cover
Contact Name
Amalia Eka Rakhmania
Contact Email
amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id
Phone
+6282134134594
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang Graha Polinema Lantai 3 Jl. Sukarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya.
Articles 64 Documents
Analisis keandalan sistem trafo step down menggunakan metode logika fuzzy Emirwati, Andie; Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.3671

Abstract

Trasformator step down adalah sebuah perangkat elektronik yang memiliki fungsi utama untuk menurunkan tegangan listrik ke level yang lebih rendah. Data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari hasil pengukuran di PT. PLN Tarakan yang dilakukan selama beberapa bulan pada tahun 2021, diantaranya bulan Januari, Februari, Agustus, dan September. Data pengukuran ini kemudian diolah dengan menggunakan metode fuzzy untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan. Menurut standar Std.446-1980, keseimbangan beban yang diharapkan berkisar antara 5 hingga 20%. Sebelum menerapkan metode fuzzy Mamdani, hasil analisis menunjukkan bahwa pada bulan Februari, transformator YDS 191 memiliki ketidakseimbangan arus beban tertinggi yaitu 46,1%, sedangkan transformator SLM 377 memiliki tingkat ketidakseimbangan terendah yaitu 20,7%. Namun, setelah menerapkan metode Fuzzy Mamdani, hasil analisis menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ketidakseimbangan arus beban tertinggi yang tercatat adalah 17% pada transformator YDS 083 di bulan Agustus, sedangkan transformator SLM 241 di bulan Februari mencapai ketidakseimbangan sebesar 2,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan logika fuzzy Mamdani efektif dalam mengurangi ketidakseimbangan arus beban. Hasil ini memberikan bukti yang kuat bahwa penggunaan metode Fuzzy Logic dengan FIS Mamdani mampu menurunkan ketidakseimbangan arus beban hingga di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh Standar PLN Nomor 1 Tahun 1995, yaitu sebesar 20%. ABSTRACT Step down transformer is an electronic device that has the main function to reduce the voltage to a lower level. The data used in this analysis comes from the measurement results at PT PLN Tarakan which were carried out for several months in 2021, including January, February, August and September. This measurement data is then processed using fuzzy methods to achieve the desired balance. According to the Std.446-1980 standard, the expected load balance ranges from 5 to 20%. Before applying the Mamdani fuzzy method, the analysis results showed that in February, transformer YDS 191 had the highest load current imbalance of 46.1%, while transformer SLM 377 had the lowest imbalance level of 20.7%. However, after applying the Fuzzy Mamdani method, the analysis results showed significant improvements. The highest load current unbalance recorded was 17% at transformer YDS 083 in August, while transformer SLM 241 in February achieved an unbalance of 2.6%. These results show that the application of Mamdani fuzzy logic is effective in reducing load current imbalance. These results provide strong evidence that the use of the Fuzzy Logic method with FIS Mamdani is able to reduce the load current imbalance to below the maximum limit set by PLN Standard Number 1 of 1995, which is 20%.
Perancangan dan implementasi antena mikrostrip hardware komunikasi wireless MISO 2x1 dengan frekuensi kerja 2,4 GHz Dan 5 GHz untuk access point Hadiwiyatno, Hadiwiyatno; Wirayoga, Septriandi; Imamuddien, Azam Muzakhim
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4015

