cover
Contact Name
Syahdatul Maulida
Contact Email
syahdatulmaulida3@gmail.com
Phone
+6285891338499
Journal Mail Official
eruseffendi@tazkia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 78 Sentul City Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Komunikan : Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : -     EISSN : 30248663     DOI : https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v3i1.352
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Komunikan is a journal that concentrates on research on communication science and dakwah, specifically articles in Jurnal Komunikan must raise questions about the diversity and complexity of Islamic communication and dakwah issues with a strong emphasis on theory based, development of new theoretical models and development of innovative methods to observe and measure the reality of communication and dakwah. The main topic areas for Jurnal Komunikan include Islamic communication studies, marketing communications, public communications, mass communications, dakwah methodology, Islamic dakwah strategies, and the relationship between dakwah and socio culture.
Articles 40 Documents
Silent Majority Mahasantri Cinta Quran Center Gen Z dalam Keputusan Politik Pemilu 2024 Fikriyah, Azizah Nur; Trapsila, Galuh Setiabudi; Afifa, Baiq Laura; Al Baihaqi, Zakka; Suryadi, Doddy; Martian, Ferra
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 1 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i1.516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena "silent majority" di kalangan generasi Z, khususnya di antara mahasantri yang terlibat dalam aktivitas keagamaan di Cinta Quran Center, serta dampak mereka terhadap pilihan politik pada Pemilu 2024. Penelitian ini berfokus pada pola-pola dalam preferensi politik, faktor-faktor yang membentuk keputusan politik mereka, serta fungsi identitas keagamaan dalam pembentukan preferensi tersebut. Mahasantri di Cinta Quran Center mengeksplorasi politik melalui sudut pandang kesadaran politik Islam, yang disebut wa'yun siyasiy, sehingga pandangan politik mereka berbeda dari pola-pola politik praktis yang umumnya ada saat ini. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, yaitu kombinasi antara metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif, dengan melibatkan 43 mahasantri sebagai sampel. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperjelas kontribusi kelompok ini dalam dinamika politik di Indonesia.
The Effectiveness of Social Media as an Educational Learning Medium Religion Islam in Vocational High School 16 Pharmacy Bengkulu Permadi, Muhammad
Jurnal komunikan Vol. 3 No. 2 (2024): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v3i2.526

Abstract

Teaching Islamic Religious Education in the digital era has its own challenges for teachers as facilitators. This study aims to show the effectiveness of the role of social media as a learning medium in the digital era. This study uses a quantitative descriptive method using an online questionnaire with the research subjects of grade XII students of the Industrial Pharmacy Department and Community Clinical Pharmacy who were randomly selected as many as 62 students. Based on 4 aspects of the assessment, namely 1) effectiveness of social media use, 2) ease of use of social media, 3) student involvement, and 4) effectiveness of material delivery, an average score of 54.5 was obtained, indicating that social media is effective as a learning medium for Islamic Religious Education
The Cover of Religious Tolerance for Indonesian Society in Digital News Media and World Peace Putri, Erita
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 1 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i1.536

Abstract

The face of religious tolerance is a form of society in Indonesia where people of different religions, cultures and ethnicities live together with each other. It is practised by the Indonesian people as a way of life and is enshrined as the foundation of the Indonesian state, Bhinneka Tunggal Ika. It is always interesting, both as positive and negative news, for the media to cover the manifestation of religious tolerance. In the sociology of religion, it is possible to consider online media as a phenomenon of positive pluralism, as they show religious interaction in a multireligious, multiethnic and multiracial social setting. The news content presented to the public, whether designed by media teams or not, will influence each public perspective and direct the context of public thinking in seeing Buddhist monks performing the Thudong ritual by walking from Thailand to the Borobudur temple in Indonesia, so that the Indonesian people welcome them very enthusiastically and the monks can celebrate their Vesak day well. The approach of descriptive qualitative method of religious tolerance in the description of the face of religious tolerance in Indonesian society, especially in the commemoration of the implementation of the Thudong ritual performed by Buddhist monks and reported in the mass media.
Netizen dan Cancel Culture: Studi Komunikasi Dakwah Gus Miftah Setiawan, Rifki; Umami, Khairiza; Fadhilla, Ibnu; Maulidah, Mardhatillah; Suryadi, Doddy; Martian, Ferra
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 1 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i1.509

