cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
ijba.pv@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijba.pv@ung.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Sekolah Vokasi UNG, Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin No. 35 (Eks. Jl Raden Saleh) Kel. Limba U2 Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo 96115 Telp. (0435) 821125. 825424 Faksmile (0435) 821752 email : sekolahvokasiung@ung.ac.id
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Building Architecture
ISSN : 29861071     EISSN : 29885531     DOI : https://doi.org/10.56190/jba.v1i1
Core Subject : Education, Art,
Journal Of Building Architecture (JBA) is a peer-reviewed journal published twice a year ( April and October) by the Vocational Program of the State University of Gorontalo. The Vocational Journal of Science and Technology provides direct open access to its content. The aim of this journal is to provide the expression of ideas, as well as places for knowledge fields that can understand applied science and technology issues and knowledge, with a new space of journals covering the fields of science and technology. applied science and technology research including Mathematics, Physics, Technology, and Informatics.
Articles 37 Documents
PENERAPAN FASAD SELUBUNG GANDA PADA BANGUNAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Fitriani, Dara; Hatta, Asta Juliarman
Journal Of Building Architecture Vol. 1 No. 2 (2023): BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain selubung bangunan memiliki peranan penting dalam menciptakan kenyamanan termal di dalam bangunan serta memberi kesan indah pada visual bangunan. Tidak hanya itu, desain selubung yang baik juga dapat memberikan dampak terhadap penggunaan energi di dalam bangunan. Penerapan fasad selubung ganda saat ini menjadi salah satu upaya untuk mencapai desain berkelanjutan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengkaji efisiensi penggunaan fasad selubung ganda terhadap kenyamanan termal dan pengurangan energi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan fasad selubung ganda pada bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo terkait efektifitasnya dalam menurunkan cahaya matahari yang masuk ke dalam bangunan, serta visualnya terhadap bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, yakni mengumpulkan data kualitatif dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan atau lingkungan penelitian. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa pemasangan fasad selubung ganda dapat menurunkan suhu dalam ruangan. Hal ini dikarenakan cahaya matahari tidak langsung masuk ke dalam bangunan karena terhalang oleh secondary skin bangunan. Hal ini berarti fasad selubung ganda dapat diterapkan pada bangunan-bangunan di daerah tropis untuk tujuan penghematan energi.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR SEMIOTIKA PADA BANGUNAN AUDITORIUM UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Hatta, Asta Juliarman; Fitriani, Dara; Paneo, Febiyani Nuralifa
Journal Of Building Architecture Vol. 1 No. 2 (2023): BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i2.24

Abstract

Semiotika dalam arsitektur merupakan bahasa simbol yang memberi dan memahami informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk dan pesan tertentu. Hal yang melatarbelakangi pentingnya kajian ini adalah proses pemaknaan sebuah bangunan yang ingin disampaikan, setidaknya akan mampu dihayati oleh masyarakat umum dan pengamat bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan tanda berdasarkan semiotika Pierce: ikon, indeks dan simbol pada bangunan Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengamati fenomena secara lebih rinci tentang keadaan bangunan Auditorium UNG yang dianggap sebagai tanda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Auditorium UNG termasuk yang menerapkan konsep Arsitektur Semiotika dengan klasifikasi berdasarkan Ikon, Indeks, dan Simbol yang terdapat pada 7 aspek bangunan auditorium yaitu pada bentuk bangunan, ornamen dan elemen arsitektural, pintu masuk, tangga, warna, atap, dan interior. Penerapan tanda Ikon terdapat pada ornamen fasad bangunan dan roaster. Penerapan tanda indeks terdapat pada bentuk bangunan, atap, dan plafon pada interior bangunan. Penerapan tanda simbol terdapat pada pintu masuk, tangga, warna, dan panggung auditorium.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA RANCANGAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA DI GORONTALO Bayu, Bayu Setiawan; Pratiwi, Niniek; Ernawati, Ernawati
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.25