Abstract

WiFi adalah teknologi nirkabel yang sangat digunakan dalam jaringan komunikasi modern. Namun, salah satu kelemahannya adalah redaman atau penghalang yang dapat mengurangi kualitas transmisi sinyal. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan sistem Mutiple Input Multiple Output (MISO) amplifier untuk meningkatkan kekuatan sinyal, memperluas jangkauan jaringan, dan meningkatkan daya transmisi melalui antena. Penelitian ini bertujuan menciptakan hardware komunikasi MIMO dan access point yang meningkatkan pengiriman dan penerimaan sinyal. Fokusnya adalah membandingkan pengaruh antena mikrostrip dan amplifier pada sistem access point serta menilai performansinya. Antena mikrostrip mampu bekerja pada frekuensi dual band: 2,4 GHz (2415.215 MHz) dan 5 GHz (5781.78 MHz). Untuk band 2,4 GHz memiliki gain sebesar 16,48 dB. Sedangkan untuk band 5 GHz memiliki gain sebesar 12,39 dB. Amplifier memiliki rata-rata gain 4,36 dB untuk 2,4 GHz dan 19,93 dB untuk 5 GHz. ABSTRACTWiFi is a wireless technology that is often used in modern communication networks such as between telephone or computer devices. However, one of the disadvantages of this technology is the quality of the signal strength of WiFi communication which can reduce the quality of data transmission. Therefore, it is necessary to utilise an antenna communication system to increase the beam power. Mutiple Input Multiple Output (MISO) is a model of installing signal transmitters to increase signal strength, expand network coverage, and increase transmission power through antennas. This research aims to create a MISO communication hardware connected access point that enhances the signal for sending and receiving data. The focus is on comparing the effect of microstrip antennas and amplifiers on the access point system and assessing their performance. The microstrip antenna is capable of working at dual band frequencies: 2.4 GHz (2415.215 MHz) and 5 GHz (5781.78 MHz). The 2.4 GHz band has a gain of 16.48 dB. The 5 GHz band has a gain of 12.39 dB. The amplifier has an average gain of 4.36 dB for 2.4 GHz and 19.93 dB for 5 GHz.
Sintesis Dan Karakterisasi Material Katoda LiMn0,7Fe0,3-xNixPO4/C Dengan 0 ≤ X ≤ 0,2 Dalam Aplikasi Baterai Litium-Ion Rudiyansah, Rudiyansah; S, Anne Zulfia; Prihandoko, Bambang
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.4393

Abstract

Pati singkong sebagai karbon pelapis bahan aktif LiMnPO4, Fe dan Ni (covalent-doping) ditempuh untuk meningkatkan konduktifitas elektronik-ionik, nilai specific capacity dan working voltage. Proses solid state reaction berupa ball milling (330 rpm, 48 jam) dan sintering (800°C, 2 jam) digunakan dalam pembuatan bahan aktif. Pola difraksi LiMnPO4 terlihat pada uji XRD pada bahan aktif. Bahan aktif terlapisi karbon berukuran 290 nm dan ukuran kristalit 60 nm terbentuk melalui proses Ball Milling. Pengujian SEM memperlihatkan pertumbuhan pelapisan karbon kearah horizontal dan pengujian EDX menunjukkan kadar Mn yang tinggi mengkonfirmasi peran pati singkong sebagai fasilitator pengintian pelapisan karbon. Nilai vibrasi v1 - v4 (1138 dan 1098 cm-1) hasil pengujian FTIR menunjukkan polianion  terbentuk. Pelapisan karbon memberikan nilai konduktifitas elektronik-ionik sebesar 1 x 10-3 S/cm dan 7,2 S/cm, peningkatan nilai konduktifitas elektronik terjadi akibat penambahan Ni. LiMn0,7Fe0,25Ni0,05PO4/C memberikan nilai specific capacity oksidasi 60,92 mAh/gr dan nilai Voks-red sekitar 4,13 Volt dan secara praktikal dapat digunakan sebagai bahan aktif katoda baterai Li-Ion. ABSTRACT Carbon-coating process with starch of cassava in LiMnPO4 active material, co-subtitution by adding Fe and Ni have been used to enhance ionic-electronic conductivity, specific capacity, and working voltage. Pattern diffraction of XRD shown LiMnPO4 structure have been formed via milling process (330 rpm, 48 hours) and sintering process (800°C, 2 hours) as called as solid state reaction. Ball Milling produced active material with the particle size and crystallite size up to 290 nm and 60 nm respectively. Carbon-coating have been grown in horizontal direction in cathode material become an evidence that the starch of cassava have been facilitates nuclea of carbon-coating to grown in cathode material and can be seen by SEM, and also the high content of Mn that have founded by EDX evaluation agreed. Polyanion  have formed and indicated by vibration value of v1 - v4 (1138 and 1098 cm-1) during FTIR evaluation. Electronic conductivity increased up to 1 x 10-3 S/cm by carbon-adding process, and Ni-addition as cation-doping contributed also. LiMn0.7Fe0,25Ni0.05PO4/C of cathode material shown the highest specific capacity oxidation near 60.92 mAh/gr and Voxidation/reduction around 4.13 Volts and practically can be used as Li-Ion battery.  
Optimalisasi koordinasi kelompok perjalanan melalui aplikasi pelacakan lokasi berbasis android Adzikirani; Rasyid, Abdul; Ardiansyah, Rizky
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.4419

