cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285343688895
Journal Mail Official
aradigma.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa Gedung A Lt. 7 Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email: paradigma.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradigma Journal of Administration
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 30253586     EISSN : 3025549X     DOI : https://doi.org/10.35965/pja.v1i2
Paradigma Journal of Administration menerbitkan artikel yang pada bidang tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, kepemimpinan, dan kebijakan pembangunan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang tersebut dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 107 Documents
Implementasi Peningkatan Efektivitas Layanan Kepegawaian Melalui Pemanfaatan Aplikasi Sistem Aparatur Sipil Negara (SIASN) Di Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Rosnani Rosnani; Kasendra Taronno Koli; Miryam Diana Kalagison; Bustamin Wahid
Paradigma Journal of Administration Vol. 4 No. 1 (2026): Paradigma Journal of Administration, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v4i1.9196

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Salah satu bentuk transformasi tersebut diwujudkan melalui penerapan Sistem Aparatur Sipil Negara (SIASN) yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara sebagai platform terintegrasi dalam pengelolaan administrasi kepegawaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi peningkatan efektivitas layanan kepegawaian melalui pemanfaatan aplikasi SIASN di Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta mengkaji berbagai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas pejabat struktural, pengelola kepegawaian, operator SIASN, dan Aparatur Sipil Negara pengguna layanan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan SIASN mampu meningkatkan efektivitas layanan kepegawaian, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, ketepatan pengelolaan data, kemudahan akses informasi, dan transparansi proses administrasi kepegawaian. Kendala yang masih ditemukan meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan internet, gangguan server, kemampuan teknologi informasi yang belum merata di kalangan pegawai, serta kurangnya pelatihan teknis yang berkelanjutan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi pelaksanaan bimbingan teknis secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi informasi, pembentukan tim teknis pendukung, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Pemanfaatan SIASN berpotensi menjadi instrumen penting dalam mendukung reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola kepegawaian yang lebih profesional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong. Digital transformation in government administration has become a strategic necessity to improve the quality of public services that are effective, efficient, transparent, and accountable. One form of this transformation is reflected in the implementation of the State Civil Apparatus Information System (SIASN), developed by the National Civil Service Agency as an integrated platform for personnel administration management. This study aims to analyze the implementation of personnel service effectiveness improvement through the utilization of the SIASN application at the Regional Secretariat of Sorong Regency, identify the challenges encountered during its implementation, and examine efforts undertaken to optimize the utilization of the system. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving structural officials, personnel administrators, SIASN operators, and civil servants as service users. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that SIASN utilization has significantly improved personnel service effectiveness, particularly in terms of service speed, data accuracy, information accessibility, and transparency of administrative processes. Several challenges remain, including limited internet infrastructure, server disruptions, uneven digital literacy among employees, and insufficient continuous technical training. Efforts to address these challenges include periodic technical guidance programs, human resource capacity building, strengthening information technology infrastructure, establishing technical support teams, and conducting continuous monitoring and evaluation. The implementation of SIASN demonstrates considerable potential as a strategic instrument for supporting bureaucratic reform and enhancing professional personnel governance within the Government of Sorong Regency.
Evaluasi Sistem Pelayanan Tenaga Kerja Pada Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau Muhammad Arman; Delly Mustafa; Ali Anas
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6018

