cover
Contact Name
Tyson Jeidi Jeri Supit
Contact Email
tysonsupit@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkardia@gmail.com
Editorial Address
8RPM+CPF, Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon City, North Sulawesi
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29862019     DOI : https://doi.org/10.69932/kardia
Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal KARDIA adalah: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) 2. Teologi Historika 3. Teologi Sistematika 4. Teologi Sosial dan Publik 5. Teologi Digital dan Internet of Things 6. Teologi Kontekstual 7. Misiologi Biblikal & Praktikal 8. Etika Kristen 9. Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga & Sekolah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023" : 6 Documents clear
Peranan Gembala Sidang dalam Membentuk Pelayanan Unggul di Gereja Lokal Haryanti, Lilis; Duha, Sang Putra Immanuel; Tafonao, Talizaro
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.10

Abstract

Abstract: The author observes empirically that not a few churches are trapped by the splendor of the church, so the churches are currently competing to add various facilities so that the congregations who come to the church feel comfortable during worship. This concept is actually not wrong but it becomes problematic if the church forgets its main role in preparing superior ministry based on the Bible concept. Based on this problem, the researcher examined this matter, because the duties and responsibilities of a pastor in forming superior ministry in the local church are urgent matters. The purpose of writing this article is to explain what the pastor does in forming superior ministry in the local church. The method used in this writing is descriptive research method. The results of this study can provide practical guidance for pastors and church leaders in strengthening ministry by understanding the duties of a pastor and the role of a pastor in forming a superior ministry. This means that the pastor has an important role in preparing formidable ministers for continuity in ministry in the local church. Abstraksi: Penulis mengamati secara empiris bahwa tidak sedikit gereja-gereja terjebak dengan kemegahan gereja, sehingga gereja-gereja sekarang ini berlomba-lomba menambahkan berbagai fasilitas supaya jemaat-jemaat yang datang ke gereja merasa nyaman pada saat beribadah. Konsep ini sebenarnya tidak salah tetapi menjadi bermasalah bila gereja melupakan peranan utamannya dalam mempersiapakan pelayanan unggul berdasarkan konsep Alkitab. Berdasarkan persoalan itu sehingga peneliti mengkaji hal ini, karena tugas dan tanggung jawab seorang gembala sidang dalam membentuk pelayanan unggul di gereja lokal merupakan hal yang mendesak. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh gembala sidang dalam membentuk pelayanan unggul di gereja lokal. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini dapat memberikan panduan praktis bagi gembala dan pemimpin gereja dalam memperkuat pelayanan dengan memahami tugas seorang gembala dan peranan gembala dalam membentuk pelayanan yang unggul. Artinya gembala sidang memiliki peran penting dalam mempersiapkan para pelayan yang tangguh demi keberlangsungan dalam pelayan di gereja lokal.
Pancasila dan Kebebasan Beragama: Peranan Gereja terhadap Kebebasan Beragama berdasarkan Pancasila Padan, Stefanus; Lumintang, Shendy Carolina
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.11

