cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 182 Documents
KAJIAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN MEKANISME PENGADUAN DI ERA DIGITAL El Bihar, Saifullah Asad
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6453

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang interaksi sosial, namun sekaligus memunculkan bentuk baru kekerasan terhadap perempuan di ranah daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO), faktor pendorong, dampak yang ditimbulkan, serta mekanisme pengaduan yang tersedia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan lembaga nasional dan internasional, serta regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan digital terhadap perempuan semakin meningkat dan memiliki dampak multidimensional, meliputi aspek psikologis, sosial, dan ekonomi. Meskipun berbagai saluran pengaduan telah tersedia, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti rendahnya literasi digital, budaya victim blaming, keterbatasan kapasitas aparat, serta lemahnya respons platform digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan sistem perlindungan yang lebih responsif dan berorientasi pada korban untuk menanggulangi kekerasan berbasis gender di era digital.Kata Kunci: Kekerasan terhadap perempuan, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), Pengaduan, Perlindungan Korban 
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Simaremare, Tohap Pandapotan; Sihotang, Rina Oktaviana; Indriyati, Anisa; Sumardi, Lalu; Purba, Andiopenta; Megasari, Intan Indah; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Kolo, Adriana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam
EFEKTIVITAS COMIC-BASED CIVIC ADVENTURE GAME DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN CIVIC DISPOSITION SISWA SEKOLAH DASAR Dewi, Resty Kurnia; Pratomo, Wachid; Pratiwi, Mutiara Mega; Tarsidi, Deny Zein
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan Comic-Based Civic Adventure Game dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan civic disposition siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran PPKn yang berdampak pada kurang optimalnya pengembangan kemampuan berpikir kritis dan sikap kewarganegaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes dan angket, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan yang signifikan, namun kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,722 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,155 (kategori rendah). Selain itu, civic disposition siswa pada kelas eksperimen juga lebih baik secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa Comic-Based Civic Adventure Game efektif sebagai solusi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan civic disposition siswa. Kata kunci: Berpikir Kritis, Civic Disposition, Game Edukatif, Komik Digital, PPKn
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DASAR Fitriani, Ari Deca; Najib, Muhammad; Septiani, Sela; Sari, Putri Sekar
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap efektivitas model Problem Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terbukti membawa dampak positif yang signifikan baik bagi siswa maupun guru. Meskipun Problem Based Learning memerlukan persiapan dan alokasi waktu yang lebih intensif, manfaatnya dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa sangat jelas. Siswa menjadi lebih aktif dan termotivasi, terlibat dalam diskusi, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata, yang pada gilirannya memperdalam pemahaman mereka dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dari perspektif guru, meskipun tantangan dalam manajemen waktu dan sumber daya tetap ada, hasil belajar yang meningkat dan keterlibatan siswa yang lebih baik menunjukkan bahwa Problem Based Learning adalah pendekatan yang efektif dan berharga dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Kata kunci: Persepsi Guru dan Siswa, PBL, PKn, Sekolah Dasar 
EFEKTIFITAS METODE DISKUSI SEBAGAI IMPELEMENTASI DARI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PKN DI SMPN 5 KOTA SUKABUMI Septiana, Tina; Khairunnisa, Iin; Yulianti, Siska Dwi; Rosmiati, Neni
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6454