Abstract

This study analyzes the case of Cancel Culture that previously occurred in the context of Gus Miftah's da'wah communication. Through this event, it can be seen how quickly a statement can go viral and trigger various public reactions. This case highlights the importance of communication ethics, especially for public figures like Gus Miftah. On the one hand, cancel culture can be a tool to encourage social change, but on the other hand, this phenomenon also has the potential to damage the reputation of individuals and hinder constructive dialogue. This study concludes that in the digital era, religious leaders need to be more careful in communicating, while people need to develop better digital literacy to respond to various information circulating. The case of Gus Miftah is a valuable lesson about the importance of maintaining communication ethics in the context of da'wah and social life.
Kontruksi Makna Korupsi di Kalangan Mahasantri Cinta Qur’an Center Ardiansyah, Riki; Sulthon, Agil; Saliisatuddiina, Husna; Sudrajat, Riski Permadi; Jamal, Safinah Nahdhah Nur
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 1 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i1.514

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dalam topik “Konstruksi Makna Korupsi di Kalangan Mahasantri Cinta Quran Center”. Melalui wawancara dan kuisioner, peneliti berusaha mengungkap pemahaman Mahasantri Cinta Quran Center tentang korupsi, faktor penyebabnya, dampaknya, dan solusi yang mereka usulkan dari sudut pandang Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat interpretif. Metode ini sering disebut dengan triangulasi yang bertujuan umtuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai fenomena yang diteliti dan mengidentifikasi pola pemikiran yang kompleks. Dari hasil penelitian didapati temuan; Pertama, Korupsi adalah salah satu problematik bagi seluruh umat saat ini, termasuk di negara Indonesia; Kedua, Korupsi mempunyai makna yang kompleks dan luas dalam konteks sosial, namun yang jelas korupsi adalah tindakan mengambil hak orang lain untuk diri sendiri yang merugikan manusia serta melanggar syariat dan termasuk kezhaliman. Selain itu ada banyak faktor eksternal yang mempengaruhi makna korupsi, seperti faktor sosial, hukum dan peraturan, ekonomi, politik, psikologis, persepsi masyarakat, pengaruh media dan globalisasi; Ketiga, Islam memiliki pandangan mengenai korupsi, korupsi disebut dengan ghulul (mengambil sesuatu dari bait al-mal kaum muslimin, atau harta zakat dengan tanpa hak). Pemberantasan korupsi membutuhkan peran semua elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan Islam, dalam menanamkan nilai- nilai anti-korupsi sejak dini. Harapannya tindakan koruptif ini harus ditindak lanjuti secara tegas dan dihukum dengan adil sesuai dengan prinsip keadilan Islam.
FAKTOR PEMBENTUK KESADARAN POLITIK MAHASANTRI CINTA QURAN CENTER TERHADAP ISU PALESTINA Perspektif Teori Konstruksi Sosial Realitas Abdillah, Faiz; Abdurrahman, Hadiid; Muhammad Al-Kayis, Zaid; Hibatullah, Sulthon
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.517

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor pembentuk kesadaran politik mahasantri Cinta Quran Center (CQC) terhadap isu Palestina, dengan menggunakan perspektif Teori Konstruksi Sosial Realitas oleh Berger dan Luckmann. Penelitian ini menyoroti proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam membangun pandangan politik yang religius dan kritis di kalangan mahasantri. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan, interaksi sosial, serta kegiatan kolektif seperti kultum dan perayaan hari besar Islam dengan tema Palestina memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara pendidikan Islam dan kesadaran politik generasi muda Muslim.
PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU “PULANG (ROBBIGHFIRLII)” KARYA WALI BAND (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Syifa Nurfaujiah; Ira Hasianna Rambe
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.570

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu "Pulang (Robbighfirlii)" karya Wali Band melalui analisis semiotika Roland Barthes. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana lagu ini menyampaikan pesan spiritualnya dan lapisan makna yang terdapat dalam liriknya. Analisis kesenjangan menunjukkan bahwa meskipun penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi interpretasi semiotik dari lagu-lagu religi, sebagian besar masih terbatas pada dua tingkat pemaknaan (denotasi dan konotasi) tanpa mengupas secara mendalam aspek mitos atau ideologi budaya yang terkandung dalam lagu. Selain itu, belum banyak penelitian yang fokus pada lagu religi beraliran pop-rock seperti "Pulang (Robbighfirlii)". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam lirik untuk mengungkap pesan dakwah yang mendasarinya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis, termasuk observasi tekstual dan analisis semiotika untuk menafsirkan lirik lagu. Temuan menunjukkan bahwa lirik secara efektif mengkomunikasikan tema tobat, urgensi untuk kembali kepada Tuhan, dan kesadaran akan kematian, yang pada akhirnya memperkuat gagasan tentang pulang spiritual sebagai solusi universal untuk kegelisahan hidup. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan literatur yang ada tentang musik religius dan semiotika, menyoroti relevansi tema lagu dalam diskursus spiritual kontemporer.
THE DEVELOPMENT OF PUBLIC SPEAKING SKILLS AMONG 9th GRADE STUDENTS OF MADRASAH TSANAWIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN THROUGH MUHADHARAH ACTIVITIES Mufti Khairul Zain; Supriadi M; Ahmad Asrof Fitri
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.630

