cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 757 Documents
PERANCANGAN PROTOTIPE DISPENSER CERITA BERBASIS EXPERIENTIAL MARKETING PADA KERETA API BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO Devano Nanda Oktova Latief; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82335

Abstract

Perkembangan layanan transportasi saat ini tidak hanya dinilai dari fungsi utamanya untuk perpindahan tempat, melainkan juga dari pengalaman emosional yang dirasakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe dispenser cerita berbasis experiential marketing pada Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS). Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengadopsi model pengembangan Borg & Gall yang disederhanakan menjadi empat tahap, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di dalam gerbong serta wawancara terhadap empat orang responden penumpang KA BIAS. Hasil penelitian ini menghasilkan rancangan prototipe bernama "Cerita Selintas", yaitu media dispenser cerita yang mencetak lembar esai populer yang mudah dipahami oleh pembaca umum. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli di bidang Desain Komunikasi Visual, aspek konsep prototipe, identitas visual, dan aplikasi media memperoleh penilaian sangat sesuai. Secara keseluruhan, rancangan prototipe ini dinyatakan layak digunakan dan dapat menjadi alternatif pengembangan pengalaman penumpang
Pengaruh Terpaan Sinetron Asmara Gen Z Terhadap Persepsi Komunikasi Empatik Pada Generasi Z Vita Achmada; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82359

Abstract

Media massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk persepsi individu terhadap realitas sosial. Sinetron Asmara Gen Z merupakan salah satu tayangan yang banyak dikonsumsi Generasi Z dan mengangkat berbagai dinamika kehidupan remaja yang sarat dengan nilai emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terpaan sinetron Asmara Gen Z terhadap persepsi komunikasi empatik pada Generasi Z berdasarkan Teori Kultivasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 117 responden Generasi Z yang pernah menonton Asmara Gen Z. Variabel terpaan sinetron diukur melalui dimensi frekuensi, durasi, dan atensi, sedangkan persepsi komunikasi empatik diukur berdasarkan konsep Carl R. Rogers yang meliputi empathic understanding, congruence, dan unconditional positive regard. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan sinetron berada pada kategori tinggi (61,5%) dan persepsi komunikasi empatik juga berada pada kategori tinggi (70,9%). Uji regresi menunjukkan bahwa terpaan sinetron Asmara Gen Z berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi komunikasi empatik (Sig. = 0,000; t = 15,490 > 1,657). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,676 menunjukkan bahwa 67,6% variasi persepsi komunikasi empatik dapat dijelaskan oleh terpaan sinetron, sedangkan 32,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi terpaan terhadap Asmara Gen Z, semakin tinggi pula persepsi komunikasi empatik pada Generasi Z.  
ANALISIS KONSISTENSI BRAND IDENTITTY ONNI HOUSE SURABAYA PADA AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @onnihouse.sby Rizka Nuria Putri; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi brand identity Onni House Surabaya yang ditampilkan melalui akun media sosial Instagram @onnihouse.sby dengan menggunakan kerangka Brand Identity Prism dari Jean-Noël Kapferer. Penelitian ini berfokus pada enam elemen identitas merek, yaitu physique, personality, culture, relationship, reflection, dan self-image, dengan penekanan khusus pada elemen fisik (physique) yang direpresentasikan melalui gaya visual feed, tata letak, desain visual konten, serta representasi produk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi terhadap beberapa konten unggahan Instagram dengan kritera tertentu. Data dianalisis dengan mengidentifikasi pola visual, narasi konten, dan konsistensi elemen desain untuk melihat kesesuaian antara konsep visual dengan identitas merek yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ONNI House Surabaya secara konsisten menerapkan konsep visual tematik yang kuat melalui penggunaan palet warna, elemen ilustratif, tipografi, serta penyajian produk yang menekankan pengalaman estetis dan emosional. Representasi produk tidak hanya menampilkan makanan dan minuman, tetapi juga mengomunikasikan suasana ruang, aktivitas seni, dan pengalaman pengunjung. Konsistensi ini memperkuat citra ONNI House sebagai brand kuliner berbasis pengalaman yang artistik dan berorientasi pada experiential branding.    
Pengaruh Brand Ambassador Boyband Seventeen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Indomil-K: Studi survey pada komunitas Carat Putri Ardhia Puspitasari; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh brand ambassador Seventeen terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 222 responden yang merupakan komunitas penggemar Seventeen (Carat). Hasil analisis regresi linear sederhana menjelaskan brand ambassador memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uji koefisien determinasi (R2), diperoleh nilai R Square sebesar 0,433, yang menunjukkan bahwa brand ambassador berkontribusi sebesar 43,3% terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil uji F memperkuat temuan tersebut dengan nilai F hitung (167,960) > F tabel (3,884) dan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari S.Coups, Wonwoo, dan Vernon Seventeen sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian produk Indomil-K pada komunitas Carat.
MOTIF PENGGUNAAN APLIKASI CAPCUT (SURVEY KUANTITATIF DESKRIPTIF PADA PENGGUNA APLIKASI CAPCUT DI INDONESIA) Nur Laili; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82413

