cover
Contact Name
Amalia Eka Rakhmania
Contact Email
amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id
Phone
+6282134134594
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang Graha Polinema Lantai 3 Jl. Sukarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya.
Articles 70 Documents
Pemodelan dan simulasi kinematika robot SCARA 3 derajat kebebasan menggunakan MATLAB Sanjaya, Risky Odang; Satria, Novian Fajar; Maulana, Himmawan Sabda
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.6767

Abstract

Zaman yang serba canggih di semua aspek kehidupan sudah menggunakan bantuan teknologi. Seperti contoh dalam hal produksi barang di dalam industri yang hampir semua sektor sudah memakai bantuan teknologi. Untuk memperhitungkan pergerakan dari robot SCARA dibutuhkan perhitungan kinematika pada robot SCARA. Pemodelan kinematika untuk robot SCARA memberikan visualisasi fisik robot dalam model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan teorema pemodelan kinematika maju (forward kinematics) dan kinematika terbalik (inverse kinematics) dalam simulasi serta pengujian lifting dan pengujian aktual langsung dengan robot SCARA. Simulasi kinematika pergerakan robot SCARA menggunakan perangkat lunak MATLAB. Penelitian terdahulu telah dirancang robot SCARA menggunakan konfigurasi revolute-translational-revolute dengan tidak menggunakan simulasi. Hasil dari pengujian kinematika maju menunjukkan bahwa rata-rata error pada nilai aktual pengukuran  dan , dengan nilai paling tinggi pada selisih  pada setiap pengukuran sudut. Serta hasil pengujian gerakan lifting pada SCARA memiliki error maksimal sebesar 2,72% dan error minimal sebesar 0,01%. Dengan rata-rata error yang dihasilkan adalah 0,64% dan pengujian dilakukan sebanyak 10 kali pecobaan dalam setiap parameter.   ABSTRACT In today's advanced era, technology is integrated into all aspects of life. For instance, in the production of goods within industries, nearly all sectors have adopted technological assistance. To calculate the movements of a SCARA robot, kinematic calculations are essential. The kinematic modelling of a SCARA robot provides a physical visualization of the robot in a mathematical model. This study aims to test and validate the theorems of forward kinematics and inverse kinematics modelling through simulations and to examine the lifting mechanism as well as conduct direct practical testing with the SCARA robot. The kinematic simulations of the SCARA robot’s movements are performed using MATLAB software. In previous studies, the SCARA robot was designed using a revolute-translational-revolute configuration without simulation. The results of forward kinematics testing indicate that the average error in actual measurement values is 3.76% for  and 2.98% for , with the highest deviation being 3° for each angle measurement. Additionally, the results of the lifting mechanism testing on the SCARA robot showed a maximum error of 2.72% and a minimum error of 0.01%, with an average error of 0.64% based on 10 trials for each parameter.
Perbandingan performansi pengiriman data antar node wireless sensor menggunakan kriptografi RSA dan RC 4 Zakaria, M. Nanak; Isnomo, Yoyok Heru Prasetyo; Rahayu, Martanti Puri
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8614

