cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
SINKRONISASI ESTRUS DALAM KAITANNYA DENGAN EFISIENSI REPRODUKSI PADA KAMBING Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.377

Abstract

Keberhasilan IB pada kambing dalam kaitannya dengan efisiensi reproduksi antara lain disebabkan kesulitan mendeteksi estrus dan adanya gejala anestrus, yang mana berpengaruh terhadap jarak beranak (kidding interval). Kesulitan mendeteksi estrus pada kambing disebabkan tanda-tanda estrus secara visual tidak begitu jelas terlihat. Oleh karena itu, salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan teknologi sinkronisasi estrus. Dasar fisiologis dari teknologi ini adalah adanya hambatan pelepasan luteinizing hormone (LH) dari kelenjar hipofisa anterior yang menghambat pematangan folikel de graaf ataupun penyingkiran corpus luteum dengan pemberian preparat hormon luteolitik. Melalui penerapan teknologi ini, diharapkan kambing dapat estrus dalam waktu yang bersamaan, dikawinkan ataupun diinseminasi secara bersamaan atau hampir bersamaan, serta pada akhirnya waktu kelahiran dapat diprediksi. Pada umumnya penerapan teknologi ini pada kambing menggunakan hormon-hormon gonadotropin, progesteron, estrogen, prostaglandin dan kombinasi dari hormon tersebut. Metode pemberiannya dapat melalui oral, intra muskuler, intra vena, intra vagina maupun secara subkutan. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi sinkronisasi estrus dengan hormon dapat meningkatkan keserentakan estrus dan meningkatkan angka kebuntingan hasil IB pada kambing. Dengan demikian optimasi program IB pada kambing dalam kaitannya dengan efisiensi reproduksi dapat ditingkatkan. Implikasinya adalah dengan meningkatnya efisiensi reproduksi maka produktivitas kambing akan dapat meningkat sehingga pada akhirnya diharapkan akan memberikan keuntungan pada petani/peternak.
PEMBELAJARAN JARING-JARING BALOK MELALUI STRATEGI INQUIRY SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA SISWA SD KELAS V Zatman Payung
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.378

Abstract

Penelitian ini diawali dengan adanya kesulitan yang dialami siswa SDI Surya Buana Malang pada materi jaring-jaring balok berdasarkan hasil observasi awal. Kesulitan yang dimasudkan adalah: kesulitan membuat jaring-jaring balok dengan benda konkrit berupa alat peraga, kesulitan menggambar jaring-jaring balok. Kesulitan tersebut menunjukkan kemampuan representasi matematika siswa pada jaring-jaring balok masih kurang. Menurut Hudojo (2006:114) kemampuan representasi matematika adalah kemampuan mengungkapkan ide matematika yang ada di dalam mental yang dapat diwujudkan dalam bentuk gambar dan benda konkrit. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pembelajaran jaring-jaring balok melalui strategi Inquiry sebagai upaya membangun kemampuan representasi matematika siswa. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut digunakan penelitian kualitatif jenis penelitian tindakan kelas. Setelah siswa terlatih belajar dengan strategi Inquiry siswa lebih banyak melakukan aktivitas belajar, siswa merasa lebih senang dan antusias dalam belajar jaring-jaring balok. Hasil belajar siswa yakni representasi siswa untuk jaring-jaring balok juga dapat memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 93,3% siswa telah memperoleh skor 65 atau lebih. Dari hasil tes belajar dan wawancara juga diketahui bahwa dapat membangun kemampuan representasi matematika siswa SD kelas V pada jaring-jaring balok. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru untuk menerapkan strategi Inquiry dalam belajar agar lebih aktif dan kreatif mendesain bahan ajar berupa LKS dan membuat alat peraga yang memungkinkan siswa lebih banyak melakukan kegiatan Inquiry dalam belajar. Pengaturan jumlah siswa dalam satu kelas hendaknya tidak terlalu besar atau tidak melebihi 20 siswa agar kegiatan Inquiry dalam belajar dapat berjalan dengan efektif.
DAMPAK KINERJA MENGAJAR GURU DAN POLA PENGASUHAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIO EMOSIONAL SISWA TAMAN KANAK-KANAK Susanna Vonny R.
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.379

