cover
Contact Name
Fernadiksa Rasta Putra Pratama
Contact Email
jtpdmunublitar@gmail.com
Phone
+6281555326717
Journal Mail Official
jtpdmunublitar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
ISSN : 28078527     EISSN : 28083962     DOI : 10.28926
JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): distributes articles related to meta-analysis (including systematic reviews) and research and suggestions for the teaching and learning process in Elementery school, junior high school, and senior high school. In addition, JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): presents articles that link the latest research in the fields of teacher education, child development, learning psychology, inclusion, special education, teaching strategies and innovations, and educational assessment, all of which are related to the basics of education.
Articles 227 Documents
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Materi Kepahlawanan dan Patriotisme melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas IV SD Negeri Pandanlaras Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Zaini, Ahmad
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.782

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV pada materi kepahlawanan dan cinta tanah air menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di SDN Pandanlaras Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK terdiri dari dua siklus yang masing-masing memiliki dua kali pertemuan. Kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksi disertakan dalam setiap siklus. 30 siswa kelas IV SDN Pandanlaras, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Subjek penelitian meliputi 17 laki-laki dan 13 perempuan. Tes (pilihan ganda) dan observasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada setiap akhir pertemuan siklus. Instrumen yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda dan lembar observasi proses pembelajaran guru dan siswa. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Siswa kelas IV SDN Pandanlaras Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo menggunakan metode pembelajaran kooperatif gaya jigsaw untuk belajar tentang kepahlawanan dan cinta tanah air sehingga terjadi peningkatan prestasi belajar. Pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 61 menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa pada ketuntasan pratindakan baru mencapai 30 persen dengan nilai rata-rata 58,67 yang menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Pada siklus I nilai rata-rata ketuntasan prestasi belajar siswa adalah 67,33 atau 60%. Terjadi peningkatan sebesar 30% dari tahap pra tindakan ke siklus I. Selain itu, 83% siswa pada siklus II memperoleh nilai KKM 61, dengan nilai rata-rata 75. Dengan nilai rata-rata 7,67, selisih nilai antara siklus I dan II adalah 23%. Mengingat temuan sebelumnya, diharapkan semua siswa akan berpartisipasi dalam diskusi kelompok kecil dan kegiatan pembelajaran dalam pelajaran IPS dan dapat berkolaborasi secara efektif dengan siswa lain dan guru.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tema Lingkungan Sahabat Kita pada Materi Pokok Usaha Pelestarian Lingkungan melalui Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange Siswa Kelas V SD Negeri Batur III Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Suhartijo, Suhartijo
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri Batur III dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Rotating Trio Exchange. Jenis penelitian ini disebut penelitian tindakan kelas. Sebanyak 29 siswa kelas V menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, lembar observasi aktivitas pembelajaran, dan tes hasil belajar. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif. Studi ini menunjukkan bahwa siswa kelas V SD Negeri Batur III dapat memanfaatkan model pembelajaran kooperatif Rotating Trio Exchange untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar bidang tematik konten IPA mereka. Terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa pada setiap siklusnya. Persentase rata-rata siswa yang terlibat aktif dalam pembelajarannya pada siklus I adalah 53,58 persen, dan pada siklus II persentase tersebut meningkat menjadi 72,41 persen. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan proporsi hasil belajar siswa yang tuntas. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 100% pada siklus II setelah naik menjadi 75,86% pada siklus I dari 44,83 persen pada pra siklus.
Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran PKN Materi Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Metode Value Clarification Technique (VCT) pada Siswa Kelas V SDN Tulupari Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2021/2022 Sumari, Sumari
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.808