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri santri, khususnya dalam lingkungan pesantren yang menekankan pendidikan dakwah. Kegiatan Muhadharah di Ma’had Al-Zaytun berfungsi sebagai wadah terstruktur dan berkelanjutan untuk melatih kemampuan berbicara santri di hadapan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Muhadharah dan menganalisis perannya dalam mengembangkan kemampuan public speaking santri kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Ma’had Al-Zaytun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Muhadharah dilaksanakan secara sistematis dengan keterlibatan aktif dari santri dan pendamping. Kegiatan ini meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan menyusun pesan, intonasi, dan ekspresi berbicara. Partisipasi berkelanjutan santri dalam kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan public speaking serta pembentukan karakter dakwah.
FILM AJARI AKU ISLAM DALAM ANALISIS KOMUNIKASI DAKWAH Inas Nabilatul Maulidah A; Muhammad Nur Kholish AR; Supriadi M
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.633

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis komunikasi dakwah yang terdapat dalam film Ajari Aku Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk pesan dakwah yang terkandung dalam alur cerita dan dialog film, serta menganalisis persepsi audiens terhadap penyampaian dakwah tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui bagaimana film religi mampu berfungsi sebagai sarana dakwah yang tidak hanya menyampaikan pesan keislaman, tetapi juga mendorong terciptanya sikap toleran dan penghargaan terhadap keberagaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan melalui dokumentasi film, transkrip dialog, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, termasuk produser film. Analisis dilakukan dengan mengkategorikan pesan-pesan dakwah yang sesuai dengan prinsip dakwah bil hikmah, yakni dakwah yang disampaikan dengan bijaksana, penuh kelembutan, dan disesuaikan dengan kondisi komunikan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan referensi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Ajari Aku Islam berhasil menampilkan pesan dakwah bil hikmah melalui berbagai adegan dan dialog tokoh yang menekankan pentingnya kesabaran, toleransi, dan akhlak mulia. Film ini juga berhasil memberikan gambaran nyata mengenai proses perkenalan Islam kepada non-Muslim dengan cara yang santun dan penuh kearifan. Persepsi audiens terhadap film ini cenderung positif karena dinilai mampu menghadirkan dakwah yang komunikatif, menyentuh, dan relevan dengan kondisi masyarakat multikultural. Dengan demikian, film Ajari Aku Islam dapat dipandang sebagai media dakwah yang efektif sekaligus sebagai sarana edukasi yang membangun kesadaran akan pentingnya nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PERTEMANAN MAHASISWA KPI IAI AL-AZIS (PENDEKATAN PRAKTIS LES GIBLIN) Ilma Nur Fadilah; Supriadi M; Imang Maulana
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.634

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji peran fundamental komunikasi interpersonal dalam membangun kepercayaan pertemanan di kalangan mahasiswa KPI IAI AL-AZIS angkatan 2021. Dilatarbelakangi oleh pentingnya trust sebagai fondasi hubungan, tujuan studi adalah mendeskripsikan praktik komunikasi interpersonal (berdasarkan dimensi Joseph DeVito dan prinsip Les Giblin) serta peranannya dalam memperkuat tiga pilar kepercayaan (Mayer, Davis, & Schoorman: kemampuan, niat baik, dan integritas). Melalui wawancara mendalam dengan 8 informan (Purposive Sampling), ditemukan bahwa mahasiswa mempraktikkan keterbukaan bertahap, empati melalui active listening, dan dukungan tulus yang selaras dengan prinsip Giblin. Peran sentral komunikasi divalidasi oleh temuan bahwa trust dibangun melalui penguatan integritas (konsistensi dan kerahasiaan), niat baik (dukungan tanpa pamrih), dan kemampuan (relevansi saran) yang semuanya diuji dan diwujudkan melalui interaksi interpersonal yang efektif.

Page 4 of 4 | Total Record : 40