cover
Contact Name
Dewi Sholeha
Contact Email
dewisoleha@gmail.com
Phone
+6285361555506
Journal Mail Official
dewisholeha@risetilmiah.ac.id
Editorial Address
Perum Vila Batu Asri Jl. Lap. Golf, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20138
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 29637333     DOI : https://doi.org/10.59086/jti
Impression accepts articles in the fields of Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Civil Engineering, Marine Technology Industrial Engineering, Marine Fisheries Technology, Agricultural Technology, Informatics Engineering, Information Systems, Computer, Expert systems, Decision Support Systems, Artificial Intelligence systems, Data Mining, Image processing, Genetic Algorithms, Designing Information Systems, Business Intelligence, Internet of Thing Database System, Big Data, Internet of Thing.
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025" : 41 Documents clear
Pemanfaatan Big Data Penawaran dan Transaksi Properti untuk Prediksi Nilai Tanah dalam Praktik Penilaian Firman, Muhammad; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1087

Abstract

Penilaian tanah yang akurat krusial bagi pembangunan ekonomi, tata ruang, dan perpajakan, tetapi metode konvensional kerap terbatas dalam cakupan data, kecepatan, dan akurasi. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dengan mengeksplorasi pemanfaatan big data, khususnya integrasi data penawaran dan transaksi properti, yang dipadukan dengan algoritma machine learning dan analisis spasial. Melalui studi pustaka kualitatif, temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan akurasi prediksi, mempercepat proses penilaian, dan mengakomodasi variabel non-tradisional seperti kualitas lingkungan. Namun, tantangan masih muncul terkait kualitas data, fragmentasi, literasi digital, serta ketiadaan regulasi pendukung. Studi ini menegaskan potensi big data sebagai fondasi transformasi digital penilaian tanah di Indonesia, dengan syarat didukung validasi data, regulasi adaptif, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.   Accurate land valuation is essential for economic development, spatial planning, and taxation, yet conventional methods often fall short in terms of data coverage, speed, and precision. This study introduces a novel approach by exploring the integration of big data particularly property listing and transaction records with machine learning algorithms and spatial analysis. Drawing on a qualitative literature review, the findings indicate that this approach can enhance prediction accuracy, accelerate valuation processes, and incorporate non-traditional variables such as environmental quality. Nevertheless, challenges remain regarding data quality, fragmentation, limited digital literacy, and the absence of supportive regulations. The study highlights the potential of big data to serve as a foundation for the digital transformation of land valuation in Indonesia, provided it is supported by data validation, adaptive regulation, and strengthened human resource capacity.  
Adopsi Pembayaran Digital di Era Pasca-Pandemi: Telaah Literatur tentang tren, Tantangan, Implikasi Kebijakan di Indonesia Mokoginta, Etita Alfiana; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1098

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah mempercepat adopsi pembayaran digital di Indonesia, terutama sejak masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur terkini periode 2021–2025 yang ditulis oleh peneliti Indonesia mengenai adopsi digital payment, dengan penekanan pada aspek teknologi, regulasi, dan perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis melalui penelusuran data dari Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan (trust), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), pengaruh sosial (social influence), serta dukungan regulasi melalui implementasi QRIS memiliki peran signifikan dalam mendorong adopsi pembayaran digital. Penelitian ini juga mengusulkan kerangka konseptual yang memposisikan perilaku konsumen sebagai variabel mediasi antara faktor teknologi dan kebijakan terhadap adopsi aktual. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penyedia jasa keuangan dan pembuat kebijakan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.   The advancement of financial technology has accelerated the adoption of digital payment systems in Indonesia, particularly during and after the COVID-19 pandemic. This study aims to review recent literature published between 2021 and 2025 by Indonesian researchers concerning digital payment adoption, with a specific focus on technological, regulatory, and consumer behavior factors. A systematic literature review method was employed using sources retrieved from Google Scholar. The findings reveal that trust, perceived ease of use, social influence, and regulatory support through the implementation of QRIS play significant roles in driving digital payment adoption. Furthermore, this study proposes a conceptual framework that positions consumer behavior as a mediating variable linking technological and policy factors to actual adoption. The implications of this research are directed toward financial service providers and policymakers to strengthen a secure, inclusive, and sustainable digital payment ecosystem in Indonesia.regulatory support through QRIS play an important role in determining the adoption of digital payments. This study offers a conceptual framework that places consumer behavior as a mediator between technology and policy on actual adoption. The implications of this research are aimed at financial service providers and regulators to strengthen a secure, inclusive, and sustainable digital payments ecosystem.  
Regulasi Sound Horeg Rekomendasi Pengembangan Kebijakan Sound Horeg melalui Analisis Spasial dan Persepsi Masyarakat terhadap Tingkat Adaptabilitas pada Wilayah Perkotaan Kabupaten Jember Wibowo, Tegar Tri; Romadhoni, Rohmah Eka; Pitaloka , Rhenata Cahya; Gani , Aulia Salsabila; Cahyana , Alifan
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1114

