cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342239898
Journal Mail Official
pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa, Gedung A, Lt 8. Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Lt. 8 Gedung A Universitas Bosowa Email: pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pallangga: Journal of Agriculture Science and Research
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 29874149     EISSN : 29875994     DOI : https://doi.org/10.56326/pallangga.v2i2
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang pertanian yang mencakup antara lain ilmu tanah, budidaya tanaman semusim, budidaya pertanian dan perkebunan, pangan olahan, rekayasa pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, manajemen agribisnis, ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Glycine max L. Pada Pemberian Kombinasi Arang Sekam Dengan Pupuk Kandang Ayam Palumpun, Stefanus Silalong; Muhibudin , Andi; Maulana, Zulkifli
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4815

Abstract

This research aims to determine the effect of a combination of husk charcoal and chicken manure on the growth of soybean plants (Glycine max L.). This research was carried out at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, on JL. Raya Poros Sapayya, Bontoramba Village, Palangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. This research started from May to July 2024. This research used a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments, namely without husk charcoal and chicken manure as a control, 500 g husk charcoal + 50 g chicken manure, 600 g husk charcoal + 60 g chicken manure, 700 g husk charcoal + 70 g chicken manure and 800 g husk charcoal + 80 g chicken manure and 3 repetitions. The results of the research showed that the best growth and production was with a combined dose of 800 g of husk charcoal and 80 g of chicken manure which was able to provide growth and production in terms of plant height, stem diameter, number of pods, weight of the pods contained, seed weight of 100 g/plot, weight of the seed planting. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi takaran arang sekam dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, di JL. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu tanpa arang sekam dan pupuk kandang ayam sebagai kontrol, 500 g arang sekam + 50 g pupuk kandang ayam, 600 g arang sekam + 60 g pupuk kandang ayam, 700 g arang sekam + 70 g pupuk kandang ayam dan 800 g arang sekam + 80 g pupuk kandang ayam serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan produksi terbaik yaitu dengan dosis kombinasi 800 g arang sekam dan 80 g pupuk kandang ayam yang mampu memberikan pertumbuhan dan produksi pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong berisi, berat biji 100 g/ plot, berat biji pertanaman.
Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy Brassica rapa L. Dengan Pengaplikasian Pupuk Kompos Ampas Kelapa Dan NPK Mutiara Serly, Serly; Amirudin, Amirudin; Abri, Abri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4816

Abstract

This research aims to find out how to cultivate pak-coy plants and to determine the response of growth of pak-coy mustard plants in interaction with the provision of shared doses of coconut pulp waste fertilizer and pearl NPK. The usefulness of this research is expected to be able to gain skills in cultivating pakcoy plants and knowing the existing problems and appropriate handling methods in cultivating pakcoy plants. This research was carried out integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, Village Bontoramba, Palangga District, Gowa Regency. The research started at planting in April 2024 and harvested in May 2024. This research used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is coconut dregs waste (K) which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 300 g/plant (6 tons/ha), 450 g/plant (12 tons/ha), and 500 g/plant. The second factor is NPK (P) fertilizer which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 8 g/plant (350 g/ha), 12 g/plant (450 kg/ha), 16 g/plant (550kg/ha). The best treatment, namely coconut dregs compost 500 g/plant (18 tons/ha) and application of NPK Mutiara fertilizer 12g/plant (450 g/ha) had a better effect on pakchoy production. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara budidaya tanaman pakcoy dan dapat mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy secara interaksi terhadap pemberian berbagai takaran pupuk ampas kelapa dan NPK mutiara. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan mampu memperoleh keterampilan dalam membudidayakan tanaman pakcoy dan mengetahu permasalahan yang ada dan cara penanganan yang tepat dalam membudidayakan tanaman pakcoy. Penelitian ini di laksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System, Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Penelitian mulai saat tanam pada April 2024 dan dipanen pada Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktoral (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama ampas kelapa (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontorol, 300g/tanaman, 450g/tanaman, dan 500g/tanaman. Faktor ke dua pupuk NPK (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 8g/tanaman, 12g/tanaman, dan 16g/ tanaman. Pemberian perlakuan terbaik yaitu pupuk kompos ampas kelapa 500g/tanaman dan pupuk NPK mutiara 12g/tanaman memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap produksi tanaman pakcoy.
Respon Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Capsicum annum L. Pada Pemberian Pupuk Organik Cair Rebung Bambu Dan Trichoderma sp. Hismawati, Hismawati; Muhibuddin, Andi; Nasution, Muhammad Arief
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4818

