cover
Contact Name
Fricles Ariwisanto Sianturi
Contact Email
jurnalateku@gmail.com
Phone
+6285372207091
Journal Mail Official
jurnalateku@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nipkarim No.2 Des. Ujung Labuhan, Kec. Namorambe, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 30464897     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi adalah jurnal akademik, akses terbuka, dan peer-review yang didirikan dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2023 oleh Lembaga Dongan Dosen. Berfokus pada kebudayaan, ekonomi, dan hukum karena dilihat dari sudut pandang Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi menyediakan platform untuk studi kasus dan analisis, menerbitkan artikel yang berguna bagi masyarakat dan memajukan studi humaniora. Terbitan diterbitkan dua kali setahun pada bulan (Oktober dan April). Pengiriman dibuka sepanjang tahun. Namun, sebelum dikirimkan, harap pastikan bahwa naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Humaniora, dan ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dan mengikuti pedoman penulis kami. Harap dicatat bahwa hanya artikel penelitian atau resensi buku yang diterima.
Articles 25 Documents
Peran Narasi Visual dalam Pembentukan Identitas Kolektif Masyarakat Adat di Era Media Sosial Putri, Dwei Lestri
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran narasi visual dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat adat di era media sosial. Perkembangan platform digital seperti Instagram, Facebook, dan TikTok telah mengubah cara masyarakat adat merepresentasikan budaya, nilai, dan simbol kolektif mereka kepada publik yang lebih luas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada tiga komunitas masyarakat adat di Indonesia. Data dikumpulkan melalui analisis konten visual (foto, video, infografis), wawancara mendalam dengan pengelola akun komunitas, serta observasi partisipatif terhadap interaksi audiens. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan semiotika dan teori identitas sosial untuk mengidentifikasi simbol, representasi, dan pola naratif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi visual di media sosial berfungsi sebagai (1) media pelestarian budaya melalui representasi ritual, pakaian adat, dan bahasa lokal; (2) sarana afirmasi identitas kolektif melalui penggunaan simbol dan tagar komunitas; serta (3) strategi advokasi sosial dalam merespons isu marginalisasi dan klaim wilayah adat. Visual yang konsisten dan autentik terbukti meningkatkan kohesi internal komunitas serta memperkuat pengakuan eksternal dari publik digital. Namun, ditemukan pula tantangan berupa simplifikasi makna budaya dan komodifikasi simbol adat untuk kepentingan popularitas digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa narasi visual di era media sosial tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membentuk, mempertahankan, dan mentransformasikan identitas kolektif masyarakat adat. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital berbasis budaya agar proses representasi visual tetap otentik dan beretika
Evaluasi Efisiensi Fiskal Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Dana Desa Rahmawati, Sitri
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi fiskal pemerintah daerah dalam pengelolaan dana desa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat efisiensi tersebut. Pengelolaan dana desa merupakan bagian penting dari implementasi desentralisasi fiskal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio keuangan, pengukuran tingkat efisiensi belanja menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), serta analisis regresi untuk menguji pengaruh variabel kapasitas aparatur, sistem pengawasan, dan partisipasi masyarakat terhadap efisiensi fiskal. Data diperoleh dari laporan realisasi APBDes dan laporan pengawasan selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi fiskal pemerintah daerah dalam pengelolaan dana desa berada pada kategori cukup efisien, dengan variasi antar desa yang dipengaruhi oleh kualitas perencanaan anggaran, kompetensi aparatur, serta efektivitas sistem pengawasan internal. Desa dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan sistem pelaporan berbasis digital menunjukkan skor efisiensi yang lebih baik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi sistem pengawasan, serta pemanfaatan teknologi informasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi fiskal pengelolaan dana desa. Evaluasi berkelanjutan dan penguatan tata kelola berbasis kinerja diperlukan untuk memastikan penggunaan dana desa yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Transformasi Ekonomi Lokal melalui Digitalisasi Pasar Tradisional: Studi Kasus Pasar Petisah Medan Pratma, Andi
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi lokal melalui digitalisasi pasar tradisional dengan studi kasus di Pasar Petisah, Medan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan daya saing pasar tradisional di tengah pertumbuhan perdagangan digital dan perubahan perilaku konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui survei terhadap pedagang, wawancara mendalam dengan pengelola pasar dan pemerintah daerah, serta analisis data transaksi sebelum dan sesudah penerapan sistem digital (pembayaran non-tunai dan promosi daring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pasar berkontribusi terhadap peningkatan volume transaksi rata-rata pedagang, perluasan jangkauan konsumen, serta peningkatan transparansi pencatatan keuangan. Sebanyak lebih dari 60% responden pedagang mengalami peningkatan omzet setelah memanfaatkan platform digital dan sistem pembayaran elektronik. Selain itu, digitalisasi juga mendorong efisiensi operasional dan memperkuat integrasi pasar tradisional ke dalam ekosistem ekonomi digital lokal. Namun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital, akses infrastruktur, serta resistensi sebagian pedagang terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pasar tradisional dapat menjadi strategi efektif dalam mentransformasi ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan, asalkan disertai dengan pendampingan, pelatihan, dan dukungan kebijakan yang memadai.
Dinamika Adaptasi Sosial Komunitas Urban terhadap Digitalisasi Layanan Publik di Kota Medan Pratama, Rizky Aditya; Sari, Dewi Kartika
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adaptasi sosial komunitas urban terhadap digitalisasi layanan publik di Kota Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan dan partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan berbasis digital. Transformasi layanan publik di Kota Medan mendorong perubahan pola interaksi antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam akses administrasi kependudukan, perizinan, dan layanan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain survei kuantitatif terhadap 250 responden yang tersebar di lima kecamatan urban, serta wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali pengalaman sosial masyarakat. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik reduksi, kategorisasi, dan penarikan makna tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi masyarakat urban terhadap digitalisasi layanan publik berada pada kategori sedang hingga tinggi (68%). Faktor literasi digital, tingkat pendidikan, usia produktif, dan dukungan infrastruktur internet berpengaruh signifikan terhadap tingkat adaptasi (p < 0,05). Namun demikian, ditemukan kesenjangan akses pada kelompok lansia dan masyarakat berpendapatan rendah. Secara sosial, digitalisasi layanan publik meningkatkan efisiensi waktu dan transparansi, tetapi juga memunculkan tantangan berupa eksklusi digital dan ketergantungan pada perangkat teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi sosial komunitas urban terhadap digitalisasi layanan publik bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh faktor struktural serta kultural. Penguatan literasi digital, peningkatan infrastruktur, dan pendekatan inklusif berbasis komunitas diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara merata dan berkeadilan.
Pengaruh Investasi Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Tertinggal di Indonesia Timur Yosephine, Maria; Fauzan , Ahmad
Jurnal Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal di Indonesia Timur. Wilayah tertinggal di kawasan ini, seperti di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, energi, dan konektivitas yang berdampak pada rendahnya produktivitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel kabupaten/kota periode 2015–2024. Variabel yang dianalisis meliputi belanja infrastruktur pemerintah, investasi swasta, indeks pembangunan manusia (IPM), dan produk domestik regional bruto (PDRB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal. Infrastruktur transportasi dan energi memiliki kontribusi paling besar dalam mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan mobilitas tenaga kerja. Namun demikian, efektivitas investasi dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, dan integrasi kebijakan pembangunan daerah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa investasi infrastruktur merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah tertinggal di Indonesia Timur, tetapi harus disertai dengan penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM agar dampaknya berkelanjutan.

Page 3 of 3 | Total Record : 25