Abstract

Fenomena Sound Horeg di wilayah perkotaan Kabupaten Jember menimbulkan dualitas antara manfaat ekonomi dan gangguan lingkungan akibat kebisingan ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat, mengukur tingkat adaptabilitas, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan berbasis keseimbangan sosial, budaya, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah mixed methods melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan analisis spasial menggunakan buffer noise mapping. Hasil menunjukkan bahwa 72% masyarakat bersikap kontra dengan skor rata-rata >4,4, terutama karena faktor kebisingan yang melebihi 120 dB. Sementara itu, kelompok pro menilai Sound Horeg memberikan peluang ekonomi dan hiburan, namun tetap menuntut regulasi ketat. Rekomendasi kebijakan meliputi pembatasan volume maksimal 85 dB, pengaturan jam operasional 12.00–18.00, penetapan lokasi di ruang terbuka minimal 150 m dari permukiman, serta rebranding menjadi “Sound Karnaval” agar lebih berterima secara sosial. Hasil ini mendukung pencapaian SDG 3, 8, 11, dan 16 melalui tata kelola berkelanjutan yang menyeimbangkan kesehatan, ekonomi kreatif, budaya, dan ketertiban publik.   The phenomenon of Sound Horeg in urban areas of Jember Regency causes a duality between economic benefits and environmental disturbances due to extreme noise. This research aims to analyze public perceptions, measure the level of adaptability, and formulate management policy recommendations based on social, cultural, and environmental balance. The methods used were mixed methods through field observation, questionnaires, semi-structured interviews, and spatial analysis using buffer noise mapping. The results showed that 72% of the public were against it with an average score of >4.4, mainly due to noise factors exceeding 120 dB. Meanwhile, the pro group considers that Sound Horeg provides economic and entertainment opportunities, but still demands strict regulations. Policy recommendations include limiting the maximum volume to 85 dB, setting operating hours from 12.00 to 18.00, setting locations in open spaces at least 150 m from settlements, and rebranding to "Sound Karnaval" to be more socially acceptable. These outcomes support the achievement of SDGs 3, 8, 11, and 16 through sustainable governance that balances health, creative economy, culture, and public ord  
Evaluasi Kinerja Antena UWB Cone Es Krim untuk Aplikasi IoT Berbasis 5G melalui Simulasi Pola Radiasi Arif, Ahmad; Titian Ginting, Riski
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1143

