cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 757 Documents
Analisis Persepsi Mahasiswa Unesa Terhadap Keterbukaan Informasi Pendaftaran Beasiswa Genbi Dalam Media Digital Milik Bank Indonesia Gilang Nandika; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81411

Abstract

Keterbukaan informasi merupakan prinsip penting dalam penyelenggaraan program beasiswa karena berperan dalam memberikan akses informasi yang adil dan setara bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terhadap keterbukaan informasi pendaftaran Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) melalui media digital milik Bank Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan terdiri atas enam mahasiswa UNESA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Sugiyono yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis mengacu pada konsep persepsi Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken yang dijelaskan oleh Deddy Mulyana (2015), yaitu selection, organization, dan interpretation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan media digital resmi sebagai sumber utama informasi, namun keterbatasan publikasi mendorong mereka melakukan verifikasi melalui berbagai sumber lain. Mahasiswa memaknai keterbukaan informasi sebagai penyediaan informasi yang jelas, lengkap, konsisten, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa. Keterbatasan informasi yang dipublikasikan juga menimbulkan kebingungan, ketidakpastian, serta memengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap penyelenggaraan program beasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga merepresentasikan keterbukaan komunikasi penyelenggara dalam menjamin pemerataan akses informasi bagi mahasiswa.
The Audience Reception of Feminine Men in the Film and Web Series *Cek Toko Sebelah* Achmad Syaifuddin; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81416

Abstract

Media populer Indonesia masih kerap menampilkan laki-laki feminin sebagai sumber humor melalui stereotip gender. Penelitian ini menganalisis resepsi khalayak terhadap representasi laki-laki feminin melalui karakter Naryo dalam film dan web series Cek Toko Sebelah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi berdasarkan model encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman menonton serta keberagaman latar sosial dan kedekatan dengan isu gender. Preferred reading objek menempatkan ekspresi feminin Naryo melalui gestur, intonasi, interaksi, dan kontak fisik sebagai objek komedi yang wajar dalam narasi hiburan. Hasil penelitian menunjukkan tiga informan berada pada posisi dominan-hegemoni dengan menerima Naryo sebagai representasi yang wajar, humor sebagai konstruksi komedi, dan kehadirannya sebagai bentuk normalisasi laki-laki feminin. Tiga informan berada pada posisi negosiasi dengan menerima karakter tersebut sebagai hiburan, tetapi memberi batas berdasarkan norma, nilai, kenyamanan, serta konteks penyajian. Pembacaan oposisi muncul pada aspek tertentu, terutama kritik terhadap autentisitas pemeran dan humor fisik yang bertumpu pada penyimpangan norma gender. Temuan menegaskan bahwa resepsi tidak tunggal; seorang informan dapat menempati posisi berbeda terhadap aspek representasi yang berbeda, sesuai frame of reference dan field of experience masing-masing.
PENGARUH KUALITAS KONTEN DAN INTERAKTIVITAS KONTEN TERHADAP BRAND AWARENESS PRODUK SHIHLIN TAIWAN STREET SNACKS DI PLATFORM TIKTOK (STUDI PADA KONTEN “YAREUUU” @JANICE.KAORI) Miftahul Rohmah; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81417

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran dalam membangun brand awareness. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah viralnya konten "Yareuuu" yang diunggah oleh akun TikTok @janice.kaori dan menampilkan produk Shihlin Taiwan Street Snacks. Konten yang berkualitas dan interaktif diyakini mampu menarik perhatian audiens, menciptakan keterlibatan, serta meningkatkan kesadaran terhadap suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas konten dan interaktivitas konten terhadap brand awareness produk Shihlin Taiwan Street Snacks pada konten "Yareuuu" di platform TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden yang merupakan pengguna TikTok, mengetahui, dan pernah menonton konten "Yareuuu". Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda setelah memenuhi uji instrumen penelitian dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Interaktivitas konten juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Selain itu, kualitas konten dan interaktivitas konten secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap brand awareness produk Shihlin Taiwan Street Snacks. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas konten yang disajikan dan semakin tinggi interaktivitas yang terbangun dengan audiens, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran merek yang terbentuk. Oleh karena itu, pelaku usaha dan praktisi pemasaran digital perlu mengoptimalkan penyajian konten yang kreatif, informatif, relevan, dan interaktif sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan brand awareness melalui platform TikTok.
ANALISIS PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI INBOUND MARKETING OLEH PT MONEX INVESTINDO FUTURES Camelia Rahma Azizah; Oni Dwi Arianto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81426