Abstract

ABSTRACT. Horticulture is one of the agricultural sectors that has considerable potential in advancing the economy in Indonesia. The lack of adequate support and facilities from local governments and related institutions in developing the agricultural sector is one of the factors affecting the limited development of the horticulture sector in Gorontalo Province. Therefore, to accommodate research activities and development of horticultural crops, it is necessary to design a horticultural research and development center. Horticultural research and development center, is a place designed to produce and develop horticultural innovations based on local resources and sustainable while maintaining balance and environmental sustainability. The purpose of designing this building is to provide a place that can facilitate horticultural research and development activities and also to apply an ecological architectural approach to the design of horticula research and development centers by considering the interrelationships between humans and the surrounding environment. The application of ecological architecture is applied to building facades such as the application of sun shading on the exterior of buildings, the use of environmentally friendly materials, and the shape of the façade will be arranged as well as possible so that sunlight can be transmitted evenly into the building. In addition, on the roof of the building will also be placed solar panels which are a natural source of energy in the building. It is hoped that the design of this building can facilitate all horticultural research and development activities in Gorontalo.Keywords: Balitbang, Horticulture, Ecological ArchitectureABSTRAK. Hortikultura merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi cukup besar dalam memajukan perekonomian di Indonesia. Kurangnya dukungan dan fasilitas yang memadai dari pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mengembangkan sektor pertanian adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terbatasnya perkembangan sektor hortikultura di Provinsi Gorontalo. Oleh sebab itu untuk mewadahi aktivitas penelitian serta pengembangan tanaman hortikultura, maka perlu untuk dirancang sebuah balai penelitian dan pengembangan hortikultura. Balai penelitian dan pengembangan hortikultura, adalah tempat yang dirancang guna menghasilkan dan mengembangkan inovasi hortikultura yang berbasis sumber daya lokal serta berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan serta kelestarian lingkungan. Tujuan perancangan gedung ini adalah untuk menyediakan tempat yang dapat memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura dan juga untuk menerapkan pendekatan arsitektur ekologis pada perancangan balai penelitian dan pengembangan hortikulutra dengan mempertimbangkan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Penerapan arsitektur ekologis diterapkan pada fasad bangunan seperti penerapan sun shading pada eksterior bangunan, penggunaan material yang ramah lingkungan, serta bentuk fasadnya akan ditata sebaik mungkin agar cahaya matahari dapat diteruskan secara merata ke dalam bangunan. Selain itu, pada atap bangunan juga akan diletakkan panel surya yang menjadi sumber energi alami pada bangunan. Diharapkan dengan adanya perancangan gedung ini dapat memfasilitasi seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura yang ada di Gorontalo. Kata Kunci: BALITBANG, Hortikultura, Arsitektur Ekologis
PERANCANGAN PERMUKIMAN NELAYAN DI DUSUN POLULUWA DESA BILUNGALA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Amalia Abdullah; Heryati; Nurnaningsih Nico
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Gorontalo, memiliki wilayah yang langsung berbatasan dengan garis pantai, salah satunya di Dusun Poluluwa Desa Bilungala. Sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Beberapa sarana dan prasarana dalam kawasan permukiman tersebut belum memenuhi standar, antara lain belum adanya fasilitas untuk kebutuhan nelayan berupa tambatan perahu, pasar yang masih belum dikelola dengan baik, belum ada gedung untuk menyimpan dan mengolah ikan hasil tangkapan, sirkulasi jalan yang belum maksimal, serta belum adanya area bersosialisasi antar masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang permukiman nelayan di Dusun Poluluwa agar dapat memberikan tempat yang nyaman bagi nelayan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dan mengamati perilaku masyarakat nelayan, serta menganalisis aspek-aspek lain yang dibutuhkan sehingga sesuai dengan kriteria perancangan yang diharapkan. Hasil desain berupa rancangan permukiman nelayan beserta sarana dan prasarana penunjangnya dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Perilaku.
PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO Sulaeman; Heryati; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i2.28