Abstract

Pengajar mata pelajaran PKn yang mencakup Memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia mengharapkan hasil yang sangat berbeda dengan tes formatif dan metode pembelajaran konvensional. Karena hanya empat dari 18 siswa yang mengikuti pelajaran yang memenuhi standar KKM, maka tingkat ketuntasan tercapai sebesar 22,22%. Masih jauh dari tingkat ketuntasan belajar yang diharapkan, yaitu minimal 75%. Menurut KKM, 14 siswa belum menyelesaikan mata kuliah atau 77,78% yang menunjukkan bahwa pengajaran guru masih belum efektif. Penulis memfokuskan permasalahan tersebut dan merumuskannya setelah mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang ada: Apakah metode Teknik Klarifikasi Nilai (VCT) dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia di SDN Tulupari, Kecamatan Tiris? Pada Sabtu, 30 September 2017, dilakukan pra siklus. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Pada 7 Oktober 2017 telah dilaksanakan pembelajaran Siklus I. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Learning Cycle kedua berlangsung pada 21 Oktober 2017. Terdapat dua pembelajaran dan dua kali pertemuan 70 menit. 77,8% dan 22,2% siswa tidak menyelesaikan pendidikan mereka selama pra-siklus. Pada pembelajaran Siklus I, 55,5 persen siswa menyelesaikan tugasnya, sedangkan 44,5% tidak menyelesaikannya. Pada siklus II, 83,3 persen siswa menyelesaikan tugasnya, sedangkan 16,7% tidak menyelesaikannya. Setelah peningkatan pembelajaran dilaksanakan, tingkat keberhasilan, atau persentase siswa yang menyelesaikan pendidikannya meningkat secara signifikan. Hasil tes pra siklus menunjukkan rata-rata hanya 65,50; 85 pada siklus kedua; dan 71,10 pada siklus pertama.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Debit melalui Model Pembelajaran Matematika Realistik pada Siswa Kelas VI SDN Bremi II Kabupaten Probolinggo Ruliyah, Ruliyah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.809

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Bremi II Lokal Krucil Probolinggo dengan menggunakan Model Pembelajaran Matematika Realistik. Sikap siswa selama pembelajaran dan hasil belajar kognitif merupakan contoh hasil belajar. Kajian ini merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di ruang belajar pada wali kelas pendidik. Variasi model Kemmis dan McTaggart digunakan dalam strategi penelitian ini, yang dibagi menjadi dua siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Tiga puluh lima siswa kelas enam dari SDN Bremi II berpartisipasi dalam penelitian ini. Investigasi kami berfokus pada hasil penggunaan model pembelajaran matematika realistik untuk belajar matematika. Metode pengumpulan data meliputi persepsi dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Matematika Realistik dapat bermanfaat bagi siswa kelas VI SDN Bremi II Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Menggunakan masalah dunia nyata, menggunakan alat bantu visual, mendiskusikan hasil, dan memahami konsep adalah bagian dari Model Pembelajaran Matematika Realistik. Instruktur kemudian membahas hubungan antara prosedur standar dan rumus dan konsep matematika lainnya. Siswa tidak langsung memahami rumus; melainkan agar mereka memahami konsepnya, mereka dilibatkan langsung dalam pengamatan melalui penggunaan alat bantu visual dan diskusi kelompok. Tiga siswa (20%) mencapai KKM pada hasil pra tindakan, meningkat menjadi 18 siswa (53,33%) pada siklus I dan 28 siswa (80%) pada siklus II. Siklus I terlihat rata-rata sikap 58,33 persen, sedangkan siklus II terlihat rata-rata sikap 77,5 persen. Dengan demikian, siswa kelas VI SDN Bremi II Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo dapat memanfaatkan Model Pembelajaran Matematika Realistik untuk meningkatkan hasil belajar matematika mereka.
Peningkatan Kemampuan Guru Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka melalui Pelatihan oleh Pengawas di SMK Islam Penanggungan dan SMK Bhakti Indonesia Medika Jannah, Nur
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.814

