cover
Contact Name
Nina Herlina
Contact Email
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bidan Srikandi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : 30318688     DOI : https://doi.org/10.35760/jbs
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Srikandi menerima naskah kebidanan dengan scope kebidanan dan kesehatan ibu dan anak yang meliputi kesehatan reproduksi remaja dan pranikah, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan anak-anak, keluarga berencana, masa kliakterium, kebidanan komunitas, pendidikan di bidang kebidanan, terapi holistik dan komplementer dalam kebidanan, kesehatan reproduksi.
Articles 26 Documents
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING ANAK USIA 0-59 BULAN DI PUSKESMAS KEBON MELATI Lubis, Salwa Salsabila Putri Winslow; Mutika, Winnie Tunggal; Doria, Magda; Lisa, Mona
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14459

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial. Berdasarkan data tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5%, angka yang tergolong tinggi. Penurunan angka stunting menjadi salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs), dengan sasaran penurunan sebesar 40% pada tahun 2025. Berbagai faktor risiko, seperti tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kondisi sanitasi yang kurang baik, penyakit infeksius, serta pola asuh yang tidak tepat, diyakini berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kebon Melati tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik sanitasi, status pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir, riwayat penyakit infeksius, pendapatan keluarga, serta keberadaan perokok dalam keluarga pada balita stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak stunting tinggal di lingkungan dengan sanitasi layak (64,4%), memperoleh ASI eksklusif (71,1%), memiliki berat badan lahir normal (66,7%), tidak memiliki riwayat penyakit infeksius (77,8%), berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah UMR (73,3%), dan tinggal dengan anggota keluarga yang merokok (66,7%). Meskipun faktor-faktor ini sering disebut sebagai determinan stunting dalam berbagai penelitian sebelumnya, pola yang ditemukan di wilayah ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Karakteristik sanitasi, pemberian ASI, berat badan lahir, riwayat infeksi, pendapatan, serta status merokok dalam keluarga tampak memiliki pola khas pada anak stunting di wilayah ini. Namun demikian, faktor dominan penyebab stunting di daerah tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan. Upaya edukasi dan intervensi yang lebih menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menekan prevalensi stunting di masa mendatang.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMK MUHAMMADIYAH 4 CILEUNGSI Ambar Subekti; Sri Hayuningsih
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.149

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, terutama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi serta kehilangan darah saat menstruasi. Selain itu, kualitas tidur yang buruk diduga turut memengaruhi terjadinya anemia karena berperan dalam proses metabolisme dan pembentukan sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Muhammadiyah 4 Cileungsi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 147 remaja putri yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb digital. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 72,8% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, ditandai dengan durasi tidur yang kurang dan adanya gangguan tidur. Selain itu, 56,5% responden teridentifikasi mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan kejadian anemia. Kesimpulannya, kualitas tidur berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Remaja dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan yang memiliki kualitas tidur baik. Oleh karena itu, perbaikan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan anemia.
GAMBARAN DETERMINAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA LUWUK Nining Rifli Tokari; Erni Yusnita Lalusu; Anang Samudera Otoluwa; Yustiyanty Monoarfa
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.151

Abstract

Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia pada remaja usia 15–24 tahun mencapai 32%, dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Anemia pada remaja putri dapat menurunkan konsentrasi belajar, produktivitas, serta berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko anemia pada remaja di kota luwuk. Ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilaksanakan tahun 2025. Sampel penelitian adalah remaja putri siswa SMAN 2 di Kota Luwuk yang mengalami anemia dengan jumlah 47 orang. Variabel penelitian antara lain: pengetahuan tentang anemia, status gizi, kebiasaan sarapan, keteraturan makan, program diet, dan pola menstruasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pada 47 sampel penelitian, terdapat 38,3% dengan status gizi kurus. Sebagian besar (61,7%) belum pernah mendapatkan edukasi tentang anemia. Tujuh dari sepuluh (70,2%) remaja putri melewatkan waktu makan. Masih terdapat 19.1% remaja tidak sarapan dan 36,2% menjalani program diet. 36,2% dengan siklus menstruasi tidak teratur, 68,1% mengalami nyeri sedang dan berat, serta 62,3% merasa lelah saat menstruasi. Kesimpulan: Terdapat permasalahan dalam pengetahuan tentang anemia, status gizi, kebiasaan sarapan, keteraturan makan, program diet, dan pola menstruasi remaja putri di Kota Luwuk. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dalam pemberian edukasi anemia, skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah pada remaja.
HUBUNGAN DURASI PAPARAN LAYAR DENGAN HASIL SKRINING PERKEMBANGAN BALITA MENGGUNAKAN KPSP TAHUN 2025 Siska Tiyas Aprilia; Rini Damayanti; Sisilia Prima; Rochmawati
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.155

