cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ANTI KORUPTIF DALAM MEWUJUDKAN MAHASISWA YANG BERKARAKTER ANTI KORUPSI Wea, Yasinta Advensia; Mode, Maneldis Romana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menakar atau mengetahui sampai sejauh mana implementasi nilai-nilai anti korupsi sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan mahasiswa yang berkarakter anti korupsi. Kegiatan yang dapat diwujudkan dalam mewujudkan karakter mahasiswa yang berbudaya anti korupsi adalah melalui kegiatan pembelajaran, program seminar, kuliah umum, workshop ataupun studi-studi kasus. Implementasi pada kurikulum Pendidikan tinggi mewajibkan mata kuliah Pendidikan anti korupsi menjadi pilihan wajib yang harus di program oleh setiap mahasiswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Tujuanya adalah agar dapat membentuk karakter, sikap dan etika mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Pendidikan antikorupsi di sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan karena pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung dan bahkan mempercepat pembentukan masyarakat berkeadaban. Hakekat pendidikan adalah suatu proses menumbuh kembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya dalam tata kehidupan bermasyarakat. Nilai pendidikan yang diterapkan bentujuan membentuk pribadi yang bersih dan jujur dalam masyarakat dan menjadi seorang pemimpin yang terhindar dari perbuatan korupsi,  dengan demikian mentalitas antikorupsi bagi putra putri bangsa akan terwujud. Pendidikan memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi, tapi yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, melalui pengembangan kultur sekolah, diharapkan siswa memiliki modal sosial untuk membiasakan berperilaku antikorupsi. Implementasi nilai pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan efektif,Terutama pendidikan islam, dimana pendidikan Islam mengajarkan manusia untuk selalu berbuat baik, kepada sesama manusia. Untuk memberantas korupsi membutuhkan waktu beberapa generasi, itupun kalau ada program yang dilakukan secara konsisten, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. Kata Kunci: Nilai-Nilai Anti Korupsi, Pendidikan Karakter, Pendidikan Tinggi.
PERAN STRATEGIS MAHASISWA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS Pare, Prisko Yanuarius.D; Lejo, Maria Eleonora; Abdullah, Jumriati; Ito, Yohana Elma.S
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4153

Abstract

Secara konseptual bully atau bullying adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh manusia, baik secara individu maupun kolektif yang merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bagi para pelaku tindakan bullying, mereka akan merasa lebih berkuasa atau lebih kuat dari anak-anak lainnya bila mereka berhasil menindas anak lainnya. Pengertian pada kata bullying merupakan istilah yang masih baru dalam perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Menurut Ken Rigby, perundungan (bullying) adalah sebuah hasrat untuk menyakiti orang lain. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan senang Baru- baru ini banyak terjadi kasus bullying di Masyarakat khususnya di kalangan anak remaja. Seolah – olah bullying dianggap sebagai hal yang biasa dan menjadikan sebuah trend yang ingin terlihat gagah ketika pelaku bullying ini bisa melakukan tindakan bully terhadap orang lain. Padahal dampaknya sangat luar biasa bahaya. Bullying adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Tindakan bullying bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, lingkungan online (cyberbullying), atau di tempat umum. Tindakan perundungan menjadi kasus yang perlu di berikan perhatian khusus di Lembaga Pendidikan tinggi. Maraknya dan tingginya kasus perundungan tentunya memberikan sinyal khusus kepada kementrian untuk segera mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan tindakan perundungan di lingkungan perguruan tinggi. Para pelaku perlu di tindak tegas sehingga dapat memberikan efek jera sesuai ketentuan hokum yang berlaku. Di tingkat perguruan tinggi peran serta mahasiswa secara aktif juga dapat mendorong upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan melalui kegiatan sosialisasi, workshop, atau seminar tentang tindakan perundungan. Kata kunci: perundungan, Perguruan tinggi, mahasiswa, aturan hukum
TRADISI NYELAPAT TAUN DALAM MEMPERKUAT CIVIC ENGAGEMENT GENERASI MUDA DI DESA GERNIS JAYA KABUPATEEN SINTANG Hartini, Agnesia; Fusnika, Fusnika; Rani, Margarita
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4149