Abstract

Abstract: The right of religion freedom is one of the rights that cannot be reduced or eliminated. Every human being has the same right to determine his freedom, this right includes the freedom to adopt and accept a religion and belief of his own choice. The goal of the Indonesian nation will not be achieved if freedom of religion has not been realized. Disruption to religiom freedom in Indonesia is inseparable from disruption to the integrity of the State and the ideology of Pancasila. The church has an important role in promoting and maintaining religious freedom in accordance with Pancasila values; provide insight and form a complete understanding of religious freedom. Ideally, as written in Article 29 Paragraph 2 of the 1945 Constitution states that every citizen has the freedom to embrace religion and worship according to their respective beliefs. This constitutional guarantee is a solid foundation for protecting individual rights to practice their religion without pressure or discrimination. Various articles have discussed the importance of Pancasila for the State, but none have discussed the role of the church in religious freedom based on Pancasila. Through this research, we hope to provide insight and contribution to the church so that it can play a role in relation to religious freedom based on Pancasila. This research is a qualitative research approach with content analysis methods, then makes valid conclusions from the text with the context used. Abstrak: Hak atas kebebasan beragama termasuk salah satu hak yang tidak dapat dikurangi atau dihilangkan. Setiap umat manusia memiliki hak yang sama untuk menentukan kebebasannya, hak ini mencakup kebebasan untuk menganut dan menerima suatu agama dan kepercayaan atas pilihannya sendiri. Tujuan bangsa Indonesia tidak akan mungkin tercapai, apabila kebebasan beragama belum terwujud. Gangguan terhadap kebebasan beragama di Indonesia tidak terpisahkan dengan gangguan terhadap keutuhan Negara dan ideologi Pancasila. Gereja memiliki peran penting dalam rangka mempromosikan dan menjaga kebebasan beragama sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; memberikan wawasan dan membentuk pemahaman kebebasan beragama yang utuh. Idealnya sebagaimana yang tertulis dalam Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Jaminan konstitusional ini merupakan dasar yang kuat untuk melindungi hak-hak individu dalam menjalankan agama mereka tanpa tekanan atau diskriminasi. Berbagai artikel tentang membahas mengenai pentingnya Pancasila bagi Negara namun belum ada yang membahas mengenai peran gereja terhadap kebebasan beragama berdasarkan Pancasila. Melalui penelitian ini, kiranya memberikan wawasan dan kontribusi terhadap gereja agar dapat berperan dalam kaitannya dengan kebebasan beragama berdasarkan Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, kemudian membuat kesimpulan yang valid dari teks dengan konteks yang digunakan.
Proses Kedewasaan Rohani Orang Kristen berdasarkan Kolose 2:6-10 Nakmofa, Sutidjo Justus Jerzak; Mangoli, Yefta Yan
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.12

Abstract

Abstract: This research aims to find out about the exegetical review of the process of Christian spiritual maturity based on Colossians 2:6-10, and what are the inhibiting factors for Christian spiritual growth towards spiritual maturity. The research methodology used in this research is a qualitative literature research methodology with a biblical theological research approach, through an exegetical strategy of text criticism, because the goal to be achieved is related to an exegetical review of the process of Christian spiritual maturity. The results of the discussion based on the letter Colossians 2:6-10 to the Colossians and Christians today are experiencing spiritual growth to the stage of spiritual maturity. Therefore, Christians must experience a process of spiritual maturity which includes accepting Christ, living in God, rooted in God, built up in God, growing firm in faith, hearts overflowing with thanksgiving, and experiencing the fullness of Christ (Pleroma). In undergoing the process of maturity there are obstacles that make Christians spiritually immature, including environmental influences and heretical teachings that are inconsistent with Christ's which become a snare for Christians so they do not grow towards spiritual maturity. To overcome these obstacles, Christians must build an intimate personal relationship with God through prayer, quiet time, contemplation of God's word, and spiritual discipline. Thus Christians experience Christ in his life, where Christ dwells in full control of his life as expressed by the Apostle Paul in terms of you having been filled with Christ. Abstrak: Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui tentang tinjuan eksegetis Proses kedewasaan rohani orang Kristen berdasarkan surat Kolose 2:6-10, dan apa saja Faktor penghambat pertumbuhan rohani orang Kristen ke arah kedewasaan rohani. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ialah metodologi penelitian kualitatif pustaka dengan pendekatan penelitian riset teologia biblika, melalui strategi eksegetis kritik teks, karena tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan tinjauan eksegetis tentang proses kedewasaan rohani orang Kristen. Adapun hasil pembahasan berdasarkan surat Kolose 2:6-10 kepada jemaat Kolose dan orang Kristen masa kini adalah mengalami pertumbuhan rohani sampai kepada tahap dewasa rohani. Oleh karena itu, orang Kristen harus mengalami proses kedewasaan rohani meliputi menerima Kristus, hidup di dalam Tuhan, berakar di dalam Tuhan, dibangun di dalam Tuhan, bertambah teguh dalam iman, hati yang melimpah dengan ucapan syukur, dan mengalami kepenuhan Kristus (Pleroma). Dalam menjalani proses kedewasaan ada hambatan yang membuat orang Kristen tidak dewasa rohani antara lain pengaruh lingkungan dan pengajaran sesat yang tidak sesuai dengan Kristus menjadi jerat bagi orang Kristen sehingga tidak bertumbuh ke arah kedewasaan rohani. Untuk mengatasi hambatan tersebut, orang Kristen harus membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan melalui doa, saat teduh, perenungan firman Tuhan, dan disiplin rohani. Dengan demikian orang Kristen mengalami Kristus dalam hidupnya, dimana Kristus berdiam secara penuh menguasai kehidupannya seperti yang diungkapkan oleh Rasul Paulus dalam hal kamu telah dipenuhi Kristus. 
Studi Hermeneutika terhadap Relasi Korban Abraham dengan Pengorbanan Yesus Adi, Didit Yuliantono; Simon, Simon
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.13