Abstract

Artikel ini mengulas penerapan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan menggunakan metode diskusi. Kurikulum Merdeka adalah langkah inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberi keleluasaan bagi guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode pembelajaran diskusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dikelas VII SMPN 5 Kota Sukabumi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Objek penelitian ini adalah siswa SMPN 5 Kota Sukabumi. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII SMPN 5 Kota Sukabumi dengan jumlah siswa sebanyak 73 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan lembar keterlaksanaan RPP, lembar observasi aktifitas siswa, angket respon siswa dan tes hasil belajar. Hasil penelitian keterlaksanaan RPP pada pembelajaran PKn menggunakan metode diskusi terlaksana sangat baik dengan hasil prosentase 79,75. Aktifitas siswa selama pembelajaran diskusi berlangsung dikatakan berada dalam kategori sangat baik dengan pencapaian skala 78,75. Angket respon siswa memperoleh nilai 89,3 berarti siswa memberikan respon sangat positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi. Hal tersebut berarti aktifitas yang dilakukan siswa tergolong efektif atau pembelajaran yang telah dilakukan mampu merangsang siswa untuk aktif belajar dikelas dengan menggunakan pembelajaran metode diskusi. Hasil belajar siswa yang telah dicapai setelah diadakan tes dengan KKM 75 menggunakan pembelajaran metode diskusi dikatakan efektif karena jumlah siswa yang tuntas mencapai prosentase 94,44%. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, bahwa metode pembelajaran diskusi di SMPN 5 Kota Sukabumi sudah efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Hal ini dapat dilihat proses belajar mengajar yang dilakukan guru PKn dan hasil belajar yang dicapai siswa baik dan mengalami peningkatan.Kata kunci: Metode Diskusi, Kurikulum merdeka, Hasi Belajar, PPKn
PEMBENTUKAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA MELALUI INTERNALISASI NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK DI KELAS V SDN 02 KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT Jairin, Jairin; Pratomo, Wachid; Wijayanti, Dwi; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pembentukan sikap demokratis siswa melalui internalisasi nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam kegiatan diskusi kelompok pada siswa kelas V SDN 02 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Sila keempat Pancasila yang menekankan prinsip musyawarah untuk mufakat menjadi landasan normatif dan filosofis yang sangat penting dalam menumbuhkan sikap demokratis sejak usia dini, terutama dalam konteks pendidikan dasar. Melalui penerapan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pembelajaran, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sikap saling menghargai, serta kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam pengambilan keputusan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara faktual dan sistematis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses diskusi kelompok, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi yang relevan untuk memperkuat temuan penelitian. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan diskusi kelompok merupakan sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada siswa. Hal ini terlihat dari berkembangnya sikap menghargai pendapat orang lain, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta keberanian dalam menyampaikan ide atau gagasan secara santun. Selain itu, siswa juga mulai menunjukkan kemampuan dalam mengambil keputusan secara bersama melalui musyawarah.Peran guru sangat penting sebagai fasilitator dan mediator yang mengarahkan jalannya diskusi agar tetap kondusif, inklusif, dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Kata kunci: Sikap demokratis, Sila Ke-4 Pancasila, diskusi kelompok, internalisasi nilai, pendidikan karakter.
PERAN MAHASISWA MEREDUKSI STIGMA NEGATIF REYOG PONOROGO MELALUI PENDEKATAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL Siswanto, Galih; Qurniawan, Alvin Putra; Elsya.R, Kharisma Delsy; Suyato, Suyato
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6450

Abstract

Reyog Ponorogo merupakan sebuah kesenian non benda yang berasal dari kota Ponorogo yang tumbuh dari kepercayaan animisme dan dinamisme jaman dulu. Keragaman jenis Reyog yang bervariasi menimbulkan perbedaan dari segi pertunjukannya yang membuat berbagai pemikiran negatif muncul di kalangan masyarakat. Peran mahasiswa perlu ditingkatkan menjadi agen penggerak untuk memberikan alternatif solusi yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa mereduksi stigma negatif reyog ponorogo melalui pendekatan kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dalam pengembangan budaya Reyog Santri ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Reyog Ponorogo kerap dihadapkan pada berbagai stigma negatif di masyarakat, seperti anggapan bahwa kesenian ini sarat akan hal mistis, menyimpang dari norma agama, erotis, hingga dianggap ketinggalan zaman. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran krusial dalam meluruskan stigma tersebut dengan cara mengkaji dan mensosialisasikan nilai-nilai sejarah, filosofis, serta pesan budi pekerti luhur yang sebenarnya tertanam kuat dalam setiap tokoh dan elemen seni Reyog serta mahasiswa dapat menjadi pionir dalam pengembangan inovasi Reyog Santri. Hasil penelitian ini juga memberikan rekomendasi agar para generasi muda membuat komunitas seni di daerahnya masing-masing agar menjadi bagian pengembangan nilai-nilai filosofis moral budaya di tengah-tengah perkembangan teknologi dan budaya secara global.Kata kunci: Reyog; Ponorogo; Mahasiswa; Kearifan lokal
PERAN GENERASI MUDA DALAM MEMBENTUK CIVIC CULTURE MELALUI PEMBUATAN KAIN TENUN PADA SUKU DAYAK IBAN DI DESA BATU LINTANG KABUPATEN KAPUAS HULU Sela, Susilawati; Fusnika, Fusnika; Purnomo, Sapto
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6440