Abstract

Red chili (capsicum annum L) is one of the important horticultural plants cultivated commercially. This study began in March to July 2024 at the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University in Bontoramba Village, Pallangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. The purpose of this study was to determine the combination of liquid organic fertilizer from bamboo shoots and Trichoderma sp. which influenced the growth of red chili plants. This study used a randomized block design with five treatments, namely F0 (without POC + Trichoderma sp. as a control), F1 (POC 100ml/liter + Trichoderma sp. 40 g), F2 (POC 150ml/liter + Trichoderma sp. 50 g), F3 (POC 200ml/liter + Trichoderma sp. 60 g), F4 (POC 250ml/liter + Trichoderma sp. 70 g), and 3 replications. The results of the study showed that the best growth was in the F4 treatment with a combination dose of POC 250ml/liter + Trichoderma sp. 70 g which was able to provide growth in plant height, number of leaves, stem diameter, and fruit weight per plant. Cabai Merah Capsicum annum L. merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting dibudidayakan secara komersial. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2024 di Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi pupuk organik cair rebung bambu dan Trichoderma sp. yang memberi pengaruh pertumbuhan terhadap tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu F0 (tanpa POC+ Trichoderma sp. sebagai kontrol), F1 (POC 100ml/liter + Trichoderma sp. 40 g), F2 (POC 150ml/liter + Trichoderma sp. 50 g), F3 (POC 200ml/liter + Trichoderma sp. 60 g), F4 (POC 250ml/liter + Trichoderma sp. 70 g). serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik yaitu pada perlakuan F4 dengan dosis kombinasi POC 250ml/liter + Trichoderma sp. 70 g yang mampu memberikan pertumbuhan pada tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter batang, dan berat buah pertanaman.
Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy Brassica rapa L Dengan Pemberian POC Air Kelapa Pada System Hidroponik Datu, Merianti; Amirudin, Amirudin; Abri, Abri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4819

Abstract

The aim of this research was to determine the growth response of pakcoy (Brassica rapa L) plants to the application of liquid organic fertilizer (POC) coconut water in a hydroponic system. This research was carried out in Berua Raya subdistrict, Biringkanaya subdistrict, Makassar City, which took place from July to August 2024. This research was designed in the form of an experiment structured using a completely randomized design (CRD) with 3 treatment levels, namely P1 (150 ml poc coconut water/liter of water), P2 (200 ml poc coconut water/liter water), P3 (300 ml poc coconut water/liter of water) where each treatment was repeated 6 times, so that a total of 6x3 = 18 experimental units with a total of 6 plants per experiment so that the total number of plants was 108 plants. The results showed that the POC coconut water treatment gave the best results at plant height at 15 days after planting, number of leaves at 15, 30, and 45 days after planting, root volume gave the best results at P3 treatment and plant weight gave the best results at P3 treatment. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L) terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) air kelapa pada sistem hidroponik. Penelitian ini di laksanakan di kelurahan Berua Raya, Kecematan Biringkanaya, Kota Makassar yang berlangsung pada Juli sampai Agustus 2024. Penelitian ini di desain dalam bentuk percobaan yang disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan yaitu P1 (150 ml poc air kelapa/5 liter air), P2 (200ml poc air kelapa/5 liter air), P3 (300 ml poc air kelapa/5 liter air) yang masing- masing perlakuan di ulang 6 kali, sehingga seluruhnya terdapat 18 satuan percobaan dengan jumlah tanaman setiap percobaan sebanyak 6 tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan poc air kelapa memberikan hasil yang terbaik pada tinggi tanaman umur 15 hst, jumlah daun umur 15,30, dan 45 hst, volume akar memberikan hasil terbaik pada perlakuan P3 dan bobot tanaman memberikan hasil terbaik pada perlakuan P3.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat Solanum Lycopersicum L. Dengan Pemberian Kombinasi Takaran Pupuk Kandang Sapi Dan Volume Air Melalui Sistem Irigasi Tetes Tunggal, Putri; Muhibuddin, Andi; Amirudin, Amirudin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.4834

