cover
Contact Name
Nina Herlina
Contact Email
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
bidansrikandi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bidan Srikandi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : -     EISSN : 30318688     DOI : https://doi.org/10.35760/jbs
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Srikandi menerima naskah kebidanan dengan scope kebidanan dan kesehatan ibu dan anak yang meliputi kesehatan reproduksi remaja dan pranikah, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan anak-anak, keluarga berencana, masa kliakterium, kebidanan komunitas, pendidikan di bidang kebidanan, terapi holistik dan komplementer dalam kebidanan, kesehatan reproduksi.
Articles 21 Documents
PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN BILIRUBIN PADA BAYI BARU LAHIR DI KLINIK UTAMA ANNY RAHARDJO Florence Nain Lesnussa; Rini Damayanti; Winnie Tunngal Mutika
Jurnal Bidan Srikandi Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2024.v2i1.11714

Abstract

Penundaan pemotongan tali pusat atau Delayed Cord Clamping (DCC) merupakan sebuah tindakan penundaan pengekleman dan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir dimana tali pusat bayi dibiarkan saja atau tidak diklem (dipotong) sampai denyutan berhenti, ataupun sampai plasenta keluar seluruhnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di Klinik Utama Anny Rahardjo pada bulan Januari - Desember 2023 dengan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Hasil penelitian: Didapatkan hasil bahwa bayi baru lahir yang mengalami anemia sebanyak 2 orang (0.8%) dan yang tidak anemia sebanyak 239 orang (99.2%). Serta bayi baru lahir yang mengalami hiperbilirubin sebanyak 151 orang (62.7%) dan bayi yang memiliki kadar bilirubin normal sebanyak 90 orang (37.3%). Hasil analisis dengan uji mann whitney diperoleh nilai signifikansi untuk kadar hemoglobin ρ-value = 0,144 sedangkan kadar bilirubin dengan ρ-value = 0,908. Simpulan: Tidak ada perbedaan penundaan pemotongan tali pusat terhadap kadar Hemoglobin dan kadar bilirubin bayi baru lahir.
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG STUNTING TAHUN 2023 Nina Herlina; Erik Ekowati; Widyo Nugroho; Rini Antika
Jurnal Bidan Srikandi Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2024.v2i1.11784

Abstract

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, merupakan periode emas untuk mencegah stunting. Pada masa ini, otak dan tubuh anak berkembang pesat, sehingga sangat membutuhkan asupan gizi yang optimal. Remaja, sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran penting dalam memutus rantai stunting. Tetapi  banyak remaja, terutama di Kabupaten Bogor, masih kurang pengetahuan tentang stunting. Hal ini menjadi hambatan dalam upaya pencegahan stunting di masa depan. Tujuan penelitian:  untuk mengetahui bagaimana hubungan sumber informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting. Metode penelitian: jenis penelitian adalah deskripsi analitik dengan desain Cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/siswi SMA Negeri 1 Ciomas 1065 dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 119 responden.  Hasil Penelitian: ditemukan karakteristik jenis kelamin responden terdiri dari 87 (73,1%) perempuan dan 32 (26,9%) laki-laki. Karakteristik usia remaja terbagi menjadi remaja madya (14-16 tahun) dengan frekuensi 71 (59,7%) dan remaja akhir (17-20 tahun) dengan frekuensi 48 (40,3%). Kelompok remaja yang mempunyai sumber informasi kurang dengan tingkat pengetahuan stunting kurang berjumlah 32 responden (69,6%) sedangkan pada kelompok remaja yang mempunyai sumber informasi baik dengan tingkat pengetahuan stunting kurang mempunyai proporsi yang lebih besar yaitu sebanyak 36 responden (49,3%). Hasil Uji Chi Square menunjukan  hubungan signifikan sumber informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting dengan  nilai p values  0,030. Kesimpulan: sumber informasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja dalam pencegahan stunting dengan memanfaatkan media informasi berupa poster, leaflet dan media sosial.
HUBUNGAN SIKAP REMAJA TERHADAP TINGKAH LAKU SEKS BEBAS PADA SISWA KELAS 9 DI SMP PLUS BINA TERAMPIL KABUPATEN BOGOR 2023 Agustina Susanti; Pujiati Pujiati; Ambariani Ambariani; Rini Damayanti; Heti Mulyati
Jurnal Bidan Srikandi Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2023.v1i1.10108

