cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
ijba.pv@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijba.pv@ung.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Sekolah Vokasi UNG, Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin No. 35 (Eks. Jl Raden Saleh) Kel. Limba U2 Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo 96115 Telp. (0435) 821125. 825424 Faksmile (0435) 821752 email : sekolahvokasiung@ung.ac.id
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Building Architecture
ISSN : 29861071     EISSN : 29885531     DOI : https://doi.org/10.56190/jba.v1i1
Core Subject : Education, Art,
Journal Of Building Architecture (JBA) is a peer-reviewed journal published twice a year ( April and October) by the Vocational Program of the State University of Gorontalo. The Vocational Journal of Science and Technology provides direct open access to its content. The aim of this journal is to provide the expression of ideas, as well as places for knowledge fields that can understand applied science and technology issues and knowledge, with a new space of journals covering the fields of science and technology. applied science and technology research including Mathematics, Physics, Technology, and Informatics.
Articles 37 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI PADA PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN LIMBAH DAUR ULANG BERBASIS INDUSTRI KREATIF DI KOTA GORONTALO Mokoginta, Resky Puteri Anugerah; Idji, Berni; Tatura, Lydia S.
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.40

Abstract

ABSTRAK Pandemi covid-19 berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.Peningkatan aktivitas dirumah seperti Work From Home dan School From Home memang memicu peningkatan jumlah sampah. Sampah plastik sekali pakai menjadi salah satu masalah yang sangat terasa pengaruhnya akibat peningkatan konsumsi masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak baik dan tidak sesuai standar dapat memicu masalah lingkungan dan sumber daya alam. Oleh karena itu, pengolahan sampah berkelanjutan sangat penting untuk memastikan lingkungan sehat dan bersih bagi generasi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini, peran masyarakat sangat penting untuk memastikan pengelolaan sampah yang baik dan efektif. Rancangan pusat pelatihan dan pemasaran produk limbah daur ulang berbasis industri kreatif di Kota Gorontalo dengan pendekatan arsitektur biomimikri direncanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pelaku industri kreatif yang membutuhkan fasilitas untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan juga menjadi salah satu cara menanggulangi banyaknya sampah yang dihasilkan akibat dampak dari covid-19. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pemasaran produk limbah daur ulang dan dapat membantu perekonomian dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Rancangan ini menggunakan teknik desain arsitektur biomimikri yang mengambil ide dari alam dan mengadaptasikannya ke dalam desain arsitektur.Dengan menggunakn metode pembahasan yaitu wawancara, observasi langsung, dokumentatif dan studi literatur. Proses perancangan dilakukan secara sistematis agar fasilitas tersebut dapat terwujud sesuai standar dan menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi industri kreatif di Kota Gorontalo. Kata kunci: Arsitektur Biomimikri, Perancangan Pusat Pelatihan dan Pemasaran, Limbah Daur Ulang ,Desain Arsitektur
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA PERANCANGAN KAMPUNG VERTIKAL DI KELURAHAN BIAWU KOTA GORONTALO Pombaile, Moh. Isra; Heriyati, Heriyati; Mahanggi, Rizal
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.43

Abstract

Jumlah penduduk di Kota Gorontalo terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, ini berlawanan dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas, yang menghasilkan pemukiman yang padat di beberapa bagian Kota Gorontalo, seperti di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan. Salah satu solusi untuk mengatasi situasi ini adalah dengan menciptakan konsep Kampung Vertikal. Ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan harga tanah yang terus melonjak. Ini bisa menjadi alternatif bagi warga dengan ekonomi yang tidak stabil atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Selain itu, tingkat kepadatan pemukiman di Kota Gorontalo juga mengakibatkan kurangnya area terbuka hijau dalam perkotaan. Penerapan prinsip arsitektur berbasis perilaku dalam desain bangunan kampung vertikal diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan gaya hidup para penghuninya. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah melakukan observasi lapangan dengan langsung mengamati kondisi eksisting seluruh wilayah yang akan diteliti, pengumpulan data primer yang dilakukan dengan metode wawancara masyarakat yang akan menjadi calon penghuni, sedangkan pengumpulan data sekunder yang dilakukan dengan metode studi literatur dengan menjelaskan latar belakang kampung vertikal, data iklim setempat dan identifikasi kondisi tapak yang akan menjadi lokasi perancangan. Hasil laporan yang diharapkan berupa konsep perancangan model kampung vertikal, dengan mempertimbangkan ruang-ruang tertentu untuk kebutuhan masyarakat seperti masjid, taman RTH, dan ruang publik untuk area sosial dan perdagangan. serta penerapann tema Arsitektur Perilaku pada rancangan Kampung Vertikal. Kata kunci: Kampung, Vertikal, lahan, Pemukiman, Perilaku
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PERANCANGAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DI KOTA GORONTALO Lantu, Nur Khalifa; Idji, Berni; Trumansyahjaya, Kalih
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.44

