cover
Contact Name
Elok Kharismatul Ula
Contact Email
elok.kharisma4@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
Infojusticejurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Selamat Sri, Jl. Raya Soekarno-Hatta No.Km. 03, Gondoarum, Jambearum, Kec. Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
JUSTICE: Journal of Social and Political Science
ISSN : -     EISSN : 28094239     DOI : 10.51792
Core Subject : Education, Social,
Journal of Social and Political Science atau Justice merupakan jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Selamat Sri yang terbit setahun dua kali pada bulan Januari dan Juli. Isi dari jurnal ini merupakan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pemikiran konseptual di bidang ilmu sosial dan politik. Penerbit menerima kontribusi tulisan yang belum pernah di terbitkan di media lain. tulisan dapat langsung diinput ke dalam sistem e-journal Ilmu Sosial dan Politik pada halaman ini dengan cara melakukan registrasi terlebih dahulu. Naskah yang masuk akan diedit untuk keseragaman format, syarat, dan tata cara lainnya.
Articles 85 Documents
Sentimen Publik terhadap Retorika Politik "Londo Ireng" dalam Pemberitaan BBC News Indonesia Azizul Rahman; Atef Fahrudin; Yustika Widyaningrum
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/bcjk5175

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen, sikap, sasaran evaluasi, dan tema respons pengguna YouTube terhadap retorika “londo ireng” Presiden Prabowo dalam pemberitaan BBC News Indonesia. Penelitian menggunakan analisis isi komputasional deskriptif terhadap komentar publik yang dikumpulkan melalui antarmuka pemrograman aplikasi YouTube. Pembersihan teks dilakukan minimal agar negasi, tanda baca, dan emoji tetap mempertahankan fungsi maknanya. Klasifikasi sentimen dilakukan oleh IndoBERT berbasis konteks dan diperiksa menggunakan model bahasa kontekstual dengan rubrik semantik yang sama. Kesepakatan antarsistem berada pada tingkat sedang meskipun proporsi kesepakatan mentah tinggi. Analisis menunjukkan dominasi respons negatif dan penolakan, sedangkan dukungan muncul terbatas, terutama berkaitan dengan ketidakpercayaan terhadap media atau lembaga swadaya masyarakat. Temuan menegaskan bahwa sentimen dan sikap tidak identik karena komentar negatif dapat diarahkan kepada media sekaligus mendukung pernyataan Presiden. Ruang komentar berfungsi sebagai arena evaluasi politik, tetapi juga memuat serangan personal, humor, dan sarkasme yang menantang klasifikasi otomatis. Generalisasi dibatasi pada pengguna yang aktif berkomentar pada video tersebut.
Makna Warna Oranye pada Logo E-Commerce Shopee dari Perspektif Semiotika Komunikasi Visual Ferdinand de Saussure M. Denu Poyo; M. Haikal Junior; Hanindyalaila Pienrasmi
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/w5xtj458

Abstract

The rapid development of digital technology has positioned visual communication as a crucial instrument in building brand identity, particularly within the highly competitive e-commerce industry. As one of the largest ecommerce platforms in Indonesia, Shopee utilizes orange as the dominant element of its visual identity, serving as a medium for conveying messages and shaping brand image. This study aims to analyze the meaning of the orange color in the Shopee logo from the perspective of Ferdinand de Saussure’s visual communication semiotics. The theoretical framework employed includes visual communication theory, Ferdinand de Saussure’s semiotic theory focusing on the relationship between the signifier and the signified, as well as visual color theory and color psychology. This research adopts an interpretive paradigm with a qualitative descriptive approach and semiotic analysis as its primary method. Data were collected through visual document observation of the official Shopee logo, in-depth interviews with informants consisting of graphic design practitioners, branding practitioners, visual communication academics, and active Shopee users, and were supported by relevant literature studies. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the orange color in the Shopee logo functions as a signifier representing energy, enthusiasm, warmth, creativity, optimism, and closeness to users. These meanings contribute to establishing a strong visual identity, enhancing brand recall, and reinforcing Shopee’s image as a modern, dynamic, accessible, and consumer-oriented e-commerce platform. 
Konstruksi Program Siaran Dakwah pada Radio Lokal: Studi Kasus Radio Tsania FM Brebes Meli Firdausi Nazila
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/q3yscg44