Abstract

Di era globalisasi seperti yang kita alami saat ini, remaja harus terselamatkan dari dampak negatif globalisasi. Globalisasi memiliki arti mendunia yang ibaratnya kebebasan. Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Perilaku seks bebas merupakan permasalahan dan sekaligus fenomena sosial yang kian lazim dijumpai di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap remaja terhadap tingkah laku seks bebas pada siswa kelas 9 di SMP Plus Bina Trampil Kabupaten Bogor tahun 2023. Metode Penelitian : Populasi dalam penelitian ini sejumlah 32 responden, dengan menggunakan Teknik total sampling. Desain penelitian dengan metode Chi- Square. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode uji Chi-Square didapatkan hasil  nilai signifikasi 0,004 (p- value < 0,05) yang berarti ada hubungan sikap remaja terhadap tingkah laku seks bebas pada siswa kelas 9 di SMP Plus Bina Trampil Kabupaten Bogor tahun 2023. Kesimpulan  penelitian ini terdapat hubungan sikap remaja terhadap tingkah laku seks bebas pada siswa kelas 9 di SMP Plus Bina Trampil Kabupaten Bogor tahun 2023. Saran dari peneliti diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menciptakan lingkungan di sekolah yang aman dan nyaman dengan melakukan pengawasan dan mengantisipasi perilaku seks bebas.
USIA DAN PARITAS SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERJADINYA PREEKLAMPSIA Arini Kusmintarti; Alifia Nova Kirana; Estu Lovita Pembayun; Kasyafiya Jayanti
Jurnal Bidan Srikandi Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2024.v2i1.11717

Abstract

Preeklampsia merupakan sindroma yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah dan protein uria pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Preeklampsia/ hipertensi dalam kehamilan adalah salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor umur dan paritas dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Puspa Husada. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 390 responden yang melahirkan di RS Puspa Husada pada Februari 2022 hingga Februari 2023. Variabel independen dari penelitian ini yaitu umur dan paritas serta variabel dependennya adalah kejadian preeklampsia. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara umur ibu (p-value 0,001) dan paritas (p-value 0,001) dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Puspa Husada. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa adanya hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian preeklampsia. 
Front Matter Jurnal Bidan Srikandi Vol. 3 No. 2, 2025 Gunadarma, ejournal
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14871

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BRIMOB KELAPA DUA DEPOK TAHUN 2023 Wulandari, Aulia; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14529

Abstract

Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu dengan berat janin ≤500 gram. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, abortus dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI) akibat komplikasi seperti perdarahan, perforasi, infeksi, dan syok. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian diambil secara total sampling dari seluruh populasi ibu hamil <20 minggu, dengan jumlah 185 pasien. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,031 (ρ<0,05), sehingga terdapat hubungan signifikan antara usia ibu dan kejadian abortus di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok tahun 2023. Usia kehamilan dan kejadian abortus: Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,000 (ρ<0,05), yang berarti terdapat hubungan sangat signifikan antara usia kehamilan dan kejadian abortus. Paritas dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,028 (ρ<0,05), sehingga ada hubungan signifikan antara paritas dan kejadian abortus. Riwayat abortus dan kejadian abortus: Uji Chi-square menunjukkan nilai ρ=0,002 (ρ<0,05), yang berarti terdapat hubungan sangat signifikan antara riwayat abortus dan kejadian abortus. Pendidikan dan pekerjaan: tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan maupun pekerjaan dengan kejadian abortus. Usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan riwayat abortus memiliki hubungan dengan kejadian abortus, sedangkan pendidikan dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA WANITA USIA SUBUR DI PRODI KEBIDANAN UNIVERSITAS GUNADARMA 2025 Anindita, Anisa; Kusmintarti, Arini; Fary, Veronica
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14586