Abstract

TK merupakan lembaga yang bertujuan untuk mengarahkan perkembangan sosio emosional sesuai dengan harapan. Perkembangan sosio emosional anak akan optimal tentunya sangat ditentukan di antaranya oleh kinerja mengajar guru dan pola pengasuhan orang tua di rumah sejalan dengan program guru di TK. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap lebih jauh dampak kinerja mengajar guru dan pola pengasuhan orang tua terhadap perkembangan sosio emosinal siswa taman kanak-kanak dengan fokus kajian: (1) bagaimana kondisi aktual kinerja mengajar guru TK, (2) bagaimana kondisi aktual pola pengasuhan orang tua di TK, (3) bagaimana kondisi aktual perkembangan sosio emosional siswa TK , (4) seberapa besar dampak kinerja guru terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (5) seberapa besar dampak pola pengasuhan orang tua terhadap perkembangan siswa TK dan (6) seberapa besar dampak kinerja mengajar guru dan pola pengsuhan orang tua secara bersama-sama terhadap perkembangan siswa TK. Dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan hubungan sebab akibat antara variabel-variabel bebas dan variabel terikat melalui uji statistik. Oleh karena itu penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan siswa TK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kinerja guru TK termasuk kategori baik dilihat dari keterampilan pembuatan rencana kegiatan belajar harian, rencana kegiatan belajar mingguan, rencana kegiatan belajar Bulanan, dan rencana kegiatan belajar tahunan, (2) pola pengasuhan orang tua siswa TK termasuk kategori baik dilihat dari indikator menanamkan pengetahuan nilai dan perilaku pada anak, penciptakan suasana emosional dalam keluarga, menjalin, hubungan dengan anggota keluarga, tugas-tugas sekolah dan berteman dalam bermain. (3) perkembangan sosio emosional siswa TK termasuk kategori baik, (4) kinerja guru berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (5) pola pengasuhan orang tua berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (6) kinerja guru dan pola pengsuhan orang tua secara bersama-sama berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi disampaikan kepada pihak sekolah yaitu; kepala sekolah, guru dan orang tua sebaiknya : (1) kepala sekolah dapat membina dan meningkatkan kinerja mengajar guru, memotivasi guru setiap saat agar dapat meningkatkan kualifikasi akademik, (2) guru hendaknya meningkatkan kinerja mengajarnya sehingga membantu tercapai perkembangan sosio emosional secara maksimal, mengadakan kerjasama antar guru TK dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengajar, (3) orang tua dapat mengarahkan perkembangan sosio emosional anak dengan pola pengasuhan pengertian dan kasih sayang dalam bentuk memperlakukan anak dialogis, menghindari hukuman fisik sehingga tercipta hubungan harmonis, (4) peneliti selanjutnya dapat mengembangan berbagai konsep dan temuan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.
Beberapa Keberhasilan Integrasi Usahatani Padi-Ternak Babi di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara Amelia A. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.381

Abstract

Kebutuhan akan ternak babi di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara cenderung semakin meningkat setiap tahun, sebagai akibat dari semakin maraknya pesta adat “rambu tuka” (pengucapan syukur) dan “rambu solo” (upacara kematian). Untuk memenuhi kebutuhan ternak babi di dua kabupaten tersebut yang setiap tahun bertambah sebesar 1,6% atau 83.612 ekor, sebagian didatangkan dari kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, maupun dari luar propinsi misalnya Sulawesi Tengah. Usaha peternakan babi dapat mendorong pemanfaatan dedak padi dan penanaman sayur ubi jalar sebagai pakan utama ternak babi. Selain itu pemanfaatan kotoran yang berasal dari kandang sebagai sumber biogas dapat menambah pendapatan dan mengurangi polusi lingkungan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan integrasi usahatani padi-ternak babi di kabupaten Tana Toraja dan Toraja.Utara. Hasil survey menunjukkan bahwa pendampingan di kabupaten Tana Toraja dapat miningkatkan harga per ekor babi dari Rp. 1.250.000,- menjadi Rp. 2.000.000,- sedangkan untuk usahatani padi meningkat dari Rp. 6.400.000,- menjadi Rp. 8.500.000,-.per hektar. Demikian juga di kabupaten Toraja Utara terjadi peningkatan harga ternak babi dari Rp.1.250.000,- menjadi Rp. 2.000.000,- per ekor. sedangkan untuk usahatani padi meningkat dari Rp.6.045.000,-menjadi Rp. 10.650.000,-
HANDICAPS ENCOUNTERED IN LEARNING VOCABULARY BY THE EIGHTH YEAR STUDENTS OF SLTP NEGERI 3 SESEAN Selvi Panggua
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.382

