cover
Contact Name
Rohmani
Contact Email
rohman.orgos@gmail.com
Phone
+6282278500908
Journal Mail Official
rohman.orgos@gmail.com
Editorial Address
jl cempaka 21 c Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran
Published by PT. Ruang Publikasi
ISSN : -     EISSN : 30466857     DOI : https://doi.org/10.70294/09tha633
Core Subject : Education,
Rukasi: The Scientific Journal of Educational and Learning Development adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran yang diterbitkan oleh ruang publikasi ilmiah dan diterbitkan 6 kali setahun, yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September , November. Rukasi sebagai jurnal ilmiah memiliki tujuan menjadi pusat publikasi untuk perkembangan ilmiah di masa depan dan sebagai referensi bagi para peneliti dalam menerbitkan hasil penelitian mereka. Lingkup dan fokus Rukasi terkait dengan pengembangan penelitian dan studi literatur di bidang pendidikan dan pembelajaran.
Articles 42 Documents
Implementasi Program Membaca 15 Menit Oleh Guru dalamPengembangan Kosakata dan Pemahaman Bacaan di Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama Desy Eka Ayu Ningrum; Adi Permana; Elisa Anandari
RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 03 (2026): RUKASI Edisi Mei
Publisher : Ruang Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70294/nv5n4y12

Abstract

Kemampuan membaca berperan penting dalam pengembangan kosakata dan pemahaman bacaan siswa, termasuk di Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang menerapkan pembelajaran bilingual. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program membaca 15 menit oleh guru serta perannya dalam mengembangkan kosakata dan pemahaman bacaan siswa di Sekolah Victory Plus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi selama sepuluh pertemuan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program membaca 15 menit terlaksana dengan tingkat keterlaksanaan sebesar 96%. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, model pembaca, serta pembimbing dan evaluator. Guru juga secara konsisten memperkenalkan kosakata baru dengan rata-rata 2,9 kata pada setiap pertemuan serta melakukan diskusi untuk mengukur pemahaman bacaan siswa. Kendala yang ditemukan ialah keterlibatan siswa yang belum optimal (80%) akibat keterbatasan ketersediaan buku bacaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program membaca 15 menit lebih ditentukan oleh kualitas pendampingan guru daripada durasi kegiatan, serta memberikan gambaran empiris mengenai pelaksanaan program literasi di sekolah SPK.
Improving Elementary School Students' Mathematical Literacy and Character through Ethnomathematics and Deep Learning in the Era of the Industrial Revolution 4.0 Santy Widiani
RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 04 (2026): RUKASI Edisi Juli
Publisher : Ruang Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70294/j15hyr87

Abstract

Technological developments in the Industrial Revolution 4.0 era demand learning innovations that focus not only on knowledge but also on character building and digital literacy. This study aims to develop and test the effectiveness of an integrative learning model based on ethno-mathematics and deep learning to improve the mathematical literacy and character of elementary school students. A mixed methods quasi-experimental design was used in two classrooms in Bandung City, using a mathematical literacy test, character observation, and interviews as instruments. The results showed a significant increase in mathematical literacy in the experimental class compared to the control class (p < 0.05) with an effect size of 1.12. Qualitative findings indicated that students were better able to relate mathematical concepts to local cultural contexts. In conclusion, this integrative learning model effectively strengthens conceptual understanding, personalized learning, and student character, and provides theoretical and practical contributions to the development of culture- and technology-based mathematics learning in line with 21st-century demands.