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) adalah teknologi jaringan nirkabel untuk mengumpulkan dan mengirimkan data, namun rentan terhadap penyadapan sehingga memerlukan pengamanan menggunakan kriptografi. Penelitian ini membandingkan algoritma RSA (asimetris) dan RC4 (simetris) pada komunikasi antar node berbasis LoRa E220, menggunakan Arduino Nano, sensor DHT22, sensor tegangan, dan sensor arus ACS712 pada node pengirim serta node penerima untuk dekripsi. Pengujian menggunakan data sensor dan data string sepanjang 8–100 karakter, dengan kedua algoritma mencapai keberhasilan enkripsi dan dekripsi 100%. Waktu enkripsi rata-rata RSA adalah 0,0104 detik dan dekripsi 9,1284 detik, sedangkan RC4 mencatat 0,1894 detik untuk enkripsi dan 0,1616 detik untuk dekripsi. RC4 lebih cepat pada data pendek hingga menengah (0,027–0,132 ms) namun lebih lambat pada data besar (0,389 ms vs RSA: 0,092 ms).  Dari sisi keamanan, pengujian brute force menunjukkan RSA sangat tahan karena tidak terbobol hingga 952,871–1001,652 s (±15 16 menit) pada berbagai variasi pesan dan kunci, sedangkan RC4 lebih rentan dengan kunci ditemukan dalam 52,871–85,983 s (±0,88–1,43 menit) dan seluruh pesan berhasil didekripsi. RC4 mengonsumsi energi lebih rendah (0,233–0,322 joule) dibanding RSA (0,2954–0,4024 joule). Kesimpulannya, RC4 unggul untuk komunikasi data pendek yang efisien, sedangkan RSA lebih andal dalam keamanan distribusi kunci.   ABSTRACT Wireless Sensor Network (WSN) is a wireless network technology for collecting and transmitting data, but it is vulnerable to interception and therefore requires security using cryptography. This study compares the RSA (asymmetric) and RC4 (symmetric) algorithms in LoRa E220-based node-to-node communication, using an Arduino Nano, DHT22 sensor, voltage sensor, and ACS712 current sensor on both the transmitter and receiver nodes for decryption. Testing was conducted using sensor data and string data ranging from 8 to 100 characters, with both algorithms achieving 100% encryption and decryption success rates. The average encryption time for RSA was 0.0104 seconds and decryption was 9.1284 seconds, while RC4 recorded 0.1894 seconds for encryption and 0.1616 seconds for decryption. RC4 is faster for short to medium-length data (0.027–0.132 ms) but slower for large data (0.389 ms vs. RSA: 0.092 ms). In terms of security, brute force testing showed that RSA is highly resistant, as it remained unbroken for 952.871–1001.652 seconds (±15–16 minutes) across various message and key variations, while RC4 is more vulnerable, with keys found in 52,871–85,983 s (±0.88–1.43 minutes) and all messages successfully decrypted. RC4 consumes less energy (0.233–0.322 joules) compared to RSA (0.2954–0.4024 joules). In conclusion, RC4 is superior for efficient short-term data communication, while RSA is more reliable in key distribution security.
Penerapan metode SAW dan AHP dalam penilaian kinerja pegawai BNN Kabupaten Blitar Lathoif, Miftakhul; Yuana, Haris; Mawaddah, Udkhiati
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8658

Abstract

Penilaian kinerja merupakan proses penting yang membantu institusi dalam mengukur, mengevaluasi, dan merangking kinerja pegawai berdasarkan kriteria dan standar yang telah ditentukan. Di BNN Kabupaten Blitar, keberagaman jenis kepegawaian meliputi ASN, Polri, dan pegawai non ASN menyebabkan adanya perbedaan standar dalam pelaksanaan penilaian kinerja. Perbedaan ini menimbulkan permasalahan dalam menentukan evaluasi kinerja yang adil dan menyeluruh. Penelitian ini mengusulkan penerapan metode gabungan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih objektif. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria, sementara metode SAW digunakan untuk menghitung nilai akhir kinerja pegawai. Sistem penilaian ini juga dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis website dengan delapan kriteria penilaian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan metode AHP dan SAW berhasil diterapkan dalam penilaian kinerja pegawai. Margin kesalahan nilai akhir tertinggi yang diperoleh sebesar 0,212%, masih berada di bawah ambang toleransi 1%, yang menunjukkan bahwa hasil penilaian mendekati referensi dan layak dijadikan acuan dalam sistem penilaian kinerja di lingkungan BNN Kabupaten Blitar.   ABSTRACT Performance appraisal is a fundamental process that enables institutions to measure, evaluate, and rank employee performance based on predefined criteria and standards. BNN Kabupaten Blitar, the presence of various employment categories ASN, Polri, and Non-ASN has led to the implementation of differing performance evaluation standards. This diversity poses challenges in establishing a unified and equitable assessment of overall employee performance. To address this issue, this study proposes the integration of the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) methods to develop an objective and consistent performance appraisal system. The AHP method is utilized to determine the weights of each evaluation criterion, while the SAW method is employed to calculate the final performance scores. The system is developed as a web-based and using eight performance criteria. The evaluation results demonstrate that the application of the AHP and SAW methods was successfully implemented, with a maximum margin of error in the final score recorded at 0.212%. This margin remains below the acceptable threshold of 1%, indicating that the results closely align with reference values and validating the system’s feasibility for use in performance assessment at BNN Kabupaten Blitar.
Optimasi sistem deteksi kebocoran pipa distribusi air bersih secara real-time menggunakan LoRa Ebyte E220-400T22D dan visualisasi webserver Mahfudi, Isa; Sujai, Muhammad Syirajuddin; Syahputra, Rifqi Ihza; Wirayuda, Dhava
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8683

