cover
Contact Name
Amalia Eka Rakhmania
Contact Email
amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id
Phone
+6282134134594
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang Graha Polinema Lantai 3 Jl. Sukarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya.
Articles 64 Documents
Pemodelan dan simulasi kinematika robot SCARA 3 derajat kebebasan menggunakan MATLAB Sanjaya, Risky Odang; Satria, Novian Fajar; Maulana, Himmawan Sabda
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.6767

Abstract

Zaman yang serba canggih di semua aspek kehidupan sudah menggunakan bantuan teknologi. Seperti contoh dalam hal produksi barang di dalam industri yang hampir semua sektor sudah memakai bantuan teknologi. Untuk memperhitungkan pergerakan dari robot SCARA dibutuhkan perhitungan kinematika pada robot SCARA. Pemodelan kinematika untuk robot SCARA memberikan visualisasi fisik robot dalam model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan teorema pemodelan kinematika maju (forward kinematics) dan kinematika terbalik (inverse kinematics) dalam simulasi serta pengujian lifting dan pengujian aktual langsung dengan robot SCARA. Simulasi kinematika pergerakan robot SCARA menggunakan perangkat lunak MATLAB. Penelitian terdahulu telah dirancang robot SCARA menggunakan konfigurasi revolute-translational-revolute dengan tidak menggunakan simulasi. Hasil dari pengujian kinematika maju menunjukkan bahwa rata-rata error pada nilai aktual pengukuran  dan , dengan nilai paling tinggi pada selisih  pada setiap pengukuran sudut. Serta hasil pengujian gerakan lifting pada SCARA memiliki error maksimal sebesar 2,72% dan error minimal sebesar 0,01%. Dengan rata-rata error yang dihasilkan adalah 0,64% dan pengujian dilakukan sebanyak 10 kali pecobaan dalam setiap parameter.   ABSTRACT In today's advanced era, technology is integrated into all aspects of life. For instance, in the production of goods within industries, nearly all sectors have adopted technological assistance. To calculate the movements of a SCARA robot, kinematic calculations are essential. The kinematic modelling of a SCARA robot provides a physical visualization of the robot in a mathematical model. This study aims to test and validate the theorems of forward kinematics and inverse kinematics modelling through simulations and to examine the lifting mechanism as well as conduct direct practical testing with the SCARA robot. The kinematic simulations of the SCARA robot’s movements are performed using MATLAB software. In previous studies, the SCARA robot was designed using a revolute-translational-revolute configuration without simulation. The results of forward kinematics testing indicate that the average error in actual measurement values is 3.76% for  and 2.98% for , with the highest deviation being 3° for each angle measurement. Additionally, the results of the lifting mechanism testing on the SCARA robot showed a maximum error of 2.72% and a minimum error of 0.01%, with an average error of 0.64% based on 10 trials for each parameter.
Perbandingan performansi pengiriman data antar node wireless sensor menggunakan kriptografi RSA dan RC 4 Zakaria, M. Nanak; Isnomo, Yoyok Heru Prasetyo; Rahayu, Martanti Puri
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8614