Abstract

Pembangunan infrastruktur pada tahun 2010 hingga 2017 yang dilakukan pada Kawasan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo dapat dikatakan sebagian bangunannya masih dianggap tertinggal, salah satunya yaitu Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo yang dinilai tidak dapat mengimbangi eksistensi kampus yang terus berkembang. Adapun permasalahan yang diangkat yaitu dengan bertambahnya program studi menyebabkan tingkat kebutuhan fasilitas bertambah, melihat kondisi bangunan Sekolah Pascasarjana tidak memungkinkan untuk adanya penambahan fasilitas yang dibutuhkan. Salah satu solusi yang dilakukan yaitu dengan merancang gedung Sekolah Pascasarjana berdasarkan dengan standar sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Perancangan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas yang dapat mendukung aktivitas akademik. Konsep perancangan ini dimulai dengan metode pengumpulan data primer dengan cara observasi lokasi dan melakukan wawancara dengan pihak terkait. Selain itu, menggunakan studi literatur dan studi banding terkait dengan judul perancangan. Hasil analisis dari data yang didapat akan diterapkan pada rancangan dan disesuaikan dengan kondisi tapak dan disesuaikan dengan prinsip-prinsip Arsitektur Tropis yang merupakan tema dari perancangan. Penerapan Arsitektur Tropis pada racangan yaitu bertujuan untuk menciptakan bangunan yang dapat merespon terhadap iklim sekitar, sehingga tercipta kenyamanan bagi pengguna di dalamnya. Hasil laporan berupa konsep perancangan dengan penerapan tema Arsitektur Tropis pada objek sebagai pedoman untuk melanjutkan rancangan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo. Kata kunci: Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Arsitektur Tropis
TANTANGAN IMPLEMENTASI BANGUNAN CERDAS DI INDONESIA Attaufiq, Muhammad Muhdi; Rahman, Misran
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.47

Abstract

Bangunan Cerdas adalah sistem operasional yang memanfaatkan teknologi dalam konstruksi dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan, dan keamanan melalui otomatisasi. Konsep ini telah berkembang secara global dan mulai diadopsi oleh berbagai bangunan di Indonesia. Artikel ini akan membahas implementasi bangunan cerdas di Indonesia serta tantangan yang dihadapi, dengan penekanan pada aspek sosial budaya masyarakat terhadap teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mencakup studi literatur dan hasil wawancara dengan pengguna serta pelaku industri konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan bangunan cerdas, terdapat beberapa kendala, seperti investasi awal yang tinggi, kurangnya infrastruktur pendukung, keterbatasan pengetahuan dan teknologi, serta tantangan sosial budaya dan regulasi yang ada. Penulis merekomendasikan beberapa langkah, antara lain meningkatkan kesadaran bersama antara pemerintah dan sektor swasta untuk menyediakan skema biaya yang terjangkau, melakukan pendampingan dan pelatihan dalam implementasi, melaksanakan pembangunan infrastruktur secara serentak di seluruh wilayah, serta pemerintah perlu menyiapkan regulasi dan menjalin kerjasama dengan sektor swasta dalam penyediaan teknologi dan sarana pendukung, di samping pentingnya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.
PERANCANGAN PERMUKIMAN NELAYAN DI DUSUN POLULUWA DESA BILUNGALA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Abdullah, Amalia; Heryati; Abdul, Nurnaningsih Nico
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.26