Abstract

Kemajuan pesat teknologi komunikasi nirkabel membutuhkan sistem antena efisien yang mendukung transmisi data berkecepatan tinggi dan latensi rendah, terutama untuk aplikasi 5G dan IoT. Penelitian ini mengevaluasi pola radiasi dua dimensi (2D) antena berbentuk kerucut es krim yang beroperasi pada frekuensi pusat 6 GHz dalam spektrum Ultra-Wideband (UWB). Menggunakan MATLAB dan model matematika yang disederhanakan, sepuluh variasi pola radiasi disimulasikan berdasarkan fungsi sinus dan kosinus pada sudut elevasi (θ) dan azimuth (φ). Hasilnya menunjukkan bahwa pola seperti sin²(θ), |cos(3φ)|, dan sin(θ)·cos(θ) memberikan distribusi daya yang sesuai untuk berbagai skenario IoT, baik statis maupun dinamis. Beberapa konfigurasi sangat efektif di lingkungan multipath atau dalam ruangan dengan cakupan tersegmentasi. Kinerja radiasi simetris dan omnidirectional dari desain kerucut mendukung konektivitas yang konsisten di semua arah. Selain itu, struktur geometrisnya memungkinkan fabrikasi dan penyetelan praktis untuk frekuensi tertentu. Secara keseluruhan, antena kerucut es krim menunjukkan potensi yang kuat untuk sistem komunikasi modern yang membutuhkan jangkauan luas dan efisiensi energi. Temuan ini berfungsi sebagai referensi dasar untuk desain fisik di masa mendatang dan implementasi antena UWB di dunia nyata dalam jaringan 5G dan IoT.   The rapid advancement of wireless communication technology necessitates efficient antenna systems that support high-speed, low-latency data transmission, particularly for 5G and IoT applications. This research evaluates the two-dimensional (2D) radiation pattern of an ice cream cone-shaped antenna operating at a center frequency of 6 GHz within the Ultra-Wideband (UWB) spectrum. Using MATLAB and a simplified mathematical model, ten radiation pattern variations were simulated based on sine and cosine functions over elevation (θ) and azimuth (φ) angles. The results reveal that patterns such as sin²(θ), |cos(3φ)|, and sin(θ)·cos(θ) provide power distributions suitable for various IoT scenarios, both static and dynamic. Some configurations are particularly effective in multipath or indoor environments with segmented coverage. The symmetrical and omnidirectional radiation performance of the cone design supports consistent connectivity across directions. Additionally, its geometric structure allows practical fabrication and tuning for specific frequencies. Overall, the ice cream cone antenna demonstrates strong potential for modern communication systems requiring broad coverage and energy efficiency. These findings serve as a foundational reference for future physical design and real-world implementation of UWB antennas in 5G and IoT networks.
Momen Inersia dalam Desain Struktur: Ketebalan Pelat Beton Bertulang yang Terabaikan pada Gedung Talenta USU Wibowo, Nazmi Aprilla; Adinda Juwita Nst; Ahmad Fauzi Nurikhsan
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1146