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) adalah teknologi jaringan nirkabel untuk mengumpulkan dan mengirimkan data, namun rentan terhadap penyadapan sehingga memerlukan pengamanan menggunakan kriptografi. Penelitian ini membandingkan algoritma RSA (asimetris) dan RC4 (simetris) pada komunikasi antar node berbasis LoRa E220, menggunakan Arduino Nano, sensor DHT22, sensor tegangan, dan sensor arus ACS712 pada node pengirim serta node penerima untuk dekripsi. Pengujian menggunakan data sensor dan data string sepanjang 8–100 karakter, dengan kedua algoritma mencapai keberhasilan enkripsi dan dekripsi 100%. Waktu enkripsi rata-rata RSA adalah 0,0104 detik dan dekripsi 9,1284 detik, sedangkan RC4 mencatat 0,1894 detik untuk enkripsi dan 0,1616 detik untuk dekripsi. RC4 lebih cepat pada data pendek hingga menengah (0,027–0,132 ms) namun lebih lambat pada data besar (0,389 ms vs RSA: 0,092 ms).  Dari sisi keamanan, pengujian brute force menunjukkan RSA sangat tahan karena tidak terbobol hingga 952,871–1001,652 s (±15 16 menit) pada berbagai variasi pesan dan kunci, sedangkan RC4 lebih rentan dengan kunci ditemukan dalam 52,871–85,983 s (±0,88–1,43 menit) dan seluruh pesan berhasil didekripsi. RC4 mengonsumsi energi lebih rendah (0,233–0,322 joule) dibanding RSA (0,2954–0,4024 joule). Kesimpulannya, RC4 unggul untuk komunikasi data pendek yang efisien, sedangkan RSA lebih andal dalam keamanan distribusi kunci.   ABSTRACT Wireless Sensor Network (WSN) is a wireless network technology for collecting and transmitting data, but it is vulnerable to interception and therefore requires security using cryptography. This study compares the RSA (asymmetric) and RC4 (symmetric) algorithms in LoRa E220-based node-to-node communication, using an Arduino Nano, DHT22 sensor, voltage sensor, and ACS712 current sensor on both the transmitter and receiver nodes for decryption. Testing was conducted using sensor data and string data ranging from 8 to 100 characters, with both algorithms achieving 100% encryption and decryption success rates. The average encryption time for RSA was 0.0104 seconds and decryption was 9.1284 seconds, while RC4 recorded 0.1894 seconds for encryption and 0.1616 seconds for decryption. RC4 is faster for short to medium-length data (0.027–0.132 ms) but slower for large data (0.389 ms vs. RSA: 0.092 ms). In terms of security, brute force testing showed that RSA is highly resistant, as it remained unbroken for 952.871–1001.652 seconds (±15–16 minutes) across various message and key variations, while RC4 is more vulnerable, with keys found in 52,871–85,983 s (±0.88–1.43 minutes) and all messages successfully decrypted. RC4 consumes less energy (0.233–0.322 joules) compared to RSA (0.2954–0.4024 joules). In conclusion, RC4 is superior for efficient short-term data communication, while RSA is more reliable in key distribution security.
Penerapan metode SAW dan AHP dalam penilaian kinerja pegawai BNN Kabupaten Blitar Lathoif, Miftakhul; Yuana, Haris; Mawaddah, Udkhiati
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8658

Abstract

Penilaian kinerja merupakan proses penting yang membantu institusi dalam mengukur, mengevaluasi, dan merangking kinerja pegawai berdasarkan kriteria dan standar yang telah ditentukan. Di BNN Kabupaten Blitar, keberagaman jenis kepegawaian meliputi ASN, Polri, dan pegawai non ASN menyebabkan adanya perbedaan standar dalam pelaksanaan penilaian kinerja. Perbedaan ini menimbulkan permasalahan dalam menentukan evaluasi kinerja yang adil dan menyeluruh. Penelitian ini mengusulkan penerapan metode gabungan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) guna menghasilkan sistem penilaian yang lebih objektif. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria, sementara metode SAW digunakan untuk menghitung nilai akhir kinerja pegawai. Sistem penilaian ini juga dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis website dengan delapan kriteria penilaian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan metode AHP dan SAW berhasil diterapkan dalam penilaian kinerja pegawai. Margin kesalahan nilai akhir tertinggi yang diperoleh sebesar 0,212%, masih berada di bawah ambang toleransi 1%, yang menunjukkan bahwa hasil penilaian mendekati referensi dan layak dijadikan acuan dalam sistem penilaian kinerja di lingkungan BNN Kabupaten Blitar.   ABSTRACT Performance appraisal is a fundamental process that enables institutions to measure, evaluate, and rank employee performance based on predefined criteria and standards. BNN Kabupaten Blitar, the presence of various employment categories ASN, Polri, and Non-ASN has led to the implementation of differing performance evaluation standards. This diversity poses challenges in establishing a unified and equitable assessment of overall employee performance. To address this issue, this study proposes the integration of the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) methods to develop an objective and consistent performance appraisal system. The AHP method is utilized to determine the weights of each evaluation criterion, while the SAW method is employed to calculate the final performance scores. The system is developed as a web-based and using eight performance criteria. The evaluation results demonstrate that the application of the AHP and SAW methods was successfully implemented, with a maximum margin of error in the final score recorded at 0.212%. This margin remains below the acceptable threshold of 1%, indicating that the results closely align with reference values and validating the system’s feasibility for use in performance assessment at BNN Kabupaten Blitar.
Optimasi sistem deteksi kebocoran pipa distribusi air bersih secara real-time menggunakan LoRa Ebyte E220-400T22D dan visualisasi webserver Mahfudi, Isa; Sujai, Muhammad Syirajuddin; Syahputra, Rifqi Ihza; Wirayuda, Dhava
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.8683