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi komprehensif terhadap sistem pelayanan tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor penghambat dan tingkat pemenuhan standar kualitas pelayanan. Metode penelitian kualitatif deskriptif diterapkan melalui teknik pengumpulan data triangulasi, mencakup wawancara mendalam dengan delapan informan (pejabat struktural, staf pelayanan, dan masyarakat), observasi langsung di lokasi layanan, serta analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi pelayanan telah memenuhi lima dimensi kualitas utama (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy) dengan dukungan inovasi digital seperti Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SINAKER) dan absensi daring yang meningkatkan efisiensi administratif. Namun, teridentifikasi empat kendala struktural: (1) defisit sumber daya manusia permanen, (2) koordinasi antarinstansi yang belum optimal, (3) keterlambatan pemrosesan dokumen akibat kendala teknis dan administratif, serta (4) rendahnya literasi masyarakat tentang kepatuhan waktu pengurusan administrasi. Rekomendasi strategis mencakup penguatan kapasitas aparatur melalui rekrutmen pegawai tetap, integrasi sistem informasi lintas sektor, sosialisasi prosedur berbasis media digital-konvensional, dan peningkatan anggaran infrastruktur pendukung. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam transformasi pelayanan publik yang menggabungkan aspek kelembagaan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. This study conducts a comprehensive evaluation of the labor service system at the Department of Manpower in Baubau City, focusing on identifying inhibiting factors and compliance with service quality standards. A descriptive qualitative method was employed using triangulated data collection techniques, including in-depth interviews with eight informants (structural officials, service staff, and community members), direct observation at service locations, and analysis of policy documents. Findings reveal that service implementation fulfills five core quality dimensions (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy), supported by digital innovations such as the Labor Information System (SINAKER) and online attendance, which enhance administrative efficiency. However, four structural constraints were identified: (1) shortage of permanent human resources, (2) suboptimal inter-agency coordination, (3) document processing delays due to technical and administrative obstacles, and (4) low public awareness regarding timely administrative compliance. Strategic recommendations include strengthening staff capacity through permanent recruitment, cross-sectoral information system integration, digital-traditional media-based procedure socialization, and increased infrastructure funding. The research implications underscore the necessity for a holistic approach to public service transformation, combining institutional, technological, and community empowerment aspects.
Analisis Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Chaerul Azmi; Delly Mustafa; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dengan fokus pada tiga indikator utama: Disiplin Waktu, Disiplin Peraturan, dan Disiplin Tanggung Jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi informan struktural, operator kepegawaian, dan PPPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja ASN secara umum cukup baik, namun masih terdapat tantangan dalam Disiplin Waktu, seperti ketidaktepatan kedatangan, penyelesaian tugas, dan pemanfaatan waktu istirahat. Disiplin Peraturan menunjukkan kepatuhan terhadap SOP dan aturan pakaian dinas, tetapi terhambat oleh pembaruan regulasi dan pengawasan. Disiplin Tanggung Jawab relatif baik, meskipun terdapat masalah distribusi tugas dan pemeliharaan inventaris. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan pengawasan berbasis teknologi, pembaruan regulasi, pelatihan ASN, dan manajemen beban kerja yang lebih efektif. This study aims to analyze the level of work discipline among Civil Servants (ASN) at the Makassar City Public Works Office, focusing on three main indicators: Time Discipline, Regulatory Discipline, and Responsibility Discipline. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data sources include structural officials, personnel operators, and PPPK employees. The findings indicate that overall work discipline is relatively good, but challenges remain in Time Discipline, such as punctuality, task completion, and rest time utilization. Regulatory Discipline shows compliance with SOPs and uniform regulations, yet faces obstacles due to regulatory updates and supervision. Responsibility Discipline is relatively strong, though issues like uneven task distribution and inventory maintenance persist. Recommendations include strengthening technology-based supervision, updating regulations, providing employee training, and improving workload management.
Analisis Kinerja Organisasi Pada Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Frederik Any; Delly Mustafa; Ridha Suaib
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6020

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis Kinerja Organisasi pada Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dengan fokus pada Aksesibilitas Pangan, Distribusi Pangan, Peningkatan Infrastruktur Pangan, dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksesibilitas Pangan telah dilaksanakan meskipun belum optimal, sementara Distribusi Pangan dilakukan melalui kerja sama dengan BULOG namun masih menghadapi kendala geografis dan infrastruktur. Peningkatan Infrastruktur Pangan telah direncanakan sesuai visi-misi dinas, sedangkan Peningkatan Kualitas SDM melalui pelatihan belum berkelanjutan. Faktor Internal seperti SDM, Budaya Organisasi, dan Prosedur Kerja, serta Faktor Eksternal seperti Kebijakan Pemerintah dan Kondisi Alam, secara signifikan memengaruhi kinerja organisasi. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem distribusi, peningkatan kapasitas SDM, dan adaptasi teknologi untuk memperkuat Ketahanan Pangan di wilayah tersebut. This study examines Organizational Performance at the Food Security Office of South Sorong Regency, Southwest Papua Province, focusing on Food Accessibility, Food Distribution, Food Infrastructure Development, and Human Resource (HR) Quality Improvement. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings indicate that Food Accessibility has been implemented but remains suboptimal, while Food Distribution is conducted in collaboration with BULOG yet faces geographical and infrastructural challenges. Food Infrastructure Development aligns with the office’s vision and mission, whereas HR Quality Improvement through training lacks sustainability. Internal factors such as HR, Organizational Culture, and Work Procedures, alongside External factors like Government Policies and Natural Conditions, significantly influence organizational performance. The study recommends strengthening distribution systems, enhancing HR capacity, and adopting technology to improve Food Security in the region.
Peranan Pemerintah Dinas Sosial Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Dalam Mengentaskan Kemiskinan Mikel Kemesrar; Syamsul Bahri; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6021

