cover
Contact Name
Ihwan Amalih
Contact Email
elwaroqoh1234@gmail.com
Phone
+6281999286606
Journal Mail Official
elwaroqoh1234@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Kampus Pusat Universitas Al-Amien Prenduan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Jawa Timur Kode Pos 69465 email : elwaroqoh1234@gmail.com
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat
ISSN : 25804014     EISSN : 25804022     DOI : 10.28944/el-waroqoh
El Waroqoh: Jurnal Ushuluddin dan Filsafat is a peer reviewed journal which is highly dedicated as public space to deeply explore and widely socialize various creative and brilliance academic ideas, concepts, and research findings from the researchers, academicians, and practitioners who are concerning to develop and promote the religious thoughts, and philosophies. Nevertheless, the ideas which are promoting by this journal not just limited to the concept per se, but also expected to the contextualization into the daily religious life, such as, inter-religious dialogue, Islamic movement, living Quran, living Hadith, and other issues which are socially, culturally, and politically correlate to the Islamic and Muslim community development.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 9 Documents clear
RIBA DAN BUNGA DALAM "PERMAINAN BAHASA" WITTGENSTEIN Mun'im, Muhtadi Abdul
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1479

Abstract

Artikel ini akan mengkaji tentang perdebatan mengenai kesamaan atau perbedaan antara bunga bank dan riba yang telah menghiasi wacana pemikiran Islam. Biasanya, perdebatan tersebut berujung pada masalah hukum fiqh, antara halal atau haram. Hal yang mungkin luput dari perhatian banyak orang adalah konteks penggunaan kata riba dan bunga bisa berbeda-beda. Konsekuensi dari konteks penggunaan bahasa yang berbeda akan menyebabkan makna yang berbeda pula. Masalah inilah yang kemudian akan penulis cermati dengan menggunakan analisa language gamesyang diletakkan dalam konteks agama dan ekonomi. Tujuan tulisan ini adalah untuk menemukan tentang adanya interkoneksitas yang bisa saling mempengaruhi makna bahasa di luar konteks penggunaannya, terutama berkaitan dengan makna literal, semantik dan substansial. Untuk mencapai tujuan tersebut, tulisan ini akan dimulai dengan pembahasan mengenai “permainan bahasa” yang dimaksudkan Wittgenstein, sehingga bisa diterapkan sebagai alat bedah filsafat bahasa dalam menganalisa kata riba dan bunga. Bagian berikutnya akan dibahas kata riba dan bunga dalam konteks agama dan ekonomi secara terpisah. Adapun hasil dari artikel ini adalah bahwa Riba dan bunga dalam ekonomi Islam dianggap bermakna sama. Hal tersebut terjadi karena dalam ekonomi Islam, tidak ada pemisahan antara konteks agama dan konteks ekonomi. Dalam kehidupan Muslim, seringkali terjadi intervensi antar konteks dan antar aturan permainan. Hal ini berarti, ada keterkaitan lintas konteks yang bisa saling mempengaruhi makna bahasa. Hal ini lebih dari sekedar apa yang telah disampaikan dalam teori ‘permainan bahasa’ Wittgenstein. Tampaknya, riba dan bunga bisa digunakan pula sebagai teknik pemasaran untuk mempromosikan produk-produk perbankan syariah “tanpa riba atau tanpa bunga”, seperti halnya banyak produk makanan yang dipromosikan dengan slogan “sugar free”, tanpa bahan pengawet dan semacamnya. Padahal, makna substansial riba melebihi dari sekedar larangan mempraktekkannya, tapi justru mendorong Muslim untuk berbuat lebih dari sekedar menghindarinya, yaitu mewujudkan keadilan, kesejahteraan, pemerataan dan kebahagiaan dunia-akhirat. Jika demikian, mungkin sekarang ini, slogan bebas riba dan bunga tampaknya masih dalam tataran permainan bahasa marketing, baik itu sifatnya keagamaan atau maksud-maksud ekonomi lainnya. 
PEMBACAAN TIGA SURAT PILIHAN DALAM TRADISI MALEM SABELLESEN (Studi Living Qur`an di Desa Konang Pamekasan) Auli Robby Finaldy, Agus Kharir
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1090