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai tradisi nyelepat taun dalam memperkuat civic engagement generasi muda di Desa Gernis Jaya kabupaten Sintang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini yaitu pelaksanaan kegiatan tradisi nyelapat taun di Desa Gernis jaya merupakan acara tahunan yang maknanya untuk mengucapkan syukur kepada tuhan (petara). Tradisi nyelapat taun dilaksanakan sekali setahun setelah panen padi. keterlibatan generasi muda dalam pelaksanaan tradisi nyelapat taun di Desa Gernis Jaya telah mengalami banyak perubahan yang baik. Antusias generasi muda dalam pelaksanaan kegiatan tradisi nyelapat taun sangat tinggi. Generasi muda terlibat secara aktif dan membentuk rasa tanggung jawab, serta sikap tolong menolong antar sesama. Dapat disimpulkan bahwa tradisi nyelapat taun dalam memperkuat civic engagement di Desa Gernis Jaya telah membuat generasi muda menjadi terlibat lebih aktif. Kata Kunci : Tradisi Nyelapat Taun,  Civic Engagement, Generasi Muda.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN BULLYING TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN MATERI TOLERANSI SISWA KELAS IV SDN MARGAMULYA Lestari, Syahara Ayu; Nurfitriani, Meiliana; Nugraha, Mohammad Fahmi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4712

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran think pair share (TPS) berbantuan video pembelajaran bullying terhadap hasil belajar PPKn materi toleransi siswa kelas IV SDN Margamulya. Model pembelajaran think pair share (TPS) memberikan dampak positif dan mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran video juga sangat membantu guru untuk lebih memperjelas materi yang akan dipelajari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen bentuk One-Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Margamulya pada kelas IV dengan sampel 15 siswa. Analisis data yang yang digunakan yaitu teknik analisis data kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara, sedangkan instrumen pengumpulan data yaitu menggunakan instrumen tes (pretest dan posttest). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan, data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan homogen dengan taraf signifikansi normalitas data 0.552 > 0.05, dan taraf signifikansi homogenitas data yaitu 0.000 > 0.05. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Paired sample t-test (uji-t). Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut diperoleh nilai signifikansi kecepatan berhitung 0.000 < 0.05. Maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini menyatakan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya model pembelajaran think pair share (TPS) berbantuan video pembelajaran bullying berpengaruh terhadap hasil belajar PPKn materi toleransi siswa Kelas IV SDN  Margamulya.Kata kunci: Think Pair Share (TPS), Video Pembelajaran Bullying, Hasil Belajar.
ANALISIS KEBIJAKAN PERUBAHAN STATUS PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS) MENJADI PERGURUAN TINGGI NEGERI BARU (PTNB) DAN DOSEN P3K DI PTNB BARU DALAM RANGKA MEMPERLUAS AKSES PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Fatmasari, Lenny
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4708

Abstract

Kebijakan perubahan status Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, pengangkatan dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di PTNB menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yang berkualitas. Namun, kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti proses alih status yang kompleks, kesiapan kelembagaan, keterbatasan anggaran, serta kesejahteraan tenaga pendidik, terutama dalam skema P3K yang masih memiliki keterbatasan hak dibandingkan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap. Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan perubahan status PTS menjadi PTNB dan pengangkatan dosen P3K di PTNB, serta mengidentifikasi permasalahan dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transisi PTS ke PTNB memerlukan penguatan regulasi, pendanaan yang memadai, serta peningkatan tata kelola akademik dan administrasi. Selain itu, kesejahteraan dan jenjang karier dosen P3K harus dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di PTNB. Dengan strategi kebijakan yang tepat, perubahan status PTS menjadi PTNB dan pengangkatan dosen P3K dapat menjadi langkah progresif dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Indonesia serta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Kata Kunci: Perguruan Tinggi Negeri Baru, PTS ke PTNB, Dosen P3K, Kebijakan Pendidikan, Reformasi Pendidikan Tinggi.
PERAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU PPKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA SMP NEGERI 2 SATU ATAP SEBERUANG Suparno, Suparno; Fusnika, Fusnika; Mardawani, Mardawani; Supriata, Angga
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4713

