cover
Contact Name
A. Andini Radisya Pratiwi
Contact Email
simteks@usbypkp.ac.id
Phone
+6281342399207
Journal Mail Official
simteks@usbypkp.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Gedung C, Lantai 3, Universitas Sangga Buana, Jl. PHH Mustopa No.68, Cikutra, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS)
ISSN : 26558149     EISSN : 2807842X     DOI : https://doi.org/10.32897/simteks
Core Subject : Engineering,
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana - YPKP yang memuat hasil-hasil penelitian dan pemikiran para akademisi di bidang Teknik Sipil baik akademisi maupun praktisi, yang diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan September dan Maret. Bidang-bidang jurnal tersebut adalah Teknik Struktur, Manajemen Sumber Daya Air, Geoteknik, dan bidang-bidang lain yang akan berkembang di masa mendatang.
Articles 77 Documents
ANALISIS PERENCANAAN PENULANGAN DIAFRAGMA PELAT LANTAI UNTUK STUDI KASUS GEDUNG 10 LANTAI Ahmad Suyuti; Muhamad Ryanto
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1230

Abstract

Pada penelitian tugas akhir ini akan dilakukan analisis perencanaan penulangan diafragma pada pada gedung 10 lantai dengan sistem penahan gaya seismik Sistem ganda . gedung difungsikan sebagai Apartemen, terletak di Bandung sehingga tergolong kategori II dan termasuk kelas situs tanah sedang. Analisis dan pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS 17 dengan metode analisis yang digunakan adalah respon spektra mengikuti persyaratan gempa SNI 1726 : 2019. tujuan Analisis yang dilakukan untuk mengetahui perencanaan tulangan pada komponen diafragma pada gedung. Dari Hasil analisis diketahui bahwa dengan adanya gaya desain diafragma, menghasilkan tulangan elemen kolektor dengan dimensi tulangan 2D13 per lantai, dan terdapat balok kolektor dengan dimensi tulangan seragam 12D22 di setiap lantainya, terkecuali pada lantai 2 yang tidak terdapat balok kolektor. Kord pada balok dengan dimensi tulangan 3D16 pada lantai 1-9 dan 6D16 pada lantai 10. Diafragma yang dianalisis memiliki ketahanan geser yang baik dengan tebal pelat 130 mm, sehingga dapat mendistribusikan gaya lateral dengan baik pada elemen-elemen vertikal.
KAJIAN BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN VARIAN GRADASI AGREGAT KASAR DAN SILICA FUME UNTUK PENGUJIAN KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON Muhamad Rifa'i Zalalludin; Hendra Garnida; Muhamad Ryanto
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1231

Abstract

Pembuatan beton porous dengan bahan tambah silica fume sebesar 3%, digunakan 3 varian ukuran gradasi agregat kasar (agregat yang tertahan di ayakan 4,75mm , 9,5mm dan 12,5mm). Dimensi benda uji dibuat dalam bentuk silinder ukuran 15cm x 30cm. Pengujian yang dilakukan , kuat Tekan Beton dan Kuat Tarik Belah Beton. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari. Penelitian dibuat 18 benda uji, BPTK 1 (4,75mm) 3 bh , BPTK 2 (9,5mm) 3 bh, BPTK 3 (12,5mm) 3 bh. BPTR 1 (4,75mm) 3 bh, BPTR 2 (9,5mm) 3 bh dan BPTR 3 (12,5mm) 3 bh. Penelitian ini digunakan perbandingan campuran beton 1 : 4 (semen : agregat kasar) dan w/c 0,34%. Hasil kuat tekan rata-rata benda uji BPTK 1-3  (11,01 MPa), BPTK 2 (9,10 MPa) dan BPTK 3 (7,76 MPa). Hasil kuat tarik belah benda uji BPTR 1 (1,32 MPa), BPTR 2 (0,94 MPa) dan BPTR 3 (0,71 MPa). Penurunan nilai kuat tekan BPTK 1 ke BPTK 2 sebesar (17,40%) dan BPTK 2 ke BPTK 3 sebesar (14,65%). Penurunan nilai kuat tarik belah dari BPTR 1 ke BPTR 2 sebesar (28,57%) dan BPTR 2 ke BPTR 3 sebesar (25,00%). Nilai persen rongga BPTK 1 (30,56%), BPTK 2 (32,88%) dan BPTK 3 (34,38%). Nilai persen rongga BPTR 1 (30,56%), BPTR 2 (32,88%) dan BPTR 3 (34,38%). Rata-rata berat jenis benda uji 1.821,88 Kg/m3.
ANALISIS STABILITAS DIAPHRAGM WALL TERHADAP DEFORMASI HORIZONTAL DAN BENDING MOMEN PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL BALSAM MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS 2D Azeglio Fenichi Correia Pinto; Chandra Afriade Siregar; Hendra Garnida
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1235