Abstract

Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Gorontalo, memiliki wilayah yang langsung berbatasan dengan garis pantai, salah satunya di Dusun Poluluwa Desa Bilungala. Sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Beberapa sarana dan prasarana dalam kawasan permukiman tersebut belum memenuhi standar, antara lain belum adanya fasilitas untuk kebutuhan nelayan berupa tambatan perahu, pasar yang masih belum dikelola dengan baik, belum ada gedung untuk menyimpan dan mengolah ikan hasil tangkapan, sirkulasi jalan yang belum maksimal, serta belum adanya area bersosialisasi antar masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang permukiman nelayan di Dusun Poluluwa agar dapat memberikan tempat yang nyaman bagi nelayan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dan mengamati perilaku masyarakat nelayan, serta menganalisis aspek-aspek lain yang dibutuhkan sehingga sesuai dengan kriteria perancangan yang diharapkan. Hasil desain berupa rancangan permukiman nelayan beserta sarana dan prasarana penunjangnya dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Perilaku.
PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO: - Sulaeman; Heryati; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.30

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
PERANCANGAN PASAR DUNGINGI DENGAN PENDEKATAN TROPIS Paramani, Moh. Reynaldi; Abdul, Nurnaningsih Nico; Dunggio, Mohamad Faisal
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.53

Abstract

Keberadaan pasar tradisional memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah dan merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. Saat ini kegiatan jual beli pada pasar tradisional meningkat, walaupun keberadaan pasar modern juga menyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat semakin banyak. Salah satu Pasar yang menampung banyak pedagang di area kota Gorontalo adalah Pasar Dungingi. Kondisi pasar pada umumnya sudah tidak layak lagi, nampak dari buruknya tampilan bangunan dikarenakan pasar ini mengalami kebakaran sebanyak 3 kali. Berdasarkan kondisi tersebut, pasar dungingi membutuhkan penanganan yang lebih baik lagi melalui perancangan secara seksama, dan untuk menciptakan bangunan yang bisa beradaptasi dengan kondisi iklim Gorontalo, maka akan di desain dengan tema arsitektur tropis yang fokus pada penyesuaian bangunan pasar terhadap lingkungan dan iklim sekitar, serta berupaya memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Rancangan bangunan Pasar Dungingi ditujukan untuk penempatan bangunan yang lebih efisien. Selain itu, permasalahan utama adalah ketidaklayakan bangunan setelah mengalami kebakaran, sehingga rancangan ini bertujuan agar bangunan pasar layak digunakan. Sebagai pasar yang banyak menampung pedagang dan pembeli, rancangan ini juga ditujukan agar lahan parkir dapat terealisasikan untuk meminimalisir kemacetan di sekitar Pasar Dungingi. Hasil dari perancangan ini meninjau hal-hal yang spesifik dari bangunan diantaranya yaitu syarat-syarat perencanaan konsep perancangan pasar dungigi yaitu meliputi konsep pengolaan tapak, konsep bentuk dan tampilan bangunan, konsep kelengkapan bangunan, konsep tata ruang dalam, serta konsep tata ruang luar.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI TANJUNG DULANG KABUPATEN BOLAANG MONGODNOW UTARA andi, Andi Rusyaid Lutfi; Idji, Berni; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.55