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran dari pendekatan yang berorientasi pada promosi menuju pendekatan yang mengutamakan penyediaan nilai melalui edukasi dan keterlibatan audiens. Perubahan ini menjadi semakin penting pada industri pialang berjangka yang memiliki karakteristik berisiko tinggi karena keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menarik pelanggan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan dan mengurangi persepsi risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inbound marketing sebagai strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh PT Monex Investindo Futures (MIFX). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan teknik pattern matching berdasarkan konsep flywheel marketing yang meliputi tahap attract, engage, dan delight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MIFX menerapkan inbound marketing melalui penciptaan nilai berbasis edukasi, pengelolaan hubungan pelanggan secara end-to-end sesuai customer journey, personalisasi komunikasi berbasis CRM dan marketing automation, pemanfaatan berbagai platform digital yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas fungsi dalam penyusunan strategi komunikasi pemasaran. Pada tahap attract, perusahaan menarik audiens melalui konten edukatif, media sosial, SEO, dan kemitraan strategis. Tahap engage dilakukan melalui lead nurturing, komunikasi yang dipersonalisasi, serta edukasi berkelanjutan berdasarkan perilaku dan siklus hidup pelanggan. Sementara itu, tahap delight diwujudkan melalui program loyalitas, peningkatan customer experience, pengukuran kepuasan pelanggan, serta program referral untuk mendorong advokasi pelanggan. Penelitian juga menemukan bahwa implementasi inbound marketing di MIFX tidak diterapkan secara murni, melainkan dikombinasikan dengan aktivitas outbound marketing sehingga membentuk pendekatan komunikasi pemasaran yang bersifat hibrida. Temuan ini menunjukkan bahwa pada industri pialang berjangka, edukasi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, meningkatkan literasi calon investor, dan mengurangi persepsi risiko sebelum pelanggan mengambil keputusan investasi.
Peran Sivitas Akademika sebagai Ambassador Organik melalui User Generated Content di TikTok (Analisis Model SOME pada Universitas Negeri Surabaya) Muhammad Hakim Akmal; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81428

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong sivitas akademika berperan sebagai ambassador organik melalui User Generated Content (UGC) di TikTok dalam membangun citra perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sivitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai ambassador organik melalui UGC di TikTok menggunakan Model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa dan dosen aktif serta observasi terhadap konten UGC di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sivitas akademika berperan sebagai ambassador organik secara sukarela berdasarkan pengalaman nyata tanpa penugasan formal dari institusi. Pada dimensi Share, konten yang dibagikan bersifat autentik dan mencerminkan pengalaman kampus. Dimensi Optimize ditunjukkan melalui pemanfaatan hashtag, tren, dan waktu unggah untuk meningkatkan jangkauan audiens. Pada dimensi Manage, informan membangun identitas digital melalui personal branding dan kurasi konten, sedangkan dimensi Engage terlihat dari interaksi dua arah yang memperkuat kedekatan dengan audiens. Penelitian ini juga menemukan perbedaan karakteristik antara mahasiswa dan dosen dalam merepresentasikan institusi melalui konten yang dihasilkan. Motivasi utama keterlibatan meliputi rasa bangga terhadap institusi, tanggung jawab moral, dan keinginan memberikan perspektif alternatif mengenai citra UNESA, meskipun dihadapkan pada tantangan berupa konsistensi produksi konten, keterbatasan waktu, komentar negatif, dan dinamika algoritma TikTok.
Analisis Resepsi Khalayak terhadap Pengibaran Bendera One Piece pada Akun Instagram @felix.siauw Jelita Dewi Nur'Aini; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81430