Abstract

Kebocoran pada jaringan distribusi air bersih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka non-revenue water (NRW), yang berdampak pada kerugian finansial dan inefisiensi distribusi. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi kebocoran pipa berbasis fusi sensor (flowmeter dan pressure transmitter) yang diintegrasikan dengan modul komunikasi LoRa Ebyte E220-400T22D. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan, katup solenoid sebagai aktuator, serta web server sebagai media pemantauan real-time. Algoritma fusi sensor menggabungkan data debit dan tekanan untuk meningkatkan akurasi deteksi serta mengurangi false alarm. Hasil kalibrasi menunjukkan rata-rata galat sensor ±2%, masih dalam batas toleransi standar (<5%). Pengujian sistem pada kondisi normal memperlihatkan selisih debit dan tekanan yang sangat kecil (<1%), sehingga dikategorikan normal. Pada skenario kebocoran sisi pelanggan, sistem mengklasifikasikan tiga kondisi, yaitu normal (0 mm), mencurigakan (0,5 mm), dan terindikasi kebocoran (≥1,0 mm), dengan respons otomatis menutup katup solenoid. Uji komunikasi LoRa menunjukkan performa optimal pada jarak 100–800 m, dengan RSSI −55 hingga −92 dBm, PDR ≥90%, dan latensi ≤100 ms. Di atas jarak tersebut, kualitas komunikasi menurun signifikan hingga pesan gagal diterima pada 1.500 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kebocoran secara efektif sekaligus mendukung pemantauan jaringan distribusi air berbasis IoT dengan komunikasi yang andal.   ABSTRACT Leaks in potable-water distribution networks are a major contributor to non-revenue water (NRW), leading to financial losses and distribution inefficiency. This study develops a real-time pipe-leak detection system based on sensor fusion of a flowmeter and a pressure transmitter, integrated with a LoRa Ebyte E220-400T22D communication module. The system employs an ESP32 microcontroller as the processing unit, a solenoid valve as the actuator, and a web server for real-time monitoring. The fusion algorithm combines flow and pressure signals to improve detection accuracy and reduce false alarms. Calibration results show an average sensor error of ±2%, within the standard tolerance (<5%). Under normal operating conditions, the difference in flow and pressure is very small (<1%), and is therefore classified as normal. For customer-side leakage scenarios, the system distinguishes three states: normal (0 mm), suspicious (0.5 mm), and indicated leak (≥1.0 mm), with an automatic response that closes the solenoid valve. LoRa communication tests indicate optimal performance at distances of 100–800 m, with RSSI ranging from −55 to −92 dBm, packet delivery ratio (PDR) ≥ 90%, and latency ≤ 100 ms. Beyond this range, communication quality degrades significantly, and messages may fail at 1,500 m. These findings demonstrate that the proposed system can effectively detect leaks while supporting reliable IoT-based monitoring of water distribution networks
Pengujian model kinematika robot mecanum melalui simulasi MATLAB dan analisis pergerakan robot Akhdanul Huda; Novian Fajar Satria; Nofria Hanafi
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.7008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan model kinematika robot Mecanum melalui pendekatan simulasi MATLAB dan analisis pergerakan robot secara eksperimental. Robot Mecanum dikenal dengan kemampuannya untuk bergerak omnidirectional, yang memungkinkan navigasi fleksibel dalam berbagai arah tanpa perlu berputar. Untuk mencapai tujuan tersebut, model kinematika robot Mecanum pertama-tama diuji melalui simulasi MATLAB, yang memberikan gambaran teoritis tentang pergerakan robot pada berbagai kecepatan dan sudut. Selanjutnya, pengujian eksperimental dilakukan untuk memverifikasi hasil simulasi dengan pergerakan robot nyata. Pengujian dilakukan menggunakan robot Mecanum yang dilengkapi dengan encoder untuk memantau pergerakan robot dalam berbagai konfigurasi jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian yang signifikan antara prediksi pergerakan dari simulasi kinematika dan hasil pergerakan robot yang sesungguhnya, dengan kesalahan yang dapat diterima pada kondisi pengujian yang bervariasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi ketepatan model kinematika, seperti gangguan pada roda dan ketidakakuratan dalam kontrol. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa model kinematika yang dikembangkan dapat digunakan secara efektif untuk merancang sistem kontrol robot Mecanum dalam aplikasi nyata.   ABSTRACT This study focuses on testing and comparing the kinematics model of the Mecanum robot through a MATLAB simulation approach and analyzing the movement of the robot experimentally. The Mecanum robot is known for its ability to move omnidirectionally, which allows flexible navigation in multiple directions without the need to rotate. To achieve the goal, the kinematics model of the Mecanum robot is first tested through MATLAB simulation, which provides a theoretical description of the robot's movement at various speeds and angles. Next, experimental testing was conducted to verify the simulation results with the real robot's movements. The tests were conducted using a Mecanum robot equipped with encoders to monitor the movement of the robot in various path configurations. The results showed that there was significant agreement between the movement predictions from the kinematics simulation and the actual robot movement results, with acceptable errors under varying test conditions. The study also identified several factors that affect the accuracy of the kinematics model, such as wheel interference and inaccuracies in control. Overall, this study proves that the developed kinematics model can be effectively used to design the control system of the Mecanum robot in real applications.
Implementasi peer to peer networking pada headset untuk streaming audio berbasis internet of things Rizky Ardiansyah; Anita Marselia; Rieke Adriati Wijayanti; Putri Elfa Masudia; Abdul Rasyid; Adzikirani Adzikirani; Arinalhaq Fatachul Aziz
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.8498