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis video mendorong meningkatnya penggunaan aplikasi pengeditan video yang mudah diakses dan kaya fitur, salah satunya CapCut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif penggunaan aplikasi CapCut pada pengguna di Indonesia berdasarkan teori Uses and Gratifications. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel berjumlah 385 responden yang merupakan pengguna CapCut, berusia minimal 17 tahun, dan berdomisili di Indonesia. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat motif berada pada kategori tinggi. Motif informasi memiliki rata-rata skor 3,918 dan kategori tinggi sebesar 73,25%; motif hiburan memiliki rata-rata 3,894 dan kategori tinggi sebesar 76,62%; motif integrasi dan interaksi sosial memiliki rata-rata 3,905 dan kategori tinggi sebesar 83,38%; sedangkan motif identitas diri memiliki rata-rata 3,970 dengan dominasi kategori tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa CapCut tidak hanya digunakan sebagai alat pengeditan video, tetapi juga sebagai media pembelajaran informal, sarana hiburan, ruang interaksi sosial, dan medium ekspresi identitas. Penelitian ini memperluas penerapan teori Uses and Gratifications pada aplikasi pengeditan video serta menunjukkan pergeseran pengguna dari konsumen konten menjadi produsen konten yang aktif.
KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN HOTEL SHANGRI-LA SURABAYA Angelica Widya Sugiarto; Teguh Dwi Putranto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi organisasi yang diterapkan oleh Hotel Shangri-La Surabaya berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber dari berbagai divisi hotel dan observasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel Shangri-La Surabaya mengimplementasikan berbagai bentuk komunikasi organisasi, baik vertikal, horizontal, maupun diagonal, dengan memanfaatkan jalur formal maupun informal. Beragam media komunikasi seperti briefing, WhatsApp Group, HT, sistem Opera, dan aplikasi internal digunakan untuk mempercepat alur informasi serta mendukung efektivitas kerja karyawan. Komunikasi vertikal dijalankan secara dua arah melalui instruksi, evaluasi, dan pemberian umpan balik, sedangkan komunikasi horizontal dan diagonal berperan dalam memperkuat koordinasi antar divisi, khususnya dalam penyelenggaraan event dan pelayanan kepada tamu. Sementara itu, komunikasi informal menciptakan kedekatan interpersonal yang membantu membangun lingkungan kerja yang kondusif. Praktik ini sejalan dengan pendekatan human relation, yang menekankan pentingnya perhatian pada hubungan sosial dan emosional karyawan, sekaligus mendukung perspektif human resources, yang melihat karyawan sebagai sumber daya berharga yang perlu diberdayakan dan dilibatkan secara aktif. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa komunikasi organisasi yang efektif tidak hanya meningkatkan kinerja karyawan, tetapi juga memperkuat loyalitas dan menjaga eksistensi Hotel Shangri-La Surabaya di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin kompetitif    
REPRESENTASI BOSISME DALAM KELUARGA MAFIA CORLEONE PADA FILM "THE GODFATHER: PART ONE" (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Mochammad Abdi Dzil Akbar; Tsuroyya, S.Sos., M.A
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82439

Abstract

Praktik bosisme menyebabkan ketimpangan yang dialami oleh sekelompok masyarakat dalam beragam aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, dan politik. Film "The Godfather" (1972) merupakan salah satu film yang menggunakan elemen bosisme untuk menggambarkan bagaimana kelompok kecil yang memiliki kekuasaan cukup untuk melakukan kontrol terhadap sekelompok masyarakat beserta kebutuhan hidupnya. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bosisme direpresentasikan dalam keluarga mafia Corleone pada film "The Godfather" (1972) menggunakan pendekatan semiotika yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan pada film "The Godfather" (1972), keluarga mafia Corleone merepresentasikan bosisme melalui serangkaian adegan yang mengandung unsur unsur utama dalam bosisme, yakni adanya hubungan patron klien, monopoli terhadap sumber daya negara, tindakan koersif atau pembunuhan sebagai bentuk penyelesaian konflik, dan peninggalan kekuasaan dari pelaku bosisme. Keluarga mafia Corleone dalam film menunjukkan bahwasannya bos lokal dapat bertahan dalam ekosistem negara yang memiliki otoritas besar dengan memanfaatkan sumber daya negara dan di waktu yang sama memiliki pengaruh cukup besar untuk bisa membentuk wewenangnya sendiri dalam daerah kekuasannya.