cover
Contact Name
sulistiyanto
Contact Email
sulistiyanto@ymail.com
Phone
+6289618729653
Journal Mail Official
groyong2024@gmail.com
Editorial Address
PERUM BUMI BULU INDAH Gg. Rambutan No.1A RT:01/RW: 06, Desa BULU Kecamatan KRAKSAAN Probolinggo, JAWA TIMUR
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Gotong Royong
Published by CV. Akira Java Bulu
ISSN : 30478189     EISSN : 30478189     DOI : -
Jurnal Gotong Royong memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi : Pelatihan, Pemasaran, Keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), Desain, Pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Jurnal Gotong Royong : menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Pendidikan Teknik Elektro, Sipil, Industri dan semua bidang Teknik Pertanian Sains Sosial Komputer Bisnis dan Ekonomi Bahasa Kesehatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026)" : 8 Documents clear
Peningkatan Kompetensi Siswa SMK Tunggal Prakarsa Melalui Pelatihan Instalasi Dan Monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Berbasis Internet Of Things Dananjaya Ariateja; Joni Welman Simatupang; Sunarta Sunarta; Bagus Hendra; Herwin; uvi desi; didi; Achmad; Hery; apip
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.297

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang energi terbarukan dan Internet of Things (IoT) menjadi salah satu kebutuhan penting di bidang pendidikan sekolah menengah atas dalam menghadapi era Industri 4.0. Namun, pemahaman dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di SMK Tunggal Prakarsa, masih terbatas pada teori dan belum banyak mendapatkan pengalaman praktik terkait instalasi serta monitoring Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis IoT. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan praktik, dan sikap profesional pada instalasi dan sistem monitoring PLTS berbasis IoT. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pemetaan kebutuhan dan tingkat pemahaman awal siswa melalui pre-test dan wawancara singkat, (2) penyampaian materi konsep dasar PLTS, dasar-dasar IoT, serta penerapan IoT pada sistem monitoring energi, (3) praktik langsung instalasi miniatur PLTS dan perakitan sistem monitoring menggunakan mikrokontroler serta sensor yang terhubung ke platform IoT, dan (4) evaluasi hasil pelatihan melalui post-test, unjuk kerja praktik, serta refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan teknis siswa, peningkatan kemandirian dan keterampilan dalam merangkai serta mengkonfigurasi sistem PLTS berbasis IoT, serta bertambahnya minat siswa untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi penguatan kompetensi vokasi siswa dan dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan sekolah berbasis teknologi hijau. Juga meningkatkan sinergi antara perguruan tinggi (universitas), sekolah (masyarakat), dan dunia industri (industry) yang dikenal dengan istilah triple-helix.   The availability of competent human resources in the field of renewable energy and the Internet of Things (IoT) is one of the important needs in facing the Industry 4.0 era. However, the understanding and skills of vocational school students, especially at SMK Tunggal Prakarsa, are still limited to theory and have not received much practical experience related to the installation and monitoring of IoT-based Solar Power Plants (PLTS). This community service activity aims to improve student competency in the aspects of knowledge, practical skills, and professional attitudes in the installation and monitoring system of IoT-based PLTS. The implementation method includes: (1) mapping the needs and level of initial understanding of students through pre-tests and short interviews, (2) delivering material on basic PLTS concepts, IoT basics, and the application of IoT to energy monitoring systems, (3) direct practice of installing miniature PLTS and assembling monitoring systems using microcontrollers and sensors connected to the IoT platform, and (4) evaluation of training results through post-tests, practical performance, and participant reflections. The results of the activity showed an increase in the average score of students' technical knowledge, increased independence and skills in assembling and configuring IoT-based solar power systems, and increased student interest in developing renewable energy projects at school. This activity has a positive impact on strengthening students' vocational competencies and can serve as a model for sustainable training to support the development of green technology-based schools. It also increases synergy between universities, schools (society), and the industrial world (industry) which is known as the triple-helix.
Perancangan Alat Pencacah Sampah Organik Oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Tidar Untuk Mendukung Pengolahan Sampah Desa Greges Kecamatan Tembarak Azfa Yeisaline; Sonia Azzahra Fitria Sonia Azzahra Fitria; Yuliana Rahmawati
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.283