Abstract

Tomato plants (Solanum Lycopersicum L.) are one of the horticultural vegetable commodities cultivated in Indonesia. Tomatoes also contain carbohydrates, proteins, fats and calories, and are one of the agricultural commodities that can support the economy. Drip irrigation is one of the surface irrigation systems by providing water between plant lines. This study aims to determine the interaction of the ratio or dose of the combination of cow manure with the amount of water through a drip irrigation system. This study was carried out by the Integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, on JL. Raya Poros Sapayya, Bontoramba Village, Palangga District, Gowa Regency, South Sulawesi. This research was started in May to July 2024. This research used a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments, namely (2,160 ml/polybag + 200 grams of cow manure), (1,440 ml/polybag + 300 grams of cow manure), (1,080 ml/polybag + 400 grams of cow manure), (864 ml/polybag + 500 grams of cow manure), (720 ml/polybag + 600 grams of cow manure and 3 replications. The results of the study showed the best growth and production, namely 720 ml/polybag + 600 grams of cow manure which was able to provide the best growth and production. Tanaman tomat (Solanum Lycopersicum L.) adalah salah satu komoditas sayuran hortikultura yang dibudidayakan di Indonesia. Tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan kalori, serta menjadi salah satu komoditas pertanian yang dapat menunjang perekonomian. Irigasi tetes adalah termasuk salah satu sistem irigasi permukaan (surface irrigation) dengan cara pemberian air di antara jalur-jalur tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi rakaran atau dosis dari kombinasi pupuk kandang sapi dengan jumlah air melalui sistem irigasi tetes. Penelitian ini dilaksanakan Kebun Pendidikan Integrated Farming System Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, di JL. Raya Poros Sapayya, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini dimulai pada Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu (2,160 ml/polybag + 200 gram pupuk kandang sapi), (1,440 ml/polybag + 300 gram pupuk kandang sapi), (1,080 ml/polybag + 400 gram pupuk kandang sapi), (864 ml/polybag + 500 gram pupuk kandang sapi), (720 ml/polybag + 600 gram pupuk kandang sapi serta 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pertumbuhan dan produksi terbaik yaitu 720 ml/polybag + 600 gram pupuk kandang sapi yang mampu memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik.
Penerapan Kearifan Lokal Pada Usaha Tani Padi Di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara Werang, Michael Macmarten Koda; Azuz, Faidah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5698