Abstract

Kondisi tanah pada pembangunan jalan Tol BALSAM tepatnya di area STA. 9+700 memiliki kondisi tanah lunak, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kondisi tanah di area tersebut dengan menggunakan software PLAXIS 2D untuk mengetahui kondisi lereng normal dan kondisi lereng dengan perkuatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau stabilitas global lereng dengan kondisi normal, dan kondisi lereng dengan perkuatan mini pile, diaphragm wall serta mini pile dan diaphragm wall. Manfaat penelitian adalah untuk mengetahui deformasi horizontal dan bending momen yang terjadi pada perkuatan mini pile dan diaphragm wall dengan menggunakan software PLAXIS 2D. Metodologi penelitian ini adalah untuk menganilisis stabilitas global lereng dengan empat tahapan yaitu stabilitas global lereng kondisi normal, stabilitas lereng dengan perkuatan mini pile, stabilitas global lereng dengan perkuatan diaphragm wall serta stabilitas global lereng dengan perkuatan mini pile dan diaphragm wall. Analisis dilakukan menggunakan software PLAXIS 2D dengan menganalisis stabilitas global lereng kondisi normal dan kondisi lereng dengan perkuatan mini pile dan diaphragm wall, analisis dibagi dengan empat tahap yaitu stabilitas global lereng kondisi normal, stabilitas global lereng kondisi perkuatan mini pile terhadap deformasi horizontal dan bending momen, analisis stabilitas global lereng kondisi perkuatan diaphragm wall terhadap deformasi horizontal dan bending momen serta stabilitas global lereng perkuatan mini pile dan diaphragm wall terhadap deformasi horizontal dan bending momen. Membandingkan hasil analisis stabilitas global atau faktor keamanan minimun lereng (SNI GEOTEKNIK 8460:2017) dan deformasi total dari keempat tahapan analisis dengan menggunakan software PLAXIS 2D.
PERENCANAAN FONDASI BORED PILE PEMBANGUNAN JEMBATAN PINOKALAN MANADO-BITUNG Favian Aqib Arsada; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1238