Abstract

Penentuan momen inersia efektif (Ie)  yang akurat sangat krusial dalam desain pelat beton bertulang untuk menjamin kekakuan dan kinerja layanan struktural. Pendekatan konvensional seringkali mengabaikan variabilitas , berujung pada desain suboptimal atau boros material. Penelitian ini menyajikan metodologi inovatif yang mengintegrasikan model  parametrik ke dalam plugin AutoCAD. Implementasi ini memungkinkan analisis kekakuan dan evaluasi kinerja layanan secara komprehensif sejak tahap awal desain. Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi desain yang signifikan, dengan pengurangan waktu proses hingga 50% dan penghematan material 10-20%. Metodologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi perilaku struktural, tetapi juga meminimalkan risiko overdesign dan kegagalan, berkontribusi pada desain yang lebih andal, ekonomis, dan berkelanjutan sesuai standar global.   Accurate determination of effective moment of inertia (Ie) is crucial in the design of reinforced concrete slabs to ensure stiffness and structural serviceability. Conventional approaches often ignore variability , resulting in suboptimal designs or material wastage. This research presents an innovative methodology that integrates a parametric model  into an AutoCAD plugin. This implementation enables comprehensive stiffness analysis and service performance evaluation from the early stages of design. The results show a significant increase in design efficiency, with a reduction in processing time of up to 50% and material savings of 10-20%. This methodology not only improves the accuracy of structural behavior predictions, but also minimizes the risk of overdesign and failure, contributing to more reliable, economical, and sustainable designs in accordance with global standards.
Pengukuran Kepuasan Pengguna Aplikasi SIMAN dengan Persepsi Nilai Sebagai Variabel Intervening Putra, I Putu Surya Sentana; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) berbasis web di Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam konteks transformasi digital pemerintahan. Fokus utama penelitian ini adalah pada kepuasan pengguna dan persepsi nilai sebagai faktor penentu utama keberhasilan sistem informasi publik. Integrasi antara Information System Success Model (ISSM) dan Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk memberikan kontribusi konseptual baru dalam literatur pelayanan publik berbasis elektronik, terutama dalam konteks sistem informasi yang penggunaannya bersifat wajib. Data empiris dikumpulkan dari 118 operator SIMAN melalui survei, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai berperan penting sebagai variabel mediasi antara kualitas layanan dan kepuasan pengguna. Sebaliknya, kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi nilai. Integrasi ISSM–TAM menegaskan bahwa keberhasilan sistem informasi publik tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh persepsi nilai dan dukungan layanan yang membentuk pengalaman pengguna. Temuan ini memberikan implikasi strategis terhadap peningkatan efektivitas manajemen aset negara yang transparan, efisien, dan berorientasi pada pengguna.   This study aims to assess the implementation of the web-based State Asset Management Information System (SIMAN) at the Ministry of Marine Affairs and Fisheries within the context of government digital transformation. The main focus of this research is on user satisfaction and perceived value as key determinants of public information system success. The integration of the Information System Success Model (ISSM) and the Technology Acceptance Model (TAM) is used to provide a new conceptual contribution to the literature on e-government, particularly in the context of information systems that are mandatory for use. Empirical data were collected from 118 SIMAN operators through a survey, and then analyzed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The results show that perceived value plays an important role as a mediating variable between service quality and user satisfaction. Conversely, system quality and information quality do not have a direct effect on perceived value. The model emphasizes that the success of public information systems is determined not only by technical factors, but also by perceived value and service support that shape the user experience. These findings provide strategic implications for improving the effectiveness of state asset management that is transparent, efficient, and user-oriented.  
Analisis Pemanfaatan Automatic Meter Reading Guna Monitoring Pemakaian Listrik Pada Pelanggan Potensial PLN UP3 Balikpapan (Studi Kasus PT. Total Prime Engineering) Wardhani, Alya Dewi Ishma; Widihastuti, Ida
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1159

Abstract

PT. PLN (Persero) UP3 Balikpapan telah mengimplementasikan sistem Automatic Meter Reading (AMR) untuk memonitor pemakaian listrik pada pelanggan potensial. Namun tantangan berupa susut non-teknis masih dihadapi, yang disebabkan oleh anomali pada kWh meter, kesalahan pembacaan manual, maupun pelanggaran pemakaian listrik. Penelitian ini berfokus pada studi kasus di PT. Total Prime Engineering, yang terdeteksi mengalami anomali pemakaian listrik melalui aplikasi AMICON pada Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kesalahan pengukuran pada kWh meter pelanggan yang terintegrasi dengan sistem AMR, membandingkan hasil pengukuran data telemetering dari AMICON dengan kalibrasi langsung menggunakan alat CALMET, dan menghitung potensi kerugian finansial yang belum tertagih akibat ketidak-akuratan pengukuran. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data teknis (pengukuran langsung dengan CALMET) dan data non-teknis (aplikasi AMICON dan EIS). Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaknormalan pada data pemakaian listrik pelanggan antara tanggal 7 hingga 26 Maret 2025. Pengujian langsung dengan CALMET menemukan rata-rata error meter yang signifikan sebesar -19.331%, yang melebihi batas toleransi yang diizinkan. Perhitungan potensi tagihan susulan menunjukkan perbedaan besar antara data AMICON (Rp. 1.720.271) dan data kalibrasi CALMET (Rp. 4.198.689). Hal ini menekankan pentingnya penggunaan teknologi AMR untuk mendapatkan data real-time yang lebih akurat, transparan, dan adil dalam perhitungan tagihan, serta membantu mengurangi kerugian non-teknis bagi PLN. PT. PLN (Persero) UP3 Balikpapan has implemented the Automatic Meter Reading (AMR) system to enhance the monitoring of electricity consumption among priority customers. Nevertheless, the utility continues to encounter significant challenges related to non-technical losses, which are primarily attributed to anomalies in kWh meters, inaccuracies in manual readings, and instances of electricity theft. This research focuses on a case study at PT. Total Prime Engineering, which was detected to experience electricity usage anomalies through the AMICON application in March 2025. This study aims to detect measurement errors in customer kWh meters integrated with the AMR system, compare the results of telemetering data measurements from AMICON with direct calibration using the CALMET tool, and calculate potential uncollected financial losses due to measurement inaccuracies. The methodology used is a case study with the collection of technical data (direct measurements with CALMET) and non-technical data (AMICON and EIS applications). The research results showed abnormalities in customer electricity usage data between March 7 and 26, 2025. Direct testing with CALMET found a significant average meter error of -19.331%, exceeding the permitted tolerance limit. Calculation of potential follow-up bills showed a significant difference between AMICON data (Rp. 1.720.271) and CALMET calibration data (Rp. 4.198.689). This underscores the importance of using AMR technology to obtain more accurate, transparent, and fair real-time data in bill calculations, as well as help reduce non-technical losses for PLN.
Analisis Persepsi Pengguna terhadap MFA pada Aplikasi SAKTI Berdasarkan TAM Herman, Grace Anne Sheila; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1100

