cover
Contact Name
Imam Ahmad Amin
Contact Email
jeltadib@umb.ac.id
Phone
+628117315600
Journal Mail Official
jeltadib@umb.ac.id
Editorial Address
Jl. Adam Malik Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27755533     DOI : https://doi.org/10.36085/eltadib
Core Subject : Religion, Education,
El-Tadib adalah Jurnal Ilmiah Nasional Terbitan berkala di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan yang terbit secara berkala setiap tahunnya pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Artikel yang dimuat pada Jurnal EL-TADIB: Journal of Islamic Education di publikasikan dalam bentuk elektronik atau e-journal dalam rangka menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan dalam lingkup nasional maupun internasional.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): september" : 7 Documents clear
EFEKTIVITAS MEDIA BERBASIS E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PELAJARAN PAI BAGI MAHASISWA DI KAMPUS X rahmi musaddas
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2033

Abstract

Media merupakan salah satu unsur penting yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran terutama pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Salah satu media yang marak digunakan di masa pandemi covid-19 saat ini adalah media pembelajaran electronic learning atau yang lebih dikenal dengan istilah e-learning. E-learning sendiri merupakan salah satu bentuk dari konsep distance learning yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet). Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai nara sumber, atau partisipan, informan, teman dan guru yang terkait dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas media berbasis e-learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, jika: (1) pembelajaran elektronik (media berbasis e-learning) dirancang secara cermat, dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara mahasiswa dengan dosen, antara sesama mahasiswa, maupun antara mahasiswa dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani, atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. (2) kualitas ataupun keunggulan proses pembelajaran PAI dapat terwujud dengan: Melakukan penyesuaian kurikulum; adanya variasi cara mengajar; Melakukan penilaian dengan memanfaatkan teknologi yang ada (menggunakan komputer, online assessment system); dan Menyediakan material pembelajaran seperti buku, komputer, multimedia, studio, dll yang memadai.Kata  Kunci  :  Media e-learning, kualitas pembelajaran PAI
STRATEGI PENANAMAN AQIDAH ISLAMIYAH DI KOMUNITAS BIKERS MOSLEM BENGKULU Dedy Novriadi; Chairullah Ma’rup
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2034

Abstract

Aqidah memiliki peranan penting dalam kehidupan. Aqidah yang dapat membentuk akhlak mulia akan mengantarkan umat manusia sebagai manusia yang mampu dalam segala aspek kehidupan. Aqidah yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits dijadikan pengembangan nilai spiritual yang dapat menghasilkan generasi berkualitas. Bikers Moslem Bengkulu dibentuk berlandaskan norma-norma agama yang berpedoman dengan Al-Quran dan Sunnah. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Reseaech) dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian adalah bahwa strategi penanaman Aqidah Islamiyah di komunitas Bikers Moslem Bengkulu antara lain dengan a).Strategi keteladan; Pemberian Strategi Teladan oleh Pengurus dan Ustadz komunitas Bikers Moslem Bengkulu untuk menjaga dengan baik agar perbuatan maupun ucapan dapat ditiru oleh anggotanya.Strategi ini mempunyai peranan yang penting dalam penanaman aqidah Islamiyah bagi anggota komunitas Bikers Moslem Bengkulu, dalam Islam sosok  Rasulullah Salallahu ‘alahi wassalam merupakan suri tauladan bukan saja bagi umat Islam tetapi juga bagi umat manusia.b).Strategi pembiasan yang diberikan oleh pengurus dan ustadz di Komunitas Bikers Moslem Bengkulu adalah suatu cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anggotanya berpikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan Aqidah Islamiyah.c).Koreksi dan Pengawasan; strategi untuk mencegah dan menjaga serta memelihara anggota komunitas Bikers Moslem Bengkulu agar tidak terjadi sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan.Mengingat manusia merupakan makhluk Allah yang lemah (dho’if) yang bersifat tidak sempurna maka kemungkinan untuk berbuat khilaf dan salah serta penyimpangan-penyimpangan maka sebelum kesalahan-kesalahan itu berlangsung lebih baik selagi ada usaha-usaha koreksi dan pengawasan.Kata Kunci: Penanaman Aqidah Islamiyah, Bikers Moslem
MADRASAH SEBAGAI OUTPUT DIKOTOMISASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muhamad Akip; Nurlila Kamsi
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2035

Abstract

Dikotomis dalam pendidikan yang akan  menciptakan individu tidak bersatu atau pribadi intelektual yang memahami ilmu keagamaan namun tidak mempunyai pemahaman dan mengikuti perkembangan teknologi sehingga menimbulkan asumsi ketidak siapan dalam mengikuti perkembangan sebaliknya, ada pribadi intelektual yang mampu menguasai dan menghadapi adanya perkembangan teknologi, namun dalam jiwanya tidak memiiliki dasar ilmu keagamaan yang baik. dikotomi antara ilmu agama dan umum yang  melahirkan dua   sistem pendidikan di Indonesia, yaitu lembaga pendidikan umum dan agama diantaranya Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengan Pertama (SMP) dan sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU) sedangkan yang agama Raudhatul Athfal (RA) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA) dan Perguruan Tinggi Keislaman (PTKIS) baik swasta maupun negeri yang menimbulkan kesenjangan dalam pemerataan pendidikan dan segala dampak yang ditimbulkannya. oleh dikotomi  baik dari pengelolaan, bantuan atau bahkan program bantuan sarana dan prasarana sampai aplikasi data pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan. Muhaimin mengungkapkan bahwa lahirnya madrasah di Indonesia merupakan (1) Sebagai  pembaharuan sistem pendidikan Islam. (2) Penyempurnaan  sistem pendidikan di pesantren   yang sama menggunakan sekolah formal. (3) Pembiasaan perilaku mental (4). Sebagai solusi untuk menjembatani   sistem pendidikan tradisional di pesantren dan sistem pendidikan modern.Kata Kunci: Pendidikan dan dikotomi
REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENDORONG PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA mardiani mardiani
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2036