Abstract

Kajian Al-Qur`an saat ini tidaklah hanya berkutat dalam kajian teks saja. Dengan maraknya fenomena Qur`an in everyday life, maka muncullah disiplin ilmu yaitu living qur`an atau Al-Qur`an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tradisi malem sabellesen di Desa Konang, termasuk salah satunya. Tradisi ini telah berjalan turun-temurun. Dalam penelitian ini penulis merumuskan tiga hal, Apa motif pembacaan tiga surat pilihan dalam tradisi malem sabellessen ? Bagaimana implementasi dan pemaknaan masyarakat tentang pembacaan tiga surat pilihan dalam tradisi malem sabellessen ? Bagaimana horizon ekspektasi dari pembacaan tiga surat pilihan pada tradisi malem sabellesen ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan serta pemaknaan terhadap pembacaan surat-surat pilihan dalam tradisi malem sabellesen dengan tetap berpijak pada teori horizon of expectation. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa : 1) Tradisi malem sabellesen memiliki dua motif yaitu motif spiritual dan motif sosial, 2) Implementasi pembacaannya memakai konsep bacaan hadr, sedangkan pemaknaannya yaitu : Surat Yaasin sebagai media transfer amal untuk para almarhumin. Kedua, Surat Al-Waqi`ah sebagai kelancaran rezeki. Ketiga, Surat Asy-Syams sebagai tolak balak. 3) Horizon ekspektasi pada tradisi malem sabellesen tergolong dalam dua jenis, yaitu horizon ekspektasi sempit dan horizon ekspektasi luas dengan mengindikasikan fungsi informative dalam menunjukkan cakrawala harapan luas anggota tradisi malem sabellesen.
KEISTIMEWAAN ZAITUN DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Saintifik Perspektif Fakhr Al-Dîn Al-Râzî Dalam Kitab Tafsîr Al-Kabîr Aw Mafâtîh Al-Ghaib) Kamalia, Nabiila; Amalih, Ihwan
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1224

Abstract

ABSTRAKZaitun merupakan buah yang sering disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Di dalam Al-Qur’an ia  disebutkan sebanyak  7 kali dalam ayat yang berbeda. Disebutkan sebanyak 5 kali dengan kata Zaitun, satu kali dengan kata Shajarah Mubârokah dan satu kali dengan kata Shajaratan Takhruju Min ṭurisaynai yang menunjukkan makna Zaitun. Zaitun adalah buah sangat istimewa bagi kaum muslimin, ia mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat bagi kesehatan, terutama minyaknya. Apa yang terkandung dalam minyak Zaitun tidak didapati dalam  jenis minyak lain. Dari uraian di atas, maka penulis ingin mengupas lebih jauh mengenai zaitun dan keistimewaan-keistimewaannya dalam Al-Qur’an prespektif  Fakhr Al-Dîn Al-Râzî. Peneliti memilih tokoh ini karena Fakhr Al-Dîn Al-Râzî adalah dikenal sebagai mufassir yang terkenal dengan penafsirannya di bidang tafsir saintifik, maka fokus penelitian ini adalah bagaimana Zaitun dalam Al-Qur’an prespektif Fakhr Al-Dîn Al-Râzî, dan bagaimana keistimewaan Zaitun menurut Al-Qur’an dan sains prespektif Fakhr Al-Dîn Al-Râzî. Penelitian yang peneliti lakukan ini merupakan penelitian kualitatif pustaka. Dalam analisis ini peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu teknik analisa data yang dilakukan dalam rangka mencapai pemahaman terhadap sebuah fokus kajian yang kompleks, dengan cara memisahkan tiap-tiap bagian dari keseluruhan fokus yang dikaji. Adapun hasil dari penelitian ini, bahwa Zaitun dalam Al-Qur’an menurut Al-Râzî adalah zaitun yang pohonnya tumbuh di Thursinai, dan dijuluki sebagai pohon yang diberkati karena pohonnya berumur Panjang dan tidak tumbuh di timur ataupuna barat. Pohon ini tidak memerlukan perawatan manusia sebagaimana tanaman lain. Buahnya juga mempunyai banyak manfaat. Bisa dimakan langsung ataupun di kupas, perasannya menghasilkan minyak yang baik untuk kesehatan. Minyaknya dapat dikonsumsi sebagai lauk dan dapat dijadikan obat, selain itu minyaknya dapat menjadi bahan bakar pelita. Sedangkan keistimewaan zaitun menurut Al-Râzî dan Sains adalah : 1.Allah bersumpah dengan Zaitun, 2. Allah memuji pohon Zaitun sebagai pohon yang diberkati, 3. Zaitun merupakan bagian dari nikmat yang Allah berikan,4.Zaitun merupakan makanan, lauk dan obat, 5.Pohon Zaitun adalah pohon yang berumur Panjang, 6. Minyaknya jernih, bening dan bercahaya, 7. Minyak Zaitun sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
IJTIHAD IBNU HAJAR AL-ASQALANI DALAM MENGKONSTRUKSI ILMU HADIS Saputra, Muhamad Rama; Alif, Muhammad
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1139