Abstract

Wanita usia subur merupakan kelompok yang rentan mengalami dismenore karena gejala ini dapat dialami setiap wanita yang masih menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada wanita usia subur di Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 91 responden. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga (p=0,009) dan status perkawinan (p=0,003) dengan kejadian dismenore. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan bermakna antara aktivitas olahraga (p=0,379) maupun kualitas tidur (p=0,193) dengan kejadian dismenore. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa riwayat keluarga dan status perkawinan memiliki hubungan signifikan terhadap dismenore pada wanita usia subur.
RIWAYAT MATERNAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM Salima, Qonita; Jayanti, Kasyafiya
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14588

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi kegagalan pada bayi untuk melakukan pernapasan secara teratur dan spontan segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat dicegah salah satunya dengan mengetahui faktor maternal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asfiksia, sehingga dapat melakukan upaya deteksi dini dan melakukan tindakan preventif serta antisipatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor maternal yang berhubungan terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Metode dari penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 194 responden dengan teknik pengambilan data total sampling, serta menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,000), tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,053), dan ada hubungan yang signifikan antara komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum (p-Value = 0,031). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan komplikasi persalinan terhadap kejadian asfiksia neonatorum.  Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit maternal terhadap kejadian asfiksia neonatorum.
ASUPAN GIZI IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI KABUPATEN BANGGAI LAUT Mataiya, Hetiverawati M; Ramli, Ramli; Lalusu, Erni Yusnita
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14467

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut prevalensi ibu Hamil KEK tahun 2020 sebanyak 18,5% yang kemudian meningkat pada tahun 2021 sebanyak 19,9% prevalensi KEK pada ibu Hamil di Kabupaten Banggai terus meningkat pada tahun 2022 menjadi 20,7%. Dampak ibu hamil yang mengalami resiko kekurangan energi kronik (KEK) akan menimbulkan beberapa permasalahan, baik pada ibu maupun janin. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain adalah Anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi, Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Hamil KEK di Kabupaten Banggai Laut dengan sampel total populasi sebanyak 91 ibu Hamil KEK. Analisis yang digunakan adalah analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan Karbohidrat pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 64 ibu Hamil (70,3%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 27 ibu Hamil (29,7%).Asupan Protein pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 61 ibu Hamil (67%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 30 ibu Hamil (33%).Asupan Lemak pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 69 ibu Hamil (75,8%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 22 ibu Hamil (24,2%).Asupan Vita min A pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada kategori kurang sebanyak 69 ibu Hamil (75,8%) dan kategori cukup sebanyak 22 ibu Hamil (24,2%).Asupan Kalsium pada ibu Hamil KEK paling banyak berada pada pada kategori kurang sebanyak 84 ibu Hamil (92,3%) sedangkan paling sedikit berada pada kategori cukup sebanyak 7 ibu Hamil (7,7%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan saran bagi ibu Hamil KEK dan pemerintah di Kabupaten Banggai Laut agar lebih memperhatikan asupan zat gizi untuk mengurangi risiko KEK.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY.T AKSEPTOR KB IMPLANT DENGAN MEDIA LEMBAR BALIK DI PMB KUSNI SRI MAWARTI BANTUL Zubaidah, Irul; Puspitasari, Riadinata Shinta; Husna, Fauzul
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14587

Abstract

Konseling merupakan hubungan timbal balik antara konselor dan konseli. Lembar balik adalah suatu alat peraga yang menyerupai album gambar. Implant adalah salah satu jenis kontrasepsi yang berupa susuk yang terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormon dan dipasang pada lengan atas. Memberikan pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. T dari kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang dilaksanakan secara berkesinambungan dimulai dari pengambilan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. T dan berdasarkan hasil pemeriksaan atau data objekif. Asuhan berkelanjutan dilakukan di PMB Kusni Sri Mawarti Bantul. Setelah diberikan asuhan secara berkelanjutan Ny. T menjadi lebih mengerti mengenai jenis alat kotrasepsi. Penggunaan media lembar balik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan konseling ini, karena setelah diberikan konseling ibu lebih memahami dan lebih gampang untuk diingat mengenai alat kontrasepsi bawah kulit. Asuhan yang diberikaan Ny. T selama kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana tidak ditemukan adanya masalah atau komplikasi. Pada kunjungan nifas ke 4 telah mendapatkan konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi dan akhirnya Ny. T memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi bawah kulit.

Page 2 of 3 | Total Record : 21