Abstract

Untuk melakukan Perencanaan Fondasi Bored Pile Jembatan Pinokalan yang berlokasi di Ruas Jalan Tol seksi I Manado-Bitung diperlukan fondasi yang aman. Dalam hal ini diperlukan adanya analisis terhadap fondasi bored pile yang nantinya menjadi faktor utama dalam menahan beban struktur jembatan dan beban layan jembatan agar mengoptimalkan keamanan operasional dalam lalulintas layan jembatan di area tersebut. Maka, analisis bored pile ini mencakup beberapa bagian yaitu kedalaman tiang, diameter tiang, dan jumlah tiang dalam masing-masing pier yang masuk dalam kategori aman.Analsis dilakukan dengan menggunakan metode Mayerhoff (1976) dan Group 8 (Group Pile) untuk memperoleh daya dukung aksial, kapasitas lateral, dan daya dukung ujung mengacu berdasarkan data SPT yang diambil dari lokasi jembatan tersebut. Analisis ini mendapatkan hasil berupa faktor keamanan untuk masing-masing pier dalam jembatan yaitu untuk pier 1 menggunakan 36 tiang, di kedalaman 25m, dan menggunakan diameter 1.20m sedangkan untuk pier 2 menggunakan 36 tiang, di kedalaman 20m, dan menggunakan diameter 1.20m. Dari hasil analisis tersebut fondasi bored pile di pier 1 dan pier 2 dinyatakan aman.
PERBANDINGAN ANALISIS PERHITUNGAN CUT AND FILL MENGGUNAKAN DATA TOPOGRAFI YANG DILAKUKAN DENGAN PENGUKURAN MANUAL DAN DIGITAL Raka Priyadinata; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1239

Abstract

Pembangunan infrastruktur selalu dihadapkan dengan kondisi tanah yang tidak menentu. Meskipun berada pada lokasi yang sama seringkali mendapatkan bagian permukaan dengan elevasi atau kontur yang berbeda. Salah satu metode pelaksanaan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Cut and fill bertujuan untuk membuat permukaan tanah pada area rencana konstruksi memiliki kontur atau elevasi yang sama. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan perumahan yang berada di daerah Cicalengka, Kab. Bandung, dengan luas tanah sekitar 16173.59 m². Dimana proyek perumahan ini berada di area perbukitan dan memiliki kontur tanah yang belum merata. Sebelum dimulainya proses pengerjaan perataan tanah harus dilakukan pengukuran dan perhitungkan volume cut and fill pada area rencana pembangunan. Volume galian (cut) dan timbunan (fill) didapat dari hasil data pengukuran topografi yang dilakukan secara manual atau digital sehingga dapat diketahui volume tanah yang dibutuhkan. Dalam metode perhitungan volume cut and fill kali ini penulis menggunakan data topografi yang di peroleh dari tiga metode pengukuran yaitu (Total Station, Drone & Demnas) yang menjadi landasan acuan pengukuran manual dan digital dalam penelitian ini.
KAJIAN BETON POLIMER MENGGUNAKAN SERAT FIBER BENDRAT DENGAN VARIABEL L/D TERHADAP JUMLAH VARIAN KADAR SEBAGAI KETAHANAN KUAT TEKAN BETON Ipang Nuraeni; Wandi Puradilaga; Nety Septianti; Venansius Yovantriono; Dedi Siahaan; Kiki Rizky; Cheppy Ali Pratama; Muhammad Ryanto
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1240

Abstract

Pengujian kuat tekan beton polimer bendrat 0.25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% berada terhadap rancangan benda uji yang terdiri dari tiga campuran dalam variabel masing masing bendrat berukuran 30 mm, 40 mm, 50 mm berdasarkan L/d yaitu menjadi 3 cm, 4 cm, 5 cm dan berdiameter 1 mm pada benda uji berbentuk kubus 15x15x15 cm. Pengujian dilakukan pada umur beton 1 hari. Hasil nilai kuat tekan mutu beton spesimen BPB0.25, BPB0.251: 21,4Mpa, BPB0.252: 21,4Mpa, BPB 0.253: 21,6Mpa dan BPB0.50, BPB0.501: 21,6Mpa, BPB0.502: 21,8Mpa, BPB0.503: 22,3Mpa dan BPB 0.75, BPB0.751: 22,7 Mpa, BPB0.752: 23,1Mpa, BPB0.753: 23,1Mpa dan BPB1, BPB11: 22,7Mpa, BPB12: 23,1Mpa, BPB13: 23,43Mpa dan BPB1.50, BPB1.501: 22,4Mpa, BPB1.502: 23,5Mpa, BPB1.503: 23,9Mpa, BPB2, BPB21: 24Mpa, BPB22: 24,2 Mpa, BPB23: 24,6Mpa dan BPB2.50, BPB2.501: 24,8Mpa, BPB2.502: 24,9 Mpa, BPB2.503: 25,3Mpa. Perbandingan spesimen dengan kadar varian yang berbeda mengalami trend kecendrungan menngkat namun tidak signifikat dikarenakan perbedaan variabel kadar serat kawat bendrat yang berbeda dan juga pada saat pengerjaan metode agak berbeda.
ANALISIS PENENTUAN KEMIRINGAN LERENG BERDASARKAN NILAI N-SPT UNTUK PELEBARAN JALAN PADA RUAS JALAN SOREANG – RANCABALI – CIDAUN KM. 220+625 Reza Lingga; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1248