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah organik di tingkat desa masih menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan solutif berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat. Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, menghadapi potensi peningkatan timbulan sampah rumah tangga seiring keterbatasan layanan pengangkutan eksternal. Kondisi ini mendorong perlunya sistem pengolahan sampah mandiri yang sesuai dengan karakteristik desa agraris. Penelitian pengabdian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan alat pencacah sampah organik sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mendukung sistem pengelolaan sampah desa. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan perangkat desa dalam proses identifikasi masalah, perancangan alat, uji coba, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran kuantitatif volume sampah sebelum dan sesudah pencacahan. Hasil menunjukkan bahwa alat mampu menurunkan volume sampah rata-rata sebesar 38% serta mempercepat proses dekomposisi kompos dari ±30 hari menjadi ±18–21 hari. Selain memberikan dampak teknis, kegiatan pengabdian ini juga mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan desa, khususnya dalam penerapan pemilahan sampah dari sumber. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna yang disertai dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa.
Peningkatan Literasi Dan Kesadaran Keamanan Siber Melalui Edukasi Pencegahan Phishing Dan Penipuan Online Bagi Masyarakat Syaiful; Abul Khoir
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.336

Abstract

Peningkatan literasi dan kesadaran keamanan siber di lingkungan MA Nurul Jadid menjadi hal yang penting dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital, khususnya phishing dan penipuan online. Phishing dan penipuan online merupakan bentuk serangan siber yang memanfaatkan manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi pribadi, data akun, maupun keuntungan finansial dari korban. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, masih ditemukan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri phishing, keamanan data pribadi, serta cara mengidentifikasi berbagai modus penipuan online yang semakin berkembang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran keamanan siber melalui edukasi pencegahan phishing dan penipuan online bagi masyarakat di lingkungan MA Nurul Jadid. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta dari rata-rata 45% sebelum kegiatan menjadi 91% setelah kegiatan dilaksanakan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 46%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali berbagai modus phishing dan penipuan online serta meningkatnya kesadaran dalam menjaga keamanan data pribadi saat beraktivitas di dunia digital. Partisipasi aktif peserta selama kegiatan juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi dan kesadaran keamanan siber masyarakat di lingkungan MA Nurul Jadid.
Pendampingan Penerapan Sistem Monitoring Dini Kebocoran Lambung Kapal Kayu Berbasis Sensor DHT22 untuk Meningkatkan Keselamatan Operasional Nelayan Tradisional soelis yanto; Sri Widoretno; Abdul Karim
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.338

Abstract

Kapal kayu masih menjadi sarana utama yang digunakan oleh nelayan tradisional di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dalam kegiatan penangkapan ikan. Namun, penurunan kualitas struktur kapal akibat paparan lingkungan laut menyebabkan meningkatnya risiko retakan dan kebocoran lambung yang sering kali sulit dideteksi pada tahap awal. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan operasional nelayan dan meningkatkan risiko kerusakan kapal serta peralatan penangkapan ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui pendampingan penerapan sistem monitoring dini kebocoran lambung kapal kayu berbasis sensor DHT22. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Approach (PAA) yang meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pelatihan, pendampingan implementasi, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 30 pada pretest menjadi 85 pada posttest, sedangkan pengujian fungsional sistem menunjukkan tingkat keberhasilan deteksi sebesar 90% terhadap skenario uji yang dirancang. Peserta juga mampu memahami prinsip kerja sensor, melakukan instalasi perangkat, serta mengoperasikan sistem monitoring secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis transfer teknologi dapat meningkatkan kapasitas nelayan dalam mengadopsi teknologi sederhana sebagai sistem peringatan dini kebocoran lambung kapal. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sensor pendeteksi air secara langsung dan sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi kapal secara real-time.
Sosialisasi Metode 5R Dalam Pengolahan Tembakau : Efisiensi, Mutu, dan Keberlanjutan I Ketut Wiryajati; Ismayadi Armansyah; Tria Rizki
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.335

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau, dengan fokus pada penerapan sistem 5R (Seiri – Ringkas, Seiton – Rapi, Seiso – Resik, Seiketsu – Rawat, Shitsuke – Rajin). Tujuan utama program ini adalah meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan keberlanjutan dalam pengolahan tembakau lokal. Program ini melibatkan kelompok tani dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam penanganan pascapanen dan pengolahan tembakau. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) atau Penelitian Tindakan Partisipatif, yang menekankan partisipasi aktif mitra melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, implementasi langsung, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengenalan konsep 5R, penataan ulang tata letak ruang kerja, pembersihan area produksi, perawatan peralatan, serta pengembangan budaya disiplin kerja. Evaluasi dilakukan menggunakan indikator seperti efisiensi waktu kerja, pengelolaan limbah, dan konsistensi kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek yang dievaluasi. Efisiensi kerja dan produktivitas pekerja meningkat dari skor 2 menjadi 4, kualitas produk meningkat dari 3 menjadi 4, kebersihan lingkungan kerja meningkat dari 2 menjadi 5, dan pengelolaan limbah meningkat dari 2 menjadi 4. Secara rata-rata, setiap aspek mengalami peningkatan sebesar dua poin. Penerapan sistem 5R tidak hanya meningkatkan kinerja teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Oleh karena itu, sistem 5R berpotensi menjadi budaya kerja yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah penghasil tembakau lainnya.
Implementasi Teknologi Monitoring Ketinggian Air Laut Berbasis Internet Of Things (IoT) Untuk Mitigasi Bencana Pesisir arfittariah fitta; Zaini; Nur Imansyah; Peri Febriadi; Zecha Nurfamada; Radja Athallah
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.341

