cover
Contact Name
Roudlotun Nurul Lail
Contact Email
judimas@stikesbanyuwangi.ac.id
Phone
+6285748015150
Journal Mail Official
judimas@stikesbanyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Letkol Istiqlah No.109, Lingkungan Mojoroto R, Mojopanggung, Kec. Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68422
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 29861241     EISSN : 29860083     DOI : https://doi.org/10.54832/judimas.v1i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS): bna journal aims to publish articles on the results of community service from academics, researchers and practitioners in various fields of science including education, engineering, agriculture, health, social humanities, information technology, and management. Focus and Scope of Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) are: Training for community empowerment (Pelatihan untuk Pemberdayaan Masyarakat) Small & Medium-Sized Enterprises /SMES (UMKM) Empowerment of Border Area Communities (Pemberdayaan Masyarakat Daerah Perbatasan) Public Health Community Service Activities by Students (Pengabdian Masyarakat oleh Siswa/Mahasiswa) Education for Sustainable Development (Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) Design Appropriate Technology for Communities (Rancangan Teknologi Tepat Guna Bagi Masyarakat)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Pemeriksaan Kesehatan dan Bakti Sosial sebagai Strategi Peningkatan Kesadaran Deteksi Dini Penyakit pada Masyarakat Wenny Nugrahati Carsita; Mira Wahyu Kusumawati; Winani
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.853

Abstract

Public awareness of routine health screenings remains low, resulting in many cases of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus going undetected in their early stages and posing a risk of complications. One solution is to organize health screenings combined with community service activities. The aim of these activities is to provide health information while raising awareness of the importance of early detection. The stages of the activity included participant registration, blood pressure measurement, random blood sugar testing, and health consultations. A total of 30 people participated enthusiastically. The results identified that 21 participants (70%) had high blood pressure, and 7 participants (23.3%) had elevated blood sugar levels. The results of the activity indicate that the prevalence of non-communicable diseases remains quite high, necessitating ongoing prevention, monitoring, and education efforts within the community.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Upaya Promosi Kesehatan Pemanfaatan Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum) dan Ikan Cupang (Betta splendens) Sebagai Agen Pengendalian Hayati Jentik Nyamuk Dita Amanda; Sari Prayudeni; Devina Putri; Brilliant Prameswari; Windy Alya Agustine; Debby Ramadani Kusnadi; Zainullah Nor Wahed
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.858

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health problem in Banyuwangi Regency, with cases surging to 550 and 19 fatalities recorded in 2024. A community service program entitled " Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Through Health Promotion Efforts Utilizing Basil Plants (Ocimum basilicum) and Betta Fish (Betta splendens) as Biological Control Agents for Mosquito Larvae" was conducted from January 15–22, 2025 at Ma'had MTsN 1 Banyuwangi, Giri District, involving 40 students from the Junior Red Cross (PMR) and School Health Unit (UKS). This program aimed to improve students' knowledge of DHF prevention through the 3M Plus Mosquito Nest Eradication (PSN) method and the utilization of Family Medicinal Plants (TOGA). A pre-experimental approach with a one group pretest-posttest design was employed, encompassing interactive lectures, educational video screenings, direct planting demonstrations of basil (Ocimum basilicum) as a natural bioinsecticide, introduction of temefos powder (abate), and Siamese fighting fish (Betta splendens) as biological larvae control agents. Evaluation results demonstrated a highly significant improvement in knowledge, from 50% of participants achieving scores ≥80 in the pretest to 100% in the posttest. This program is expected to foster sustained 3M Plus behavior and empower participants as change agents in realizing a larvae-free school environment in Banyuwangi Regency. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Mosquito Nest Eradication; Family Medicinal Plants
Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun Sebagai Upaya Pembiasaan Hidup Bersih Pada Anak Anak di Dusun Kalakan Mohammad Brian Adrian; Muhammad Helga Zihni Farhan; Diah Ayu Cahyani; Salma Fitri Azimah; Astrid Levina Oktaviani; Asmaul Jannah; Sardjito Eko Windarso; Rizki Kurniawan Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.866

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran anak-anak terhadap pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Kalakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik CTPS pada 35 anak usia 6–12 tahun. Metode evaluasi menggunakan observasi langsung terstruktur dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan kemampuan menyebutkan enam langkah dan waktu penting mencuci tangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kuantitatif yang signifikan. Sebelum intervensi, sebanyak 65,7% anak belum bisa menyebutkan enam langkah dan 71,4% belum tahu waktu penting. Setelah edukasi, sebanyak 85,7% anak mampu menyebutkan enam langkah dengan benar dan 88,6% paham waktu penting mencuci tangan. Analisis hasil dilakukan dengan statistik deskriptif sederhana dan komparasi observasi langsung. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi demonstratif memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Penerapan Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Melifia Liantifa; Anggia Ayu Lestari; Iin Syofia Yandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.869

Abstract

This community service activity is based on the low utilization of digital marketing among micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Siulak Kecil Mudik Village. The main problems include limited branding knowledge, packaging design, and the use of digital media for marketing. The purpose of this activity is to improve MSME actors’ ability in building brand identity and optimizing digital marketing strategies. The methods used include observation, training, mentoring, and technical guidance on digital marketing through social media such as Instagram, WhatsApp Business, Google Business, and simple websites. The results show an improvement in participants’ ability to create brand identity, improve product packaging, and actively use social media for promotion. This activity enhances local product competitiveness and expands market reach.
Health-Technopreneurship: Pemberdayaan Santri Ponpes Asy-Syafaah Banyuwangi Melalui Pemanfaatan Genjer Sebagai Sabun Antiscabies untuk Kesehatan dan Kewirausahaan Ani Qomariyah; Ardhi Khoirul Hakim; Riyan Dwi Prasetyawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.870

Abstract

Skabies masih menjadi masalah kesehatan utama di Pondok Pesantren Asy-Syafaah Banyuwangi, dengan prevalensi mencapai 23% pada tahun 2024. Kondisi ini menurunkan kenyamanan santri dalam belajar serta berpotensi menyebabkan penularan yang cepat. Di sisi lain, tanaman genjer (Limnocharis flava) yang melimpah di sekitar lingkungan pesantren selama ini hanya dimanfaatkan sebagai sayuran, padahal mengandung senyawa flavonoid dan fenol yang memiliki sifat antiseptik. Program pengabdian kepada masyarakat ini merancang solusi berupa sabun antiskabies berbahan dasar genjer dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang melibatkan santri secara aktif, mulai dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perakitan alat ekstraksi sederhana, pembuatan sabun, hingga pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan, yaitu peningkatan pengetahuan santri tentang PHBS dari nilai rata-rata pre-test sebesar 60 menjadi 85 pada post-test (meningkat 42%). Dampak sosial program juga terlihat melalui terbentuknya Tim Santri Inovator yang siap mengembangkan usaha berbasis koperasi pesantren. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam upaya pencegahan skabies, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan bagi santri melalui dukungan pemasaran digital. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model kolaborasi inovatif antara kesehatan dan kewirausahaan berbasis pesantren yang berdaya saing.