Abstract

Ibnu Hajar al-Asqalani merupakan ulama hadis populer yang hidup pada abad ke 8 H. kepopulerannya itu kaya akan karya kitab-kitabnya, sehingga dengan karyanya itu Ibnu Hajar mendapatkan gelar Amirul Mu’minin fil hadis. Lantas dengan karya yang banyak itu, adakah pemikiran baru dan ijtihadnya yang sebelemunya tidak ada. Para ulama setelahnya banyak yang mengutip pada kajian hadis serta mengkodipikasikan dalam kitabnya, seperti al-Sakhawi, al-Suyuthi, al-Biqha’I, Zakaria al-Anshari dan lain-laoin. Pada peniltian ini diawali dengan historiografi, karya-karyanya, dan pemikirannya yang tertuang dalam kitabnya. Melalui penelitian bidang library research yang mengandalkan bahan penelitian dari perpustakaan, seperti buku, kitab, jurnal, ensiklopedia atau majalah sebagai sumber data untuk mencari dan melacak permasalahan tersebut. Adapun Hasil dan temuan penelitian ini, ijtihad Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam bidang Ilmu hadis bahwa beliau layak disebut seorang mujtahid dalam bidang hadis atas dasar pemikirannya yang tertuang dalam karyanya yang mencapai 177 karya Ibnu Hajar dalam bidang hadis, serta dalam kitabnya banyak pemikiran baru yang ulama sebelumnya tidak ada. 
KONSEP KAFĀ’AH DALAM Q.S AN-NUR AYAT 26 (PERSPEKTIF TAFSIR MAQASHIDI ABDUL MUSTAQIM) Fauziah, Fatimah Ummi; Hasan, Moh. Abdul Kholiq
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1023

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang konsep kafa'ah dalam Q.S An-Nur yang menjelaskan tentang kesetaraan jodoh, dengan menggunakan pendekatan metode tafsir maqashidi oleh Abdul Mustaqim. Jenis penelitian analisis deskriptif kualitatif, kemudian dianalisis dengan terlebih dahulu mengumpulkan ayat-ayat, data ilmiah, mendeskripsikan interpretasi mufassir, memaparkan ayat kafā'ah, dan melihat apakah hasilnya relevan dengan keadaan masyarakat saat ini. Yang mana akan menunjukkan maksud tentang pembelaan Allah terhadap Aisyah ra. akan tetapi dalam tafsir substansi maqashidi Q.S. an-Nur  menjelaskan tentang bagaimana persamaan pasangan akan memberikan peluang yang lebih besar untuk membentuk. Kemudian ditafsirkan dengan tafsir tekstual, kontekstual dan intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan tentang pembelaan Allah terhadap Aisyah ra, Tafsir substansi maqashidi Q.S. an-Nur [24]: 26 adalah persamaan pasangan akan memberikan peluang yang lebih besar untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah, dan setara yang dimaksud dalam ayat ini adalah sama dalam aturan, penzina, dan orang fasik. Kesetaraan dalam ayat ini bukanlah persamaan mutlak antara pasangan, tetapi hanya kecenderungan dan peluang untuk jodoh.
RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM QS. Al-HUJURAH PERSPEKTIF KITAB TAFSIR TARBAWÎ LI AL-QUR'ÃN AL-KARÎM KARYA ANWAR ALBÃZ Huda, Muhammad Habib Zainul; Wulandari, Fitri
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1140