Abstract

Wilayah pesisir memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir rob, gelombang pasang, dan kenaikan muka air laut yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Keterbatasan sistem pemantauan secara real-time menjadi salah satu kendala dalam upaya mitigasi dan pengambilan keputusan secara cepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi monitoring ketinggian air laut berbasis Internet of Things (IoT) sebagai sistem peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pemasangan perangkat monitoring yang terdiri atas sensor ketinggian air, mikrokontroler, dan modul komunikasi internet, pengembangan dashboard pemantauan berbasis web atau aplikasi, serta pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam mengoperasikan dan memanfaatkan data hasil monitoring. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kinerja sistem, tingkat pemahaman peserta, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi peringatan dini. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sistem monitoring ketinggian air laut yang mampu memberikan informasi secara real-time kepada masyarakat pesisir, meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir, serta terbangunnya budaya kesiapsiagaan berbasis teknologi. Implementasi teknologi IoT ini diharapkan menjadi solusi yang efektif, mudah dioperasikan, dan berkelanjutan dalam mendukung pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir.
Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Fitra Ika Putri; Fajar Kinasih; Ekha Rifki
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.342

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih sering dibuang secara tidak tepat atau digunakan kembali secara berulang sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Salah satu upaya pengelolaan limbah tersebut adalah melalui pemberdayaan masyarakat dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK Padukuhan Kaliapak dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, sosialisasi mengenai dampak penggunaan minyak jelantah, pelatihan dan praktik pembuatan lilin aromaterapi, serta evaluasi melalui observasi, diskusi, dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dampak penggunaan minyak jelantah secara berulang, mengetahui tahapan pengolahan minyak jelantah, serta mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan yang mudah diperoleh. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara lebih ramah lingkungan serta memberikan keterampilan baru dalam menghasilkan produk yang bermanfaat. Dengan demikian, pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengurangan limbah rumah tangga dan peningkatan keterampilan produktif masyarakat.
INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0: PENDAMPINGAN PARTISIPATIF PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN GENERATIF BAGI GURU KESETARAAN PKBM ANS NOOR ASSALAM BALIKPAPAN Riski Zulkarnain; Mundzir; Lisda; wahyu nur; Sufiana; Gunawan; Shinta Palupi
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.350

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pendidik menguasai teknologi digital yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, namun kesiapan tersebut belum merata pada satuan pendidikan nonformal. Observasi awal di PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan memperlihatkan bahwa mayoritas guru kesetaraan masih bertumpu pada media cetak, belum memanfaatkan kecerdasan buatan generatif, serta memiliki kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kesetaraan dalam merancang pembelajaran digital berbantuan kecerdasan buatan generatif (Claude), Canva Education, Quizizz, dan Kahoot. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui delapan tahap, yaitu observasi, analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan lokakarya, praktik terbimbing, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi. Sasaran kegiatan adalah 22 guru kesetaraan Paket A, B, dan C, dilaksanakan pada 3 Maret 2026 dan dilanjutkan pendampingan daring selama empat minggu. Bentuk kegiatan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik berbasis proyek, simulasi kelas mikro, diskusi, dan mentoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi dari 41,9 menjadi 81,9 dengan N-Gain 0,69 pada kategori sedang mendekati tinggi dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Sebanyak 90,9% peserta menghasilkan media visual digital, 86,4% menyusun asesmen gamifikasi, dan 81,8% menyusun modul ajar berbantuan kecerdasan buatan, dengan tingkat kepuasan 93,4%. Kegiatan berdampak pada meragamnya media pembelajaran, meningkatnya partisipasi warga belajar, dan terbentuknya komunitas praktik digital di lembaga mitra. Disimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan generatif yang disertai pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan kompetensi digital guru kesetaraan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8