cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
URGENSI PENEGAKAN HUKUM DALAM MEWUJUDKAN TATANAN BERBANGSA DAN BERNEGARA YANG BERKEADILAN Recha, Andhiara Navira; Sina, Ibnu; Suparmi, Suparmi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5767

Abstract

Penegakan hukum yang adil merupakan syarat utama dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi prinsip keadilan. Dalam konteks negara hukum, hukum tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengatur kehidupan sosial, tetapi juga sebagai penjamin keadilan substantif bagi seluruh warga negara. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji urgensi penegakan hukum melalui pendekatan literature review terhadap berbagai studi dan gagasan yang berkembang dalam diskursus akademik terkait keadilan hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan substantif, seperti pendekatan restorative justice, memiliki potensi besar untuk merespons ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem peradilan konvensional. Selain itu, diperlukan reformasi regulasi, sinergi antar lembaga penegak hukum, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat untuk menciptakan sistem hukum yang inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, penegakan hukum yang adil dan manusiawi merupakan fondasi utama dalam membangun tatanan negara yang demokratis, stabil, dan berintegritas. Kata Kunci: Penegakan hukum, keadilan, restorative justice, negara hukum,
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENANGKAL HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN DI SEKOLAH Prayogo, Eirene Natalia; Machsunah, Yayuk Chayatun; Rachma, Evi Aulia
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5772

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran penting dalam membentuk karakter pelajar agar mampu menghadapi tantangan era digital, termasuk maraknya hoaks dan ujaran kebencian di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran dan aktivitas siswa di MA Miftahul Jinan Glugu. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru serta siswa untuk memahami strategi penanaman nilai-nilai kebangsaan dan moral di era teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya internalisasi nilai-nilai Pancasila menyebabkan penurunan moral pelajar, sementara literasi digital yang kurang optimal turut memperburuk penyebaran informasi negatif. PPKn berperan sebagai instrumen strategis untuk membangun kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial melalui pendekatan kontekstual, keteladanan guru, dan pembelajaran berbasis karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pendidikan karakter berbasis Pancasila dan literasi digital perlu diperkuat agar pelajar mampu menjadi warga negara yang berintegritas, toleran, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Kata kunci: Pendidikan Pancasila, Hoaks, Ujaran Kebencian, Literasi Digital.
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PBL ( PROJECT BASED LEARNING ) PADA SISWA KELAS VII MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI I TEMPUNAK Purnomo, Sapto; Suseka, Septha; Erastus, Erastus
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5768

Abstract

Pendidikan di abad ke-21 membutuhkan pendekatan yang inovatif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL) pada kelas VII SMP Negeri 1 Tempunak, Kabupaten Sintang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen untuk menggali penerapan PBL, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya guru dalam menghadapi tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, namun terdapat tantangan terkait keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru. Upaya strategis dari guru, seperti pemanfaatan media pembelajaran dan pembentukan kelompok heterogen, sangat mendukung keberhasilan penerapan PBL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PBL efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, meskipun implementasinya memerlukan strategi guru untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur dan kesiapan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pelatihan guru dan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek, serta mengadaptasi PBL sesuai dengan konteks sosial dan budaya lokal.Kata Kunci: Project-Based Learning, Pendidikan Sosial, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi.