cover
Contact Name
Nina Herlina
Contact Email
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bidan Srikandi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : 30318688     DOI : https://doi.org/10.35760/jbs
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Srikandi menerima naskah kebidanan dengan scope kebidanan dan kesehatan ibu dan anak yang meliputi kesehatan reproduksi remaja dan pranikah, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan anak-anak, keluarga berencana, masa kliakterium, kebidanan komunitas, pendidikan di bidang kebidanan, terapi holistik dan komplementer dalam kebidanan, kesehatan reproduksi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2025)" : 7 Documents clear
Front Matter Jurnal Bidan Srikandi Vol. 3 No. 2, 2025 Gunadarma, ejournal
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14871

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BRIMOB KELAPA DUA DEPOK TAHUN 2023 Wulandari, Aulia; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14529

Abstract

Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu dengan berat janin ≤500 gram. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, abortus dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI) akibat komplikasi seperti perdarahan, perforasi, infeksi, dan syok. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian diambil secara total sampling dari seluruh populasi ibu hamil <20 minggu, dengan jumlah 185 pasien. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,031 (ρ<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara usia ibu dan kejadian abortus di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok tahun 2023. Usia kehamilan dan kejadian abortus: Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,000 (ρ<0,05), yang berarti terdapat hubungan sangat signifikan antara usia kehamilan dan kejadian abortus. Paritas dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,028 (ρ<0,05), sehingga ada hubungan signifikan antara paritas dan kejadian abortus. Riwayat abortus dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,002 (ρ<0,05), yang berarti terdapat hubungan sangat signifikan antara riwayat abortus dan kejadian abortus. Pendidikan dan pekerjaan: tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan maupun pekerjaan dengan kejadian abortus. Usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan riwayat abortus memiliki hubungan dengan kejadian abortus, sedangkan pendidikan dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA WANITA USIA SUBUR DI PRODI KEBIDANAN UNIVERSITAS GUNADARMA 2025 Anindita, Anisa; Kusmintarti, Arini; Fary, Veronica
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14586

Abstract

Wanita usia subur merupakan kelompok yang rentan mengalami dismenore karena gejala ini dapat dialami setiap wanita yang masih menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada wanita usia subur di Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 91 responden. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga (p=0,009) dan status perkawinan (p=0,003) dengan kejadian dismenore. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan bermakna antara aktivitas olahraga (p=0,379) maupun kualitas tidur (p=0,193) dengan kejadian dismenore. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa riwayat keluarga dan status perkawinan memiliki hubungan signifikan terhadap dismenore pada wanita usia subur.
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM Salima, Qonita; Jayanti, Kasyafiya
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14588

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah satunya dengan mengetahui faktor maternal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asfiksia, sehingga dapat melakukan upaya deteksi dini dan melakukan tindakan preventif serta antisipatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor maternal yang berhubungan terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Metode dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 194 responden dengan teknik pengambilan data total sampling, serta menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,053), dan ada hubungan yang signifikan antara komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,031). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum.  Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
ASUPAN GIZI IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Mataiya, Hetiverawati M; Ramli, Ramli; Lalusu, Erni Yusnita
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14467

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut prevalensi ibu Hamil KEK tahun 2020 sebanyak 18,5% yang kemudian meningkat pada tahun 2021 sebanyak 19,9% prevalensi KEK pada ibu Hamil di Kabupaten Banggai terus meningkat pada tahun 2022 menjadi 20,7%. Dampak ibu hamil yang mengalami resiko kekurangan energi kronik (KEK) akan menimbulkan beberapa permasalahan, baik pada ibu maupun janin. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain adalah Anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi, Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Hamil KEK di Kabupaten Banggai Laut dengan sampel total populasi sebanyak 91 ibu Hamil KEK. Analisis yang digunakan adalah analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan Karbohidrat pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 64 ibu Hamil (70,3%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 27 ibu Hamil (29,7%).Asupan Protein pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 61 ibu Hamil (67%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 30 ibu Hamil (33%).Asupan Lemak pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 69 ibu Hamil (75,8%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 22 ibu Hamil (24,2%).Asupan Vita min A pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 69 ibu Hamil (75,8%) dan kategori cukup sebanyak 22 ibu Hamil (24,2%).Asupan Kalsium pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada pada kategori kurang sebanyak 84 ibu Hamil (92,3%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 7 ibu Hamil (7,7%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan saran bagi ibu Hamil KEK dan pemerintah di Kabupaten Banggai Laut agar lebih memperhatikan asupan zat gizi untuk mengurangi risiko KEK.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY.T AKSEPTOR KB IMPLANT DENGAN MEDIA LEMBAR BALIK DI PMB KUSNI SRI MAWARTI BANTUL Zubaidah, Irul; Puspitasari, Riadinata Shinta; Husna, Fauzul
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14587

Abstract

Konseling merupakan hubungan timbal balik antara konselor dan konseli. Lembar balik adalah suatu alat peraga yang menyerupai album gambar. Implant adalah salah satu jenis kontrasepsi yang berupa susuk yang terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormon dan dipasang pada lengan atas. Memberikan pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. T dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang dilaksanakan secara berkesinambungan dimulai dari pengambilan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. T dan berdasarkan hasil pemeriksaan atau data objekif. Asuhan berkelanjutan dilakukan di PMB Kusni Sri Mawarti Bantul. Setelah diberikan asuhan secara berkelanjutan Ny. T menjadi lebih mengerti mengenai jenis alat kotrasepsi. Penggunaan media lembar balik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan konseling ini, karena setelah diberikan konseling ibu lebih memahami dan lebih gampang untuk diingat mengenai alat kontrasepsi bawah kulit. Asuhan yang diberikaan Ny. T selama kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana tidak ditemukan adanya masalah atau komplikasi. Pada kunjungan nifas ke 4 telah mendapatkan konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi dan akhirnya Ny. T memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi bawah kulit.
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING ANAK USIA 0-59 BULAN DI PUSKESMAS KEBON MELATI Lubis, Salwa Salsabila Putri Winslow; Mutika, Winnie Tunggal; Doria, Magda; Lisa, Mona
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14459

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial. Berdasarkan data tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5%, angka yang tergolong tinggi. Penurunan angka stunting menjadi salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs), dengan sasaran penurunan sebesar 40% pada tahun 2025. Berbagai faktor risiko, seperti tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kondisi sanitasi yang kurang baik, penyakit infeksius, serta pola asuh yang tidak tepat, diyakini berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kebon Melati tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik sanitasi, status pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir, riwayat penyakit infeksius, pendapatan keluarga, serta keberadaan perokok dalam keluarga pada balita stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak stunting tinggal di lingkungan dengan sanitasi layak (64,4%), memperoleh ASI eksklusif (71,1%), memiliki berat badan lahir normal (66,7%), tidak memiliki riwayat penyakit infeksius (77,8%), berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah UMR (73,3%), dan tinggal dengan anggota keluarga yang merokok (66,7%). Meskipun faktor-faktor ini sering disebut sebagai determinan stunting dalam berbagai penelitian sebelumnya, pola yang ditemukan di wilayah ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Karakteristik sanitasi, pemberian ASI, berat badan lahir, riwayat infeksi, pendapatan, serta status merokok dalam keluarga tampak memiliki pola khas pada anak stunting di wilayah ini. Namun demikian, faktor dominan penyebab stunting di daerah tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan. Upaya edukasi dan intervensi yang lebih menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menekan prevalensi stunting di masa mendatang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7