cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
ijba.pv@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijba.pv@ung.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Sekolah Vokasi UNG, Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin No. 35 (Eks. Jl Raden Saleh) Kel. Limba U2 Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo 96115 Telp. (0435) 821125. 825424 Faksmile (0435) 821752 email : sekolahvokasiung@ung.ac.id
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Building Architecture
ISSN : 29861071     EISSN : 29885531     DOI : https://doi.org/10.56190/jba.v1i1
Core Subject : Education, Art,
Journal Of Building Architecture (JBA) is a peer-reviewed journal published twice a year ( April and October) by the Vocational Program of the State University of Gorontalo. The Vocational Journal of Science and Technology provides direct open access to its content. The aim of this journal is to provide the expression of ideas, as well as places for knowledge fields that can understand applied science and technology issues and knowledge, with a new space of journals covering the fields of science and technology. applied science and technology research including Mathematics, Physics, Technology, and Informatics.
Articles 37 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA KANTOR BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KOTA GORONTALO Adam, Rafli; Ernawati; Nur Mutmainnah
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.78

Abstract

Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo, sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Kota Gorontalo, yang dilalui oleh Sesar Gorontalo, sering mengalami bencana dan pada tahun 2024, ribuan warga harus mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo bertanggung jawab atas penanganan bencana, namun menghadapi beberapa kendala seperti kurangnya perhatian pemerintah, minimnya pengetahuan masyarakat, dan keterbatasan fasilitas. Meskipun terdapat Rencana Nasional Penanggulangan Bencana, implementasinya di tingkat lokal masih menghadapi tantangan. Salah satu masalah utama adalah kurangnya prioritas terhadap BPBD, seperti penempatan kantor yang kurang strategis dan minimnya program edukasi masyarakat. Untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, disarankan untuk merekonstruksi kantor BPBD dengan desain yang lebih fungsional dan modern. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan respons terhadap bencana dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Metodologi pembahasan yang dipakai adalah metode analisis dan metode sintesis, tahap analisis melibatkan studi literatur dan proyek sejenis, sedangkan tahap sintesis digunakan untuk menarik kesimpulan dan merumuskan konsep arsitektur. Hasil yang akan diperoleh yaitu desain dari perancangan Kantor BPBD Kota Gorontalo yang memenuhi standar kebutuhan ruang dengan pendekatan arsitektur futuristik di lokasi yang lebih strategis.
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA KAWASAN PELATIHAN TAKTIS RESERSE KRIMINAL DI GORONTALO Allen, Jansen; Trumansyahjaya, Kalih; Rahmayanti
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Kawasan Pelatihan Taktis Reserse Kriminal di Gorontalo dengan pendekatan arsitektur perilaku. Kawasan ini dirancang dengan tujuan sebagai fasilitas pelatihan yang mendukung pengembangan keterampilan dan bagi anggota Kepolisian yang bertugas sebagai reserse kriminal maupun anggota melalui simulasi berbasis skenario. Pendekatan arsitektur perilaku digunakan untuk menciptakan lingkungan pelatihan berbasis skenario terhadap kebutuhan aktivitas pelatihan, yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah di lapangan, dan pengambilan keputusan. Proses perancangan melibatkan analisis kebutuhan ruang berdasarkan perilaku pengguna, studi kasus fasilitas pelatihan serupa, serta wawancara dengan pihak kepolisian dan ahli terkait. Hasilnya adalah konsep desain yang mencakup elemen fungsional, psikologis, dan estetika. Desain ini juga memperhatikan aspek keamanan, juga melatih pemikiran, respon terhadap konflik, pengendalian emosi serta profesionalisme. Dengan pendekatan arsitektur perilaku, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelatihan anggota, memperkuat koordinasi tim, serta mendukung efektivitas tiap individu yang mengikuti pelatihan untuk menyelesaikan tiap kasus kriminal dengan integritas, transparansi, dan ketegasan dalam penegakan hukum. Konsep ini juga berpotensi menjadi model bagi pengembangan fasilitas serupa di wilayah lain.
PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU PADA KANTOR BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BONE BOLANGO SYAHRAIN, SULEMAN; Djailani, Zuhriati A.; syafriyani
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.83