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi headset berbasis IoT untuk komunikasi di lingkungan kampus menggunakan protokol UDP dan ESP32 dalam jaringan peer-to-peer untuk streaming suara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga headset menghasilkan suara dengan intensitas rata-rata 65.62 dBA, nyaman untuk penggunaan sehari-hari, dan lebih efisien dalam memperkuat suara ponsel (65.82 dBA) dibandingkan suara manusia (65.43 dBA). Delay meningkat seiring bertambahnya jarak: 1.15 detik pada 1.5 meter, 3.18 detik pada 3 meter, dan 4.02 detik pada 4.5 meter. Survei pengguna menunjukkan pandangan positif terhadap kualitas suara dan minimnya noise, meskipun beberapa melaporkan adanya delay. Headset ini terbukti andal dan serbaguna, memberikan pengalaman mendengarkan yang konsisten dan efisien.   ABSTRACT This study evaluates IoT-based headsets for campus communication using UDP and ESP32 protocols in a peer-to-peer network for real-time voice streaming. Test results show that all three headsets produce sound with an average intensity of 65.62 dBA, comfortable for everyday use, and more efficient in amplifying mobile phone sounds (65.82 dBA) than human voices (65.43 dBA). Delay increases with distance: 1.15 seconds at 1.5 meters, 3.18 seconds at 3 meters, and 4.02 seconds at 4.5 meters. User surveys show positive views on sound quality and minimal noise, although some report delays. The headsets prove to be reliable and versatile, providing a consistent and efficient listening experience.
Rancang bangun jaringan RT/RW dengan teknologi gigabit passive optical network (GPON) berbasis fiber to the home (FTTH) Mila Kusumawardani; Isa Mahfudi; Anisa Davina Salsabila; Hendro Darmono; Chandrasena Setiadi; Devi Rahmayanti
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.8739