Abstract

Kebocoran pada jaringan distribusi air bersih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka non-revenue water (NRW), yang berdampak pada kerugian finansial dan inefisiensi distribusi. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi kebocoran pipa berbasis fusi sensor (flowmeter dan pressure transmitter) yang diintegrasikan dengan modul komunikasi LoRa Ebyte E220-400T22D. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan, katup solenoid sebagai aktuator, serta web server sebagai media pemantauan real-time. Algoritma fusi sensor menggabungkan data debit dan tekanan untuk meningkatkan akurasi deteksi serta mengurangi false alarm. Hasil kalibrasi menunjukkan rata-rata galat sensor ±2%, masih dalam batas toleransi standar (<5%). Pengujian sistem pada kondisi normal memperlihatkan selisih debit dan tekanan yang sangat kecil (<1%), sehingga dikategorikan normal. Pada skenario kebocoran sisi pelanggan, sistem mengklasifikasikan tiga kondisi, yaitu normal (0 mm), mencurigakan (0,5 mm), dan terindikasi kebocoran (≥1,0 mm), dengan respons otomatis menutup katup solenoid. Uji komunikasi LoRa menunjukkan performa optimal pada jarak 100–800 m, dengan RSSI −55 hingga −92 dBm, PDR ≥90%, dan latensi ≤100 ms. Di atas jarak tersebut, kualitas komunikasi menurun signifikan hingga pesan gagal diterima pada 1.500 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kebocoran secara efektif sekaligus mendukung pemantauan jaringan distribusi air berbasis IoT dengan komunikasi yang andal.   ABSTRACT Leaks in potable-water distribution networks are a major contributor to non-revenue water (NRW), leading to financial losses and distribution inefficiency. This study develops a real-time pipe-leak detection system based on sensor fusion of a flowmeter and a pressure transmitter, integrated with a LoRa Ebyte E220-400T22D communication module. The system employs an ESP32 microcontroller as the processing unit, a solenoid valve as the actuator, and a web server for real-time monitoring. The fusion algorithm combines flow and pressure signals to improve detection accuracy and reduce false alarms. Calibration results show an average sensor error of ±2%, within the standard tolerance (<5%). Under normal operating conditions, the difference in flow and pressure is very small (<1%), and is therefore classified as normal. For customer-side leakage scenarios, the system distinguishes three states: normal (0 mm), suspicious (0.5 mm), and indicated leak (≥1.0 mm), with an automatic response that closes the solenoid valve. LoRa communication tests indicate optimal performance at distances of 100–800 m, with RSSI ranging from −55 to −92 dBm, packet delivery ratio (PDR) ≥ 90%, and latency ≤ 100 ms. Beyond this range, communication quality degrades significantly, and messages may fail at 1,500 m. These findings demonstrate that the proposed system can effectively detect leaks while supporting reliable IoT-based monitoring of water distribution networks