Abstract

Pelacakan lokasi antara ketua kelompok perjalanan, seperti tour guide, dengan anggota kelompok esensial untuk memastikan koordinasi, efisiensi, dan keamanan selama perjalanan. Penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi seluler berbasis Android untuk memfasilitasi hal tersebut. Menggunakan teknologi GPS, aplikasi ini memungkinkan ketua kelompok untuk memantau lokasi real-time anggota , menyebarkan pesan broadcast, serta memastikan seluruh anggota berada dalam jangkauan yang aman. sementara anggota dapat melihat lokasi ketua, melihat jarak dari posisi mereka, dan menerima informasi penting secara cepat. Hasil uji coba lapangan menunjukkan margin error aplikasi berkisar antara 1 hingga 9.1742 meter dengan keterlambatan notifikasi sekitar 1-3 detik. Meskipun ada keterlambatan tersebut, komunikasi real-time tetap efektif. aplikasi ini dapat meningkatkan koordinasi, mempercepat respons waktu dalam situasi darurat, dan memperkaya pengalaman perjalanan dengan menjamin keamanan serta komunikasi yang efisien. ABSTRACTTracking the location between the group leader, such as a tour guide, and group members is essential for ensuring coordination, efficiency, and safety during travels. This research developed a mobile application based on the Android platform to facilitate this need. Utilizing GPS technology, the application allows the group leader to monitor members' real-time locations, disseminate broadcast messages, and ensure all members are within a safe range. Conversely, members can view the leader's location, gauge the distance from their position, and swiftly receive crucial information. Field testing results indicate the application has a location margin error ranging between 1 to 9.1742 meters, with a notification delay of about 1-3 seconds. Despite this delay, real-time communication remains effective. This application can enhance coordination, expedite response times in emergencies, and enrich the travel experience by ensuring safety and efficient communication.
Performansi server VoIP (Voice Over Internet Protocol) sebagai sarana pembelajaran hibrid Kusumawardani, Mila; Suharto, Nugroho; Dali, Sri Wahyuni; Widjajanti, Kristina; Putri, Atika Yulia Sari; Widyantari, Nabila
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.4506

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu aspek yang menetukan kualitas pendidikan. Bagi daerah perkotaan, media pembelajaran digital mudah dijangkau dan beragam. Namun, bagi daerah yang masih terbelakang, hal ini cukup sulit untuk diakses. Metode pembelajaran hibrid dapat menjadi salah satu pilihan bagi sekolah saat ini dikarenakan dapat memberikan pengaruh positif yaitu siswa dapat terlatih belajar secara mandiri namun juga tetap mendapat pelajaran secara luring. Namun, untuk daerah yang belum terjangkau internet, pembelajaran hibrid masih terbilang sulit untuk diterapkan, maka dari itu diperlukan jaringan intranet yang dapat diakses siswa maupun guru tanpa adanya jaringan internet. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat server pembelajaran dengan memanfaatkan sistem Voice over Internet Protocol (VoIP) berbasis Web Server. Konten yang disajikan dalam website ini dikemas dalam bentuk video dan latihan soal, serta antar siswa dengan guru dapat berkomunikasi menggunakan fitur komentar yang disediakan. Perancangan sistem menggunakan metode penelitian pengembangan dan pembuatan. Pengujian performa layanan dilaksanakan dengan menguji Quality of Service (QoS) meliputi Delay, Jitter, Throughput, dan Packet Loss. Analisa performa jaringan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan website dalam mengirim dan menerima data kepada pengguna saat diakses. ABSTRACT Learning media is one aspect that determines the quality of education. For urban areas, digital learning media is easy to reach and diverse. However, for underdeveloped areas, this is quite difficult to access. The hybrid learning method can be an option for schools at this time because it can have a positive influence, namely that students can be trained to learn independently but also still receive lessons offline. However, for areas that do not have internet access, hybrid learning is still difficult to implement, therefore an intranet network is needed that can be accessed by students and teachers without an internet network. The aim of this research is to create a learning server by utilizing a Web Server-based Voice over Internet Protocol (VoIP) system. The content presented on this website is packaged in the form of videos and practice questions, and students and teachers can communicate using the comments feature provided. System design uses development and manufacturing research methods. Service performance testing is carried out by testing Quality of Service (QoS) including Delay, Jitter, Throughput and Packet Loss. This network performance analysis aims to determine the website's ability to send and receive data to users when accessed.
Analisa response transient cascade control temperature dan pressure pada furnace PT. Z menggunakan metode direct synthesis Karadeit, Anggellieqque; Dewi, Astrie
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.4508