Abstract

Penggunaan teknologi fiber optic (FO) di Indonesia terus meningkat seiring dengan kebutuhan layanan internet berkecepatan tinggi, stabil, dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan jaringan RT/RW Net berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) dengan arsitektur Fiber To The Home (FTTH), serta mengevaluasi kinerjanya berdasarkan parameter redaman optik dan Quality of Service (QoS). Metode yang digunakan adalah eksperimen melalui perancangan topologi jaringan, implementasi perangkat, serta pengujian menggunakan pendekatan power link budget dan analisis QoS. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss dengan mengacu pada standar ITU-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai redaman optik berada pada rentang −16.81 dBm hingga −16.36 dBm dan masih memenuhi standar ITU-T G.984. Pengujian QoS menunjukkan performa yang baik dengan throughput sebesar 1.646 Mbps, delay sebesar 26.20 ms, jitter rendah, serta packet loss sebesar 0%. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa jaringan berbasis FO memiliki performa lebih baik dibandingkan Ethernet. Dengan demikian, jaringan FTTH berbasis GPON dinilai layak diterapkan pada skala RT/RW Net sebagai solusi penyediaan layanan internet yang efisien dan berkualitas.   ABSTRACT The use of fiber optic (FO) technology in Indonesia continues to increase in line with the growing demand for high-speed, stable, and reliable internet services. This study aims to design and implement an RT/RW network based on Gigabit Passive Optical Network (GPON) with a Fiber To The Home (FTTH) architecture, as well as to evaluate its performance based on optical attenuation and Quality of Service (QoS) parameters. The method used is experimental, involving network topology design, system implementation, and performance testing using the power link budget approach and QoS analysis. The evaluated QoS parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss, referring to ITU-T standards. The results show that the optical attenuation ranges from −16.81 dBm to −16.36 dBm, which complies with the ITU-T G.984 standard. QoS testing indicates good performance with a throughput of 1.646 Mbps, delay of 26.20 ms, low jitter, and 0% packet loss. The comparison results show that the fiber optic network outperforms Ethernet, particularly in terms of delay and stability. Therefore, the GPON-based FTTH network is considered feasible for implementation in RT/RW networks as an efficient and high-quality internet service solution.
DC to DC converter 12 V ke 311 V untuk primary switching inverter Mohammad Luqman; Supriatna Adhisuwignyo; Mila Fauziah
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.9498

Abstract

DC to DC Converter 12V ke 311V adalah sumber daya dc tegangan tinggi untuk keperluan pembuatan inverter sinusoida murni. Sebagai langkah awal maka dibuat konverter dc-to-dc dengan metoda bost converter. Namun karena peningkatan tegangan terlalu tinggi dari 12 atau 24 volt menjadi 300 volt, maka dipilihl konfigurasi konverter dc-dc terisolasi satu tingkat dengan menggunakan transformator inti ferit. Karena kemampuan dari gawai switching yang menggunakan BTS7960 dimana kemampuannya hanya sampai pada 25kHz, maka digunakan frekuensi ini untuk keperluan realisasi konverter dc-dc ini. Hasil yang diperoleh adalah pada sisi pembentukan sinyal switching sebesar 24,15 kHz dan penguatan daya pada driver BTS7960 serta peningkatan tegangan pada transfor-mator inti ferit ERL2420 telah berhasil dengan baik. Begitu proses penyearahan menggunakan dioda switching FMU-G16S Fast-Recovery Rectifier 600V 5A buatan Sanken, hasil yang diperoleh adalah bentuk gelombang penyearahan telah sesuai namun ternyata nilainya tetap simetris terhadap tegangan ground, sehingga sinyal ini tidak bisa difilter menggunakan kapasitor maupun induktor untuk memperoleh tegangan dc yang baik.   ABSTRACT DC to DC Converter 12V to 311V is a high voltage dc power source for the purpose of making a pure sinusoidal inverter. As a first step, a dc-to-dc converter is made with the boost converter method. However, because the voltage increase is too high from 12 or 24 volts to 300 volts, a single-stage isolated dc-dc converter configuration is chosen using a ferrite core transformer. Because the capability of the switching device using the BTS7960 is only up to 25kHz, this frequency is used for the purposes of realizing this dc-dc converter. The results obtained are on the side of the formation of a switching signal of 24.15 kHz and power amplification on the BTS7960 driver as well as the voltage increase on the ERL2420 ferrite core transformer have been successful. Once the rectification process uses the FMU-G16S Fast-Recovery Rectifier 600V 5A switching diode made by Sanken, the results obtained are that the rectification waveform is appropriate but it turns out that the value remains symmetrical to the ground voltage, so this signal cannot be filtered using a capacitor or inductor to obtain a good dc voltage.
Sistem informasi layanan unit terpadu Politeknik Negeri Banyuwangi menggunakan rapid application development (RAD) Junaedi Adi Prasetyo; Ruth Ema Febrita; Firbita Sisca Maulana; M Nanak Zakaria
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.8975