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi program siaran dakwah pada Radio Tsania FM sebagai radio lokal di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Manajer Operasional dan tiga penyiar, observasi aktivitas penyiaran, serta dokumentasi jadwal siaran dan naskah program. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan memfokuskan pada perspektif konstruksi sosial media massa dan konsep produksi siaran Armawati Arbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan realitas simbolik diwujudkan melalui penataan jam siar adaptif, penggunaan bahasa yang fleksibel dengan dialek lokal Brebes, penyisipan segmen keagamaan yang kontekstual, pendekatan dakwah uswatun hasanah, dan pembentukan ruang dialog interaktif dengan pendengar. Sementara itu, penetapan realitas objektif dicapai melalui pelembagaan nilai siaran dalam bentuk kegiatan luar studio (event off air) serta pelaksanaan evaluasi program secara statis dan dinamis. Kesimpulannya, Radio Tsania FM tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga secara sistematis mengonstruksi pengalaman siaran yang memadukan dakwah, informasi, dan hiburan sehingga memperkuat identitasnya sebagai media komunikasi dakwah lokal.  
Strategi Komunikasi Sekolah dalam Mengedukasi Siswa tentang Konten Video Manipulatif Berbasis Kecerdasan Buatan: Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Bandar Lampung Heni Apriyani; M. Denu Poyo; Wawan Hernawan
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/8cn6ec70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam mengedukasi siswa mengenai konten video manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI), serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan kunci (pihak struktural sekolah dan fasilitator pembelajaran), informan utama (guru mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial), serta informan pendukung (siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan empat strategi komunikasi yang saling melengkapi, yaitu kampanye edukasi melalui kegiatan sekolah (MPLS dan upacara bendera), penyampaian materi melalui mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, pemanfaatan media pembelajaran seperti laboratorium komputer, telepon pintar, berbagai platform kecerdasan buatan, dan pohon literasi berbasis QR Code, serta penguatan kompetensi guru melalui pendampingan fasilitator. Melalui keempat strategi tersebut, sekolah tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan teknis mengenai AI, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan sikap bertanggung jawab dalam memverifikasi informasi digital. Pelaksanaan strategi tersebut masih menghadapi dua hambatan utama, yaitu pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang menuntut pembaruan materi secara berkelanjutan, serta perbedaan latar belakang dan kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi sekolah sudah terintegrasi dan bersifat multistrategi, namun perlu penguatan pembaruan materi serta pemerataan kompetensi guru agar edukasi digital bagi siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Politik Hukum Perlindungan Data Pribadi di Indonesia: Analisis Interaksi antara Kebijakan Publik, Hak Asasi Manusia, dan Perubahan Sosial Ikka Sari; M. Alfaruq Nirwana; Nada Qinvi; Rizky Wibowo; Agsel Awanisa
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/fdjw3370

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis interaksi antara kebijakan publik perlindungan data pribadi, hak asasi manusia, dan perubahan sosial dalam politik hukum Indonesia pasca-pengesahan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, dengan fokus pada kesenjangan antara desain normatif dan realitas implementasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, melalui analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Temuan utama menunjukkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi telah mendorong perubahan sosial positif berupa meningkatnya kesadaran masyarakat dan kepatuhan pelaku usaha, namun implementasinya terhambat oleh ketiadaan otoritas pengawas independen sebagaimana diamanatkan undang-undang, belum lengkapnya regulasi turunan, serta ketegangan antara kebijakan integrasi data publik dan perlindungan privasi individu. Dinamika ekonomi digital turut memengaruhi konstelasi politik hukum, di mana praktik monetisasi data tanpa persetujuan yang memadai menuntut kebijakan publik mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan hak fundamental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan perlindungan data pribadi bergantung pada penguatan kelembagaan, penyelesaian regulasi turunan, harmonisasi kebijakan, dan partisipasi publik yang bermakna, sehingga Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang berkeadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.