Abstract

Krisis moral yang menimpa generasi saat ini, seperti Intoleran, Plagiarisme, Bullying, Pornografi, Kekrasan Siswa Kepada Guru, Pergaulan Bebas (Pacaran), Tawuran Antar Pelajar, Penggunaan Obat Terlarang (Narkoba & Sejenisnya), Merokok Usia Dini, Durhaka Kepada Kedua Orang Tuanya, Kecanduan Game Online, Berbicara Kasar/Kotor, dan berbagai kasus negatif lainnya tanpa disadari semakin hari semakin meningkat. Maka dari itu, tujuan penelitian ini yaitu hendak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai krisis moral generasi saat ini prespektif Anwar al Baaz. Penelitian ini tergolong penelitian Library Research (Kepustakaan), yang sifatnya Deskriptif Analisis, dengan cara pengumpulan data “Dokumentasi”. Selain itu, penulis juga menggunakan Teknik Tematik dan Tahlili dalam proses studi pustakanya, dibantu dengan Teori Doable Movement Fazlur Rahman. Hasil Dari penelitian ini yaitu : (1) Setidaknya ada 5 Pendidikan Karakter dalam Qs. Al Hujurah menurut Anwar al Bazz diantaranya : Takwa, Sabar, Ihsan, Adil, dan Tawasut. (2) Anak didik pada saat ini hendaknya harus senantiasa patuh kepada gurunya, harus menjaga tutur katanya, tidak mudah terprovokasi, tidak memandang rendah seseorang, dan tidak merekam atau memfoto dan memvidio keburukan orang lain. (3). Pendidikan karakter akan tertanam dalam diri anak didik apabila ada kerjasama antara guru, orang tua, saudara, keluarga, masyarakat, bahkan pemerintah.
KONSEP ‘IBÃD AL-RAHMÃN DALAM QS. AL-FURQÃN AYAT 63-74 PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBÃH Rosi, Fauzi Fathur; Muchlis, Achmad
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1015

Abstract

Tujuan penciptaan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah. Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan sebagai pedoman hidup dan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Ternyata di dalam Al-Qur’an didapati bentuk penyembahan kepada selain Allah, dan juga terjadi peristiwa perampokan di Indonesia seperti yang dilansir dalam detik.com. Kondisi yang seperti ini tidak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia. Maka, di dalam QS. Al-Furqân ayat 63-74 inilah Allah membahas tentang hamba-hamba yang disebut ‘Ibâd Al-Rahmân yang harus dijadikan pedoman dan teladan dalam kehidupan ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui a) pengertian‘Ibâd Al-Rahmân dalam QS. Al-Furqân Ayat 63-74 menurut M. Quraish Shihab b) bagaimana bentuk implementasi ‘Ibâd Al-Rahmân dalam kehidupan sosial menurut M. Quraish Shihab. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan secara pustaka (library research), sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kitab tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode maudhu’i (tafsir tematik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ‘Ibâd Al-Rahmân menurut M. Quraish Shihab yaitu sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW, atau bahkan mencangkup kepada semua orang mukmin selama mereka menyandang karakter yang disebut dalam QS. Al-Furqân Ayat 63-74, karakter ‘Ibâd Al-Rahmân yaitu rendah hati, pemaaf dan lemah lembut, menghidupkan Qiyâm al-Lail, takut dengan azab Jahannam, menginfakkan harta atau sederhana dalam membelanjakan harta, tidak musyrik, berzina, membunuh, taubatnya benar, tidak memberikan kesaksian palsu, apabila disebut nama Allah mereka tidak acuh, dan karakter ‘Ibâd Al-Rahmân mempunyai dampak positif bagi kehidupan sosial.Kata Kunci: konsep ‘Ibâd Al-Rahmân, tafsir Al-Mishbah, QS. Al-Furqân Ayat 63-74
SOLIDARITAS SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTI RELIGIUS DI DESA POLAGAN DUSUN CANDI LAOK GALIS PAMEKASAN Putra, Fendi Permana; Amalih, Ihwan
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1116