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya perilaku kurang disiplin. Karakter disiplin adalah suatu hal yang mendorong untuk harus melakukan perbuatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dan guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah  kepala sekolah dan guru PPKn. Objek pada penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang memiliki lima peran, yaitu kepala sekolah sebagai pemimpin, kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai administrasi, kepala sekolah sebagai pendidik, dan kepala sekolah sebagai supervisior. Sedangkan peran guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang memiliki tiga peran, yaitu guru PPKn sebagai pengajar dan pendidik, guru PPKn sebagai pembimbing, dan guru PPKn sebagai teladan. Adapun kerjasama kepala sekolah dan guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang, yaitu kerjasama melalui kegiatan dan program penguatan pendidikan karakter (PPK) dan kerjasama membuat perangkat pembelajaran di sekolah. Secara keseluruhan peran kepala sekolah dan guru PPKn di SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang sudah di terapkan dengan baik sehingga dapat memberikan contoh teladan yang baik, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggungjawab. Dengan demikian maka  kedepannya diharapkan untuk kepala sekolah dan guru-guru terutama guru PPkn dapat menanamkan nilai-nilai pancasila dan tanggungjawab nya didalam menjalankan perannya sebagai kepala sekolah dan guru PPKn.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Guru PPKn, Karakter Disiplin
IMPLEMENTASI NILAI – NILAI PANCASILA DALAM TRADISI LOKAL BEGAWAI PADA SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT KABUPATEN KAPUAS HULU Fusnika, Fusnika; Hartini, Agnesia; Kardiman, Robi Tori
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4709

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tradisi lokal Begawai yang dilestarikan oleh Suku Dayak Seberuang Ensilat di Kabupaten Kapuas Hulu. Begawai, yang merupakan praktik gotong royong dalam panen padi, mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tradisi ini menguatkan konsep kebersamaan, persatuan, rela berkorban, tolong menolong, musyawarah, dan nilai sosial lainnya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi ini mengungkap bagaimana Suku Dayak Seberuang Ensilat tidak hanya mengamalkan Pancasila, tetapi juga memperkuat identitas budaya melalui Begawai. Temuan menunjukkan bahwa Begawai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan ekonomi, tetapi juga sebagai wadah pelestarian budaya dan kohesi sosial sesuai ideologi Pancasila. Upaya pelestarian tradisi Begawai dilakukan melalui pendidikan budaya di lingkungan keluarga, komunitas, dan sekolah. Selain itu, peran pemerintah dan organisasi budaya diperlukan untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mendukung keberlanjutan tradisi ini agar generasi muda tetap dapat mengamalkan nilai-nilai  Pancasila melalui kearifan lokal. Dengan demikian, Begawai berkontribusi signifikan dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat identitas budaya, serta mengokohkan ideologi Pancasila dalam kehidupan masyarakat lokal.Kata Kunci: Pancasila, Nilai-Nilai, Tradisi Lokal Begawai
MEWUJUDKAN POTENSI MAHASISWA SEBAGAI KADER BELA NEGARA DAN PENCEGAHAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN KAMPUS (Peluang Dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Society 5.0) Pare, Prisko Yanuarius.D; Gelu, Afrianus
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4714