Abstract

SELVI PANGGUA, 2009. HANDICAPS ENCOUNTERED IN LEARNING VOCABULARY BY THE EIGHTH YEAR STUDENTS OF SLTP NEGERI 3 SESEAN. A Journal. (vii + 37 Pages; 14 tables) The problem of this research is what are the handicaps encountered in learning vocabulary by the eighth year students of SLTP NEGERI 3 SESEAN The objective of the research is to find out the handicaps encountered in learning vocabulary by the eighth year students of SLTP NEGERI 3 SESEAN. The population of this research was the eighth students SLTP NEGERI 3 SESEAN academic year 2008/2009.it consists of 60 students and the writer took only 30 students randomly as sample from the presence list. In doing this research, the writer employed descriptive method. she collected data by using only one kind of instrument namely questionnaire, it aimed at finding out the handicaps encountered in learning vocabulary by the eighth year students of SLTP NEGERI 3 SESEAN. Based on the result of the data analysis tell us that the eighth year students of SLTP NEGERI 3 SESEAN: The vocabulary material given by their English teacher is difficult The students had limited knowledge about the English. The school library did not prepare enough number of books at English vocabulary. The students rarely memorized vocabulary. Most of students did not have dictionary. The English teacher of SLTP Negeri 3 Sesean still neglects the teaching of English vocabulary to the students especially in giving explain about the vocabulary. The students have low interest in learning vocabulary. Based on the explanation above, the writer concludes that the eighth year students of SLTP Negeri 3 Sesean still encountered handicaps in learning vocabulary.
PENGUJIAN KUALITAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT JAR TES PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI IPA BUNTU PASELE Reni Oktaviani Tarru
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.383

Abstract

Masalah kekeruhan air merupakan masalah utama bagi perusahaan yang menangani air bersih, oleh karena itu berbagai upaya yang di lakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya peningkatan kualitas air dari segi fisik, salah satunya pada daerah pelayanan IPA Buntu Pasele. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan air bersih yang berkualitas di titik beratkan pada sumber air permukaan adalah pengujian kualitas air dengan menggunakan alat Jar Tes. Jar tes tersebut mempunyai 5 (lima) buah gelas ukur dan pengujian kekeruhan menggunakan alat Turbidity meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian dengan menggunakan alat Jar Tes didapatkan nomor gelas ukur yang cepat mengalami pengendapan dengan larutan tawas optimum adalah no.2 dengan dosis larutan1,5 cc. Dosis larutan 1.296.000 cc/hari dan konsentrasi larutan 150.000 cc/hari dengan kapasitas air 864 m3 adalah pemakaian tawas optimum. Hasil dari pengujian ini di jadikan ukuran tingkat kejernihan yang digunakan sebagai air bersih untuk konsumen.
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN KENTANG TROPIKA DATARAN TINGGI DI MALINO KABUPATEN GOWA Sunanto Sunanto
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.386

Abstract

Kentang merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Sulawesi Selatan berpontensi untuk pengembangan kentang antara lain; Kabupaten Gowa, Bantaeng, Jeneponto, dan Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Gowa. Responden dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kentang yang ada dilokasi Malino Kabupaten Gowa mempunyai cara pemanfataan lahan secara bergilir pada berbagai komoditas yang berpotensi pada dataran tinggi. Penerapan teknologi usahatani kentang belum intensif, hal tersebut diindikasikan adanya penggunaan bahan tanam, penggunaan pupuk, dan pengendalian belum memperhatikan rekomendasi PHT. Usahatani kentang di wilayah Malino sangat menguntungkan dengan tingkat pendapatan Rp. 16.253.085 dengan tingkat R/C 2,80. Semua petani kentang memanfaatkan fasilitas pasar local dalam menjual hasil panen kentang, sebagian menjual hasil kentang ke luar pulau dan sebagian menjalin kemitraan dengan pemilik modal. adapun cara pembayaran 75 % petani dengan cara panjar.
ANALISIS PENDAPATAN PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI KABUPATEN TANA TORAJA SULAWESI SELATAN Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.387

Abstract

Usaha ternak babi di kabupaten Tana Toraja sangat potensial dikembangkan, karena didukung oleh sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang dimiliki, kehidupan sosial budaya masyarakat serta pasar yang cukup menjanjikan. Ternak babi di daerah ini selain berfungsi sebagai kurban sembelihan bagi pelaksanaan adat dan sebagai penunjang pariwisata, juga merupakan sumber pendapatan masyarakat dan pemberi konstribusi tertinggi bagi pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk Pajak Potong Hewan (PPH) sebesar ± 60%. Penelitian ini bertujuan untuk : (a) mengetahui perkembangan produksi dan permintaan ternak babi, (b) mengetahui mekanisme pemasaran yang efisien, dan (c) mengetahui sistem pengembangan produksi dan pemasaran yang mempengaruhi peningkatan pendapatan petani/peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan produksi ternak babi 2,7% per tahun dan untuk permintaan 12,7% per tahun, margin terbesar diperoleh sebesar Rp.296.640 per ekor. Pendapatan peternak babi sangat nyata dipengaruhi oleh tingkat produksi, umur jual, harga jual dan biaya produksi (95,30%). Disimpulkan bahwa ternak babi di Tana Toraja prospektif dijadikan sebagai usaha karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat asalkan diiringi dengan sistem produksi dan pemasaran yang baik.
PENDEKATAN ETNOHIDROLIKA TORAJA DALAM PELESTARIAN SUMBER AIR Aris Tanan
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.388