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran generasi muda dalam pembuatan kain tenun, proses pembuatan kain tenun dan keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda sangat berperan penting dalam pembuatan kain tenun yang merupakan peninggalan zaman nenek moyang dan harus dilestarikan. Selain itu peran generasi muda sangat penting untuk mewarisi tradisi seperti pembuatan kain tenun, mengembangkan desain motif tenun, mempromosikan kain tenun melalui media sosial. Adapun beberapa alat yang dipelukan dalam Proses pembuatan kain tenun yaitu:(daun sirih, pinang, tuak yang merupakan sesaji yang digunakan untuk diselipkan pada bagian ujung alat tenun), benang, tangga ubong, kayu kecil, lidi bambu, alat pengikat, pemintal benang, ripang dan kepuak yang digunakan untuk mengikat alat tenun. Sesudah menyiapkan bahan dan alat maka selanjutnya yaitu proses pencetakan kain tenun dengan membentang benang pada alat tenun yang memiliki ukuran lebar dan panjang, dan memberikan motif pada kain tenun. Keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun memajukan kebudayaannya sendiri dan memberikan ide-ide untuk membuat desain terbaru dalam motif tenun. keterlibatan generasi muda dalam pengembangan identitas budaya yaitu dengan pelestarian tradisi kain tenun.       Kata Kunci: Generasi muda, kain tenun, civic culture 
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS STEAM MELALUI GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR NILAI-NILAI PANCASILA SISWA Salsabila, Helga; Wibowo, Agus Mukti; Susilawati, Samsul
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6455

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis STEAM melalui platform Genially untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV MI Baipas Malang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya ketersediaan bahan ajar digital yang mengakomodasi gaya belajar visual dan kebutuhan akan integrasi nilai Pancasila yang kontekstual. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model Lee & Owens, penelitian ini mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil validasi ahli menunjukkan media sangat layak digunakan. Uji efektivitas menggunakan N-Gain Score menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata pre-test 57,86 menjadi 95,21 pada post-test. Perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,88 mengategorikan multimedia ini dalam kriteria "Sangat Efektif" dengan kategori peningkatan "Tinggi". Simpulan penelitian adalah multimedia berbasis STEAM ini efektif meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan motivasi belajar siswa sekolah dasarKata kunci:  Multimedia Interaktif; Genially; STEAM; Pendidikan Pancasila.
CIVIC CULTURE DALAM NGIDANG NGOBENG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PPKN BERBASIS BUDAYA LOKAL Amanda, Diva; Suyato, Suyato
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi  Ngidang Ngobeng serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tradisi lokal, civic culture, dan pembelajaran PPKn. Data dikumpulkan melalui penelusuran, seleksi, serta analisis isi terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi  Ngidang Ngobeng mengandung nilai kewarganegaraan diantaranya yaitu, gotong royong, kesetaraan, kebersamaan, solidaritas sosial, partisipasi, tanggung jawab, dan religiusitas. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam pola interaksi sosial, tata pelaksanaan, serta peran setiap individu selama tradisi berlangsung. Dalam konteks PPKn, tradisi ini relevan sebagai sumber pembelajaran kontekstual karena mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan dengan pengalaman nyata peserta didik. Dengan demikian, tradisi  Ngidang Ngobeng berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat pembentukan karakter, kesadaran sosial, dan sikap kewarganegaraan generasi muda melalui pembelajaran berbasis budaya lokal. Kata kunci:  Ngidang Ngobeng, PPKn, Budaya