Abstract

Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone Bolango menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas, seperti kurangnya ruang kerja yang memadai, efisiensi energi yang rendah, serta kurang optimalnya kualitas pelayanan publik. Kondisi ini berdampak negatif terhadap produktivitas pegawai dan kenyamanan pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang kantor BPS dengan menerapkan konsep Arsitektur Hijau guna menciptakan bangunan yang fungsional, efisien, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed methods dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui survei lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur. Analisis dilakukan secara komprehensif terhadap aspek lokasi, tapak, fungsi, bentuk, sirkulasi, serta sistem bangunan. Prinsip-prinsip utama yang diterapkan dengan pendekatan arsitektur hijau meliputi efisiensi energi melalui desain pasif, konservasi air melalui pengelolaan limbah cair, penggunaan material ramah lingkungan, dan adaptasi terhadap iklim tropis lokal. Hasil dari rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mendukung inovasi pelayanan, memperkuat peran BPS sebagai penyedia data statistik yang akurat, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna. Selain itu, bangunan ini dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui penerapan sistem energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan rancangan ini, kantor BPS Kabupaten Bone Bolango diharapkan dapat menjadi contoh penerapan arsitektur hijau yang tidak hanya mendukung fungsi administratif, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di wilayah setempat.
ANALISIS DAN REDESAIN RUANG KULIAH INDUSTRI 2.8 GEDUNG FAKULTAS TEKNIK KAMPUS 4 UNG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU syafriyani, Ririn; Ngiu , Siti Revalina T.; heryati
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis atribut perilaku ruang, yang meliputi aspek privasi, aksesibilitas, dan teritorialitas, pada ruang kuliah Industri 2.8 di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, penelitian ini mengadopsi metode kualitatif berbasis etnografi untuk memahami hubungan antara pengguna dan ruang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, dokumentasi, serta analisis behavioral mapping melalui pendekatan place centered dan person centered. Hasil temuan menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memilih posisi duduk yang memberikan rasa privasi, menggunakan jalur akses tercepat untuk efisiensi mobilitas, serta membentuk zona-zona teritori di sekitar ruang kuliah. Permasalahan yang teridentifikasi mencakup keterbatasan ruang penyimpanan tas, ketidakteraturan area parkir akibat tidak adanya garis batas, serta kurangnya kapasitas rak helm. Oleh karena itu, rekomendasi desain yang diajukan mencakup penambahan fitur penyimpanan pada kursi, pengaturan ulang area parkir dengan pembatas visual, dan perluasan fasilitas penyimpanan helm. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan desain ruang kampus yang lebih adaptif terhadap perilaku dan kebutuhan penggunanya.
PERANCANGAN INSTITUT SENI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR REGIONALISME Olii, Tiara Syaharani; Ernawati; heryati
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.88

Abstract

Gorontalo merupakan provinsi dengan budaya yang sangat beragam. Keberadaan budaya tersebut terlihat pada berbagai aktivitas masyarakat Gorontalo, seperti, upacara-upacara adat, kegiatan sosial ekonomi, dan kegiatan kesenian lainnya yang dilakukan secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat. Keanekaragaman budaya ini terus hidup dan berkembang serta menjadi sumber daya berharga dalam kehidupan masyarakat Provinsi Gorontalo. Gorontalo juga beberapa kali menjuarai lomba seni seperti FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) pada beberapa cabang lomba yaitu musik, tari, kriya dan lain sebagainya. Pendidikan seni bukanlah pendidikan yang ada hanya karena kebutuhan akan kompetisi seni, namun sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Menghadapi globalisasi yang terjadi, pendidikan seni berpedoman pada pendekatan multikultural agar dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat. Oleh karena itu perlu dibangun perguruan tinggi dibidang kesenian atau disebut Institut Seni Gorontalo. Adapun beberapa minat dan bakat mahasiswa bisa dijadikan potensi untuk merancang beberapa fakultas di Institut Seni Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang akan digunakan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang permasalahan yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, studi literatur dan studi banding. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada dalam mendesain Institut Seni Gorontalo. Pendekatan Arsitektur Regionalisme dapat menjadi solusi pada penggunaan unsur lokal yang juga desainnya menyesuaikan dengan kondisi iklim dan lingkungan, tidak hanya pada tradisinya saja. Kata kunci: Perancangan Institut, Seni, Gorontalo, Regionalisme
AKADEMI SEPAK BOLA DI PROVINSI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Julistya, Mohammad Tezhar; Trumansyahjaya, Kalih; Ernawati
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.90

