cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : -     EISSN : 30478855     DOI : -
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia adalah platform publikasi terkemuka yang berkomitmen menyajikan penelitian berkualitas tinggi dengan penekanan pada inovasi, kreativitas, dan keaslian, yang berlandaskan metodologi ilmiah yang ketat. Jurnal ini mencakup berbagai bidang studi seperti kesehatan umum, farmasi, teknologi dan rekayasa kesehatan, nutrisi dan gizi, sains alam dan lingkungan, biologi, kimia, dan fisika. Terbit enam kali setahun, Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia didedikasikan untuk standar kualitas tertinggi, berupaya menjadi sumber rujukan utama, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
Pola Penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Rawat Jalan di Rsud Oto Iskandar Dinata Soreang Periode Desember 2024 – Februari 2025 Lestari, Nanda Nur; Meiti Rosmiati
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i5.516

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang menjadi permasalahan global dalam dunia kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik pada pasien rawat jalan di RSUD Oto Iskandar Dinata Soreang. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif melalui telaah data rekam medis dan resep pasien rawat jalan pada periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Data yang dikumpulkan meliputi jenis antibiotik yang digunakan,Frekuensi penggunaan dan kesesuaian dengan pedoman terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefiksime 62% diikuti oleh levofloxacin 15% co- amoxiclav 8% dan clindamisin 5%. Sebagian besar antibiotik diresepkan untuk infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi kulit. Evaluasi rasionalitas berdasarkan kriteria WHO menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik masih perlu ditingkatkan dalam aspek pemilihan jenis obat dan indikasi penggunaannya. Diperlukan upaya pengawasan dan edukasi berkelanjutan kepada tenaga kesehatan guna meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik di pelayanan rawat jalan.
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang Tahun 2025 Haq , AM Al Fath Sabiliy; Yuniati, Faiza; Maksuk
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i5.552

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di Kota Palembang yang memiliki prevalensi kasus tertinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gandus. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, studi ini dilakukan pada Maret hingga Juni 2025 dengan populasi pasien berusia ≥15 tahun di poli umum. Sampel berjumlah 106 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27,4% dari responden mengalami hipertensi. Mayoritas responden hipertensi berusia ≥46 tahun (56,6%), berjenis kelamin perempuan (70,8%), memiliki IMT overweight atau obesitas (57,5%), pola makan tidak baik (25,5%), dan aktivitas fisik ringan (25,5%). Terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan umur (p=0,007), pendidikan (p=0,019), IMT (p=0,027), aktivitas fisik (p=0,000), dan pola makan (p=0,011). Risiko hipertensi lebih tinggi pada responden berusia ≥46 tahun (4,1 kali), berpendidikan rendah (3,1 kali), dengan aktivitas fisik ringan (5,8 kali), dan pola makan tidak baik (3,6 kali). Sementara itu, jenis kelamin dan riwayat keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa faktor risiko dominan untuk kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Gandus adalah usia ≥46 tahun dan aktivitas fisik ringan. Oleh karena itu, disarankan agar program kesehatan di Puskesmas Gandus lebih memfokuskan intervensi pada kelompok usia lansia dan mendorong peningkatan aktivitas fisik, sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan hipertensi yang lebih efektif.
Problematic Internet Use dan Chronotype: Studi Korelasional Pada Mahasiswa di Kota Makassar Rabbani, Afiyah Bakhitah; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Thalib, Tarmizi
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 5 (2025): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i5.564

Abstract

Di era modern Internet menjadi kebutuhan pokok. Penggunaan internet yang berlebih dapat mengakibatkan kecemasan, sakit kepala hingga dapat mengubah pola kebiasaan tidur. Tipe tidur seseorang dapat dipengaruhi dengan kebiasaan yang dibuat oleh individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan terkait problematic internet use dan chronotype pada mahasiswa aktif di kota Makassar. Teknik analisis data menggunakan beberapa teknik yang di antaranya, uji deksriptif, uji asumsi yang terdiri dari uji normalitas dan uji linearitas, serta uji hipotesis dengan korelasi. Data yang dikumpulkan menggunakan skala Skala generalized Problematic Internet Use scale 2 (GPIUS 2) dan skala reduced Morningness Eveningness Questioner (rMEQ). Tingkat reliabilitas dari Problematic Internet Use ialah sebesar 0.798 sedangkan untuk Chronotype adalah sebesar 0.493. Kecenderungan eveningness dikaitkan dengan penggunaan internet pada malam hari, yang dapat mengganggu pola tidur dan meningkatkan risiko kecanduan internet, terutama melalui penggunaan media sosial dan hiburan digital. Selain itu, faktor lain seperti insomnia dan tuntutan sosial juga memperparah masalah ini. Pada usia mahasiswa, eveningness sering dikaitkan dengan ketergantungan berlebihan terhadap internet, yang berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan perlunya kajian lebih lanjut tentang dampak budaya lokal dan faktor sosial terhadap interaksi antara PIU dan Chronotype. Keseimbangan antara waktu tidur dan kebiasaan penggunaan internet sangat penting untuk menjaga kesejahteraan mental dan fisik mahasiswa di era digital ini.