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menawarkan beberapa jenis objek wisata baik wisata alam maupun wisata sejarah. Ada beberapa obyek wisata alam yang terdapat di Bolaang Mongondow Utara, salah satunya yaitu pantai Tanjung Dulang. Pantai ini memiliki potensi alam yang sangat baik. Akan tetapi yang menjadi permasalahan di lokasi wisata pantai Tanjung Dulang ini adalah belum dikembangkan seluruh potensinya, artinya bahwa belum adanya fasilitas kepariwisataan yang dapat di tawarkan bagi pengunjung. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang kawasan wisata pantai Tanjung Dulang melalui fasilitas penunjang kepariwisataan dengan penerapan arsitektur Neo Vernakular. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data. Jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan sekunder. Kemudian mengidentifikasi kondisi yang ada pada site, dari hasil identifikasi kemudian dianalisa dan menghasilkan konsep perancangan kawasan wisata pantai dengan ciri khas budaya lokal, namun dikemas dalam bentuk yang lebih baru. Tahap untuk mencapai sebuah hasil desain kawasan wisata pantai dimulai dari mencari tinjauan umum berupa teori-teori dan studi preseden tentang kawasan wisata pantai, mengumpulkan data-data, menganalisa data yang telah didapat untuk dijadikan acuan perancangan yang menghasilkan desain. Hasil dari penelitian ini berupa kawasan wisata pantai dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular.
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KHUSUS NARKOTIKA DI PROVINSI GORONTALO Dalu, Murni; Kalih Trumansyahjaya; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.57

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kondisi Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia telah terjadi kelebihan kapasitas dimana jumlah penghuni lebih banyak dibanding jumlah kapasitas yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Indonesia. Kelebihan kapasitas juga terjadi pada Lembaga Pemasyarakatan di Provinsi Gorontalo. Jumlah kasus yang tinggi dan tidak adanya Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Gorontalo mengakibatkan para narapidana kejahatan narkoba ditahan di Lembaga pemasyarakatan umum yang mengakibatkan kelebihan kapasitas di beberapa Lembaga Pemasyarakatan. Dampak yang ditimbulkan karena akibat tidak adanya pemisahan narapidana narkotika adalah interaksi sesama narapidana yang tidak dapat ditahan dan akibat dari interaksi tersebut dapat menimbulkan hal negatif seperti saling mengajarkan cara melakukan kejahatan antar sesama narapidana. Rancangan lembaga pemasyarakatan ini bertujuan untuk mewujudkan desain lembaga pemasyarakatan yang mampu secara optimal menaungi dan membina narapidana khusus narkotika di Provinsi Gorontalo. Proses pengerjaan tugas akhir yang meliputi akar permasalahan/latar belakang hingga penentuan konsep perancangan nantinya akan diterapkan dalam proses perancangan pada Tugas akhir mendatang yang meliputi gambar desain rancangan. Metode Perancangan yang digunakan mencakup tiga poin penting yaitu pengumpulan data, analisis dan konsep perancangan. Hasil perancangan lembaga pemasyarakatan ini berlokasi di jalan Sude Kau, kelurahan Hutuo, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang menerapkan tema arsitektur perilaku dalam denah bangunan hunian yang memudahkan petugas dalam penjagaan, menerapkan prinsip arsitektur perilaku yang mampu berkomunikasi dengan manusia pada fasad bangunan dan penegasan teritori dalam penataan layout secara kasawan.
POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI PROVINSI GORONTALO Hinelo, Alif Mohammad; saman, satar; Trumansyahjaya, Kalih
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.76

Abstract

Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan bangsa, termasuk di bidang kelautan dan perikanan. Di Provinsi Gorontalo, yang kaya akan sumber daya maritim, terdapat kebutuhan mendesak akan institusi pendidikan yang fokus pada kelautan dan perikanan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Gorontalo di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk menyediakan pendidikan vokasi yang berkualitas, menghasilkan lulusan yang kompeten di sektor kelautan dan perikanan. Tantangan saat ini adalah belum tersedianya desain Politeknik dengan pendekatan Arsitektur Ekologis yang dapat memenuhi kebutuhan ruang hingga 15 tahun mendatang dan mencerminkan karakter lembaga maritim. Tujuan dari kajian ini adalah merancang bangunan Politeknik Kelautan dan Perikanan Gorontalo dengan pendekatan arsitektur ekologi yang mengedepankan keseimbangan antara lingkungan alam dan buatan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah konsep perancangan arsitektur yang diterapkan pada objek perancangan Politeknik Kelautan dan Perikanan dengan menggunakan arsitektur ekologi.

Page 3 of 4 | Total Record : 37