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
PERANCANGAN HOTEL RESORT OLELE (PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE) Ibrahim, Usman; Heryati; Surijani Tatura, Lydia
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.29

Abstract

Gorontalo merupakan provinsi yang memiliki banyak tempat wisata, salah satunya Taman Laut Olele. Taman Laut Olele merupakan salah satu lokasi wisata bahari di Gorontao untuk para pecinta snorkeling dan diving. Bayaknya peminat untuk berwisata di Kebupaten Kabila Bone, wisata dari nusantara maupun mancanegara berkisar 142.425 wisatawan dari tahun 2015 sampai 2018. Banyaknya pengunjung yang berkunjung membuat sebagian tidak memdapatkan fasilitas penginapan yang memadai. Sehingga Hotel resort Olele dengan pendekatan Green Architecture menjadi suatu solusi dari permasalahan di atas. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang Hotel Resort dengan segala fasilitasnya berdasarkan kebutuhan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung melalui pendekatan Green Arsitekture. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Kualitatif Deskriftif dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data. Jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan sekunder. Kemudian mengidentifikasi kondisi yang ada pada site, dari hasil identifikasi kemudian dianalisis dan menghasilkan konsep perancangan dengan tema Green Architecture yang lebih ditekankan pada bentuk, ruang dan fungsi Hasil laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai laporan perancangan Hotel Resort di Kawasan wisata Desa Olele. Faktor yang berpengaruh dalam perancangan ini tamu, pengujung Hotel,pengelola, pengawai. Pada perancangan ini di bangun Hotel Resort dengan terdapat di dalamnya seperti lobby, restoran, café, area kolam renang, area kamar hotel,dan area cottage.
PENGARUH ELEMEN FISIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO : (Studi Kasus: Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Attaufiq, Muhammad Muhdi; Katuuk, AL Grace; Harimu, Threesje A. N.; Lombok, Claudia Irene; Rahman, Misran
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.31

Abstract

Elemen fisik sebagai pembentuk dari bangunan memiliki peranan penting dalam menciptakan kesan nyaman baik secara termal maupun visual. Desain fisik bangunan mampu memberikan pengaruh terhadap aktivitas di dalam bangunan. salh satunya adalah penerapan elemen fisik dalam menunjang kenyamanan termal. Berbagai tulisan tentang elemen fisik bangunan termasuk pengaruhnya terhadap kenyamanan penggunan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh elemen fisik bangunan terhadap aktivitas dan kenyamanan pengguna di lingkungan Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil dua fakultas yakni fakultas teknik dan fakultas ilmu pendidikan dan psikologi. Dengan menggunakan metode observasi yakni pengumpulan data dengan pengamatan terhadap kondisi fisik yakni: i) Atap, ii) Bukaan, iii) Dinding/Fasad, iv) Lantai, v) Lingkungan Luar, hingga pengukuran suhu dengan menggunakan termometer pada waktu siang hari. Berdasarkan hasil yang kemudian di komparasikan dengan pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik bangunan berpengaruh kenyamanan penghuni. Secara umum kondisi bangunan dalam kondisi nyaman sehingga menjadi rekomendasi terhadap fisik bangunan.
PERANCANGAN APARTEMEN FUNGSI CAMPURAN DENGAN TEMA REGIONALISME DI KOTA GORONTALO Fitriani, Dara; Hatta, Asta Juliarman
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.39