Abstract

Abstract: This article specifically discusses how hermeneutics studies the correlation between Abraham's sacrifice and Jesus' sacrifice. This topic is elaborated by the author based on the author's attention to the difference of opinion among believers regarding Abraham's sacrifice, which is a typology of Jesus' sacrifice. The difference of opinion is marked by the view that the typology of Jesus' sacrifice is Ihsak, but there are also those who agree that the typology of Jesus' sacrifice is the sheep. All of these opinions share the same biblical basis as a theological basis for the relationship between Abraham's sacrifice and Jesus' sacrifice. On this basis, the author uses the literature study method with an exegesis approach. The purpose of this study is to connect the common thread of Abraham's sacrifice and its relationship to Christ's sacrifice. By explaining, it gives an understanding that God's plan of salvation for sinful man through His Son was long prophesied in the Old Testament. The findings of this topic reveal that the Old Testament through the New Testament broadly tell of the prophecy and fulfillment of Jesus' sacrifice. Abstrak: Artikel ini membahas secara spesifik bagaimana studi hermeneutika mengenai korelasi pengorbanan yang dilakukan Abraham dengan pengorbanan Yesus. Topik ini diuraikan oleh penulis didasari oleh perhatian penulis terhadap perbedaan pendapat antara orang percaya mengenai perngorbanan Abraham yang merupakan tipologi dari pengorbanan Yesus. Perbedaan pendapat itu ditandai dengan adanya pandangan yang mengatakan bahwa, yang menjadi tipologi pengorbanan Yesus adalah Ihsak, namun ada juga yang setuju yang menjadi tipologi pengorbanan Yesus adalah domba. Semua pendapat tersebut sama-sama memiliki dasar Alkitab sebagai landasan teologis terhadap relasi korban Abraham dengan pengorbanan Yesus. Dengan dasar tersebut penulis menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan eksegese. Tujuan penelitian ini adalah hendak menghubungkan benang merah bagaimana pengorbanan Abraham dan relasinya dengan pengorbanan Kristus. Dengan memaparkan, memberikan pemahaman bahwa rencana keselamatan Allah bagi manusia berdosa melalui Anak-Nya sudah lama dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Temuan dari pemaparan topik ini mengungkapkan bahwa Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru, secara garis besar menceritakan tentang nubuatan dan penggenapan pengorbanan Yesus.
Penghinaan terhadap Presiden dan Pemerintahan: Tinjauan Teologis Etis Iman Kristen Arifianto, Yonatan Alex; Kuntari , Valentina Dwi; Sembiring, Lena Anjarsari
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.14