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui tiga pendekatan utama: Penyediaan Bantuan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyuluhan dan Edukasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial telah melaksanakan berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang secara signifikan membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar. Namun, efektivitas program masih terkendala oleh ketidakakuratan data penerima, keterbatasan anggaran, dan tantangan geografis. Di sisi pemberdayaan, Dinas Sosial telah menyelenggarakan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha, meskipun belum berkelanjutan. Penyuluhan dan edukasi juga telah dilakukan untuk meningkatkan literasi ekonomi, tetapi dampaknya belum optimal akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem pendataan, peningkatan koordinasi antar-stakeholder, dan integrasi teknologi untuk memperluas jangkauan program. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal. This study examines the role of the Social Service Office of South Sorong Regency, Southwest Papua Province, in poverty alleviation through three main approaches: Social Assistance Provision, Community Empowerment, and Counseling and Education. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings indicate that the Social Service Office has implemented various social assistance programs, such as the Family Hope Program (PKH) and Non-Cash Food Assistance (BPNT), which significantly aid impoverished communities in meeting basic needs. However, program effectiveness is hindered by inaccurate beneficiary data, budget constraints, and geographical challenges. In terms of empowerment, the office has conducted skills training and business mentoring, though sustainability remains an issue. Counseling and education initiatives have been introduced to improve economic literacy, yet their impact is limited due to low community participation. The study recommends strengthening data systems, enhancing inter-stakeholder coordination, and integrating technology to expand program reach. These findings offer practical contributions to poverty alleviation policy formulation in underdeveloped regions.
Kinerja Pegawai Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar Andi Algifari Arezona; Andi Rasyid Pananrangi; Syamsul Bahri
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6023

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Jumpandang Baru Kecamatan Tallo Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara terhadap informan yang terdiri dari kepala puskesmas, staf administrasi, dinas kesehatan, masyarakat, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai belum optimal, terutama dalam hal kecepatan layanan pendaftaran dan pengambilan obat, meskipun telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Kendala utama meliputi manajemen waktu yang kurang efektif akibat tingginya jumlah pasien, birokrasi yang rumit, serta lokasi puskesmas yang rawan banjir. Upaya efisiensi seperti konseling obat yang cepat dan sistem shift telah dilakukan, namun keterbatasan tenaga medis dan dualisme sistem (digital dan manual) tetap menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan penambahan pegawai, peningkatan kapasitas layanan, dan modernisasi sistem administrasi untuk memperbaiki mutu pelayanan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perencanaan kebijakan kesehatan dan peningkatan kepuasan masyarakat. This study examines employee performance in improving the quality of healthcare services at Jumpandang Baru Community Health Center in Tallo District, Makassar. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing observation and interviews with informants, including the health center head, administrative staff, health department officials, community members, and patients. The findings reveal that employee performance remains suboptimal, particularly in the speed of registration and medicine dispensing services, despite adherence to Standard Operating Procedures (SOP). Key challenges include ineffective time management due to high patient volumes, complex bureaucracy, and the health center’s flood-prone location. Efficiency measures such as rapid drug counseling and shift systems have been implemented, but limitations in medical personnel and dual-system (digital and manual) operations persist. The study recommends increasing staff, enhancing service capacity, and modernizing administrative systems to improve service quality. These findings hold significant implications for health policy planning and community satisfaction.
Peran Birokrasi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada Kasus Penerbitan Dokumen Kependudukan Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Annisa Annisa; Delly Mustafa; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6024