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan air bagi kehidupan etnis Toraja, untuk mengetahui pandangan etnis Toraja tentang sumber air, dan untuk mengetahui nilai yang dikembangkan dan diwariskan etnis Toraja dalam melestarikan sumber air. Penelitian menggunakan pendekatan eksploratori dengan menggali secara mendalam serta menyeluruh mengenai air dari narasumber yang dipilih berdasarkan keterwakilan wilayah (Tana Toraja dan Toraja Utara) dan keterwakilan keyakinan yang dianut mayoritas etnis Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) masyarakat dalam wilayah etnis Toraja memaknai air sebagai: bagian/penyusun tubuh makhluk hidup (patala lamma’), simbol kemakmuran (padang ma’kalimbuang boba kalimbu’bu’ tang sore-sore, padang malompo masapi ma’ kampipi’ bai tora ma’lite bumbungan), penjamin kehidupan makhluk hidup (untaranak tallu lolona), alat memutuskan perkara (ma’paolai salu), simbol berkat (dipasangtinti pa’passakke rara’na Puang Matua dao mai tangngana langi’), dan untuk mencegah serangan hama tanaman (tongkaran); 2) sumber utama air dalam keyakinan etnis Toraja adalah hujan (uran dilangi’ tana’tak dideata) dan mata air (burana kalimbuang boba lumpa-lumpana kalimbu’bu’ tang sore-sore), sumber yang lain antara lain uma (sawah), tombang tedong (kubangan kerbau), pangrudasan (tempat merendam dan memandikan kerbau), mayang (enau) dan bumbungan (susu ibu, susu kerbau); 3) ada lima upaya pelestarian mata air dalam keyakinan etnis Toraja yaitu: memelihara mata air (kalimbuang boba), memelihara pematang sawah (umpemeloi tampo), memelihara hutan (kombong), memelihara drainase (mangkalo’ pa’lak) dan memelihara tempat merendam dan memandikan kerbau (tombang tedong dan pangrudasan). Pemeliharaan itu dilakukan dengan menegakkan aluk sanda pitunna untuk air (aluk, pemali, sangka’, na salunna uai), dan 4) pelaksanaan aluk, pemali, sangka’, na salunna uai hendaknya dilaksanakan dalam bingkai pertanggungjawaban sebagai pengguna air, sehingga terbuka kesempatan melakukan modifikasi sesuai kebutuhan dengan melibatkan teknologi, dengan melestarikan nilai yang terkandung di dalamnya untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Penelitian menyarankan: 1) pewarisan nilai dalam rangka memelihara air dan sumber air hendaknya dilakukan dengan memaksimalkan fungsi tongkonan sebagai simbol pemersatu keluarga, dengan semangat kombongan sebagai wahana musyawarah masyarakat. Untuk itu maka baik pemerintah, perguruan tinggi maupun pemangku adat pada berbagai lapisan disarankan untuk terus-menerus melakukan pembinaan terhadap tongkonan dan fungsinya, serta mendorong tumbuh kembangnya kombongan sebagai lembaga adat yang konsisten dan bertanggung jawab memelihara kearifan lokal sebagai identitas etnis, dan juga untuk kesejahteraan masyarakat, 2) untuk melakukan penelitian lanjutan yang mengkolaborasikan teknologi yang tepat dengan kearifan lokal dalam melestarikan sumber air, termasuk penegakan aturan.
PENGARUH DAYA INGAT DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN 1 TAGARI RANTEPAO Theresyam Kabanga'
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang daya ingat, kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa kelas VIII. Untuk mengetahui pengaruh daya ingat dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao, sedangkan jumlah sampel adalah 32 orang yang diambil secara sampel sistematis. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel daya ingat sebagai variabel X1, variable kebiasaan belajar sebagai variabel X2, dan variabel prestasi belajar matematika sebagai variabel Y. Pengumpulan data untuk memperoleh skor dari masing-masing kelas dilakukan dengan memberikan tes yang berhubungan dengan daya ingat dan angket untuk mendapatkan data kebiasaan belajar, data prestasi belajar diperoleh dari nilai semester I tahun ajaran 2007/2008 Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif berupa skor rata-rata, standar deviasi, skor tertinggi, skor terendah, frekuensi, dan persentase dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linear ganda. Berdasarkan hasil analis dapat disimpulkan sebagai berikut: daya ingat dan kebiasaan belajar mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Tagari Rantepao.

Page 5 of 27 | Total Record : 261