Abstract

enelitian ini menganalisis penerimaan Multi-Factor Authentication (MFA) pada aplikasi SAKTI dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas oleh Perceived Security (PS). Analisis menggunakan PLS-SEM untuk mengevaluasi model pengukuran dan model struktural. Survei potong lintang terhadap 69 pengguna dilakukan sebagai dasar analisis. Hasil menunjukkan PS berpengaruh kuat terhadap Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), dengan signifikansi tinggi (p < 0,001), sementara PU dan PEOU membentuk sikap terhadap MFA (ATT) secara positif, keduanya signifikan (PU: p = 0,010; PEOU: p = 0,011), sedangkan hubungan langsung PEOU ke PU tidak terbukti (p = 0,870). Temuan ini menegaskan PS sebagai variabel eksternal kunci yang memperkaya penerapan TAM pada konteks penggunaan wajib di sektor publik. Persepsi pengguna menegaskan bahwa MFA dipandang meningkatkan perlindungan akun dan data, namun sebagian masih merasakan kendala penggunaan berupa waktu tambahan, ketergantungan perangkat, serta proses pemulihan yang belum mulus. Untuk meningkatkan penerimaan, kebijakan penguatan keamanan perlu disertai pengurangan kendala penggunaan dan perbaikan pengalaman pemulihan, agar keseimbangan antara keamanan dan kemudahan tercapai sehingga kemanfaatan dan kemudahan yang dirasakan mendorong terbentuknya sikap positif terhadap MFA yang wajib di aplikasi SAKTI.   This study analyzes user acceptance of Multi-Factor Authentication (MFA) in the SAKTI application using the Technology Acceptance Model (TAM) extended with Perceived Security (PS). PLS-SEM was employed to evaluate the measurement and structural models. A cross-sectional survey of 69 users provided the empirical basis. The results show that PS strongly influences Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU), with high significance (p < 0.001), while PU and PEOU positively shape attitudes toward MFA (ATT), both significant (PU: p = 0.010; PEOU: p = 0.011). In contrast, the direct relationship from PEOU to PU is not supported (p = 0.870). These findings position PS as a key external variable that enriches the application of TAM in mandatory-use settings within the public sector. User perceptions indicate that MFA is seen as enhancing account and data protection, although some still experience usage constraints such as additional time at login, device dependence, and recovery processes that are not yet seamless. To improve acceptance, security-strengthening policies should be accompanied by reductions in usage constraints and improvements in recovery experience, so that a balance between security and ease is achieved and perceived usefulness and ease foster more positive attitudes toward mandatory MFA in SAKTI.  
Analisis Dampak Pemadatan Tanah Terhadap Kestabilan Struktur Yang Berdekatan Menggunakan Aplikasi Plaxis 2d (Studi Kasus PT. Teruna Perkasa Optimal New Factory Project, Tanggerang-Banten) Dala, Risman; Sulaeman , Agus; Siregar, Chandra Afriade
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemadatan tanah menggunakan vibro roller terhadap potensi keretakan struktur bangunan yang berada di sekitar area kerja. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi numerik berbasis finite element menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D untuk memodelkan penurunan dan distribusi tekanan tanah akibat getaran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada jarak 0,5 meter dari bangunan terjadi penurunan sebesar 2,2 cm dengan tekanan tanah 153,2 kN/m²; pada jarak 5 meter penurunan 0,97 cm (140,6 kN/m²); jarak 10 meter 0,32 cm (137,0 kN/m²); dan jarak 15 meter 0,29 cm (135,5 kN/m²). Secara teknis, nilai penurunan pada jarak 0,5 meter masih berada di bawah batas toleransi SNI 8460:2017 sebesar 2,5 cm, namun peningkatan tekanan tanah menunjukkan potensi risiko terhadap struktur tertentu dengan kondisi fondasi sensitif. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan batas aman operasional pemadatan getaran di area konstruksi padat, dengan rekomendasi jarak minimal 5 meter untuk mengurangi dampak deformasi dan menjaga keselamatan struktur di sekitarnya   This study aims to analyze the impact of soil compaction using a vibro roller on the potential for cracking in building structures around the work area. This study uses a quantitative approach through finite element-based numerical simulations using Plaxis 2D software to model the settlement and distribution of soil pressure due to vibration. The simulation results show that at a distance of 0.5 meters from the building, there is a settlement of 2.2 cm with a soil pressure of 153.2 kN/m²; at a distance of 5 meters, a settlement of 0.97 cm (140.6 kN/m²); a distance of 10 meters, 0.32 cm (137.0 kN/m²); and a distance of 15 meters, 0.29 cm (135.5 kN/m²). Technically, the settlement value at a distance of 0.5 meters is still below the tolerance limit of SNI 8460:2017 of 2.5 cm, but the increase in soil pressure indicates a potential risk to certain structures with sensitive foundation conditions. This research contributes to providing a safe operational limit for vibration compaction in dense construction areas, with a recommended minimum distance of 5 meters to reduce the impact of deformation and maintain the safety of surrounding structures.  
Studi Perbandingan Output Daya Aktual dan Teoritis pada PLTMH Faisal, Ahmad; Anisah, Siti; Agung Tama, Indra
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1164