Abstract

Due to the changing times, local wisdom in each region began to fade, but in Deri Village, the farming community still practices or upholds local wisdom in rice farming. This study aims to determine the practical use of this local wisdom in rice farming in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. North Toraja Regency. This study aims to determine the practical use of local wisdom in rice farming activities in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. This research was conducted in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. The informants in this study were determined as many as 15 people consisting of traditional leaders and religious leaders. The data analysis method used in this research is qualitative analysis method. The results showed that the farming community in Deri Village applies local wisdom in rice farming which includes four stages, namely; (1) Pre-Planting Stage which includes:  Ceremony to determine the time to go down the rice field (Medatu) and Ceremony to go down the rice field (Ma' Rara Kalo'); (2) Planting Stage which includes: Making a seeding place (Massukbak Panta'nakan), Planting Rice (Mantanan Pare), Fertilizing and Pest Management; (3) Harvest Stage which includes: Harvesting ceremony (Ma' Rakan for Aluk Todolo) and Rice Harvesting (Mepare); (4) Post-harvesting stage includes: Results and Harvest Thanksgiving. These activities are a form of culture or local wisdom in cultivating paddy rice in Deri Village which is still applied today. The figures involved or play an important role in every implementation of traditional ceremonies or rituals in the application of local wisdom in rice farming in Deri Village, namely: (1). Parandangan Ada' (Customary Leader); (2). Tomina (Prayers); and (3). The local community (both from children to adults/parents). Seiring perkembangan zaman kearifan lokal di setiap daerah mulai memudar, namun di Kelurahan Deri masyarakat petani masih menerapkan atau memegang teguh kearifan lokal dalam berusahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kearifan lokal setempat dalam usahatani padi di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Sampel atau informan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang terdiri dari ketua adat dan pemuka agama. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani di Kelurahan Deri menerapkan kearifan lokal dalam berusahatani padi yang meliputi empat tahap, yaitu;  (1) Tahap pra tanam yang meliputi:  upacara waktu penentuan turun sawah (Medatu) dan upacara turun sawah (Ma’ Rara Kalo’); (2) Tahap penanaman  yang meliputi: membuat tempat pembenihan (Massukbak Panta’nakan), menanam padi (Mantanan Pare), pemupukan  dan penanganan hama; (3) Tahap panen yang meliputi: upacara penentuan panen (Ma’ Rakan untuk Aluk Todolo) dan panen padi (Mepare); (4) Tahap pasca panen meliputi: hasil dan syukuran panen. Berbagai kegiatan tersebut sebagai bentuk kebudayaan atau kearifan lokal dalam berusahatani padi sawah di Kelurahan Deri yang masih di terapkan sampai sekarang. Tokoh-tokoh yang terlibat atau berperan penting dalam setiap pelaksaan kegiatan upacara atau ritual adat dalam penerapan kearifan lokal pada usahatani padi di Kelurahan Deri yaitu: (1). Parandangan Ada’ (Ketua Adat); (2). Tomina (Pendoa); dan (3). Masyarakat setempat (baik itu dari anak-anak sampai dewasa/orang tua).
Saluran Distribusi Dan Margin Pemasaran Moke Maumere Di Kota Makassar Soi, Yohanes; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Azuz, Faidah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5704

Abstract

Due to its unique flavor characteristics and deeply held cultural values, moke as a traditional alcoholic beverage not only functions as a drink but also as a symbol of local identity overseas. This causes migrants from Maumere, East Nusa Tenggara who live in Makassar City to always consume Moke from their home place as a medium of bonding and identity. This causes migrants from Maumere, East Nusa Tenggara who live in Makassar City to always consume Moke from their home place as a means of bonding and identity. It is within this context that the study of Moke distribution and marketing finds its relevance. In order to maximize market potential, however, it is important for producers or distributors to understand and manage distribution channels effectively. This study aims to determine the distribution channel model and the amount of Maumere moke marketing margin in Makassar city using quantitative descriptive method. Respondents in this study were 10 moke traders from Maumere in Makassar city. The results showed that the distribution channel of moke maumere in Makassar city showed quite good effectiveness, although it was still faced with several obstacles. A profitable marketing margin of Rp.30,000 / 600ml bottle shows great potential for business development. Karateristik rasa yang unik dan nilai budaya yang dipegang teguh, moke sebagai minuman tradisional beralkohol tidak hanya berfungsi sebagai minuman tetapi juga sebagai simbol identitas daerah (Maumere) di perantauan. Hal ini menyebabkan perantau asal Maumere Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Kota Makassar selalu mengonsumsi Moke dari daerah asal mereka sebagai alat perekat dan identitas. Dalam konteks inilah studi tentang distribusi dan pemasaran Moke menemukan relevansinya. Namun untuk memaksimalkan potensi pasar, penting bagi produsen atau distributor untuk memahami dan mengelola saluran distribusi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model saluran distribusi dan besarnya margin pemasaran moke maumere di kota Makassar dengan menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pedagang moke asal Maumere di kota Makassar yang berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran distribusi moke maumere di kota Makassar menunjukan efektivitas yang cukup baik, meskipun masih dihadapkan pada beberapa kendala. Margin pemasaran yang menguntungkan yaitu sebesar Rp.30.000/ botol kemasan 600ml menunjukkan potensi besar bagi pengembangan usaha.
Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Cabai Katokkon Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja Ramadhan, Wahyudi; Baharuddin, Baharuddin; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5711

