalah mensinergiskan pamanfaatan limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan sapi potong dan limbah sapi potong berupa kotoran dan urine dapat difermentasikan (kompos) menjadi pupuk organik yang dibutuhkan tanaman jagung. Kegiatan ini dilakukan dilahan kering Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar secara “on farm research” (terintegrasi pada lahan petani) pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2004. Teknologi yang dintroduksi adalah penggunaan varietas unggul jagung (Bisma dan Lamuru) dengan perlakuan pemupukan ; pupuk organik 2 ton + 200 kg urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl dan pengolahan jerami jagung sebagai pakan melalui fermentasi dengan probiotik maupun pengomposan kotoran sapi dengan probiotik. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik pada varietas Bisma 2 ton meningkatkan hasil jerami jagung kering panen 11,364 ton dibandingkan varietas Lamuru 6,147 ton. Sedangkan penggemukan sapi bakalan selama 6 bulan dengan pakan dasar jerami fermentasi dapat memberikan pertumbuhan berat badan harian (PBBH) rata-rata 0,391 kg/ekor/hari dibandingkan menggunakan silase dan hay masing-masing 0,375 kg/ekor/hari dan 0,309 kg/ekor/hari. Analisis ekonomi sistem tanaman jagung – sapi potong dengan 3 ekor sapi dalam 1 ha selama 6 bulan menunjukkan keuntungan Rp 3.573.655 dengan B/C ratio 1,49. Dari hasil ini disimpulkan bahwa keuntungan yang didapat petani dari sistem usahatani tanaman jagung – sapi potong dapat meningkatkan pendapatan.