Abstract

Kota Gorontalo di bagian utara Sulawesi mengalami pertumbuhan populasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perekonomian yang pesat, urbanisasi, dan peningkatan perdagangan meningkatkan permintaan perumahan berkualitas. Apartemen bergaya arsitektur regionalisme di Gorontalo menyediakan perumahan vertikal dengan fasilitas seperti pusat perbelanjaan, fasilitas olahraga, dan kafetaria. Desainnya memadukan arsitektur regionalisme dengan ornamen fasad bermotif karawo, menciptakan tampilan menarik dan tidak monoton. Apartemen ini menawarkan hunian nyaman dan aman melalui pendekatan zonasi, denah, sirkulasi, dan fasad. Lokasinya strategis di pusat kota, memudahkan akses ke berbagai tempat. Kata kunci: Kota Gorontalo, Apartemen, Arsitektur Regionalisme
PERANCANGAN OBJEK WISATA BIOTA LAUT DI DESA BONE BARU KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Lambause, Muhammad Saiful Z. Lambause; Djafar, Abdi Gunawan; Idji, Berni
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.36

Abstract

Indonesia memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah salah satunya potensi wisata maritim atau bahari. Wisata bahari pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan pada media kelautan atau bahari yang meliputi daerah pantai, pulau pulau serta objek laut yang ada di dalamnya. Banggai laut merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadikan wisata bahari sebagai wisata unggulan menyajikan objek biota laut seperi ikan cardinal fish yang merupakan ikan endemik indonesia yang ada diperarian Banggai. Namun, Banggai laut belum memiliki bangunan objek wisata biota laut untuk memperkenalkan dan mengedukasi wisatawan terhadap pelestarian biota laut. Oleh sebab itu perlu dirancangnya objek wisata biota laut berupa bangunan aquarium dan bangunan konservasi sebagai sarana wisata dan pelestarian biota laut dengan lokasi perancangan berada pesisir pantai desa Bone Baru kabupaten Banggai laut, penerapan konsep desain sudah seharusnya menerapkan prinsip ramah lingkungan. Jika dikaitkan pada bidang Arsitektur, ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dan alam yakni Arsitektur Ekologi. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan jenis pengumpulan data primer dan data sekunder dari data objek perancangan serta data tema perancangan, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung atau observasi, serta wawancara dengan pihak yang berkaitan. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Data yang terkumpul tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan dengan memperhatikan ketentuan yang ada. Hasil laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan objek wisata biota laut kabupaten bangai laut. Kata kunci: Aquarium, Arsitektur Ekologi, Biota Laut, Konservasi, Objek Wisata
PUSAT KREATIVITAS REMAJA DI BOLAANG MONGONDOW UTARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Paputungan, Elsi Firstanianda; Trumansyahjaya, Kalih; Heryati, Heryati
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.38

Abstract

Bolaang Mongondow Utara memiliki beberapa bentuk kreativitas yang telah jarang dikembangkan. Sebagian besar  banyaknya kreativitas yang ada di daerah Bolaang Mongondow Utara hampir punah disebabkan kurangnya perhatian yang diberikan oleh masyarakat setempat dan juga kurangnya dukungan berupa ekonomi di kalangan masyarakat. Munculnya tujuan untuk terwujudnya desain atau rancangan Pusat Kreativitas Remaja di Bolaang Mongondow Utara dengan pendekatan Arsitektur Perilaku, untuk metode yang digunakan dalam proses mendesain yaitu menggunakan metode pengumpulan data, kemudian dari metode ini mendukung untuk perancangan awal yaitu dalam analisis data, kemudian dijadikan rujukan untuk proses desain Pusat Kreativitas Remaja di Bolaang Mongondow Utara. Hasil dari penelitian ini mendapatkan fasilitas pusat kreativitas, bagian kantor, wisma dan area servis, dalam perancangan ini menerapkan konsep arsitektur perilaku yang  menjelaskan bahwa desain arsitektur dapat digunakan untuk membentuk perilaku manusia dan begitu juga sebaliknya. Adanya Pusat Kreativitas Remaja di Daerah Bolaang Mongondow Utara dengan pendekatan arsitektur perilaku ini bisa menjadi wadah bagi para remaja tersebut sebagai tempat pelatihan yang berada di daerah Bolaang Mongondow dalam mengembangkan kreativitas mereka.  

Page 2 of 4 | Total Record : 37