Abstract

Abstract: Insulting the president and officials in today's digital freedom era is truly ironic, therefore the purpose of writing this article is so that God's people can understand and be mature in acting regarding insults to the president and government officials. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that God's true people must understand the definition and essence of insult in terminology. So that Christianity can provide a paradigm for freedom of expression in the digital era. So that God's people see and understand everything to use their mouths and fingers in comments, it is very embarrassing to insult the leadership of this nation. Because contempt in the theological study of the Christian Faith is very clear against all things against that humiliation. Of course, this basis carries the role of God's people in actualizing a wise opinion regarding insulting the President and the Government. Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini supaya umat Tuhan dapat memahami dan dewasa dalam bertindak terkait penghinaan terhadap presiden dan jajaran pemerintahan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa sejatinya umat Tuhan harus memahami definisi dan hakikat dari penghinaan dalam terminologi. Supaya kekristenan dapat memberikan paradigma tentang kebebasan berpendapat di era digital dari sudut pandang Teologis etis. Sehingga umat Tuhan melihat dan memahami segala hal untuk mempergunakan mulut maupun jari dalam berkomentar Agar berhati-hati agar tidak menghina pemimpin bangsa, dan lebih kepada mengkritisi kebijakannya dalam konteks pejabat publik. Sebab hal itu sangat memalukan bila menghina pimpinan bangsa ini. Sebab penghinaan dalam kajian Teologis Iman Kristen sangat jelas menenatang segala hal terhadap penghinaan itu. Tentunya dasar ini membawa peran umat Tuhan dalam mengaktualisasi sikap berpendapat yang bijak terkait penghinaan kepada Presiden dan Pemerintahan.
Pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap Pembentukan Iman dan Karakter Peserta Didik di Sma Negeri 1 Manokwari Papua Barat Supit, Tyson Jeidi Jeri
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.15

Abstract

Abstract: The problem in this study, according to the title, what can be questioned in this study is the extent to which the influence of Christian religious education teachers has on the formation of faith and character of students at State Senior High School I Manokwari, West Papua. The purpose of this research was conducted with the aim of measuring the extent of the influence of Christian religious education teachers on the formation of faith and character of high school students I Manokwari, West Papua. This research method was carried out by correlation research by taking samples through questionnaires. From the results that the authors obtained in a questionnaire survey of State Senior High School I Manokwari students, they recognized the influence of Christian Religious Education Teachers on the formation of Faith and Character, so as a percentage, there was a low influence of Christian Religious Education on faith formation of 0.238 ˃ 0.005. As for character, there is a low influence of Christian Religious Education on character formation of 0.281 ˃ 0.005. So it can be said that the influence of Christian Religious Education teachers is very useful and very influential for students to form faith and character. Abstrak: Masalah dalam penelitian ini, Sesuai judul, maka yang dapat dipertanyakan dalam penelitian ini adalah sejauh mana Pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Iman dan Karakter Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I manokwari Papua barat. Tujuan penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana PengaruhGuru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Iman dan Karakter Siswa Sekolah Menengah Atas I Manokwari Papua barat. Metode penelitian ini dilakukan dengan penelitian Korelasi dengan pengambilan sampel melalui penyebaran angket. Dari hasil yang penulis dapatkan dalam survey angket terhadap Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri I Manokwari mengenal pengaruh Guru Pak terhadap pembentukan Iman dan Karakter maka secara presentase, Terdapat pengaruh yang rendah dari Pendidikan Agama Kristen terhadap pembentukan iman sebesar 0.238 ˃ 0.005. Sedangkan untuk karakter, Terdapat pengaruh yang rendah dari Pendidikan Agama Kristen terhadap pembentukankarakter sebesar 0.281 ˃ 0.005. Jadai dapat dikatakan bahwa pengaruh Guru Pendidikan Agama Kristen Itu sangat berguna dan sangat berpengaruh kepada siswa Untuk terbentuknya Iman dan Karakter

Page 1 of 1 | Total Record : 6