Abstract

Guru harus mampu membuat rencana pelajaran langsung dengan cara yang mendorong pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan menarik. Guru di SMK Islam Penanggungan dan SMK Bhakti Indonesia Medika sebaliknya telah melakukan pengamatan awal, dan akibatnya Modul Pengajaran Kurikulum Mandiri tidak berjalan seperti yang diharapkan. SMK Indonesia Medika Bhakti Kunjungi SMK Islam Penanggungan dan SMK Bhakti Medika Indonesia baik online maupun offline untuk melakukan riset. Studi berlangsung pada tahun 2022 antara Juli dan Agustus. Sebanyak 48 guru dari SMK Islam Penanggungan dan SMK Bhakti Medika Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian Tindakan Sekolah merupakan salah satu jenis refleksi diri yang dilakukan oleh para pelaku pendidikan di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemahaman praktik tersebut, dan kondisi pelaksanaannya. Penelitian ini disebut Penelitian Tindakan Sekolah. Berdasarkan temuan penelitian, pembinaan pengawas berpotensi meningkatkan kemampuan guru dalam membuat Modul Pengajaran Kurikulum Mandiri melalui pelatihan. Salah satu indikator keberhasilan penelitian tindakan sekolah adalah 100% guru sangat baik dalam membuat Modul Pengajaran Kurikulum Mandiri.
Penerapan Metode Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matapelajaran PKn Materi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas V SDN Klenang Lor II Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2019 Mansur, Abu
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.817

Abstract

Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian formatif pada kelas PKn yang mencakup materi Memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia belum sesuai dengan harapan guru. Hanya empat dari 18 siswa yang mengikuti pembelajaran dan memenuhi standar KKM yang mencapai tingkat ketuntasan sebesar 22,22 persen. Masih jauh dari perkiraan tingkat penyelesaian 75%. Pembelajaran guru masih jauh dari efektif, dibuktikan dengan 14 siswa atau 77,78 persen belum menyelesaikan KKM. Penulis memfokuskan masalah tersebut dan merumuskannya sebagai berikut setelah mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang ada: Apakah siswa kelas V SDN Klenang Lor II Kabupaten Banyuanyar dapat memanfaatkan metode Value Clarification Technique (VCT) dalam pembelajaran? Ada tiga tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, yaitu: pra siklus, siklus awal, dan siklus selanjutnya. Pada tanggal 29 September 2018, Pra-Siklus dimulai. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Pada tanggal 7 Oktober 2017 telah dilaksanakan pembelajaran Siklus I. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Learning Cycle kedua berakhir pada 21 Oktober 2017. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. 77,8% dan 22,2% siswa tidak menyelesaikan pendidikan mereka selama pra-siklus. Tindakan siklus I diselesaikan oleh 55,5 persen siswa, tetapi 44,5% tidak. Pada siklus II, 83,3 persen siswa menyelesaikan tugasnya, sedangkan 16,7 persen tidak menyelesaikannya. Setelah peningkatan pembelajaran dilaksanakan, tingkat keberhasilan, atau persentase siswa yang menyelesaikan pendidikannya, meningkat secara signifikan. Rata-rata hasil tes pra siklus hanya 65,50; 85 pada Siklus II dan 71,10 pada Siklus I.
Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Materi Gerak Tari sesuai dengan Level dan Pola Lantai dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VIIB SMP Negeri 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek Hardjono, Herastuty
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.822

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran obyektif tentang Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Materi Gerak Tari Sesuai Dengan Level Dan Pola Lantai dengan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas VIIB SMPN 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Spiral Kemmis dan Mc Taggart. Secara garis besar terdapat empat tahapan yang biasa dilalui, yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) pengamatan (observing), (4) refleksi (reflecting). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMPN 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 24 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Pemilihan subyek penelitian ini didasarkan bahwa peneliti adalah wali kelas VII B di SMPN 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 sehingga dapat mempermudah jalannya penelitian. Pembelajaran dengan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMPN 1 Bendungan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 60,00 pada studi awal, menjadi 70,00 pada siklus pertama dan 77,92 pada akhir siklus 2, sedangkan tingkat ketuntasan belajar baru mencapai angka 9 siswa atau 37,50% pada studi awal dan 15 siswa atau 62,50 pada siklus 1. Kemudian setelah diadakan siklus 2 ketuntasan belajar mencapai angka 22 siswa atau 91,67% dan masih terdapat dua siswa yang belum tuntas belajarnya atau sebesar 8,33%.
Meningkatkan Prestasi dan Keaktifan Belajar Tema 1 Subtema Tumbuhan Sahabatku pada Siswa Kelas VI A Semester Ganjil di SDN Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2022/2023 Hendratik, Yayuk
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.825