Abstract

Furnace pada PT. Z adalah furnace yang berfungsi untuk memanaskan heavy naptha hingga mencapai temperature 513℃ sebelum masuk ke rekator. Pada furnace menggunakan sistem pengendalian cascade temperature dan pressure untuk menjaga temperature outlet furnace dengan mengatur besarnya tekanan fuel gas untuk proses pembakaran yang masuk ke furnace. Temperatur Indicator Controller berperan sebagai master control yang memiliki aksi direct dengan mode controller Proportional Integral Derivative (PID) yang dalam kondisi operasinya mempunyai nilai Kp=75, τi=375, τd=2. Sedangkan Pressure Indikator Controller berperan sebagai sleve control yang memiliki aksi direct dengan mode controller Proportional Integral Derivative (PID) yang dalam konsisi operasinya mempunyai nilai Kp=1000, τi=1500, τd=0. Dari hasil simulasi menggunakan kondisi aktual diperoleh delay time 16,302s, settling time 2,8288s, rise time 0,2686s serta terdapat overshoot 19,880% dan undershoot 1,725%. Sedangkan hasil simulasi menggunakan metode direct synthesis diperoleh delay time 33,445s, settling time 10,5639s, rise time 5,557s, overshoot 0,0054% dan tidak terdapat undershoot. Berdasarkan perbandingan antara kondisi aktual dan metode direct synthesis dilihat bahwa walaupun terdapat keterlambatan untuk mencapai kondisi steady state namun dengan metode direct synthesis ini, dapat menghilangkan keadaan overshoot dan undershoot yang muncul pada kondisi aktual yang dianggap dapat mengurangi kinerja sistem. Oleh karena itu metode direct synthesis bisa dikatakan mempunyai respon sistem yang baik. ABSTRACT Furnace at PT. Z is a furnace whose function is to heat heavy naptha to a temperature of 513℃ before entering the reactor. The furnace uses a cascade temperature and pressure control system to maintain the furnace outlet temperature by regulating the amount of fuel gas pressure for the combustion process that enters the furnace. The Temperature Indicator Controller acts as a master control which has direct action with Proportional Integral Derivative (PID) controller mode which in operating conditions has values Kp=75, τi=375, τd=2. Meanwhile, the Pressure Indicator Controller acts as a control arm which has direct action with Proportional Integral Derivative (PID) controller mode which in its operating conditions has the values Kp=1000, τi=1500, τd=0. From the simulation results using actual conditions, the delay time was 16.302s, settling time was 2.8288s, rise time was 0.2686s and there was an overshoot of 19.880% and an undershoot of 1.725%. Meanwhile, the simulation results using the direct synthesis method obtained a delay time of 33.445s, settling time of 10.5639s, rise time of 5.557s, overshoot of 0.0054% and no undershoot. Based on a comparison between actual conditions and the direct synthesis method, it can be seen that although there is a delay in reaching steady state conditions, the direct synthesis method can eliminate overshoot and undershoot conditions that appear in actual conditions which are considered to reduce system performance. Therefore, the direct synthesis method can be said to have a good system response.
Studi penyebab dan penanganan fail detection pada shinkawa vibration sensors unit circulating water pump di PT. X menggunakan metode root cause failure analysis Barik, Zidny Alfian; Handaja, Suka
JURNAL ELTEK Vol. 21 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v21i2.4610

