cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Kasihan, Bantul
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Manajemen Pelayanan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30631270     DOI : https://doi.org/10.47134/mpk
Core Subject : Health,
MPK is a scientific journal with the following focus and scope: Strategic Management of Health Services, Technological Innovation in Health Services, Service Quality Management, Leadership and Human Resource Development, Performance Evaluation and Improvement, Health Economics, Public Health Science, Information Technology, Health Policy, Health Education, Human Resources Management.
Articles 19 Documents
Kajian Aktivitas Kader dalam Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Balita (Studi Kasus di Puskesmas Binaus Kabupaten TTS) Koy, Triyanto Yohanis; Sinaga, Masrida; Dodo, Dominirsep O
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i1.3433

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran yang signifikan dalam setiap kegiatan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan pada Puskesmas Binaus Kabupaten Timor Tengah Selatan. Informan penelitian ini adalah 19 kader posyandu di Puskesmas Binaus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan proses analisis isi dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader memiliki tugas sebelum pelaksanaan posyandu, saat pelaksanaan posyandu dan setelah pelaksanaan posyandu. Sebelum posyandu, kader melakukan beberapa kegiatan seperti mempersiapkan gedung, meja, buku register, alat penimbangan, dan melakukan pembersihan pada tempat posyandu. Aktivitas kader saat pelaksanaan posyandu sudah mengacu pada sistem lima meja yaitu melakukan pendaftaran, melakukan penimbangan bayi, memindahkan hasil penimbangan balita ke KMS, menjelaskan hasil KMS kepada ibu dan melakukan pelayanan sektor yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Aktivitas kader setelah pelaksanaan posyandu, kader tidak melakukan tugas dengan baik seperti tidak menilai/mengevaluasi hasil kegiatan dan merencanakan kegiatan posyandu pada bulan berikutnya serta tidak melakukan kunjungan rumah. Disarankan perlu adanya peningkatan pembinaan terhadap kader agar kader melaksanakan semua peran dan tugas-tugasnya meliputi peran kader pra posyandu, peran kader pada pelaksanaan posyandu dan peran kader pasca posyandu, agar pencapaian suatu target dapat tercapai dan bagi kader baru yang belum pernah mengikuti pelatihan agar dapat mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga pada meja 4 (penyuluhan) dapat dimanfaatkan dengan baik.
Pola Komunikasi Persuasif Puskesmas Gunung Kemala dalam Pencegahan Virus HIV/AIDS di Desa Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Zhila Jannati; Manalullaili; Safana Chairunnisa El – Zahra
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i1.4159

Abstract

Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang mendesak. Di Desa Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Puskesmas Gunung Kemala berperan aktif dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana pola komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Puskesmas Gunung Kemala dapat mempengaruhi kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Puskesmas Gunung Kemala dalam upaya pencegahan HIV/AIDS, serta untuk mengevaluasi efektivitas dari pola komunikasi tersebut dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Gunung Kemala, observasi langsung, serta pengumpulan dokumen terkait program pencegahan HIV/AIDS yang dilakukan oleh puskesmas. Selain itu, dilakukan juga survei terhadap warga Desa Gunung Kemala untuk mengukur tingkat kesadaran dan pengetahuan mereka sebelum dan sesudah mengikuti program edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Gunung Kemala menggunakan berbagai strategi komunikasi persuasif, seperti ceramah, penyebaran brosur, pelatihan, dan konsultasi langsung. Program edukasi yang dilakukan terbukti meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS secara signifikan. Selain itu, terdapat perubahan perilaku yang positif di kalangan masyarakat dalam hal pencegahan dan pengurangan risiko penularan HIV/AIDS. Pola komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Puskesmas Gunung Kemala efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan HIV/AIDS. Pendekatan yang bersifat personal dan berkelanjutan, serta penggunaan berbagai media komunikasi, menjadi kunci keberhasilan program edukasi ini
Gambaran Pertumbuhan Balita Usia 1 – 3 Tahun Pada Ibu yang Bekerja di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas I Denpasar Barat Yunus, Corryati; Ningtyas, Listina; Budiani, Ni Nyoman
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.4223