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran birokrasi pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada penerbitan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran (AK). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Ende berperan sebagai regulator, penyedia layanan, dan fasilitator melalui inovasi berbasis digital seperti Sistem Informasi Kependudukan (SIK) dan Kelimutu Box. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan sarana prasarana, kompetensi SDM, dan kompleksitas birokrasi yang berdampak pada kualitas pelayanan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perbaikan sistem administrasi kependudukan dengan menekankan pada peningkatan kapasitas SDM, modernisasi infrastruktur, dan penyederhanaan prosedur. This study examines the role of government bureaucracy in administering population administration services in Ende Regency, East Nusa Tenggara, focusing on the issuance of population documents such as Identity Cards (KTP), Family Cards (KK), and Birth Certificates (AK). The research employs a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and document studies. The findings reveal that the Ende Regency government acts as a regulator, service provider, and facilitator through digital innovations like the Population Information System (SIK) and Kelimutu Box. However, major challenges include inadequate infrastructure, human resource competencies, and bureaucratic complexity, which affect service quality. These findings highlight the need for improvements in population administration systems by emphasizing capacity building, infrastructure modernization, and procedural simplification.
Efektivitas Pelayanan Sosial Dan Pembinaan Anak Jalanan Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Armet Mexi Melser Adoi; Syamsul Bahri; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6025

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan sosial dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan anak jalanan di wilayah tersebut belum optimal meskipun melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan panti sosial. Faktor utama yang menghambat efektivitas program antara lain ketiadaan Peraturan Daerah (Perda) khusus untuk penanganan anak jalanan, keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta rendahnya kesadaran keluarga dalam pengasuhan berbasis agama dan budaya. Inovasi seperti rumah singgah dan kolaborasi antarstakeholder belum mampu menekan peningkatan jumlah anak jalanan secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan perlunya kebijakan yang lebih komprehensif, peningkatan kapasitas SDM, dan pendekatan berbasis kearifan lokal untuk mencapai hasil yang berkelanjutan. This study aims to analyze the effectiveness of social services and coaching programs for street children in South Sorong Regency, West Papua Province, and identify the inhibiting factors in their implementation. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews and documentation studies involving six purposively selected informants. The results reveal that the handling of street children in the region remains suboptimal despite the involvement of various stakeholders, including the government, non-governmental organizations (NGOs), and social institutions. Key challenges include the absence of regional regulations (Perda) specific to street children, limited human and infrastructure resources, and low family awareness regarding child-rearing based on religious and cultural values. Innovations such as shelters and multi-stakeholder collaborations have yet to significantly reduce the number of street children. These findings underscore the need for more comprehensive policies, capacity-building initiatives, and local wisdom.
Sinergitas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Dalam Pembangunan Desa Di Kecamatan Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Esau Nebore; Andi Muhibuddin; Juharni Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6026

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sinergitas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa di Kecamatan Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat, serta studi dokumentasi di Kampung Seyolo. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan kunci: (1) Penyaluran aspirasi masyarakat dilakukan secara lisan dan tertulis melalui BPD sebagai mediator efektif; (2) BPD berperan strategis dalam menetapkan Peraturan Desa, mengawasi implementasinya, serta memantau Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan keputusan Kepala Desa; (3) Pemberdayaan masyarakat tercapai melalui partisipasi aktif, akses informasi, penguatan kapasitas organisasi lokal, dan profesionalitas pelaku. Kendala utama teridentifikasi pada keterbatasan akses informasi di empat desa terpencil yang menghambat koordinasi. Simpulan penelitian menegaskan perlunya model sinergitas inklusif berbasis kolaborasi multistakeholder untuk memperkuat tata kelola desa yang akuntabel dan responsif. This study examines the synergy between the Community and Village Empowerment Office and the Village Consultative Body (BPD) in village development within Teminabuan District, South Sorong Regency. Employing a descriptive-analytical qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with village officials and community members, and documentation studies in Seyolo Village. Key findings reveal: (1) Community aspirations are channeled verbally and in writing via BPD as an effective mediator; (2) BPD plays a strategic role in establishing Village Regulations, supervising their implementation, and monitoring the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) and Village Head decisions; (3) Community empowerment is achieved through active participation, information access, local organizational capacity building, and professional actors. The primary constraint lies in limited information access across four remote villages, hindering coordination. The research concludes that an inclusive synergy model based on multi-stakeholder collaboration is essential to strengthen accountable and responsive village governance.
Pengaruh Karakteristik Individu, Komitmen Organisasi Dan Kedisplinan Terhadap Kinerja Satuan Intelkam Polres Gowa Imam Algazali Kadir; Juharni Juharni; Muh. Ridha Syuaib
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6027