Abstract

Untuk melakukan Pelebaran yang berlokasi di Ruas Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun pada KM 220+625 diperlukan adanya pemotongan lereng. Dalam hal ini diperlukan adanya analisis terhadap kemiringan lereng yang nantinya menjadi faktor utama dalam pekerjaan pelebaran tersebut dan mengoptimalkan keamanan operasinal baik itu lalulintas maupun geometri diarea tersebut. Oleh karena itu, analisis penentuan kemiringan lereng untuk mendapatkan kemiringan yang masuk dalam kategori aman dan ideal perlu dilakukan. Analisis dilakukan dengan mengunakan 2 metode irisan yaitu Metode Bishop yang disederhanakan dan Metode Fellenius, dengan lereng asli adalah 46° dan lereng buatan setelah dilakukan pelebaran adalah 50°, 60°, 70° dengan pada masing - masing lereng dilakukan analisis 2 titik , yaitu pada kemiringan sudut 30° dan 40° terhadap permukaan paling atas lereng. Dari hasil analisis kestabilan lereng, maka diperoleh besarnya Faktor Keamanan pada masing-masing lereng dengan hasil dari analisis dengan metode fellenius dan bishop dinyatakan AMAN. Dengan hasil dari analisis maka dapat digunakan Luas Tanah yang di ambil setelah dilebarkan adalah Lereng 7 yaitu sebesar 84.0227 M2. Maka dari itu hasil Perhitungan analisis dapat diambil kesimpulan bahwa lereng aman bahkan dengan kemiringan 70° dan dapat ditetapkan lereng dapat memakai lereng 7 yaitu dengan kemiringan lereng 70° dan sudut lingkaran terhadap lereng 30° dengan nilai FS Fellenius 4.43 dan FS Bishop 12.54.
MAYERHOFF ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DAN MENGGUNAKAN APLIKASI ALLPILE Fahmi Rizki Kurniawan; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.1249

Abstract

Fondasi dalam adalah fondasi yang di pasang saat kondisi lapisan tanah keras secara relatif dalam dan tidak memungkinkan digunakan fondasi dangkal. Selain itu, fondasi dalam juga dapat mengkomodirkan beban aksial dan lateral yang relative cukup besar. Secara umum, fondasi dalam dikategorikan 2 jenis berdasarkan metode instalasinya, yakni fondasi tiang pancang dan fondasi borpile. Pada studi ini, pembangunan shalter air compressor fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas yang diambil sebagai acuan adalah fondasi yang digunakan merupakan fondasi tiang pancang. Analisis dilakukan dengan mengunakan 2 metode yaitu Metode Mayerhoff dan analisa kapasitas daya dukung  fondasi tiang pancang  menggunakan aplikasi allpile pada pembangunan fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas di Arar Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Dari hasil analisis kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang, dengan jenis pondisi berbentuk lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 2607.123  Kn dan aplikasi allpile 2268.637  dengan perbandingan persentase 13%. Sedangkan untuk jenis pondasi persegi menggunakan metode mayerhoff adalah 3321.176 kn dan aplikasi allpilie 2268.637  dengan perbandingan persentase 13%. Maka  untuk perbandingan persentase antara jenis pondasi persegi dan lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 22 %, untuk aplikasi allpile adalah 22 %. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa daya dukung pondasi tiang pancang empiris mayerhoff lebih besar di bandingakan aplikasi allpile dengan rata rata selisih 13 %, maka daya dukung pondasi tiang pancang persegi lebih besar di bandingkan dengan lingkaran dengan rata rata selisih 22%.
PERENCANAAN FONDASI BORED PILE DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GROUP PILE BERDASARKAN DATA SPT (Studi Kasus Pembangunan Jembatan Tendeki Ruas Jalan Tol Manado – Bitung Seksi II) Farid Darulhanif Abdarraafi; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1250