Abstract

Pertumbuhan yang baik dipengaruhi oleh faktor gizi yang adekuat, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pertumbuhan balita usia 1-3 tahun yang diasuh oleh ibu yang bekerja di wilayah Puskesmas I Denpasar Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 46 balita sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan wawancara dengan ibu balita. Hasil menunjukkan bahwa 20% balita mengalami stunting, 10% mengalami wasting, dan 15% mengalami overweight, sementara 55% memiliki status gizi yang baik. Sekitar 30% balita juga memiliki status gizi yang tidak sesuai dengan usia mereka. Faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini meliputi kurangnya waktu ibu untuk menyiapkan makanan bergizi dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Penelitian ini merekomendasikan agar ibu dan keluarga lebih aktif dalam mengatur waktu dan menyusun rencana makan yang sehat. Edukasi tentang gizi seimbang juga penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan yang tepat, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal balita
Hubungan Lama Duduk, Posisi Duduk dan Masa Kerja dengan Keluhan Low Back Pain pada Staf Pelayanan Pos Parkir di Kawasan Megamas Manado Sigar, Sulthan Khairy; Joseph, Woodford Baren Solaiman; Kawatu, Paul Arthur Tennov
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama duduk, posisi duduk dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain pada staf pelayanan pos parkir di Kawasan Megamas Manado. Penelitian ini menggunakan survei analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross-sectional Study, dilaksanakan di Kawasan Megamas Manado dengan total sampel dari populasi seluruh pekerja bagian Staf Pelayanan Pos Parkir yang berjumlah 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner, Nordic Body Map (NBM), dan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Spearman’s rho ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara lama duduk dengan keluhan Low Back Pain (p-value = 0.883) dan antara masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (p-value = 0.699). Hasil uji lainnya ditemukan hubungan yang signifikan antara Posisi Duduk dengan Keluhan Low Back Pain dengan nilai p-value = 0.005 dan koefisien korelasi (r) = 0,486. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa posisi duduk yang tidak ergonomis mempengaruhi peningkatan keparahan Low Back Pain, sedangkan lama duduk dan masa kerja tidak mempengaruhi tingkat keparahan Low Back Pain.
Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Mahasiswa dalam Memperoleh Informasi Kesehatan di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang Hikmah, Tyan
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5289

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlindungan hak mahasiswa atas informasi kesehatan, mengidentifikasi hambatan dalam akses informasi di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, serta merumuskan strategi penguatan tata kelola informasi kesehatan berbasis regulasi. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model one-grouppre test–post test melibatkan 115 mahasiswa dari Program Studi Psikologi dan Gizi semester III dan V. Instrumen penelitian mencakup tes pengetahuan (pretest–post test) serta kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan mahasiswa dari nilai rata-ratapre test 64,64 menjadi 98,26 pada post test (p < 0,001). Evaluasi kegiatan memperlihatkan skor dominan 4 (puas) dan 5 (sangat puas) pada aspek materi, narasumber, media, dan manfaat. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan pemahaman hak mahasiswa atas informasi kesehatan. Penelitian merekomendasikan peningkatan transparansi, optimalisasi media informasi, serta penataan standar layanan kesehatan kampus untuk memperkuat perlindungan hak mahasiswa.
Determinan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Remaja menurut Theory of Planned Behavior (TPB): Tinjauan Pustaka Nuraini, Desty Dwi
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5408

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja dan mahasiswa menunjukkan kecenderungan meningkat seiring perubahan gaya hidup modern yang menekankan kepraktisan dan kecepatan, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik maupun psikososial apabila tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun literature review mengenai perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai dasar analisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap enam artikel penelitian empiris yang diperoleh melalui penelusuran Google Scholar dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada periode 2016–2024, dengan fokus pada tiga konstruk utama TPB yaitu sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap positif terhadap fast food, khususnya persepsi rasa yang enak, kepraktisan, dan popularitas, merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong niat serta perilaku konsumsi, diikuti oleh pengaruh norma subjektif yang terbentuk melalui teman sebaya, lingkungan sosial, dan paparan media digital. Selain itu, rendahnya perceived behavioral control berkaitan dengan keterbatasan kemampuan individu dalam mengendalikan pilihan makanan sehingga meningkatkan frekuensi konsumsi fast food. Beberapa penelitian dengan desain intervensi juga menunjukkan bahwa edukasi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan kontrol perilaku yang dirasakan, mengubah sikap, dan menurunkan perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa. Kesimpulannya, upaya pengendalian konsumsi fast food pada kelompok usia ini memerlukan pendekatan promosi kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan sikap, norma sosial, dan perceived behavioral control, serta dukungan lingkungan yang mendukung terbentuknya perilaku makan yang lebih sehat.
Principles of Normal Childbirth Care in Obstetrics and Gynecology Literature Dwi Andina Farzani
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5424