Abstract

Saat ini listrik merupakan kebutuhan utama dan sangat penting bagi kehidupan manusia. PLTMH merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang ramah lingkungan dan salah satu solusi energi terbarukan yang memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik dalam skala kecil, terutama untuk daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan output daya aktual dengan output daya teoritis pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Dalam studi ini, data teknis seperti debit air, tinggi jatuh air (head), dan efisiensi komponen diukur dan dianalisis untuk menghitung daya teoritis menggunakan persamaan dasar energi potensial air. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya teoritis maksimum yang dapat dihasilkan adalah sebesar +792,9 kW, sedangkan daya aktual rata-rata yang dicapai selama periode pangamatan adalah 740 kW. Efisiensi operasional yang dihasilkan adalah sebesar 93,33% dengan deviasi daya sebesar 6,67%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PLTMH tersebut masih memiliki kinerja teknis yang sangat baik karena dapat menghasilkan daya aktual yang mendekati daya teoritis dan relative stabil.   Currently, electricity is a primary and essential need for human life. A Micro-Hydro Power Plant (MHPP) is an environmentally friendly renewable energy solution that utilizes water flow to generate electricity on a small scale, particularly for remote areas. This study aims to compare the actual power output with the theoretical power output of a Micro-Hydro Power Plant (MHPP). In this study, technical data such as water discharge, head, and component efficiency were measured and analyzed to calculate the theoretical power using the basic equation of water potential energy. The calculation results show that the maximum theoretical power that can be produced is +792.9 kW, while the average actual power achieved during the observation period is 740 kW. The resulting operational efficiency is 93.33%, with a power deviation of 6.67%. This study concludes that the MHPP still has excellent technical performance, as it can produce actual power close to the theoretical power and remains relatively stable.