Abstract

Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT RI ke-80 memicu perdebatan tentang kritik sosial, kebebasan berekspresi, dan penghormatan terhadap simbol negara. Penelitian ini menganalisis resepsi khalayak terhadap konstruksi makna dalam lima konten Instagram @felix.siauw periode 2–11 Agustus 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dan model encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sepuluh informan yang dipilih secara purposif, observasi konten, dan dokumentasi digital. Hasil menunjukkan enam informan berada pada posisi dominan, tiga pada posisi negosiasi, dan satu pada posisi oposisi. Posisi dominan menerima bendera One Piece sebagai simbol kritik dan kepedulian terhadap bangsa; posisi negosiasi menerimanya dengan batasan etika, konteks, dan framing figur publik; sedangkan posisi oposisi menolak penggunaannya pada momentum kebangsaan dan menilai konten cenderung provokatif. Temuan menunjukkan bahwa Instagram menjadi ruang produksi dan kontestasi makna, sementara simbol budaya populer dapat memperoleh fungsi sosial-politik baru, tetapi makna yang ditawarkan figur publik tetap terbuka untuk diterima, dinegosiasikan, maupun ditolak oleh khalayak.
PENGARUH LIVE STREAMING TIKTOK SHOP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU AEROSTREET PADA MAHASISWA SURABAYA Moh Ikhsanus Shobach; Fitri Norhabiba
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81433

Abstract

Perkembangan era digital telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan platform media sosial untuk memasarkan produk mereka, salah satunya melalui strategi live streaming tiktok shop. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh live streaming tiktok shop terhadap keputusan pembelian produk sepatu aerostreet pada mahasiswa Surabaya. Teori yang digunakan adalah S-O-R (Stimulus-Organisme-Response). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivisme dan melalui metode survei. Sampel terdiri dari 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memahami sejauh mana pengaruh live streaming tiktok shop terhadap Keputusan pembelian. Hasil analisis menunjukkan bahwa live streaming tiktok shop memberikan pengaruh sebesar 60,9% dan sisanya 39,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Indikator invorativennes memiliki nilai tertinggi pada variabel live streaming tiktok shop, sedangkan kemantapan pada produk paling dominan pada variabel Keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mengimplementasikan bahwa efektivitas live streaming sebagai strategi komunkasi pemasaran perlu terus dioptimalkan melalui penyampaian informasi yang jelas, interkatif dan kredibel, guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Sehingga temuan ini dapat memberikan kontibusi berharga bagi pelaku bisnis khususnya brand sepatu aerostreet dalam megembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif melalui live streaming tiktok shop.
Komodifikasi Mitos Feminitas di Balik Narasi Pemberdayaan: Analisis Resepsi Iklan Lux I Love Being a Woman Khezia Nabiil; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81440