Abstract

Circulating Water Pump merupakan salah satu equipment penting pada proses operasi di PT X. Oleh karena itu sistem permesinan harus dijaga dan dirawat dengan baik agar selalu dalam kondisi yang prima. Untuk meningkatkan kehandalan, sistem dipasang pendeteksi getaran yang akan membuat sistem menjadi trip untuk menghindari dari kerusakan yang fatal dengan memasang Shinkawa Vibration Sensor yang akan mendeteksi kerusakan bantalan yang dideteksi dengan adanya getaran berlebih. Prinsip kerja dari Shinkawa Vibration Sensor adalah dengan menggunakan Non-Contact Displacement Transducer yaitu dengan mengukur gap antara sensor dan bantalan. Pada artikel ini, sistem pendeteksi getaran mengalami fail detection, sistem trip tetapi semua peralatan dan bantalan dalam kondisi baik. Berdasarkan analisa menggunakan Root Cause Failure Analysis disimpulkan penyebabnya adalah adanya getaran akibat petir. Untuk itu dilakukan penanganan dengan setting ulang agar tidak terulang kembali   ABSTRACTThe Circulating Water Pump is one of the important equipment in the operational process at PT X. Therefore, the machinery system must be maintained properly so that it is always in prime condition. To increase reliability, a vibration detector is installed in the system which will trip the system to avoid fatal damage by installing a Shinkawa Vibration Sensor which will detect bearing damage which is detected by excessive vibration. The working principle of the Shinkawa Vibration Sensor is to use a Non-Contact Displacement Transducer, namely by measuring the gap between the sensor and the bearing. In this article, the vibration detection system experienced failed detection, the system tripped but all equipment and bearings were in good condition. Based on analysis using Root Cause Failure Analysis, it was concluded that the cause was vibrations caused by lightning. For this reason, handling is carried out by resetting so that it does not happen again.
Perancangan aplikasi multi layanan berbasis super app Hardiyanto, Muhammad Fernanda; Andarwati, Mardiana
JURNAL ELTEK Vol. 22 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v22i1.5053

Abstract

Proses manual mengacu pada pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, seperti mengisi formulir secara manual. Sedangkan proses otomatisasi mengacu pada pekerjaan yang dilakukan oleh mesin atau perangkat lunak, seperti program pembayaran semester genap dan ganjil. Tujuan penelitian ini adalah Mendalami dan menganalisis kebutuhan pengguna dalam sebuah aplikasi multi layanan guna menciptakan pengalaman pengguna yang terfokus dan memenuhi kebutuhan individu serta kelompok pengguna secara efektif. Mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengintegrasikan fitur-fitur yang diperlukan dalam rangka menciptakan pengalaman pengguna yang terintegrasi dan komprehensif pada berbagai platform aplikasi. Merancang antarmuka pengguna yang intuitif dengan fokus pada penyediaan akses dan navigasi yang mudah dalam aplikasi. Metode yang digunakan yaitu metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD menggunakan metode berulang dalam pengembangan sistem. Aplikasi memberikan kemudahan pengguna dalam mengirim saldo ke rekening bank dengan fleksibilitas nominal, tanpa memerlukan kunjungan ke ATM atau bank. Fitur utama aplikasi memastikan transaksi finansial diselesaikan dengan cepat dan efisien, meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menjalankan operasional keuangan mereka ABSTRACTManual processes refer to work performed by humans, such as manually filling out forms. On the other hand, automation processes refer to work performed by machines or software, such as semester tuition payment programs. The objective of this research is to delve into and analyze user needs within a multi-service application to create a user experience that is focused and effectively meets the needs of individual users and user groups. This includes identifying, evaluating, and integrating necessary features to create an integrated and comprehensive user experience across various application platforms. The research also involves designing an intuitive user interface with a focus on providing easy access and navigation within the application. The method used is Rapid Application Development (RAD). RAD methodology employs iterative methods in system development. The outcome of this research is an application that provides users with convenience in transferring balances to bank accounts with flexible amounts, without requiring visits to ATMs or banks. The application's key features ensure that financial transactions are completed quickly and efficiently, enhancing user comfort in managing their financial operations.
Rancang bangun bobot kartesian tiga axis untuk penyiraman tanaman yang akurat dan efisien Tamami, Niam; Hermawan, Hendhi; Hanafi, Nofria; Madyono, Madyono; Perdana, Galang; Ramadhan, Farhan
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.351