Abstract

Due to determine how the contribution of katokkon chili farming income increases farmers' income in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. The sample taken was 8 farmers. The analysis used is quantitative descriptive analysis. The results of this study are the contribution of income from katokkan chili farming reached 67.48% of the total farmer income, which shows that katokkan chili is the main commodity that supports the economy of farmers in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi pendapatan usahatani cabai katokkon dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Sampel yang diambil sebanyak 8 orang petani. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kontribusi pendapatan dari usahatani cabai katokkan mencapai 67,48% dari total pendapatan petani, yang menunjukkan bahwa cabai katokkan menjadi komoditas utama yang mendukung perekonomian petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja.
Strategi Pengembangan Usaha Kelapa Sawit Plasma Dan Mandiri Di Desa Kakullasan Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Bongga, Alfrian; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Azuz, Faidah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5723

Abstract

This study aims to determine the strategy in developing plasma and independent scheme oil palm businesses in Kakullasan Village, Tommo District, Mamuju Regency. Oil palm is one of the leading commodities that contributes to the regional economy and farmer welfare. This study uses a descriptive method with primary data collection through questionnaires, interviews, and observations and secondary data through government agencies. The population in this study were 25 oil palm farmers. Plasma farmers numbered 10 people, independent farmers numbered 13 people, and P+M numbered 3 people. The results of this study indicate that farmers who carry out extensification are plasma farmers with an average land area of plasma farmers that is larger than independent farmers; then plasma farmers become mixed farmers, namely independent plasma with an average land area of plasma farmers of 3 Ha; while independent farmers are 2.7 Ha and mixed plasma and independent farmers with an average land area of 4.8 Ha. Therefore, farmers who tend to do extensification are plasma farmers compared to independent farmers. Farmers who tend to do extensification will find it easier to increase their palm oil production because they are supported by a larger land area. Penelitian bertujuan untk mengetahui strategi dalam mengembangkan usaha kelapa sawit skema plasma dan skema mandiri di Desa Kakullasan, Kecamatan Tommo, kabupaten Mamuju. Kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner, wawancara, dan observasi serta data sekunder melalui instansi pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah petani sawit yang berjumlah 25 orang petani. Petani plasma berjumlah 10 orang, petani mandiri berjumlah 13 orang, dan P+M berjumlah 3 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani yang melakukan ekstensifikasi adalah petani plasma dengan rata-rata luas lahan petani plasma yang lebih banyak dibandingkan petani mandiri; kemudian petani plasma menjadi petani campuran yaitu plasma mandiri dengan luas lahan rata-rata petani plasma yaitu 3 Ha; sedangkan petani mandiri 2,7 Ha dan petani campuran plasma dan mandiri dengan luas lahan rata-rata yaitu 4,8 Ha. Oleh karena itu, petani yang cenderung melakukan ekstensifikasi yaitu petani plasma di banding petani mandiri. Petani yang cenderung melakukan ekstensifikasi akan lebih mudah dalam meningkatkan produksi kelapa sawitnya karena didukung luas lahan yang lebih besar.