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap siswi kelas 6 SDN Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada penelitian ini menggunakan 3 siklus. Adapun hasil dari siklus I bahwa 41 % siswa mencapai batas tuntas dan 59 % masih belum mencapai batas tuntas, serta nilai rata-rata yang diperoleh adalah 71.5. Berdasarkan hasil tes siklus II diperoleh hasil bahwa sebanyak 34 siswa terdapat 21 siswa atau 62% yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai standar ketuntasan 75, sedangkan sisanya sebanyak 13 siswa atau 38 % masih belum mencapai batas tuntas. Adapun hasil tes siklus III diperoleh hasil bahwa sebanyak 34 siswa terdapat 31 siswa atau 91% yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai standar ketuntasan 75, sedangkan sisanya sebanyak 3 siswa atau 9 % masih belum mencapai batas tuntas. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Prestai Belajar Siswa Tema 1 Subtema Tumbuhan Sahabatku Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Card Sort Kelas VI A Semester Ganjil Di SDN Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2022/2023 mengalami peningkatan.
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble pada Tema 1 Subtema 2 Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia Siswa Kelas III Semester Ganjil di SDN Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2021/2022 Khamim, Nur
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.826

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN Doko Kecamatan Ngsem Kabupaten Kediri dengan subyek penelitian siswa kelas 3 semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian tindakan. Adapun penelitian ini terdapat 3 siklus yang masing-masing memuat planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Hasil tes pada siklus I diperoleh hasil bahwa sebanyak 29 siswa hanya terdapat 15 siswa atau 52 % yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai standar ketuntasan 75, sedangkan sisanya sebanyak 14 siswa atau 48 % masih belum mencapai batas tuntas. Sedangkan hasil pada siklus II menunjukkan bahwa dari 29 siswa, terdapat 21 siswa atau 72%, yang telah mencapai ketuntasan belajar. Sebanyak 8 siswa atau 38% belum mencapai ketuntasan belajar. Adapun hasil dari siklus III menunjukkan bahwa dari 29 siswa, terdapat 27 siswa atau 93%, yang telah mencapai ketuntasan belajar. Sebanyak 2 siswa atau 7% belum mencapai ketuntasan belajar. Dari hasil perkembangan dari siklus 1 hingga siklus 3 dapat disimpulkan bahwa penerapan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dapat Meningkatkan Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Tema 1 Subtema 2 Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Siswa Kelas III Semester Ganjil Di SDN Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2021/2022.
Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Wonodadi terhadap Materi Faktorisasi Prima untuk Menentukan FPB dan KPK melalui Metode Demonstrasi Maslakah, Binti
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.827

Abstract

Penelitaian ini dilatar belakangi mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik dimulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas yang bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berfikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif peserta didik kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memenuhi kemampuan, memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, pasti dan komprehensif. Seperti halnya yang terjadi pada pembelajaran di awal Semester I Tahun Ajaran 2016/2017 di kelas VII A SMPN 1 Wonodadi Blitar. Pada pelaksanaan pembelajaran matematika dengan materi pokok “Penggunaan Faktorisasi Prima Dalam Menentukan FPB Dan KPK”, dari 32 peserta didik kelas VII A hanya 9 anak yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 30% peserta didik yang mampu menguasai materi. Berdasarkan perhitungan di atas dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu rendahnya tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran matematika serta peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan uraian latar belakang dapat dibentuk rumusan masalah sebagai berikut : “Bagaimana cara meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika penggunaan faktorisasi prima dalam menentukan FPB dan KPK kelas VII A dengan menerapkan metode demonstrasi sebagai media pembelajaran?” Melalui hasil temuan refleksi dan diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya penguasaan dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran matematika. Hasil dari perbaikan mata pelajaran matematika dibuktikan dengan peningkatan hasil nilai evaluasi peserta didik. Dari 32 peserta didik pada siklus I hanya 13 peserta didik yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 32,5%. Pada siklus II perbaikan pembelajaran terdapat 18 peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 atau setara dengan 45%, dan pada siklus III peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 sebanyak 21 peserta didik atau setara dengan 64%.