Abstract

Untuk menunjang lahan pertanian yang subur, diperlukan proses penyiraman agar kadar air dalam tanah tetap terjaga. Kegiatan penyiraman yang dilakukan secara manual membutuhkan banyak energi. Selain itu kadar air yang diberikan dengan penyiraman manual tidak dapat terukur secara akurat. Dalam makalah ini, kami mengusulkan penyiraman otomatis dengan robot kartesian tiga aksis untuk lahan dengan ukuran 3 meter x 1.5 meter dengan 171 titik tanam. Kontrol penyiraman berbasis fuzzy agar kadar air yang diberikan bisa akurat. Sebelum penyiraman, rata-rata kelembapan tanah pada lahan tersebut adalah 45.28% dengan nilai minimal 40%, nilai maksimal 50%. Target kelembapan tanah untuk setiap titik adalah 60%. Robot dapat menyiram seluruh titik tanam tanpa campur tangan manusia. Nilai kadar air rata-rata setelah penyiraman adalah 62.10%, dengan nilai minimal 60%, nilai maksimal 65%. Selain itu, juga telah dibandingkan mekanisme penyiraman dengan metode fuzzy dengan metode on-off, metode fuzzy mampu menghasilkan penyiraman yang lebih akurat dengan tingkat kesalahan rata-rata 2.10%, sedangkan metode on-off memiliki tingkat kesalahan rata-rata 5.32% terhadap target nilai kelembapan tanah. Metode fuzzy juga lebih efisien waktu dalam penyiraman yaitu 7 detik hingga 8 detik, sedangkan metode onoff membutuhkan waktu penyiraman 10 detik hingga 15 detik.   ABSTRACT To support fertile agricultural land, a watering process is needed so that the water content in the soil is maintained. Watering activities carried out manually require a lot of energy. In addition, the water content given by manual watering cannot be measured accurately. In this paper, we propose automatic watering with a three-axis Cartesian robot for land with a size of 3 meters x 1.5 meters with 171 planting points. Fuzzy based watering control so that the water content given can be accurate. Before watering, the average soil moisture on the land was 45.28% with a minimum value of 40%, a maximum value of 50%. The target soil moisture for each point is 60%. The robot can water the entire planting point without human intervention. The average water content value of watering is 62.10%, with a minimum value of 60%, a maximum value of 65%. In addition, also compared with the application error with the fuzzy method with the on-offmethod, the fuzzy method is able to produce more accurate watering with an average error rate of 2.10%, while the on-off method has an average error of 5.32% against the soil moisture target. The fuzzy method is also more time efficient in watering, which is 7 seconds to 8 seconds, while the on-off method requires a watering time of 10 seconds to 15 seconds.
Review pengaruh penetrasi photovoltaic terhadap loss of life dan kinerja transformator Prasojo , Rahman Azis; Duanaputri, Rohmanita; Apriliasari, Jamik; Dini, Rosina Ahda; Mahmudah, Devi Soviati
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i2.357

Abstract

Salah satu peralatan yang penting dalam sistem distribusi tenaga listrik adalah transformator. Penuaan transformator disebabkan oleh kerusakan isolasi yang diakibatkan dari proses degradasi kimia yang terakselerasi oleh oksidasi dan peningkatan suhu. Maka dari itu, untuk menilai loss of life transformator yang paling umum digunakan adalah menggunakan karakteristik thermal transformator. Peningkatan penggunaan photovoltaic (PV) yang mulai menyebar di berbagai daerah adalah salah satu bukti mulai diandalkannya energi terbarukan. Hal ini membawa dampak positif maupun negatif, baik bagi sistem tenaga secara keseluruhan, maupun bagi peralatan listrik. Artikel ini membahas berbagai penelitian terdahulu yang meneliti tentang pengaruh penggunaan PV terhadap penurunan kondisi transformator distribusi. Artikel review ini dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama membahas tentang akibat pemasangan PV yang mempengaruhi kinerja dari isolasi transformator berdasarkan pembebanan yang dialami saat operasi. Yang kedua membahas tentang pengaruh harmonisa yang dihasilkan oleh sistem PV terhadap penuaan transformator. Yang terakhir membahas tentang beberapa penelitian terdahulu yang membahas pendekatan untuk mengatasi harmonisa pada sistem   ABSTRACT One of the most important equipment in an electric power distribution system is a transformer. Transformer aging is caused by insulation breakdown resulted from chemical degradation processes that are accelerated by oxidation and increasing temperature. To assess the loss of life of the transformer, the most commonly used is to use the thermal characteristics of the transformer. The increasing use of photovoltaic which is starting to spread in various regions is one proof that renewable energy is starting to be relied on. This has both positive and negative impacts, both for the power system as a whole and for electrical equipment. This article discusses various previous studies that examined the effect of the use of photovoltaic on the deterioration of the distribution transformer condition. This review article is divided into three parts. The first is the effect of PV penetration which affects the performance of the transformer insulation based on the loading during operation. The second is the effect of harmonics generated by the PV system on the transformer aging. The last is to discuss some of the previous studies that proposed methods in reducing harmonics in the system.