Abstract

This study aims to explore and synthesize the Principles of Normal Delivery Care (Asuhan Persalinan Normal—APN) within the context of obstetric and gynecological literature to identify key concepts, clinical standards, and their practical implications for maternal and neonatal health. Using a qualitative descriptive approach through a library-based study, data were collected from peer-reviewed articles, clinical guidelines, and national midwifery standards published between 2015 and 2025. Data were analyzed inductively through thematic identification, reduction, categorization, and interpretation to generate a comprehensive understanding of APN principles. The findings reveal that normal delivery care emphasizes the physiological nature of childbirth, prioritizing safety, minimal intervention, and positive maternal experience. Recommended practices include the use of partographs, freedom of movement, non-pharmacological pain management, continuous support, delayed cord clamping, and immediate skin-to-skin contact. Conversely, routine interventions such as enemas, pubic shaving, and fundal pressure are discouraged. Psychosocial aspects—such as emotional support, hypnobirthing, and calm birthing environments—are shown to significantly improve labor outcomes. However, discrepancies persist in the consistency of APN implementation, influenced by systemic, behavioral, and institutional factors. This study concludes that effective APN practice requires not only clinical competence but also cultural sensitivity, organizational reform, and woman-centered care frameworks. The results contribute to strengthening obstetric practice standards and guiding future research toward more holistic, evidence-based maternity care.
The Role of Prenatal Screening in Early Detection of Pregnancy Problems According to Obstetrics and Gynecology Literature cFarzani, Dwi
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5425

Abstract

This study aims to analyze the role of prenatal examination (antenatal care/ANC) in the early detection of pregnancy complications based on recent obstetric and gynecological literature. Using a qualitative descriptive approach through library research, data were collected from peer-reviewed journals, official reports, and relevant academic documents published between 2015 and 2025. The analysis involved thematic identification, data reduction, concept categorization, and inductive synthesis to obtain a comprehensive understanding of prenatal care practices. The findings reveal that structured and systematic prenatal examinations—encompassing community-based education, risk scoring tools such as the Poedji Rochjati Score Card (KSPR), laboratory screening, blood pressure monitoring, biomarker testing, ultrasound, and advanced molecular diagnostics (cfDNA and nanoflower biosensors)—significantly enhance early detection of maternal and fetal complications. Furthermore, family involvement, especially spousal participation and cadre empowerment, strengthens awareness and timely referral for high-risk pregnancies. These results underscore the integration of preventive, technological, and educational dimensions within modern prenatal care. The study concludes that prenatal examination functions as a multilayered system linking biomedical innovation with community engagement, thereby contributing to the reduction of maternal and neonatal morbidity and mortality. The findings provide valuable implications for clinical practice, health education, and policy formulation, while recommending further interdisciplinary research to expand the scope of preventive precision obstetrics.
Gambaran Kesiapan Ibu Hamil Usia Muda Menghadapi Persalinan di Puskesmas Kubu II Karangasem Ningsih, Ni Nyoman Ayu; Wirata, I Nyoman; Somoyani, Ni Ketut
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.4431

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kesiapan Ibu Hamil Usia Muda Menghadapi Persalinan di Puskesmas Kubu II. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 April sampai dengan 9 Mei 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan Cross Sectional, menggunakan lembar kuesioner berupa checklist dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan metode total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan ke 35 orang didapatkan bahwa sebanyak 22 orang (62.9%) belum memiliki kesiapan fisik untuk menghadapi persalinannya. Sebanyak 25 orang (71.4%) tidak siap secara psikologis dalam menghadapi persalinan serta sebanyak 26 orang (74.3%) belum siap secara finansial. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penguatan edukasi dan dukungan dari keluarga untuk ibu hamil usia muda dalam mempersiapkan persalinannya.

Page 2 of 2 | Total Record : 19