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh Karakteristik Individu, Komitmen Organisasi, dan Kedisplinan terhadap Kinerja Personil Satuan Intelkam Polres Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Ex Post Facto. Populasi penelitian mencakup seluruh personil Satuan Intelkam Polres Gowa sebanyak 46 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik Individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja personil (nilai sig. 0,000); (2) Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan (nilai sig. 0,022); (3) Kedisplinan berpengaruh positif dan signifikan (nilai sig. 0,031). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja (nilai sig. F 0,000), dengan Karakteristik Individu sebagai faktor dominan (koefisien beta 0,317). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja personil dapat dioptimalkan melalui pengembangan karakteristik individu, penguatan komitmen organisasi, dan penerapan disiplin kerja yang konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen sumber daya manusia di lingkungan kepolisian, khususnya dalam merancang strategi peningkatan kinerja berbasis faktor individu dan organisasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik individu, komitmen organisasi, dan kedisiplinan kerja terhadap kinerja personil Satuan Intelkam Polres Gowa. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan pendekatan Ex Post Facto, data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 46 personel (sensus) serta observasi dan studi dokumentasi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan secara parsial (nilai sig. <0.05) maupun simultan (sig. F 0.000). Karakteristik individu merupakan prediktor dominan (koefisien beta 0.317), diikuti oleh kedisiplinan kerja (0.236) dan komitmen organisasi (0.227). Temuan mengindikasikan bahwa pengembangan kemampuan, motivasi, dan sikap personil menjadi kunci utama peningkatan kinerja, didukung oleh penegakan disiplin dan penguatan komitmen organisasi. Implikasi praktisnya adalah perlunya desain pelatihan berbasis kompetensi, sistem reward untuk loyalitas, serta mekanisme pengawasan disiplin yang konsisten guna mengoptimalkan kinerja unit intelijen kepolisian. This study aims to analyze the influence of Individual Characteristics, Organizational Commitment, and Discipline on the Performance of Gowa Police Intelkam Unit Personnel. The research method used is quantitative with the Ex Post Facto approach. The research population includes all Gowa Police Intelkam Unit personnel totaling 46 people, with a sampling technique using saturated sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and literature studies, then analyzed using multiple linear regression. The results of the study indicate that: (1) Individual Characteristics have a positive and significant effect on personnel performance (sig. value 0.000); (2) Organizational Commitment has a positive and significant effect (sig. value 0.022); (3) Discipline has a positive and significant effect (sig. value 0.031). Simultaneously, the three variables have a significant effect on performance (sig. F value 0.000), with Individual Characteristics as the dominant factor (beta coefficient 0.317). These findings indicate that improving personnel performance can be optimized through developing individual characteristics, strengthening organizational commitment, and implementing consistent work discipline. This study provides practical contributions to human resource management in the police environment, especially in designing performance improvement strategies based on individual and organizational factors. This study analyzes the influence of individual characteristics, organizational commitment, and work discipline on the performance of Gowa Police Intelligence Unit personnel. Using an explanatory quantitative method with an Ex Post Facto approach, data were collected through questionnaires to 46 personnel (census) as well as observation and documentation studies. The results of multiple linear regression analysis indicate that the three variables have a positive and significant effect partially (sig. value <0.05) and simultaneously (sig. F 0.000). Individual characteristics are the dominant predictor (beta coefficient 0.317), followed by work discipline (0.236) and organizational commitment (0.227). The findings indicate that the development of personnel's abilities, motivation, and attitudes is the main key to improving performance, supported by discipline enforcement and strengthening organizational commitment. The practical implications are the need for competency-based training design, a reward system for loyalty, and a consistent discipline monitoring mechanism to optimize the performance of the police intelligence unit.

Page 9 of 11 | Total Record : 107