Abstract

Perempuan sering kali dihadapkan pada konstruksi sosial yang membatasi ruang ekspresi mereka, di mana masyarakat masih menetapkan standar atau ekspektasi tertentu mengenai peran ideal seorang perempua. Di tengah realitas tersebut, Lux Indonesia mengahadirkan iklan dengan tema I Love Being a Woman di YouTube hadir membawa narasi pemberdayaan perempuan melalui pesan penerimaan diri, kebebasan berekspresi, serta penolakan terhadap stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak terhadap pesan iklan. Penelitian ini menggunakam pendekatan kualitatif, dipadukan dengan metode analisis resepsi Stuart Hall guna memetakan posisi pemaknaan khalayak, serta teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir untuk menelaah secara kritis posisi perempuan dalam narasi iklan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan dari latar belakang yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman pemaknaan. Informan pada posisi dominan hegemonik menerima pesan iklan sebagai wujud dukungan kebebasan perempuan. Informan pada posisi negosiasi sepakat dengan pesan tersebut, namun mengompromikannya dengan batasan nilai agama dan norma kepantasan sosial. Ditemukan pula informan yang cenderung menolak pesan iklan. Kesimpulan dari penelitian ini , iklan Lux I Love Being a Woman memiliki dua sisi yang bertentangan, yaitu di satu sisi membuka ruang bagi pesan pemberdayaan perempuan, tetapi di sisi lain tetap terikat pada logika industri kecantikan yang berpotensi mendisiplinkan tubuh perempuan.
Praktik Jurnalisme Partisipatif dalam Produksi Artikel Berbasis Riset di The Conversation Indonesia (Studi Kasus Kolaborasi Akademisi dan Jurnalis) Erza Angelia Putri; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81441

Abstract

Kesenjangan komunikasi antara dunia akademik dan ruang publik sering kali menempatkan akademisi sekadar sebagai narasumber pasif di media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jurnalisme partisipatif dalam produksi artikel berbasis riset di The Conversation Indonesia (TCID) melalui dimensi akses, interaksi, dan partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap penulis dan editor TCID, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCID menerapkan model jurnalisme partisipatif yang tidak setara dalam bentuk partisipasi terbatas, bukan partisipasi penuh. Dimensi akses terwujud secara eksklusif melalui penyediaan platform dashboard digital dengan seleksi filter kepakaran yang ketat sejak tahap pitching. Dimensi interaksi berjalan melalui hubungan "tarik-menarik" profesional antara editor dan akademisi, di mana Editor Eksekutif memegang otoritas tertinggi sebagai pemegang keputusan akhir jika terjadi kebuntuan. Dimensi partisipasi hanya memberikan kekuasaan teknis redaksional kepada akademisi melalui mekanisme final approval di level mikro produksi artikel, tanpa adanya keterlibatan publik dalam pengelolaan mandiri (self-management) organisasi di level makro kelembagaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa praktik kolaborasi di TCID sepenuhnya berjalan di bawah kontrol dan regulasi institusi pers, bukan sebagai kemitraan yang setara secara penuh.
REPRESENTASI GENTLE PARENTING DALAM PODCAST MOM’S CORNER BY NIKITA WILLY Dheariska Ferliana Wicahyo; Tatak Setiadi
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81442

Abstract

Perkembangan media digital telah mendorong munculnya berbagai platform yang digunakan sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi mengenai pengasuhan anak. Salah satu media yang banyak dimanfaatkan adalah podcast, yang memungkinkan penyampaian informasi secara dialogis dan mendalam. Parenting Playlist dalam podcast Mom’s Corner by Nikita Willy menjadi salah satu ruang komunikasi yang menghadirkan diskusi mengenai pengasuhan anak bersama narasumber dengan latar belakang yang beragam. Pembahasan yang disampaikan dalam podcast tersebut memuat nilai-nilai yang berkaitan dengan konsep gentle parenting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gentle parenting dalam Parenting Playlist podcast Mom’s Corner by Nikita Willy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi terhadap konten Parenting Playlist yang ditayangkan pada kanal YouTube Nikita Willy Official. Analisis dilakukan menggunakan teori representasi Stuart Hall dengan pendekatan konstruksionis untuk mengkaji bagaimana makna gentle parenting dikonstruksi melalui bahasa dan istilah yang ditampilkan dalam podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi gentle parenting dalam podcast Mom’s Corner dibangun melalui empat konsep utama, yaitu empati, rasa hormat, pemahaman, serta penerapan batasan. Melalui perspektif representasi Stuart Hall, podcast Mom’s Corner tidak hanya merefleksikan praktik gentle parenting, tetapi juga berperan dalam mengonstruksi dan menyebarkan makna mengenai pengasuhan modern kepada audiens melalui media digital.