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan balita merupakan proses yang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya paparan layar (screen time) yang semakin meningkat pada anak usia dini. Secara teoritis, balita merupakan periode kritis perkembangan bahasa, motorik, dan sosial-emosional yang membutuhkan stimulasi optimal melalui interaksi langsung. Paparan layar yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi kesempatan balita untuk memperoleh stimulasi tersebut. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara paparan layar dengan hasil skrining perkembangan balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data paparan layar diperoleh melalui kuesioner terstruktur kepada orang tua, sedangkan data perkembangan balita dikumpulkan melalui pemeriksaan KPSP sesuai kelompok usia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan layar dengan hasil KPSP (p < 0,05). Balita dengan paparan layar tinggi cenderung memiliki hasil perkembangan meragukan dan menyimpang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan berhubungan dengan perkembangan balita yang kurang optimal, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan tenaga kesehatan dalam membatasi screen time serta meningkatkan stimulasi perkembangan yang sesuai usia.
EFEKTIVITAS KONSUMSI DAUN MORINGA OLEIFERA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Yuyun Farihatin; Yunita Dyah Fitriani
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.160

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI yang kurang optimal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang banyak digunakan di masyarakat adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai galaktagogum alami karena kandungan nutrisi dan fitokimianya yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi daun Moringa oleifera terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel penelitian adalah ibu menyusui yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan konsumsi daun Moringa oleifera selama periode tertentu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan indikator volume ASI dan kecukupan ASI bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan pada kelompok intervensi setelah konsumsi daun Moringa oleifera dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulan: Konsumsi daun Moringa oleifera efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kelor dapat direkomendasikan sebagai alternatif galaktagogum alami yang aman dan mudah diperoleh di masyarakat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SADARI DENGAN DETEKSI DINI TUMOR PAYUDARA Pratama Nur Widyaningsih; Dwi Puji Astuti
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.189

Abstract

Latar Belakang: Tumor payudara merupakan benjolan yang terdapat di payudara. Timbulnya benjolan yang terdapat di payudara ini merupakan indikasi adanya jenis tumor payudara. Tumor payudara dapat menimbulkan rasa cemas dan takut bagi kaum wanita karna bisa menyebabkan kematian dan juga berpengaruh pada estetika payudara jika dilakukan pengangkatan jaringan payudara. Deteksi yang terlambat dan kurangnya pengetahuan pada wanita mengenai tumor payudara dengan stadium yang cukup tinggi sehingga terlambat diobati. Adanya Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap dalam deteksi dini terhadap tumor atau kanker payudara melalui peningkatan pengetahuan dan sikap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Sikap remaja tentang SADARI terhadap deteksi dini tumor payudara pada siswi kelas X di SMK Taruna Bhakti Depok. Tujuan Penelitian:Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap remaja tentang SADARI dengan diteksi dini tumor payudara. Metode Penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh siswi kelas X di SMK Taruna Bhakti dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 54 siswi. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil: Analisis data yang digunakan unvariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Berdasarkan distribusi pengetahuan baik (72,3%) dan sikap positif (85,2%). Dari pengujian yang dilakukan, maka didapatkan hasil uji chi square Dimana terdapat hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang SADARI dengan deteksi dini (P=0,034), dan terdapat hubungan sikap remaja tentang SADARI denganb deteksi dini (P=0,001). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang sadari dengan deteksi dini tumor payudara.

Page 3 of 3 | Total Record : 26