cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 182 Documents
DIGITAL PARENTING: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK PRIVASI DAN EKSPLOITASI ANAK DI MEDIA SOSIAL OLEH ORANG TUA Djawaria.P, Prisko Yanuarius; Fono, Yasinta Maria; Lejo, Maria Eleonora; Kigo, Yohanes Adventino
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6451

Abstract

Fenomena sharenting di mana orang tua secara masif membagikan aktivitas anak di media sosial telah menciptakan celah baru dalam pelanggaran hak anak di era digital. Meskipun dilakukan dengan motif dokumentasi atau kasih sayang, tindakan ini sering kali mengabaikan hak privasi anak dan berpotensi mengarah pada eksploitasi ekonomi maupun seksual oleh pihak ketiga, bahkan oleh orang tua sendiri.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi perlindungan hukum terhadap hak privasi anak dalam praktik digital parenting dan mengkaji batasan hukum terkait tindakan orang tua yang dapat dikategorikan sebagai bentuk eksploitasi anak di platform digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan,  dan pendekatan konseptual. data sekunder diperoleh melalui analisis terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta instrumen internasional seperti Konvensi Hak Anak . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum saat ini masih memiliki kekosongan aturan yang spesifik mengenai batasan privasi anak dalam kendali orang tua di media sosial. Secara hukum, orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anak, namun hak tersebut tidak bersifat absolut jika melanggar hak privasi dan integritas anak. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan regulasi yang mengatur literasi digital bagi orang tua serta mekanisme pengawasan hukum terhadap konten yang mengeksploitasi identitas anak demi kepentingan popularitas. Kata kunci: Digital Parenting, Perlindungan Anak, Hak Privasi, Eksploitasi Media Sosial, Sharenting.
NASIONALISME DALAM PELAYANAN ARUS MUDIK DAN ARUS BALIK TAHUN 2026 (STUDI KASUS DI PELABUHAN PENYEBERANGAN BAUBAU) Herya, Boni; Satyadharma, Maudhy; Andriani.S, Tina Trisarana; Hado, Hado
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6441

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17.000 pulau menjadikan transportasi laut dan penyeberangan sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan penghubung antarwilayah. Dalam konteks ini, arus mudik dan arus balik Idulfitri menjadi fenomena transportasi yang signifikan, tidak hanya mencerminkan perpindahan fisik, tetapi juga nilai sosial, budaya, dan emosional seperti silaturahmi dan kebersamaan. Namun, lonjakan penumpang dalam waktu singkat menimbulkan tantangan pelayanan publik, seperti kepadatan, keterbatasan kapasitas, antrean panjang, serta risiko keselamatan dan keamanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai nasionalisme dalam pelayanan publik arus mudik dan arus balik di Pelabuhan Penyeberangan Baubau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme tercermin dalam pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Kolaborasi antarinstansi serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelayanan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan kedisiplinan sebagian pengguna, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas layanan, kompetensi aparatur, serta edukasi masyarakat. Kata kunci: Arus Mudik dan Arus Balik, Nasionalisme, Pelayanan Publik,  Pelabuhan Penyeberangan Transportasi