Abstract

Dalam melakukan pekerjaan soil test yang berlokasi di Jembatan Tendeki Ruas Jalan Tol Manado – Bitung Seksi II, Sulawesi Utara, Untuk melihat kondisi tanah di lapangan dilakukan cara penyelidikan tanah langsung di lapangan (Field Soil Investigation). Data yang diperoleh dari hasil pengujian akan dipergunakan sebagai dasar untuk pekerjaan konstruksi fondasi atau konstruksi yang berhubungan dengan Geoteknik. Dari hasil analisis perencanaan fondasi bored pile, maka diperoleh desain fondasi sebagai berikut: Pertama, Pier 4, Diameter 1.20 m dan Panjang tiang 15 m. 1) Memiliki beban struktur atas 79854 kN, menggunakan konfigurasi 32 tiang dengan nilai daya dukung kelompok 89103.2 kN dan nilai axial dari software group pile yaitu 80371 kN. 2) Dengan konfigurasi 32 tiang dan Panjang tiang 15 m, memiliki volume 16.965
KAJIAN DAN ANALISA TERHADAP KERUSAKAN BANGUNAN TANGGUL WADUK AKIBAT ENDAPAN PENGARUH SEDIMENTASI (STUDI KASUS WADUK DARMA) Ace Rindo Burhanudin; Bakhtiar Abu Bakar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1533

Abstract

Suatu bendungan yang dibangun pada suatu wilayah akan menghasilkan beberapa keuntungan yang akan dinikmati oleh masyarakat di sekitarnya, antara lain: penyedian air bersih, pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, pariwisata, tenaga listrik dan sebagainya. Oleh karena itu pembangunan bendungan pada umumnya akan memacu pertumbuhan wilayah daerah sekitarnya, terutama bagian hilirnya. Dipihak lain, apabila suatu bendungan runtuh maka jutaan meter kubik air yang tersimpan di waduk akan mengalir melewati bagian bendungan yang runtuh tersebut menuju ke lembah bagian hilirnya. Bendungan adapat mengalami penurunan atau Pergeseran akibat beberapa faktor diantaranya beban yang bekerja pada struktur tidak terkendali serta tumpukan sedimentasi pada Waduk mengakibatkan debit dan volume pada waduk berkurang (dead storage) dimana endapan sedimentasi tersebut bekerja sebagai beban mati dan akan mendesak sekeliling dinding bendungan, pada umumnya jenis sedimentasi yang masuk dari sungai ke waduk adalah sedimentasi yang mempunyai butiran halus (suspended load) yang akhirnya akan mengendap yang dikenal sebagai tampungan mati (dead storage)Dengan kondisi volume aliran sedimentasi 3.500.000 m3 setiap tahun, maka tahun 2004 di prediksikan meningkat menjadi 147.000.000 m3 dan sebagai tampungan mati waduk darma (dead storage) dimana volume tampungan hidup waduk darma (life storage) adalah 89.3425.774 m3 berdasarkan hasil analisa maka agar sesuai dengan umur rencana maka perlu di lakukan pengerukan sedimentasi seberat 2.741.786.24 ton dengan volume 40.570.458.73  m3 sehingga waduk diprediksikan berfungsi hingga 58 tahun ke depan.