Abstract

Akademi sepakbola merupakan fasilitas Pendidikan yang menggabungkan pelatihan sepakbola dan Pendidikan formal bagi anak-anak usia 6 hingga 17 tahun, yang bertujuan mengembangkan kemampuan mereka menjadi pesepakbola professional. Akademi sepakbola memiliki peran penting dalam mempersiapkan para pemain, seperti melalui Pendidikan formal. Model akademi sepakbola di Eropa, seperti Manchester United Academy, La Masia Barcelona dan Juventus Soccer School, menunjukkan pentingnya Pendidikan formal bagi pemain muda. Indonesia memiliki berbagai tantangan dalam pembinaan sepakbola usia dini, seperti kurangnya sarana, pengetahuan dasar sepakbola, serta disiplin dan mental yang kuat. Gorontalo, sebagai salah satu provinsi di Indonesia, juga mengalami kekurangan dalam hal klub sepakbola yang kompetitif di timgkat nasional. Minimnya Pendidikan sepakbola usia dini dan fasilitas pendukung menjadi salah satu factor penghambat. Meskipun demikian, potensi sepakbola di Gorontalo cukup besar dengan hadirnya beberapa klub yang berlaga di liga provinsi dan sekolah sepakbola (SSB). Perancangan sebuah akademi sepakbola di Gorontalo dengan pendekatan arsitektur futuristic diusulkan untuk menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas sepakbola di wilayah tersebut. Akademi ini diharapkan dapat menyediakan fasilitas yang memadai, termasuk asrama, lapangan Latihan, ruang kelas, gym, dan ruang medis, sehingga mampu mengembangkan bakat local dan menghasilkan pemain sepakbola berkualitas yang mampu bersaing di kancah nasional. Kata Kunci: Akademi Sepakbola, Futuristik, Gorontalo
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOFILIK PADA LAB SCHOOL (TK, SD, SMP) UNG Herlambang, Anggitha Savitri; saman, satar; Trumansyahjaya, Kalih
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.66

Abstract

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) merupakan perguruan tinggi yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan Program Sarjana Pendidikan (PSP) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna memenuhi kebutuhan pendidik yang berkompeten di Indonesia. Salah satu upaya menghasilkan calon guru yang berkualitas dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan adanya Labschool yang berfungsi sebagai sekolah sekaligus tempat latihan praktik mengajar dan inovasi kependidikan lainnya untuk mahasiswa pendidikan. Labschool sangat penting dalam mendukung LPTK karena tanpa Labschool, LPTK akan sulit meningkatkan keterampilan mengajar dari para calon guru dan menguji cobakan hasil-hasil penelitian. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai salah satu LPTK yang terintegrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab menghasilkan lulusan calon guru yang berkualitas. Upaya tersebut sudah dilakukan salah satunya dengan adanya Labschool yang menunjang program PPG, yaitu TK Dumhil UNG dan Sekolah Dasar Laboratorium UNG. Tujuan dari perancangan ini yaitu bagaimana membuat kawasan pendidikan binaan UNG dengan fasilitas yang lengkap dan layak serta untuk mendukung program pemerintah pendidikan 9 tahun, mulai dari pendidikan usia dini (TK) dan pendidikan dasar (SD dan SMP). Metode penelitian menggunakan dua cara utama pengumpulan data, yakni data primer dengan melakukan survey lokasi dan wawancara dengan pihak terkait judul tugas akhir. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah arsitektur biofilik karena manfaat integrasi desain biofilik pada bangunan sekolah dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan mental, kesehatan fisik, dan fungsi otak. Kata kunci: Perancangan, Labschool, Arsitektur Biofilik

Page 4 of 4 | Total Record : 37