Abstract

Unit Layanan Terpadu (ULT) Politeknik Negeri Banyuwangi berperan penting dalam pelayanan administrasi kampus, salah satunya pengajuan Surat Keterangan Aktif Kuliah (SKAK). Proses manual yang berjalan sebelumnya sering menimbulkan antrean panjang dan keterlambatan pelayanan. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan Sistem Informasi Layanan ULT berbasis web menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang melibatkan pengguna dalam setiap tahap pengembangannya, yaitu requirements planning, user design, construction, dan cutover. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel, basis data MySQL, dan diuji dengan Black Box Testing serta User Acceptance Testing (UAT). Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan pengguna, dengan tingkat kepuasan sebesar 99% pada mahasiswa dan 97% pada admin. Sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan transparansi pelayanan administrasi di ULT Politeknik Negeri Banyuwangi. ABSTRACT The Integrated Service Unit (ULT) of Politeknik Negeri Banyuwangi plays an important role in providing campus administrative services, including the issuance of the Certificate of Active Study (SKAK). The previous manual process often caused long queues and service delays. To overcome these issues, a web-based Integrated Service Information System was developed using the Rapid Application Development (RAD) method, which involves users in every stage of development, namely requirements planning, user design, construction, and cutover. The system was built using the Laravel framework and MySQL database, and tested through Black Box Testing and User Acceptance Testing (UAT). The test results show that all system functions run properly with user satisfaction levels of 99% for students and 97% for administrators. This system effectively improves efficiency, speed, and transparency of administrative services at the Integrated Service Unit of Politeknik Negeri Banyuwangi.
Kinerja pembangkit listrik tenaga surya hibrida 1 kWp pada lembaga sosial pendidikan di Singosari Divac Nabiel Akbar; Mohammad Noor Hidayat; Debi Satria Tri Mardani; Ricky Dwi Saputra; Lindiasari Martha Yustika
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.9792

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik di salah satu lembaga sosial pendidikan di Singosari mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif. Penelitian ini mengevaluasi kinerja PLTS hibrida skala kecil berkapasitas 1 kWp pada kondisi berbeban aktual. Sistem terdiri dari 10 modul monocrystalline 100 Wp dengan konfigurasi 2S5P. Evaluasi difokuskan pada sisi array PV sampai titik input inverter melalui pengukuran iradiasi, suhu modul, tegangan operasi, dan arus operasi selama pukul 10.00–16.00. Parameter yang dianalisis meliputi daya keluaran, efisiensi array, energi, specific yield, performance ratio, dan estimasi rugi performa. Hasil pengujian menunjukkan iradiasi rata-rata 796,02 W/m², suhu modul 39,51 °C, tegangan operasi 31,62 V, arus operasi 20,03 A, dan daya keluaran 651,18 W. Efisiensi rata-rata titik pengukuran sebesar 15,47%, sedangkan efisiensi berdasarkan parameter rata-rata sebesar 15,67%. Energi selama enam jam pengujian sebesar 3,91 kWh, dengan specific yield 3,91 kWh/kWp, performance ratio 81,8%, dan estimasi rugi performa 18,2%. Hasil ini menunjukkan bahwa PLTS hibrida 1 kWp dapat berkontribusi sebagai pengembangan kapasitas energi, tetapi belum dapat diklaim memenuhi seluruh kebutuhan energi harian. ABSTRACT The increasing electrical energy demand at a social-educational institution in Singosari encourages the development of a solar photovoltaic system as an alternative energy source. This study evaluates the performance of a small-scale 1 kWp hybrid photovoltaic system under actual loaded conditions. The system consists of ten 100 Wp monocrystalline modules arranged in a 2S5P configuration. The evaluation was limited to the PV array side up to the inverter input by measuring irradiance, module temperature, operating voltage, and operating current from 10:00 to 16:00. The analyzed parameters include output power, array efficiency, energy, specific yield, performance ratio, and estimated performance loss. The results show average irradiance of 796.02 W/m², module temperature of 39.51 °C, operating voltage of 31.62 V, operating current of 20.03 A, and output power of 651.18 W. The average measurement-point efficiency was 15.47%, while the efficiency calculated from average parameters was 15.67%. The estimated energy during six hours was 3.91 kWh, with a specific yield of 3.91 kWh/kWp, performance ratio of 81.8%, and estimated performance loss of 18.2%. These results indicate that the system can contribute as energy capacity expansion, but cannot yet be claimed to meet the entire daily energy demand.