Abstract

Indonesia adalah sebuah masyarakat majemuk (plural society) yaitu sebuah masyarakat negara yang terdiri atau lebih dari 500 suku bangsa, dengan berbagai macam agama dan keperacayaan yang dipersatukan oleh sistem nasional, sebagai bangsa dalam wadahsebuah negara kesatuan Republik Indonesia. Pada kenyataanya untuk memelihara atau merawat masayarakat Indonesia yang majemuk ini tidak mudah. Maraknya konflik sosial politik, juga dan bernuasa agama dalam kehidupan bangsa Indonesia belakangan ini salah satunya disebabkan oleh ketidaksiapan dan ketidakmampuan kita memelihara dan merawat kemajemukan yang ada. Maka dari itu agar tidak menjadi ladang konflik untuk masyarakat majemuk pentingnya bagi kita untuk menanamkan solidaritas sosial. Permasalahan yang diangkat oleh peneliti, Bagaimana bentuk solidaritas sosialmasyarakat multi religius di desa Polagan dusun Candi Laok, Galis Pamekasan? Bagaimana nilai-nilai bentuksolidaritas sosial masyarakat multi religius di desaPolagan dusun Candi Laok, Galis Pamekasan? Untukmegetahui fenomena solidaritas sosial masyarakat ini, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitiankualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakanadalah metode wawancara, observasi dan dokumetasi. Dari metode ini, kemudian peneliti olah dan analisisuntuk memperoleh data atau informasi. Adapun hasilpenelitian meunjukkan bahwa, bentuk solidaritassosial masyarakat desa Polagan dusun Candi GaliPamekasan, prinsip bentuk solidaritas sosial, prinsipgotong royong, saling menghargai keyakinan, persaudaraan, hukum dan warisan tradisi, dan prinsipnilai-nilai solidaritas sosial, Prinsip Persatuan, Kedamaian, Kesejahteraan Desa Polagan. Sehinggamampu membuat masyarakat desa Polagan menjadidesa yang sangat erat solidasritas sosialnya.Kata Kunci: Solidaritas, Sosial, Masyarakat Multi religius
TEORI KEBENARAN DAN NALAR KRITIS (Analisis Komparatif Teori Bertrand Russell dan Teori Aswaja) Alawy, Naufal; Najah, Hikmatul Lailatin; Syafi'ullah, Ahmad Alaika; Faizin, Moh.
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1387

Abstract

The article entitled Seeking the Truth and Critical Reasoning Perspectives of the Correspondence Theory of Truth Russell &; Islam Ahlussunnah contains theories of truth, life history of Bertrand Russell, theory of Russell's correspondence, theory of truth Islam Ahlussunnah, implementation, and implications and challenges of the theory. This article is compiled using qualitative research with ribrary research data collection method. As for the results of research, there are many theories that put forward the truth. But of the many theories that propose, correspondence is the theory most widely used by experts. This theory was originally created by Aristotle then developed by Russel, a figure famous for his mathematics and philosophy. This correspondence theory explains that truth is a statement that is appropriate or relevant to an existing reality. The implementation is to adjust the statement to reality. The implications of this theory are enormous for SCIENCE. But the challenge is the emergence of an error when observing an object due to lack of careful sensing or abnormal senses.

Page 1 of 1 | Total Record : 9