Abstract

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Landasan pendidikan Islam yaitu, Al-qur’an, Hadis, Ijtihad, dan landasan Yuridis dan Hukum. Tujuan ideal dari pendidikan Agama Islam adalah untuk mencapai derajat Insan Kamil atau manusia takwa.Karakter adalah kualitas mental atau moral, akhlak atau budi pekerti yang dimiliki seseorang.Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter yang luhur kepada peserta didik.
INTENSITAS MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR AGAMA ISLAM SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA KOTA BENGKULU Alimni Alimni; Alfauzan Amin; Meri Lestari
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2037

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh media sosial khusunya facebook terhadap prestasi belajar PAI siswa serta mengetahui kualitas belajar siswa setelah menggunakan media sosial facebook. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adkuantitatif. Observasi, angket, serta dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 219 orang. Dari keseluruhan populasi diambil 16% (53 orang) sebagai sampel dengan menggunakan teknik sampling purpose (pertimbangan tertentu). Teknik analis data menggunakan regresi sederhana, validitas dan realibilitas diketahui melalui formula product moment dan alpa cronbach.Berdasarkan uji formula tersebut diperoleh hasil bahwa media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar Agama Islam siswa, hal tersebut dibuktikan dengan melihat hasil regresi sederhana adalah t = -4,106  p = 0,000 untuk dikatakan signifikan apabila t hitung > t tabel atau p < α (0,05). T tabel diperoleh dari tabel t dengan ketentuan df = N-1 (df=52) pada taraf signifikansi 0,05. Oleh karena penggunaan media sosial memiliki t hitung > t tabel dan nilai p < α (0,05), maka dapat dikatan bahwa media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar Agama Islam Siswa. Nilai negatif pada nilai t menunjukkan arah berlawanan antara penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar Agama Islam Siswa. Arah yang berlawanan artinya semakin tinggi penggunaan media sosial maka  akan semakin rendah pula hasil belajar Agama Islam (PAI) yang dimiliki siswa, begitu juga sebalikanya semakin rendah penggunaan media sosial maka prestasi belajar PAI yang dimiliki siswa akan semakin tinggi.Kata kunci: Penggunaan Media Sosial, Pengaruh, Prestasi Belajar, Agama Islam, Siswa
DUALISME DAN DIKOTOMI PENDIDIKAN DI INDONESIA (Tinjauan Historis dan Telaah Kebijakan Pemerintah) Lety Febriana; Desi Firmasari
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.3148

Abstract

The dichotomy of education is the separation of the education system between Islamic religious education and general education which separates religious awareness and science or general knowledge. the dichotomization of the curriculum, namely the general curriculum and the religious curriculum. As a result, there is also a dichotomization of graduation between the two institutions. Worse yet, in terms of expertise, the dichotomization seems to have created an Islamic label and a non-Islamic label for graduation. In addition, because madrasa graduates often receive discriminatory treatment because they are considered to have general abilities that are not equivalent to public schools. Law Number 2 of 1989 concerning the National Education System, Government Regulations Number 28 and 29 of 1990 concerning Primary and Secondary Education, and the enactment of the 1994 Curriculum, where madrasas changed their status to schools with Islamic characteristics. The Indonesian national education system was initially recognized as a form of system formed from a dualistic education system between general education and religious education (Islam). Dualism itself was originally a product of Dutch colonialism, but to some extent it is also a reflection of the struggle of two political bases, Islam and Nationalism. This form of dualism and education dichotomy can be seen from government policies, both from policies in the national education law, government regulations. Thus the struggle between the national education system and the Islamic education system continues, through a long process of the birth of Law no. 2 of 1989 concerning the National Education System, which is expected to be able to lay strong foundations that can be used as benchmarks to bring the various poles of dualistic and dichotomous education closer together in Indonesia. However, this fact cannot eliminate the paradigm of dualism and management dichotomy that has so far surrounded national education. The Ministry of Religion as the authority for managing religious education is dealing with the Ministry of Education and Culture as the manager of general education so that the issue of curriculum dichotomization arises, discrimination of graduates, unbalanced monetary policies and others. Keywords: Educational Dualism, Educational Dichotomy
PRESTASI BELAJAR SISWA HAFIDZUL QUR’AN DI KELAS VIII SMP IHYA’UL QUR’AN BENGKULU TENGAH Imam Ahmad Amin; Muslikh Suyuthie; Lety Febriana; Erina Erina
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.3149

Abstract

Learning achievement is the teacher's assessment of the learning process and learning outcomes by producing change. These changes include knowledge, understanding, attitudes, applications, and abilities which include cognitive, affective, and psychomotor aspects of students. A student in a religious school, including a boarding school is not only being required to master general knowledge but also knowledge about religion. The purpose of this research was to determine The Students’ Achievement of Hafidzul Qur'an in Class VIII SMP Ihya'ul Qur'an Central Bengkulu. This research used a descriptive qualitative method. The results of the research show that students in class VIII SMP Ihya'ul Qur'an Central Bengkulu have learning achievement that can be seen from students' learning outcomes in the form of report card assessments. The students are not only smart in terms of memorizing Al- Qur'an but also achievement in class. The inhibiting factors for memorizing Al-Qur'an are laziness, different backgrounds of students, little time, and often easily forget. Meanwhile, the supporting factors for memorizing Al-Qur'an are the supporting from family, motivating from Ustadzah, supporting from Ustad / ustadzah, and rewards from school. Keywords: Learning Achievement, Hafidzul Qur'an.

Page 1 of 1 | Total Record : 7