Abstract

Tantangan di era globalisasi dunia sekarang ini, banyak memberikan dampak perubahan pada berbagai sector kehidupan masyarakat yang ada di dalam sebuah negara, secara khusus Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu yang mengalami gejolak perubahan adalah gaya hidup moderenisasi dana tau westernisasi pada diri mahasiswa dan mahasiswi STKIP Citra Bakti Ngada. Gaya hidup kemewah-mewahan menjadi cerminan kehidupan pada mahasiswa, sehingga memberikan dampak buruk bagi elektabilitas Lembaga Pendidikan tinggi ini ke depan. Globalisasi memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat khususnya mahasiswa oleh karena itu dalam menghadapi tantangan globalisasi mahasiswa perlu pemahaman yang kuat mengenai sikap bela negara agar dapat menghadapi segala tantangan yang ada. Dalam menghadapi tantangan global dibutuhkan peran mahasiswa untuk memajukan Indonesia kearah yang lebih baik, diharapkan pemerintah dan perguruan tinggi lebih memfokuskan pembelajaran tentang bela negara dalam upaya menghadapi tantangan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk karakter bela negara pada diri mahasiswa di era tantangan globalisasi dewasa ini, serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk menjadikan karakter bela negara sebagai bagian dari kehidupan mereka. Melalui kegiatan ini mahasiswa sangat diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam usaha mempertahankan kemerdekaan dan usaha sadar mewujudkan potensi bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Metode penelitian yang diterapkan ialah studi literatur melalui penggunaan beberapa sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak mahasiswa yang minim akan pemahaman tentang bela negara sehingga dibutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai peran mahasiswa dalam bela negara Kata kunci: Mahasiswa; Bela Negara; Globalisasi; Karakter; Moderenisasi
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA SINTANG TAHUN 2011-2020 Pelipa, Emilia Dewiwati; Marganingsih, Anna; Efendi, Efprosina
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4710

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kota Sintang masih dalam kategori rendah karena banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah tingkat pendidikan dan indeks pembangunan manusia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sintang tahun 2011-2020 baik secara parsial maupun secara simultan. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tingkat pendidikan dan indeks pembangunan manusia secara parsial tidak berpengaruh singnifikan terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini ditunjukan nilai sig 0,123>0,05. Tingkat pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia secara simultan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi hal ini ditunjukan dengan nilai sig 0,284 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia secara parsial dan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sintang tahun 2011-2020. Kata Kunci: Pendidikan, Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KARAKTER CINTA DAMAI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN KARANGANYAR GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Sholikha, Luluk Rizki.N; Pratomo, Wachid; Nadziroh, Nadziroh; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4715

Abstract

Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Cinta Damai Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN Karanganyar Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Peran guru dalam menanamkan upaya penerapan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar, 2)Faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar, 3) Bagaimana solusi dari hambatan yang dihadapi dalam peran guru untuk menanamkan karakter cinta damai yang belum diterapkan pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Karanganyar pada siswa kelas V dengan jumlah 22 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas V serta siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi (sumber, teknik, dan waktu). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Peran guru dalam upaya menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V di SD Negeri Karanganyar yang lebih menekankan pada peran guru sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan kesempatan, berperan sebagai konselor yang membantu siswa mengatasi masalah akademik dan non-akademik, dan guru menjadi teladan bagi siswa dalam bersikap dan berperilaku, sehingga siswa dapat meniru dan menginternalisasi nilai-nilai cinta damai dalam kehidupan sehari-hari. 2) Faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar yaitu, faktor penghambatnya antara lain sifat egois, kesulitan dalam mengemukakan pendapat, serta faktor internal dan eksternal lain seperti lingkungan keluarga dan pertemanan yang kurang mendukung. Faktor pendukung seperti program sekolah P5 yang mengintegrasikan nilai cinta damai dalam pembelajaran, dan sosialisasi anti-bullying. 3) Solusi dari hambatan yang dihadapi dalam peran guru untuk menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar yaitu penguatan peran guru dan kepala sekolah melalui pengawasan dan bimbingan, serta visualisasi pesan perdamaian, sosialisasi rutin, kegiatan yang menumbuhkan nasionalisme. Kata kunci: Peran Guru; Cinta Damai; Pembelajaran Pendidikan Pancasila